WONOSARI –www.ungkap realita. Com.
Dinamika politik internal Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul mulai menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI yang dijadwalkan pada 26 Oktober 2026. Sejumlah nama mulai diperbincangkan untuk mengisi posisi Ketua DPD Partai Golkar Gunungkidul periode 2026–2031.
Empat tokoh yang sempat mendapat dorongan dari Pengurus Kapanewon (PK) Golkar untuk masuk dalam bursa calon ketua adalah Syarif Guska Laksana, Gunawan, SE, Ery Agustin Sudiati, dan Singgih Murdianto.
Dukungan terhadap munculnya generasi muda tersebut disampaikan mantan Ketua PK Golkar Tepus, Purnawan. Ia menilai, regenerasi kepemimpinan menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan dan perkembangan partai ke depan.
Meski demikian, Purnawan mengingatkan agar calon pemimpin baru tetap menghargai sejarah serta perjuangan para pendahulu Golkar
.
“Kami sangat mendukung generasi muda Golkar untuk maju sebagai calon ketua DPD Golkar Gunungkidul 2026–2031, namun saya berpesan agar tidak melupakan sejarah,” ujar Purnawan
.
Ia menegaskan, keempat tokoh tersebut merupakan aset berharga bagi partai. Namun, siapa pun yang nantinya terpilih harus mampu menjaga kebersamaan dan mengikuti mekanisme serta keputusan organisasi.
“Ya kita mematuhi keputusan DPD DIY dan DPP, siapapun yang nanti terpilih akan kita dukung sepenuhnya, karena ini demi kebaikan Golkar ke depan,” imbuhnya.
SYARIF GUSKA PASTIKAN TAK MAJU
Di tengah munculnya sejumlah nama kandidat, Syarif Guska Laksana memastikan dirinya tidak akan maju dalam pemilihan Ketua DPD Golkar Gunungkidul.
Anggota DPRD DIY tersebut
menyatakan akan memusatkan perhatian pada tugasnya di tingkat provinsi. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Harian DPD Golkar DIY.
“Saya pastikan saya tidak akan maju sebagai ketua DPD Golkar Gunungkidul, saya akan fokus di DIY sebab saya ketua harian DPD Golkar DIY. Namun, saya ucapkan terima kasih atas dukungannya,
saya akan melihat ke depannya seperti apa,” ujar Guska melalui sambungan telepon, Minggu (18/10/2026).
Pernyataan tersebut membuat persaingan menuju kursi Ketua DPD Golkar Gunungkidul semakin menarik untuk dicermati, terutama dengan masih adanya sejumlah nama yang belum menyampaikan sikap secara terbuka.
GUNAWAN SIAP MAJU, ERY AGUSTIN DAN SINGGIH BELUM BERKOMENTAR
Nama Gunawan, SE, menjadi salah satu kandidat yang dipastikan siap maju dalam kontestasi Musda XI. Namun, saat dihubungi, ia belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena masih dalam perjalanan.
“Maaf mas saya masih di jalan,” kata Gunawan singkat.
Sebelumnya, Gunawan telah menyatakan kesiapannya untuk maju dan berjuang bersama kader demi membawa Golkar Gunungkidul ke arah yang lebih baik.
Sementara itu, Ery Agustin Sudiati dan Singgih Murdianto belum memberikan tanggapan ketika berita ini disusun terkait masuknya nama mereka dalam bursa calon ketua.
Meski belum memberikan pernyataan resmi, nama Singgih Murdianto disebut-sebut telah menjadi bahan pembicaraan di kalangan internal maupun eksternal partai.
Seorang pengamat politik Gunungkidul yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menilai, pengalaman serta latar belakang keluarga Singgih menjadi faktor yang turut diperbincangkan dalam dinamika menjelang Musda.
“Selain modal pengalaman, ia juga anak tokoh Golkar almarhum Marsiono, dan tokoh yang dapat diterima semua kalangan baik internal dan eksternal sehingga Golkar akan lebih solid,” jelasnya.
Pengamat tersebut juga menyoroti gaya komunikasi politik Singgih yang dinilainya cenderung tenang dan mampu membangun hubungan dengan berbagai kalangan.
“Singgih gaya politiknya adem tidak rentan konflik dan mampu merangkul semua kalangan baik internal maupun eksternal partai Golkar,” tambahnya.
Penilaian tersebut merupakan pandangan pengamat yang bersangkutan. Kepastian mengenai pencalonan Singgih masih menunggu pernyataan langsung dari yang bersangkutan serta proses resmi organisasi.
HERI NUGROHO TEGASKAN TAK AKAN MAJU KEMBALI
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Gunungkidul saat ini, Heri Nugroho, juga telah memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri dalam Musda XI.
Heri menyatakan akan melanjutkan pengabdiannya di tingkat provinsi sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan DPD Golkar DIY.
“Saya pastikan saya tidak akan maju, saya akan fokus sebagai pengurus DPD Golkar DIY, sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan DPD Golkar DIY,” pungkasnya.
Berdasarkan sosialisasi Musda Golkar pada 17 Oktober 2026,
pelaksanaan Musda XI DPD Golkar Gunungkidul telah disepakati berlangsung pada 26 Oktober 2026. Adapun daftar calon ketua dijadwalkan diketahui pada 25 Oktober 2026.
Dengan sejumlah nama yang mulai diperbincangkan dan beberapa tokoh yang telah menyampaikan sikap, perhatian kini tertuju pada tahapan pencalonan serta mekanisme pemilihan yang akan berlangsung.
Musda XI diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan Golkar Gunungkidul untuk periode 2026–2031.
Redaksi
Ungkap realita. Com
Mbh mar
