Minggu, Maret 1, 2026
Beranda blog Halaman 4

Rapat Koordinasi IWOI Karawang Putuskan Restrukturisasi Korwil dan Program Kerja 2026

0

Karawang | UNGKAPREALITA.COM | Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menggelar rapat koordinasi organisasi pada pagi hari, Sabtu 13 Desember 2025 di Perum Jasmine Village Melbourne, Karawang Wetan. Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja tim, penyusunan program kerja tahun 2026, serta perubahan dan penataan struktur kepengurusan Koordinator Wilayah (Korwil).

 

Rapat dipimpin langsung oleh Syuhada Wisastra Ketua IWOI DPD Karawang dan dihadiri oleh jajaran pengurus inti serta para Ketua Korwil dari berbagai wilayah, meliputi wilayah utara, selatan, perkotaan, hingga daerah penyangga. Dalam arahannya, Syuhada menekankan pentingnya konsolidasi organisasi dan penguatan peran Korwil sebagai ujung tombak organisasi di daerah.

 

“Rapat ini kami fokuskan untuk mematangkan materi Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Saat Rakerda nanti, tidak lagi membahas teknis, melainkan pengesahan program dan penandatanganan keputusan,” ujar Syuhada.

 

Perubahan dan Penetapan Struktur Korwil

 

Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah penetapan perubahan dan pemisahan wilayah Korwil guna meningkatkan efektivitas koordinasi dan kinerja organisasi. Adapun penetapan tersebut antara lain:

 

• Korwil II tetap dipimpin oleh Alim sebagai Ketua, dengan Dedi sebagai Wakil Ketua Korwil dan Gugun sebagai Humas dan Bidang Kewartawanan.

 

• Korwil III resmi dipimpin oleh Haji Boleng, dengan kewenangan penuh untuk menyusun struktur internal serta fokus pada pengembangan wartawan di wilayah daerah pemilihan terkait.

 

• Korwil IV (Cilamaya) mengalami restrukturisasi dengan menunjuk Gilang sebagai Ketua Korwil, didampingi Iwan sebagai Humas, serta diperkuat unsur wakil, bendahara, tim kreatif, dan investigasi.

 

• Untuk Korwil Selatan, Ketua IWOI meminta penguatan keanggotaan, khususnya penambahan wartawan di wilayah Pangkalan agar cakupan pemberitaan lebih merata.

 

Penetapan struktur tersebut merupakan kewenangan Ketua IWOI dan akan segera dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) resmi organisasi.

 

Program Kerja dan IWOI Peduli

 

Rapat juga membahas program kerja IWOI tahun 2026 yang meliputi konsolidasi organisasi, pendataan ulang anggota, penerbitan KTA baru, peningkatan kompetensi jurnalis, penguatan humas dan kemitraan lintas lembaga, serta optimalisasi media sosial dan dokumentasi kegiatan.

 

Selain itu, Ketua IWOI mengumumkan pembentukan IWOI Peduli melalui Yayasan Pena Karya Sejahtera yang bergerak di bidang sosial, kebencanaan, pendidikan nonformal, serta program Jumat Berkah yang akan dilaksanakan secara bergilir di setiap Korwil. Dalam kesempatan tersebut, Junaedi ditunjuk sebagai Ketua IWOI Peduli.

 

Penguatan Sinergi dan Program Besar 2026

 

Dalam rangka memperkuat eksistensi organisasi, rapat juga menekankan pentingnya pengiriman surat pemberitahuan resmi kepada Camat, Kapolsek, serta dinas-dinas terkait mengenai keberadaan IWOI, susunan pengurus, dan program kerja organisasi. Surat tersebut direncanakan akan disertai dengan pemberian kalender resmi IWOI sebagai bagian dari sosialisasi.

 

Sebagai agenda besar tahun 2026, IWOI merencanakan pelaksanaan IWOI Run Humanity 2026 dalam rangka Hari Pers Nasional dan HUT IWOI, serta IWOI Awards sebagai bentuk apresiasi kepada OPD dan pemangku kepentingan yang dinilai aktif bersinergi dengan insan pers.

 

Rapat ditutup dengan ajakan Ketua IWOI kepada seluruh Korwil agar segera menindaklanjuti pendataan anggota, memperkuat koordinasi wilayah, serta menjalankan program kerja secara terukur demi memperkuat peran dan kontribusi IWOI di tengah masyarakat.

(IL)

Menghormati Jejak Para Pahlawan, PSIB Subang dan Karawang Lakukan Napak Tilas Sejarah

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Pengurus DPC Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB) Kabupaten Subang melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor DPC PSIB Kabupaten Karawang, Kamis (11/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga melanjutkan perjalanan ke Rumah Sejarah Rengasdengklok di Dusun Kalijaya I, Desa Rengasdengklok Utara, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Rombongan disambut pengurus PSIB Karawang, lalu bersama-sama mengunjungi Rumah Bersejarah Djiauw Kie Siong, tempat dimana Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta bermalam serta merumuskan Proklamasi Kemerdekaan pada 16 Agustus 1945 bersama para tokoh pemuda. Rumah tersebut kini ditempati oleh Janto Joewari, cucu Djiauw Kie Siong.

Dalam situs sejarah itu, para pengurus PSIB mendapatkan penjelasan mengenai peran penting rumah tersebut dalam proses menuju kemerdekaan. Di tempat itulah Bung Karno, bersama Fatmawati dan Guntur kecil, serta para tokoh pemuda mempersiapkan teks proklamasi dan bendera Merah Putih.

Peristiwa Rengasdengklok juga tidak terlepas dari pertemuan antara Ir. Soekarno dan Ama Raden Puradiredja, tokoh pendiri Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu. Dalam pertemuan tersebut, Ama Raden Puradiredja turut memberikan gagasan sekaligus arahan bahwa Indonesia harus memproklamasikan kemerdekaan pada Jumat, 17 Agustus 1945.

Ketua DPC PSIB Kabupaten Subang, Ir. Beni Budiono, menilai kunjungan ini menjadi momen penting untuk meneguhkan semangat kebangsaan. “Ama Raden Puradiredja, Bung Karno, Bung Hatta, Djiauw Kie Siong, Sukarni, dan para tokoh lainnya berjuang demi Indonesia merdeka. Kepahlawanan itu lahir dari kehendak yang kuat untuk merdeka,” ujarnya.

Ir. Beni juga mengingatkan bahwa kepemimpinan tidak dapat lahir secara instan. “Menjadi pemimpin memerlukan perjuangan, pengorbanan, dan kepercayaan rakyat. Semua itu dibangun dari hati yang bersih,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal DPC PSIB Kabupaten Karawang, Kiki SH, turut menekankan pentingnya memahami sejarah bangsa. “Tanpa sejarah, kita tidak akan tahu bagaimana bangsa ini berdiri. Sejarah memberi kita pelajaran untuk menjaga dan mempertahankan kemerdekaan,” jelasnya.

Kiki juga mengajak generasi muda untuk tidak melupakan situs-situs bersejarah sebagai warisan perjuangan. “Generasi muda harus memahami bahwa perjuangan dan kepemimpinan yang baik tidak datang secara instan. Ada proses panjang yang harus dipelajari,” tambahnya.

Kunjungan tersebut menjadi refleksi bagi kedua DPC PSIB dalam memperkuat pemahaman sejarah serta meneguhkan komitmen menjaga nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa.

(Red)

Konflik Agraria Memanas, Warga Poponcol Datangi BPN Karawang

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Konflik agraria kembali mencuat di Kabupaten Karawang. Puluhan warga Poponcol, Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karawang pada Kamis (11/12/2025). Mereka menuntut kejelasan status tanah yang tiba-tiba masuk dalam site plan pembangunan perumahan milik pengembang PT AM, padahal warga mengaku tidak pernah menjual tanah tersebut.

 

Ketua Karang Taruna Kecamatan Karawang Barat, Eigen Justisi, yang turut mendampingi warga dalam audiensi, menilai BPN tidak profesional dalam menangani persoalan tersebut. Ia menegaskan, warga Poponcol memiliki alas hak yang jelas berupa girik dan sebagian Sertifikat Hak Milik (SHM).

 

“Aneh sekali, masyarakat punya girik dan SHM. Mereka tidak pernah menjualbelikan tanah itu kepada siapapun. Tidak pernah ada transaksi,” tegas Eigen.

 

Permasalahan mencuat ketika warga mengajukan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada 2024. Pengajuan itu terhambat karena BPN menyatakan tanah yang diajukan warga tumpang tindih dengan plotting PT AM, yang disebut sudah tercatat sejak tahun 2000 dan diperbarui pada 2017.

 

Eigen menyebut plotting tahun 2017 itu sebagai tindakan “tidak resmi” dan menilai BPN keliru karena mengakui pemetaan tersebut tanpa dasar kuat.

 

Dalam audiensi yang berlangsung tegang itu, warga menyampaikan dua tuntutan utama:

 

1. BPN diminta segera memproses sertifikat tanah warga melalui PTSL, karena warga dinilai memiliki bukti fisik dan administratif awal yang sah.

 

2. Warga mendesak BPN menghapus plotting PT AM seluas sekitar 4 hektare yang menimpa lahan mereka. Plotting tersebut dinilai cacat karena tidak memiliki alas hak jual beli dari warga.

 

“Tuntutan kami hanya dua. Sertifikat berikan kepada masyarakat, dan plotting perusahaan itu hapuskan. Jangan sampai tumpang tindih,” ujar Eigen.

 

Di tengah aksi, sejumlah warga juga menyuarakan kekhawatiran atas maraknya pembangunan perumahan mewah di bantaran Sungai Citarum. Mereka menilai alih fungsi lahan itu justru berpotensi memperparah banjir bagi warga Poponcol, sementara proses sertifikasi tanah mereka sendiri dipersulit.

 

“Sementara pengembang membangun perumahan di sisi Citarum, kita orang Poponcol bisa kebanjiran. Itu untuk orang-orang kaya, tapi kita dipersulit,” keluh salah satu warga.

 

Eigen menambahkan, warga tidak berencana menempuh jalur hukum. Mereka meminta BPN menggunakan kewenangannya untuk menyelesaikan sengketa administrasi ini secara adil.

 

“Kami tidak mengajukan upaya hukum. Kami minta masing-masing diam di lahannya. Tanah dan rumah masyarakat jangan diganggu,” pungkasnya.

(IL)

Bimtek Karang Taruna Palumbonsari Dorong Pemuda Lebih Berdaya dan Berperan

Karawang – Karang Taruna Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pada Kamis (11/12/2025) pagi di Aula Kantor Kelurahan Palumbonsari. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dr.(c). Dhani Sudirman, S.T., S.E., M.M.

 

Kegiatan Bimtek tersebut turut diikuti Plt. Ketua Karang Taruna Kecamatan Karawang Timur, Iwan Sobarli, perwakilan Kecamatan Karawang Timur, Lurah Palumbonsari, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta jajaran pengurus Karang Taruna Kelurahan Palumbonsari.

 

Bimtek diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para anggota Karang Taruna, terutama dalam bidang kepemimpinan, kegiatan sosial, serta pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.

 

Dalam sambutannya, Dr.(c). Dhani Sudirman menegaskan bahwa Karang Taruna memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial masyarakat. Ia mendorong para pemuda untuk terus berkembang dan mengambil peran lebih besar dalam pelayanan sosial.

 

“Karang Taruna harus menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Dengan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan anggota, kita dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Carateker (Pjs) Karang Taruna Kelurahan Palumbonsari, Eeng Suherman, menyampaikan bahwa Bimtek menjadi wadah penting bagi anggota untuk menambah wawasan dan meningkatkan kualitas diri sebagai pemuda pelopor.

 

“Kami berharap dengan adanya Bimtek ini, anggota Karang Taruna dapat meningkatkan kemampuan dalam bidang kepemimpinan dan kegiatan sosial, sehingga mampu menjadi pemimpin muda yang berkualitas dan berkontribusi lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.

 

Kegiatan Bimtek ini diharapkan menjadi momentum penguatan kapasitas anggota Karang Taruna Kelurahan Palumbonsari dalam memberikan pelayanan sosial, serta mempererat koordinasi antara Karang Taruna, pemerintah, dan berbagai pihak terkait.

(IL)

Ketum IWOI Geram: “Saya Panglima Perangnya untuk Melawan Brutalisme terhadap Wartawan!”

JAKARTA | Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi, kali ini menimpa wartawan di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Seorang jurnalis bernama Kipri Herdiansyah mengalami luka serius setelah diduga dipukuli oleh seorang oknum kontraktor berinisial RL pada Senin (8/12/2025). Insiden ini kembali menegaskan masih tingginya ancaman premanisme terhadap insan pers di Indonesia.

 

Korban yang merupakan jurnalis media online sekaligus Bendahara DPD IWO Indonesia Kota Pagar Alam itu diketahui mengalami luka robek di dahi kanan, lebam di dahi kiri, serta lecet pada hidung dan bibir akibat serangan brutal pelaku. Pemukulan terjadi di depan rumah pelaku di RT 01 RW 01 Kelurahan Jangkar Emas, Kecamatan Dempo Utara, setelah korban diundang datang ke lokasi oleh RL.

 

Menurut keterangan korban, pelaku diduga tersinggung atas pemberitaan yang dimuat di media online, lalu melakukan pemukulan secara membabi-buta. Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis di wilayah Sumatera Selatan.

 

Menanggapi insiden tersebut, Ketua Umum Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Dr. NR Icang Rahardian, SH, MH mengecam keras tindakan premanisme yang dilakukan oleh RL.

 

“Sangat disayangkan masih ada pihak yang tidak menghargai tugas wartawan, bahkan nekat melakukan tindakan biadab dengan gaya premanisme. Saya mengecam keras cara-cara primitif seperti ini,” tegas Icang kepada media, Selasa (9/12/2025).

 

Icang mendesak aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan korban dan memproses hukum pelaku tanpa pandang bulu.

 

“Ini harus disikapi serius oleh seluruh anggota IWO Indonesia. Saya mendesak Polres Pagar Alam untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Siapapun pelakunya, hukum harus ditegakkan,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Ketum IWO Indonesia menyatakan dirinya siap menjadi “panglima perang” dalam melawan segala bentuk kekerasan terhadap wartawan, termasuk mengawal laporan polisi Nomor: LP/B/253/XII/2025/SPKT/POLRES PAGAR ALAM/POLDA SUMATERA SELATAN.

 

Sebagai langkah lanjutan, Icang memerintahkan Ketua DPW IWO Indonesia Sumatera Selatan untuk segera melayangkan Laporan Informasi ke Polda Sumsel agar kasus ini mendapat perhatian khusus dari Kapolda Sumatera Selatan.

(Red)

Hakordia 2025, Kejari Karawang Tetapkan Kades Tanjungbungin Tersangka Korupsi Dana Desa Rp1,8 Miliar

KARAWANG — Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Aula Husni Hamid, Karawang, Selasa (9/12/2025), menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang mengumumkan perkembangan terbaru penanganan dugaan korupsi dana desa di Desa Tanjungbungin, Kecamatan Pakisjaya.

 

Pengumuman tersebut disampaikan langsung Kepala Kejari Karawang, Dedy Irwan Virantama, S.H., M.H., di hadapan pelajar, mahasiswa, dan insan pers yang mengikuti rangkaian kegiatan Hakordia.

 

Kejari Karawang menetapkan seorang tersangka berinisial E, yang merupakan Kepala Desa Tanjungbungin periode 2021–2027. Penetapan tersangka tersebut tertuang dalam Surat Nomor B-3109/M.2.26/Fd.2/12/2025 tertanggal 9 Desember 2025.

 

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka E diduga melakukan penyalahgunaan anggaran dana desa selama tiga tahun berturut-turut, yakni tahun anggaran 2022, 2023, dan 2024. Dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan program pemberdayaan masyarakat desa diduga dialihkan untuk kepentingan pribadi.

 

Akibat perbuatan tersebut, sejumlah program desa tidak berjalan sebagaimana mestinya, bahkan sebagian kegiatan diduga tidak pernah direalisasikan. Negara diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp1.872.534.111.

 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai dakwaan primer. Subsider, tersangka dikenakan Pasal 3 jo. Pasal 18 undang-undang yang sama.

 

Terkait tidak dilakukannya penahanan, Kejari Karawang menjelaskan bahwa tersangka E saat ini masih menjalani hukuman pidana dalam perkara penggelapan berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Karawang Nomor 99/Pid.B/2025/PN Karawang, dengan vonis dua tahun enam bulan penjara. Oleh karena itu, penahanan dalam perkara korupsi tersebut belum dilakukan.

 

Meski demikian, Kejari Karawang memastikan proses hukum tetap berjalan dan akan dilanjutkan hingga ke tahap persidangan setelah tersangka menyelesaikan masa hukuman sebelumnya.

 

Menutup keterangannya, Kepala Kejari Karawang mengapresiasi peran media dalam mengawal penegakan hukum di daerah.

 

“Dengan dukungan rekan-rekan media, kami berharap dapat terus menjaga konsistensi kinerja Kejaksaan Negeri Karawang. Masih ada beberapa penyelidikan strategis yang sedang berjalan, namun belum dapat kami sampaikan ke publik,” ujar Dedy.

 

Ia menegaskan, Kejari Karawang akan terus memprioritaskan penanganan perkara yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas, sejalan dengan arahan Jaksa Agung.

(IL)

Pemerintah Kalurahan Sumberharjo Gelar Sosialisasi Perda Trantibumlinmas

SLEMAN (DIY) | ungkaprealita.com – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Kalurahan Sumberharjo menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Sleman Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas), Senin (8/12/2025) siang. Acara berlangsung di Balai Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Kyai Winarto sebagai tokoh masyarakat, Kapolsek Prambanan AKP Dede, serta perwakilan Satpol PP Sleman Ngadimin. Kegiatan turut dihadiri Lurah Sumberharjo Kurniawan Widiyanto, S.E., Bhabinkamtibmas Aiptu Kismanto, Bhabinsa Sumberharjo, jajaran Linmas, serta Ketua Jaga Warga setempat.

Dalam sambutannya, Lurah Sumberharjo menegaskan pentingnya sosialisasi untuk memperkuat pemahaman masyarakat terkait aturan daerah yang mengatur ketertiban dan keamanan lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah, aparat, dan warga, membahas sampah, alkohol, reklame hingga rumah Kos

Para narasumber memaparkan sejumlah poin penting dalam Perda 12/2020, mulai dari pengelolaan sampah, pengawasan penjualan minuman beralkohol, hingga penataan iklan dan pemanfaatan ruang publik.

Isu larangan rumah kos campuran yang kerap menimbulkan persoalan ketertiban juga menjadi perhatian khusus. Masyarakat diimbau memahami fungsi aturan tersebut agar lingkungan tetap aman dan kondusif.

Tantangan Sosial: Pencurian Kecil dan Ekonomi

Dalam diskusi, mengemuka pula persoalan sosial yang belakangan sering muncul, seperti meningkatnya pencurian kecil akibat tekanan ekonomi. Para narasumber menekankan pentingnya penyelesaian berbasis komunitas dan pendekatan kekeluargaan sebelum membawa persoalan ke ranah hukum, sepanjang masih memungkinkan.

Narasumber juga mengingatkan perlunya meningkatkan kepedulian antar warga dan pentingnya melaporkan potensi gangguan keamanan sejak dini sehingga perlu adanya kolaborasi warga dan otoritas diperkuat

Sosialisasi ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara warga, pemerintah kalurahan, kepolisian, Satpol PP, serta organisasi lokal seperti Linmas dan Jaga Warga.

Kapolsek Prambanan AKP Dede menegaskan bahwa kepolisian siap mendampingi masyarakat dalam menjaga keamanan dengan pendekatan humanis. Sementara perwakilan Satpol PP menekankan bahwa penegakan perda harus berjalan dengan edukatif dan proporsional.

Menutup acara, narasumber menyerukan peningkatan edukasi terkait langkah-langkah keamanan, termasuk kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat seperti kebocoran gas dan potensi kebakaran. Masyarakat juga didorong untuk lebih memahami prosedur pelaporan apabila terjadi pelanggaran.

Tiga Action Points Disepakati:

1. Pelaksanaan program pendidikan keamanan bagi warga Sumberharjo.

2. Penguatan kepatuhan atas aturan pengelolaan sampah dan penataan reklame.

3. Kolaborasi lintas unsur—Kelurahan, Kepolisian, Satpol PP, Linmas, dan masyarakat—untuk penegakan perda yang lebih efektif.

(redaksi.)

Lanud Adisutjipto Gelar Monitoring Program Ketahanan Pangan Secara Vicon, Libatkan Pemda dan Petani

SLEMAN (DIY) | ungkaprealita.com – Lanud Adisutjipto menggelar monitoring Program Ketahanan Pangan secara video conference (vicon) pada hari Selasa (2/12/2025) di lahan tebu belakang Rusun Blok S Lanud Adisutjipto. Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 orang peserta, termasuk perwakilan dari pemerintah daerah, petani, dan pihak terkait lainnya.

Komandan Lanud Adisutjipto, Marsma TNI Toto Ginanto, S.T., M.A.P., M.Han, hadir langsung dalam acara tersebut, didampingi oleh Wakil Bupati Sleman, Bpk. Danang Maharsa, S.E., dan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kab. Sleman, Bpk. Muh. Rofiq Andrianto. Turut hadir pula Danwingdik 100/Terbang, para Kepala Dinas Lanud Adisutjipto, Dansatpom, Danskatek 043, Danskadik 104, perwakilan PG. Madukismo, serta masyarakat dan petani Rostant Sari Tani.

Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, penanaman tebu secara simbolis, peninjauan lokasi program ketahanan pangan di provinsi lain secara daring, sesi tanya jawab, serta vicon bersama Aster Kasau.

Dalam sambutannya, Marsma TNI Toto Ginanto menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan wujud dukungan TNI AU terhadap program pemerintah dalam meningkatkan ketersediaan pangan di daerah. “Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar Lanud Adisutjipto,” ujarnya.

Wakil Bupati Sleman, Bpk. Danang Maharsa, mengapresiasi inisiatif Lanud Adisutjipto dalam melaksanakan program ketahanan pangan. “Kerjasama antara TNI AU dan pemerintah daerah ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

(redaksi.)

Perkuat Kapasitas Pemuda, 20 Finalis Duta Pelajar Karawang Ikuti Pembekalan Tiga Materi Kunci

Karawang | UNGKAPREALITA.COM | Sebanyak 20 finalis Duta Pelajar Karang Taruna Kabupaten Karawang mengikuti rangkaian pembekalan intensif yang digelar di Aula BKPSDM Karawang pada Sabtu (06/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari perguruan tinggi, dinas pemerintah, hingga instansi kebudayaan, sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas generasi muda Karang Taruna Kabupaten Karawang.

 

Pembekalan ini dirancang untuk memperkuat tiga aspek penting yang harus dimiliki para finalis Duta Pelajar 2025, yaitu kemampuan berbicara di depan umum, pemahaman mengenai isu perlindungan anak serta kekerasan, dan pengetahuan tentang cinta tanah air serta pelestarian budaya Indonesia.

 

 

Dr. Eka Yusup Bekali Finalis dengan Teknik Public Speaking

 

Pada sesi pertama, Dr. Eka Yusup, M.I.Kom, Dosen Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), menyampaikan materi mengenai pentingnya public speaking bagi generasi muda. Ia menekankan bahwa kemampuan komunikasi tidak hanya soal berbicara, tetapi juga tentang menyampaikan pesan yang tepat dan memengaruhi audiens.

 

“Public speaking bukan sekadar berbicara di depan umum, tetapi bagaimana menyampaikan pesan secara efektif dan persuasif,” terang Dr. Eka.

 

Dalam sesi tersebut, para finalis mendapatkan pemahaman mendalam mengenai teknik vokal, penggunaan intonasi, penguasaan panggung, hingga cara menjaga kontak mata dengan audiens. Dr. Eka juga memberikan simulasi singkat untuk menguji spontanitas dan kepercayaan diri peserta.

 

Antusiasme finalis terlihat ketika sesi tanya jawab berlangsung. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara mengatasi gugup, strategi membuka presentasi yang menarik, hingga bagaimana menyampaikan pesan secara meyakinkan di depan publik.

 

Salah satu finalis bernama Tia mengaku memperoleh wawasan baru dan merasa jauh lebih percaya diri setelah mengikuti pembekalan tersebut.

 

“Saya merasa lebih percaya diri dan siap untuk berbicara di depan umum,” ujarnya.

 

 

DP3A Karawang Angkat Isu Bullying, Intoleransi, Kekerasan Seksual, dan Kesehatan Mental

 

Sesi berikutnya menghadirkan materi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Karawang yang disampaikan oleh Lilis Kulsum, S.H., M.M, Kabid Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (PPKPA).

 

Lilis menyoroti meningkatnya kasus kekerasan pada anak dan pentingnya peran generasi muda sebagai agen edukasi. Ia menjelaskan empat isu utama yang harus dipahami finalis, yaitu:

 

1. Kekerasan fisik – tindakan yang menyebabkan luka atau cedera tubuh.

2. Kekerasan emosional – bentuk kekerasan yang memicu stres, trauma, atau tekanan psikologis.

3. Kekerasan seksual – tindakan seksual tanpa persetujuan yang kerap menyerang anak dan remaja.

4. Bullying – perilaku agresif berulang yang tidak seimbang antara pelaku dan korban.

“Kami berharap para finalis dapat memahami pentingnya pencegahan dan penanganan kasus bullying, intoleransi, kekerasan seksual, serta masalah kesehatan mental. Mereka harus menjadi role model dan agen perubahan,” tegas Lilis.

 

Para finalis juga diajak berdiskusi mengenai cara memberikan dukungan kepada korban, langkah pelaporan kasus kekerasan, dan strategi menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta bebas intimidasi.

 

Tia, salah satu finalis, menyebut materi tersebut membuka wawasan penting mengenai penyebab dan dampak kekerasan pada remaja.

 

“Saya jadi lebih paham bagaimana mencegah dan menangani bullying maupun kekerasan di lingkungan saya,” ujarnya.

 

Perkuat Jiwa Nasionalisme dan Pelestarian Budaya

 

Pada sesi terakhir, Waya Karmila, S.Pd., M.M, Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, memberikan materi mengenai pentingnya cinta tanah air dan pelestarian budaya Indonesia bagi generasi muda.

 

Menurut Waya, cinta tanah air bukan hanya slogan, tetapi tindakan nyata yang bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari.

 

Di antaranya:

 

Menggunakan produk dalam negeri

 

Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan

 

Mematuhi hukum dan peraturan

 

Berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan gotong royong

 

Melestarikan budaya lokal melalui promosi kreatif

 

> “Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai cinta tanah air dan budaya Indonesia, kita dapat menjadi generasi yang tangguh dan berkarakter,” ujar Waya.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa Karawang tengah mengajukan sejumlah lokasi untuk ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten, antara lain:

 

Monumen Rawagede

 

Situs Megalitikum Bojongmanggu

 

SDN Pisang Sambo I (bangunan lama)

 

Makam Ki Bagus Jabin

 

Situs Candi Lanang

 

Situs Candi Wadon

 

Selain itu, Karawang memiliki deretan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) seperti Tari Topeng Banjet, Goyang Karawang, Tari Gondang, Silat Godot, tradisi Turubuk, hingga kuliner khas seperti Pepes Walahar, Soto Tangkar, Bolu Kijing, dan Rengginang Ketan.

 

Para finalis aktif bertanya mengenai cara melestarikan budaya melalui media sosial, membuat konten kreatif, hingga strategi promosi budaya lokal untuk generasi muda.

 

 

Mencetak Generasi Muda yang Siap Menjadi Agen Perubahan

 

Ketua Panitia Karang Taruna Kabupaten Karawang menegaskan bahwa rangkaian pembekalan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan upaya serius untuk membentuk karakter finalis Duta Pelajar yang visioner, kompeten, dan peduli terhadap isu sosial maupun budaya.

 

Melalui materi public speaking, edukasi anti-kekerasan, serta nilai cinta tanah air, para finalis diharapkan mampu menjadi representasi terbaik pelajar Karawang dan membawa perubahan positif di lingkungan mereka.

 

Program ini menjadi langkah nyata Karang Taruna Kabupaten Karawang dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang berpengetahuan luas, berakhlak, dan berkarakter kuat.

 

Kegiatan pembekalan ini resmi ditutup dengan pesan agar para finalis terus mengembangkan diri dan mempraktikkan semua ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam tugas mereka sebagai Duta Pelajar Karang Taruna 2025.

(IL)

Penguatan Peran Pemuda: Karang Taruna Sukaluyu Mantapkan Arah Kerja di Era Digital

Karawang |UNGKAPREALITA.COM| Seminar Pemberdayaan Pemuda yang digelar Karang Taruna Rajawali Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang berlangsung sukses pada Rabu (03/12/2025) di Aula Desa Sukaluyu. Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang, Ketua Karang Taruna Kecamatan Telukjambe Timur, Ketua Karang Taruna Desa Sukaluyu, Kepala Desa Sukaluyu, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta anggota Karang Taruna Rajawali.

 

Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dhani Sudirman, menegaskan pentingnya memperkuat peran pemuda di tingkat desa sebagai pondasi kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat. Ia menyebut pemberdayaan pemuda berbasis desa kini menjadi fokus utama Karang Taruna Kabupaten.

 

“Visi kami jelas, yaitu memperkuat kapasitas pemuda desa agar mereka mampu menjadi agen sosial yang aktif, kreatif, dan berdaya saing. Pemuda adalah kekuatan utama desa, dan Karang Taruna harus hadir sebagai wadah yang membimbing serta memfasilitasi,” ujarnya.

 

Dhani menambahkan, Karang Taruna Kabupaten tengah mempersiapkan sejumlah program peningkatan kapasitas, mulai dari pelatihan manajemen, literasi digital, hingga pembinaan kewirausahaan. Kolaborasi dengan pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan dunia usaha juga terus didorong guna membuka ruang pembelajaran dan peluang ekonomi bagi pemuda desa.

 

Di sisi lain, Ketua Karang Taruna Rajawali Desa Sukaluyu, Robi Galang, menyatakan bahwa seminar ini menjadi momentum penyelarasan arah kerja organisasi dari tingkat kabupaten hingga desa. Menurutnya, Karang Taruna harus adaptif terhadap perkembangan zaman.

 

“Pemuda harus melek teknologi, mampu menciptakan peluang kerja, dan peka terhadap isu sosial. Karena itu, digitalisasi organisasi, pengembangan UMKM pemuda, dan edukasi sosial menjadi prioritas kami,” jelas Robi.

 

Kepala Desa Sukaluyu, Hj. Lina Herlina, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai seminar ini sebagai ajang penguatan sinergi antara Pemdes dan Karang Taruna Rajawali.

 

“Saya ingin Karang Taruna semakin solid dan bersinergi dengan program desa. Karang Taruna harus punya inovasi dan kreasi karena tugas utamanya adalah sosial,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman Karang Taruna terhadap persoalan sosial desa, seperti stunting dan kebutuhan masyarakat lainnya.

 

Terkait dukungan anggaran, Kades memastikan Pemdes akan terus memberikan support karena Karang Taruna merupakan bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).

 

Kades Sukaluyu menutup sambutan dengan menyatakan bahwa Pemdes, BPD, dan Karang Taruna akan terus bersinergi dalam berbagai kegiatan pembangunan desa untuk menciptakan pemuda yang aktif, kreatif, dan berdaya saing.

(IL)