Selasa, Juli 28, 2026
Beranda blog Halaman 3

Praperadilan Tersangka Pencabulan RS Ditolak PN, Polres Gunungkidul: Penyidikan Sudah Sesuai Prosedur

Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Yahya Murray

Gunungkidul | ungkaprealita.com – Pengadilan Negeri (PN) Gunungkidul resmi menolak permohonan praperadilan yang diajukan oleh tersangka RS terkait penetapan dirinya dalam kasus dugaan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Putusan yang dibacakan pada Senin (06/04/2026) ini menegaskan bahwa status tersangka yang disematkan oleh Polres Gunungkidul sah secara hukum.

‎Dalam persidangan tersebut, pemohon RS diwakili oleh kuasa hukumnya, sementara pihak termohon adalah Polres Gunungkidul. Hakim tunggal yang memimpin persidangan menilai bahwa proses penetapan tersangka oleh penyidik telah melalui prosedur dan memenuhi alat bukti yang cukup.

‎Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Yahya Murray, menyambut baik putusan tersebut. Ia menegaskan bahwa hasil persidangan menjadi bukti otentik bahwa seluruh rangkaian penanganan perkara telah berjalan di atas rel hukum yang berlaku.

‎”Kami pastikan bahwa setiap tahapan dalam proses penyidikan sudah kami lakukan sesuai prosedur. Mulai dari pengumpulan alat bukti, pemeriksaan saksi-saksi, hingga gelar perkara, semuanya sudah terpenuhi sebelum penetapan tersangka dilakukan,” ujar AKP Yahya saat memberikan keterangan usai persidangan.

‎Ia menambahkan, meskipun mengajukan praperadilan adalah hak konstitusional setiap warga negara yang harus dihormati, putusan hakim ini mempertegas bahwa tidak ada pelanggaran prosedur atau maladministrasi yang dilakukan oleh tim penyidik.

‎Lebih lanjut, AKP Yahya menekankan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius kepolisian karena menyangkut masa depan anak. Pihaknya berkomitmen untuk tidak memberikan toleransi terhadap tindak pidana asusila, terutama yang menyasar korban di bawah umur.

‎”Perkara ini menyangkut tindak pidana terhadap anak yang membutuhkan penanganan khusus. Kasus ini menjadi prioritas kami, sehingga penanganannya harus benar-benar maksimal, transparan, dan akuntabel hingga ke tahap selanjutnya,” tegasnya.

‎Dalam amar putusannya, hakim juga menetapkan bahwa seluruh biaya yang timbul selama proses persidangan praperadilan ini dinyatakan nihil (Rp.0).

‎Dengan ditolaknya permohonan ini, penyidik Satreskrim Polres Gunungkidul akan segera merampungkan berkas perkara RS untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Tahap I), guna memastikan kepastian hukum bagi korban dan tersangka.

(Redaksi)

Penuh Semangat Persaudaraan, Keluarga Besar Mantan Banteng Raiders Gelar HUT Satuan ke-73 dan Halal Bihalal

Foto bersama: keluarga besar mantan anggota Satuan Banteng Raiders (BR).

Bantul | ungkaprealita.com – Keluarga besar mantan anggota Satuan Banteng Raiders (BR) menyelenggarakan acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Banteng Raiders ke- 73 sekaligus acara Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri tahun 2026, Minggu (5/4/2026). Acara yang penuh semangat persaudaraan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya, dengan total kehadiran mencapai puluhan orang dari berbagai kota dan kabupaten.

Acara yang bertempat di Sekar Suli Resto, Jalan Wonosari, Dusun Bumiwetan, Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY, dimulai pukul 09.00 WIB. Peserta diharapkan mengenakan seragam batik Paguyuban BR dan baret, atau pakaian bebas bagi yang belum memiliki seragam batik.

Acara ini juga turut mengundang beberapa tokoh penting, antara lain Mayjen TNI (Purn) Djoko Subroto, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, Letjen TNI (Purn) Yopie Onus Simus, Kolonel Inf Lukas Sodipun, Kolonel Inf Arif Wicaksono, serta Danyonif 400/BR.

Mayjen (Purn) Nur Rohmad, mantan Danyonif 401/BR, juga menyampaikan pesan pentingnya menjaga persatuan. “Persaudaraan kita sebagai mantan Banteng Raiders harus tetap terjalin erat, walau sudah tidak dalam dinas aktif,” tuturnya.

Sementara itu, Mayor Inf Gunawan Nurbathin dari Danyonif 400/Raider menambahkan bahwa semangat BR harus terus hidup dalam setiap langkah kehidupan. “Kita membawa nilai-nilai kejujuran, kesetiaan, dan kerja keras yang diajarkan selama dinas, dan itu tetap kita junjung tinggi hingga kini,” ujarnya.

Sebagai informasi penting, sesuai petunjuk Ketua Paguyuban Mantan BR DIY, kegiatan tukar kado silang pada acara ini ditunda atau dibatalkan, dan akan diadakan khusus pada acara temu kangen mantan BR DIY di Wonosari pada kesempatan lain. Selain itu, khusus bagi Bapak-bapak diharapkan menggunakan papan nama dengan menyertakan gelar PDH.

Panitia pelaksana, diwakili oleh Suranto, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan kehadiran seluruh peserta. “Semoga acara ini menjadi awal mula untuk lebih mempererat tali persaudaraan kita sebagai keluarga besar mantan Banteng Raiders,” pungkasnya.
Total peserta yang terdaftar dari DIY sebanyak 100 orang, Semarang 40 orang, Magelang 40 orang, Purwokerto 30 orang, Solo 25 orang, dan Purwodadi 35 orang.

(Redaksi)

Dandim 0729/Bantul Hadiri Pemakaman Militer Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon di TMP Giripeni

Upacara pemakaman militer Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon di Taman Makam Pahlawan Giripeni, Kulon Progo.

Kulon Progo | ungkaprealita.com – Komandan Kodim 0729/Bantul Letkol Kav Fikri Nurheldi, S.E., M.Han., bersama jajaran Kodim 0729/Bantul turut menghadiri prosesi pemakaman militer Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Kulon Progo. Turut hadir pula Ketua Persit KCK Cabang XXX Dim 0729/Bantul beserta pengurus. Suasana khidmat menyelimuti jalannya upacara penghormatan terakhir. Minggu, (05/04/2026).

Kehadiran Dandim 0729/Bantul beserta anggota dan Persit merupakan bentuk penghormatan dan solidaritas terhadap prajurit TNI yang gugur dalam melaksanakan tugas negara, khususnya dalam misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan.

Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon merupakan prajurit asal Lendah, Kulon Progo, yang gugur dalam tugas sebagai bagian dari misi perdamaian Republik Indonesia di bawah naungan PBB akibat serangan Israel.

Prosesi upacara pemakaman militer dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB dengan Inspektur Upacara Asrenum Panglima TNI Letjen Candra Wijaya. Turut hadir unsur Forkopimda Kulon Progo, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo, serta keluarga besar TNI dan masyarakat.

Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian, almarhum dianugerahi sejumlah tanda jasa, di antaranya Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun, Satyalancana Dharma Nusa, Satyalencana Santi Dharma, Tanda Kehormatan Veteran Perdamaian, UN Medal, Lebanese War Medal, Order of the Seder, dan Medal of Military Merit.

(Redaksi)

Gugur Dalam Tugas di Lebanon, Jenazah Prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL Dimakamkan di TMP Giripeni Kulon Progo

Foto upacara pemakaman jenazah Almarhum Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon

Kulon Progo | ungkaprealita.com – Upacara Persemayaman jenazah Almarhum Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, dilaksanakan di Rumah Duka Padukuhan Ledok RT 17 Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY, Minggu (5/4/2026).

Almarhum Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon Jabatan Taban Provost 1 Ru Provost Kima Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Dam Iskandar Muda tergabung Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL, gugur pada hari Minggu tanggal 29 Maret 2026 pukul 20.44 Waktu Lebanon/01.40 WIB di Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr Lebanon Selatan karena terkena serangan Altileri IDF, selanjutnya Jenazah dimakamkan secara militer di TMP Giripeni, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Pangdam Iskandar Muda Mayjen Joko Hadi Susilo, S.I.P., Komandan Upacara Dandim 0729/Bantul Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, Perwira Upacara Kasdim 0731/Kulon Progo Mayor Cpl Sutarjo. Pasukan Upacara Peleton Pok Perwira, 2 SST Pasukan Kodim 0731/Kulon Progo, 1 SST Pasukan Brimob Sentolo dan 1 SST Pasukan Polres Kulon Progo

Inspektur Upacara menyampaikan, pada kesempatan ini, saya atas nama Pemerintah dan yang hadir disini, mengucapkan ikut berduka cita atas meninggalnya almarhum Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Marilah kita bersama-sama berdoa kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga kesalahan dan dosa almarhum diampuni dan diterima amal bhaktinya. Keluarga yang ditinggalkan semoga dapat menerima kepergian almarhum dengan tabah, tawakkal dan ikhlas. Kita sebagai umat beragama yang percaya kepada kekuasaannya tentu menyadari benar, bahwa kepergian almarhum itu sudah menjadi kehendak Tuhan Sang Maha Pencipta.

Penghargaan serta ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materiil, sehingga upacara persemayaman ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Dengan diserahkannya jenazah almarhum dari pihak keluarga kepada Pemerintah.

Selesai upacara persemayaman, jenasah Almarhum Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon diberangkatkan ke TMP Giripeni Kapanewon Wates Kabupaten Kulon Progo, untuk dilaksankaan prosesi upacara pemakaman secara militer.

(Redaksi)

Viral Pungutan Liar di Pantai Krakal, Dispar Gunungkidul Akhirnya Buka Suara

Foto Kantor Dispar Gunungkidul

Gunungkidul | ungkaprealita.com – Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Dispar) Kabupaten Gunungkidul buka suara dengan adanya keluhan wisatawan pada beberapa waktu yang lalu mengenai praktik pungutan tidak resmi di Pantai Krakal, Kalurahan Ngestirejo, Tanjungsari, Gunungkidul. Persoalan ini mencuat setelah unggahan seorang wisatawan viral di media sosial.

‎Sebelumnya, sebuah unggahan di grup Facebook “Pecinta Obyek Wisata Yogyakarta” memicu perdebatan hangat. Wisatawan tersebut mengaku didatangi oleh oknum penyedia jasa sewa tikar dan diminta membayar uang sewa lahan, padahal ia menggelar tikar yang dibawa sendiri di area kosong. Oknum itu berdalih bahwa area pantai tersebut merupakan wilayah kekuasaannya.

‎Adanya kejadian itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

‎”Sudah dilakukan klarifikasi dan pembinaan bersama Lurah Ngestirejo. Pelaku penarikan uang juga sudah membuat video permintaan maaf kepada masyarakat dan wisatawan,” ujar Eko pada Sabtu (4/4/2026).

‎Eko menegaskan bahwa area pantai merupakan ruang publik yang seharusnya dapat dinikmati oleh siapa saja tanpa ada praktik “pengaplingan” ilegal. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah untuk menata kembali tata kelola wisata di pesisir selatan.

‎Kedepan, Dispar Gunungkidul berencana menerbitkan regulasi khusus guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. “Akan dibuat Surat Edaran (SE) yang menyatakan bahwa di tempat-tempat publik tidak boleh ada kapling-kapling yang tidak sesuai ketentuan,” imbuhnya

‎Selain regulasi, dinas terkait juga akan mengintensifkan pembinaan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Kelompok Kerja (Pokja) disetiap destinasi. Lanhkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan kenyamanan wisatawan tetap terjaga, demi menjaga marwah dan citra pariwisata Gunungkidul sebagai destinasi unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

‎Kasus ini menjadi pengingat bagi para pelaku usaha di objek wisata untuk tetap mematuhi aturan dan mengedepankan etika pelayanan, agar tidak merugikan daya tarik wisata daerah dalam jangka panjang.

(Redaksi)

Dandim 0729/Bantul Tekankan Pentingnya Wawasan Kebangsaan Bagi Generasi Muda

Dandim 0729/Bantul, Letkol Kav Fikri Nurheldi, S.E., M.Han., saat menyampaikan materi dalam Dialog Kebangsaan

Bantul | ungkaprealita.com – Komandan Kodim 0729/Bantul, Letkol Kav Fikri Nurheldi, S.E., M.Han., menegaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda dalam kegiatan Dialog Kebangsaan bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Bantul. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menanamkan nilai nasionalisme dan mempererat sinergi antara TNI dan mahasiswa. Rabu, (01/04/2026).

Dalam arahannya, Dandim menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan harus diwujudkan dalam sikap nyata, bukan sekadar pemahaman teori. Ia menekankan bahwa keberagaman Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga melalui semangat persatuan.

Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berintegritas, bijak dalam bermedia sosial, serta tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi yang dapat memecah belah bangsa.

Lebih lanjut, Letkol Kav Fikri Nurheldi juga menyoroti berbagai tantangan bangsa di era modern, seperti konflik sosial, ketimpangan ekonomi, hingga pengaruh globalisasi. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan mampu berperan aktif dalam mendukung program strategis nasional serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara TNI dan mahasiswa dalam menjaga stabilitas dan masa depan bangsa. Karena generasi muda merupakan penerus bangsa yang menjadi penentu bangsa kedepan.

(Redaksi)

Penganiayaan Viral di Jalan Kerto Yogyakarta, Pelaku Bertato NH Diamankan Polisi

 

Ilustrasi pelaku penganiayaan viral, duta “Ngopo”

Yogyakarta | ungkaprealita.com – Polsek Umbulharjo Polresta Yogyakarta mengamankan seorang pria bertato berinisial NH (23), warga Umbulharjo, yang diduga sebagai pelaku penganiayaan viral di Jalan Kerto, Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta pada Rabu (1/4/2026).

‎Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Resmob Polresta Yogyakarta dan Reskrim Polsek Umbulharjo setelah sebelumnya korban melaporkan kejadian pengeroyokan yang terjadi pada Senin (30/3/2026) malam.

‎Pelaku diduga melakukan kekerasan fisik berupa tendangan dan meludahi korban. Saat ini, kasus masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman oleh penyidik.

‎Kasihumas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi S., S.Psi., M.M., membenarkan penanganan kasus tersebut. “Benar bahwa Polsek Umbulharjo telah mengamankan diduga pelaku dugaan tindak pidana penganiayaan di Jalan Kerto Muja Muju Umbulharjo Yogyakarta,” ujarnya.

‎Dugaan peristiwa penganiayaan bermula saat korban Bayu, warga Ngawi, melintas di Jalan Kerto dari arah selatan ke utara bersama saksi. Di lokasi kejadian, korban berpapasan dengan pelaku yang melaju melawan arah. Secara spontan, korban mengucapkan kata-kata kasar yang kemudian memicu pelaku berbalik arah dan menghampiri korban hingga terjadi cekcok mulut.

‎Situasi semakin memanas setelah pelaku menghubungi rekan-rekannya. Tak lama kemudian, enam orang datang menggunakan tiga sepeda motor dan diduga ikut melakukan intimidasi terhadap korban. Dalam laporan yang diterima polisi, korban mengaku mengalami pemukulan dan penendangan, bahkan salah satu pelaku meludahi korban saat kejadian berlangsung.

‎Ipda Anton menjelaskan bahwa NH (23) diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan tersebut. “Pelaku NH (23) warga Umbulharjo diduga melakukan penganiayaan dengan cara menendang dan meludahi korban,” jelasnya.

‎Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas Polsek Umbulharjo segera melakukan penyelidikan dan penyisiran di sejumlah lokasi. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diamankannya terduga pelaku oleh tim gabungan pada Rabu (1/4/2026).

‎Polisi memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, serta mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terpancing emosi di jalan yang dapat memicu tindak kekerasan.

Penulis : Arf

Editor : Redaksi

Jembatan Gantung Kali Oyo Gari – Kedungkeris Resmi Dibangun, Perjuangan 8 Tahun Untuk Percepatan Ekonomi Lokal

Foto pengerjaan dan lokasi pembangunan jembatan gantung penghubung Gari – Kedungkeris.

Gunungkidul | ungkaprealita.com – Pembangunan jembatan gantung kali oyo di wilayah Kalurahan Gari, Wonosari, Gunungkidul, D.I.Yogyakarta telah resmi dikerjakan. Jembatan yang menghubungkan Gari – Kedungkeris ini telah lama diharapkan masyarakat untuk akses yang lebih cepat dan mudah.

Proyek yang telah lama dinantikan yaitu sekitar 8 tahun ini kedepan akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan aksesibilitas dan mendorong perkembangan ekonomi lokal, terutama untuk menjangkau lahan pertanian yang luas di Padukuhan Gatak, Jatirejo, Kalidadap dan Ngijorejo. Terlebih ketika musim hujan tiba, akses jalan ini sulit dilalui apalagi ketika banjir.

Untuk mewujudkan program infrastruktur strategis ini tak mudah, sejak tahun 2016 silam pemerintah kalurahan secara konsisten mengusulkan pelaksanaan proyek jembatan gantung ini melalui berbagai jalur, termasuk melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan mengajukan program dari aspirasi resmi melalui anggota dewan serta melalui proses administrasi kedinasan yang bersangkutan.

Lurah Gari, Widodo, S.I.P., mengatakan bahwa setiap tahunnya, usulan pembangunan jembatan ini selalu mendapatkan tempat khusus dalam Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah (DURKP) sebagai program yang menjadi prioritas utama dari Pemerintah Kalurahan Gari, mengingat manfaat dan dampak positif yang akan diberikan untuk ribuan masyarakat di sekitarnya.

“Alhamdulillah, setelah bertahun-tahun kita berjuang mengajukan dan memperjuangkan proyek ini, tahun ini Insya Allah dapat terealisasi,” ujar Widodo saat dikonfirmasi awak media, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, jembatan gantung ini bukan hanya sekedar struktur bangunan yang menghubungkan dua tempat, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi petani yang selama ini sering mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil panen karena kendala akses jalan.

Tak hanya itu, manfaat lain seperti kemudahan akses transportasi dan distribusi barang bagi masyarakat sekitar, perputaran ekonomi karena akses jalan yang lebih efektif akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.

Penulis : ZL

Editor : Redaksi

Kodim Kulon Progo Gelar Upacara: 6 Anggota Purna Tugas, 13 Naik Pangkat

Kulon Progo | ungkaprealita.com – Sebanyak 6 anggota 4 TNI 2 PNS purna tugas dan 13 anggota naik pangkat, Kodim 0731/Kulon Progo menggelar Upacara Korps Rapot Purna Tugas dan Kenaikan Pangkat, di Halaman Makodim, Rabu (1/4/2026).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Dandim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han., Komandan Upacara Danramil 09/Galur Kapten Inf Ngasiman, Perwira Upacara Pasipers Kapten Caj (K) Kelli Wijaya.

Dandim 0731/Kulon Progo menyampaikan, kenaikan pangkat bukanlah hadiah, akan tetapi merupakan bentuk penghargaan atas prestasi dan dedikasi kerja yang dilakukan setiap prajurit dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada satuan, bangsa dan negara. Atas nama pribadi dan keluarga besar Kodim 0731/Kulon Progo, kami mengucapkan selamat kepada yang naik pangkat.

Dengan adanya peningkatan satu pangkat lebih tinggi diharapkan dapat menjadi motivasi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Prajurit. Tingkatkan etos kerja, disiplin dan kinerja, serta jaga kepercayaan yang telah diberikan oleh bangsa dan negara. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya kepada kita dalam melanjutkan pengabdian kepada TNI AD, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan korps raport anggota yang purna tugas. Kepada anggota yang purna tugas Dandim menyampaikan bahwa purna tugas pasti akan dialami oleh seluruh prajurit, sehingga merupakan hal biasa dalam lingkungan TNI AD. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas. Segeralah kembali ke masyarakat dan bergabung dalam wadah organisasi PPAD untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, pesan Dandim.

Selesai pelaksanaan upacara dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dan jabat tangan kepada anggota yang purna tugas dan naik pangkat oleh Dandim 0731/Kulon Progo diikuti seluruh peserta upacara.

(Redaksi)

Kodim Bantul Ikuti Vicon Groundbreaking Jembatan Perintis Garuda, Program Strategis Buka Akses Wilayah Terisolir

Bantul | ungkaprealita.com – Kodim 0729/Bantul menghadiri kegiatan Vicon (Video Conference) Groundbreaking Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III & IV yang dipimpin Pangdam IV/Diponegoro, Selasa, (31/3/2026). Acara ini dilaksanakan secara terpusat di Boyolali dan diikuti secara daring oleh jajaran wilayah.

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Manding, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul ini dihadiri oleh Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, Dandim 0729/Bantul Letkol Kav Fikri Nurheldi, S.E., M.Han., serta unsur Forkopimda dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya melalui Vicon, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan program strategis untuk membuka akses wilayah yang terisolir, meningkatkan konektivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pembangunan ini dilaksanakan secara gotong royong oleh TNI bersama masyarakat sebagai bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 1,2 meter ini dibangun di atas aliran Sungai Winongo, menghubungkan Dusun Manding dan Dusun Kadibekso. Keberadaan jembatan diharapkan dapat mempercepat akses menuju Jalan Parangtritis, khususnya bagi pelajar dan warga, sehingga mendukung mobilitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Selain di Dusun Manding, pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III & IV di wilayah Kabupaten Bantul juga dilaksanakan secara bersamaan di beberapa titik lainnya, di antaranya di Dusun Santan RT, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, serta Padukuhan Payak Tengah RT 03, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan.

(Redaksi)