Sabtu, Mei 30, 2026
Beranda blog Halaman 3

Dandim 0729/Bantul Tekankan Pentingnya Wawasan Kebangsaan Bagi Generasi Muda

Dandim 0729/Bantul, Letkol Kav Fikri Nurheldi, S.E., M.Han., saat menyampaikan materi dalam Dialog Kebangsaan

Bantul | ungkaprealita.com – Komandan Kodim 0729/Bantul, Letkol Kav Fikri Nurheldi, S.E., M.Han., menegaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda dalam kegiatan Dialog Kebangsaan bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Bantul. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menanamkan nilai nasionalisme dan mempererat sinergi antara TNI dan mahasiswa. Rabu, (01/04/2026).

Dalam arahannya, Dandim menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan harus diwujudkan dalam sikap nyata, bukan sekadar pemahaman teori. Ia menekankan bahwa keberagaman Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga melalui semangat persatuan.

Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berintegritas, bijak dalam bermedia sosial, serta tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi yang dapat memecah belah bangsa.

Lebih lanjut, Letkol Kav Fikri Nurheldi juga menyoroti berbagai tantangan bangsa di era modern, seperti konflik sosial, ketimpangan ekonomi, hingga pengaruh globalisasi. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan mampu berperan aktif dalam mendukung program strategis nasional serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara TNI dan mahasiswa dalam menjaga stabilitas dan masa depan bangsa. Karena generasi muda merupakan penerus bangsa yang menjadi penentu bangsa kedepan.

(Redaksi)

Penganiayaan Viral di Jalan Kerto Yogyakarta, Pelaku Bertato NH Diamankan Polisi

 

Ilustrasi pelaku penganiayaan viral, duta “Ngopo”

Yogyakarta | ungkaprealita.com – Polsek Umbulharjo Polresta Yogyakarta mengamankan seorang pria bertato berinisial NH (23), warga Umbulharjo, yang diduga sebagai pelaku penganiayaan viral di Jalan Kerto, Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta pada Rabu (1/4/2026).

‎Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Resmob Polresta Yogyakarta dan Reskrim Polsek Umbulharjo setelah sebelumnya korban melaporkan kejadian pengeroyokan yang terjadi pada Senin (30/3/2026) malam.

‎Pelaku diduga melakukan kekerasan fisik berupa tendangan dan meludahi korban. Saat ini, kasus masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman oleh penyidik.

‎Kasihumas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi S., S.Psi., M.M., membenarkan penanganan kasus tersebut. “Benar bahwa Polsek Umbulharjo telah mengamankan diduga pelaku dugaan tindak pidana penganiayaan di Jalan Kerto Muja Muju Umbulharjo Yogyakarta,” ujarnya.

‎Dugaan peristiwa penganiayaan bermula saat korban Bayu, warga Ngawi, melintas di Jalan Kerto dari arah selatan ke utara bersama saksi. Di lokasi kejadian, korban berpapasan dengan pelaku yang melaju melawan arah. Secara spontan, korban mengucapkan kata-kata kasar yang kemudian memicu pelaku berbalik arah dan menghampiri korban hingga terjadi cekcok mulut.

‎Situasi semakin memanas setelah pelaku menghubungi rekan-rekannya. Tak lama kemudian, enam orang datang menggunakan tiga sepeda motor dan diduga ikut melakukan intimidasi terhadap korban. Dalam laporan yang diterima polisi, korban mengaku mengalami pemukulan dan penendangan, bahkan salah satu pelaku meludahi korban saat kejadian berlangsung.

‎Ipda Anton menjelaskan bahwa NH (23) diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan tersebut. “Pelaku NH (23) warga Umbulharjo diduga melakukan penganiayaan dengan cara menendang dan meludahi korban,” jelasnya.

‎Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas Polsek Umbulharjo segera melakukan penyelidikan dan penyisiran di sejumlah lokasi. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diamankannya terduga pelaku oleh tim gabungan pada Rabu (1/4/2026).

‎Polisi memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, serta mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terpancing emosi di jalan yang dapat memicu tindak kekerasan.

Penulis : Arf

Editor : Redaksi

Jembatan Gantung Kali Oyo Gari – Kedungkeris Resmi Dibangun, Perjuangan 8 Tahun Untuk Percepatan Ekonomi Lokal

Foto pengerjaan dan lokasi pembangunan jembatan gantung penghubung Gari – Kedungkeris.

Gunungkidul | ungkaprealita.com – Pembangunan jembatan gantung kali oyo di wilayah Kalurahan Gari, Wonosari, Gunungkidul, D.I.Yogyakarta telah resmi dikerjakan. Jembatan yang menghubungkan Gari – Kedungkeris ini telah lama diharapkan masyarakat untuk akses yang lebih cepat dan mudah.

Proyek yang telah lama dinantikan yaitu sekitar 8 tahun ini kedepan akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan aksesibilitas dan mendorong perkembangan ekonomi lokal, terutama untuk menjangkau lahan pertanian yang luas di Padukuhan Gatak, Jatirejo, Kalidadap dan Ngijorejo. Terlebih ketika musim hujan tiba, akses jalan ini sulit dilalui apalagi ketika banjir.

Untuk mewujudkan program infrastruktur strategis ini tak mudah, sejak tahun 2016 silam pemerintah kalurahan secara konsisten mengusulkan pelaksanaan proyek jembatan gantung ini melalui berbagai jalur, termasuk melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan mengajukan program dari aspirasi resmi melalui anggota dewan serta melalui proses administrasi kedinasan yang bersangkutan.

Lurah Gari, Widodo, S.I.P., mengatakan bahwa setiap tahunnya, usulan pembangunan jembatan ini selalu mendapatkan tempat khusus dalam Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah (DURKP) sebagai program yang menjadi prioritas utama dari Pemerintah Kalurahan Gari, mengingat manfaat dan dampak positif yang akan diberikan untuk ribuan masyarakat di sekitarnya.

“Alhamdulillah, setelah bertahun-tahun kita berjuang mengajukan dan memperjuangkan proyek ini, tahun ini Insya Allah dapat terealisasi,” ujar Widodo saat dikonfirmasi awak media, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, jembatan gantung ini bukan hanya sekedar struktur bangunan yang menghubungkan dua tempat, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi petani yang selama ini sering mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil panen karena kendala akses jalan.

Tak hanya itu, manfaat lain seperti kemudahan akses transportasi dan distribusi barang bagi masyarakat sekitar, perputaran ekonomi karena akses jalan yang lebih efektif akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.

Penulis : ZL

Editor : Redaksi

Kodim Kulon Progo Gelar Upacara: 6 Anggota Purna Tugas, 13 Naik Pangkat

Kulon Progo | ungkaprealita.com – Sebanyak 6 anggota 4 TNI 2 PNS purna tugas dan 13 anggota naik pangkat, Kodim 0731/Kulon Progo menggelar Upacara Korps Rapot Purna Tugas dan Kenaikan Pangkat, di Halaman Makodim, Rabu (1/4/2026).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Dandim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han., Komandan Upacara Danramil 09/Galur Kapten Inf Ngasiman, Perwira Upacara Pasipers Kapten Caj (K) Kelli Wijaya.

Dandim 0731/Kulon Progo menyampaikan, kenaikan pangkat bukanlah hadiah, akan tetapi merupakan bentuk penghargaan atas prestasi dan dedikasi kerja yang dilakukan setiap prajurit dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada satuan, bangsa dan negara. Atas nama pribadi dan keluarga besar Kodim 0731/Kulon Progo, kami mengucapkan selamat kepada yang naik pangkat.

Dengan adanya peningkatan satu pangkat lebih tinggi diharapkan dapat menjadi motivasi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Prajurit. Tingkatkan etos kerja, disiplin dan kinerja, serta jaga kepercayaan yang telah diberikan oleh bangsa dan negara. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya kepada kita dalam melanjutkan pengabdian kepada TNI AD, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan korps raport anggota yang purna tugas. Kepada anggota yang purna tugas Dandim menyampaikan bahwa purna tugas pasti akan dialami oleh seluruh prajurit, sehingga merupakan hal biasa dalam lingkungan TNI AD. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas. Segeralah kembali ke masyarakat dan bergabung dalam wadah organisasi PPAD untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, pesan Dandim.

Selesai pelaksanaan upacara dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dan jabat tangan kepada anggota yang purna tugas dan naik pangkat oleh Dandim 0731/Kulon Progo diikuti seluruh peserta upacara.

(Redaksi)

Kodim Bantul Ikuti Vicon Groundbreaking Jembatan Perintis Garuda, Program Strategis Buka Akses Wilayah Terisolir

Bantul | ungkaprealita.com – Kodim 0729/Bantul menghadiri kegiatan Vicon (Video Conference) Groundbreaking Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III & IV yang dipimpin Pangdam IV/Diponegoro, Selasa, (31/3/2026). Acara ini dilaksanakan secara terpusat di Boyolali dan diikuti secara daring oleh jajaran wilayah.

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Manding, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul ini dihadiri oleh Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, Dandim 0729/Bantul Letkol Kav Fikri Nurheldi, S.E., M.Han., serta unsur Forkopimda dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya melalui Vicon, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan program strategis untuk membuka akses wilayah yang terisolir, meningkatkan konektivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pembangunan ini dilaksanakan secara gotong royong oleh TNI bersama masyarakat sebagai bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 1,2 meter ini dibangun di atas aliran Sungai Winongo, menghubungkan Dusun Manding dan Dusun Kadibekso. Keberadaan jembatan diharapkan dapat mempercepat akses menuju Jalan Parangtritis, khususnya bagi pelajar dan warga, sehingga mendukung mobilitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Selain di Dusun Manding, pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III & IV di wilayah Kabupaten Bantul juga dilaksanakan secara bersamaan di beberapa titik lainnya, di antaranya di Dusun Santan RT, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, serta Padukuhan Payak Tengah RT 03, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan.

(Redaksi)

Tradisi Rasulan Banaran PLayen Digelar Meriah, Wabup Gunungkidul: Semoga Hasil Panen Melimpah dan Rejeki Terjamin

0
Wabup Gunungkidul, Joko Parwoto, S.E., M.M., dan jajarannya bersama Rida Musthofa menghadiri tradisi Rasulan Kalurahan Banaran, Playen, Gunungkidul, D.I.Yogyakarta

Gunungkidul | ungkaprealita.com – Ribuan warga Kalurahan Banaran, Playen, Gunungkidul, D.I. Yogyakarta menggelar tradisi Rasulan atau Bersih Desa di komplek Balai Kalurahan, Senin (30 Maret 2026). Tradisi ini masih mempertahankan adat peninggalan nenek moyang terdahulu dengan arak-arakan gunungan berisi hasil bumi sebagai bentuk sedekah bumi yang bertujuan untuk memohon berkah, menghilangkan kesialan, serta membersihkan lingkungan kalurahan secara menyeluruh.

‎Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, S.E., M.M., beserta Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gunungkidul, Rida Musthofa hadir dalam kegiatan sakral ini untuk mendukung dan turut merasakan suasana bersama masyarakat Kalurahan Banaran.

‎Joko Parwoto memberikan apresiasi atas upaya warga dalam merawat budaya, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperhatikan pembangunan di wilayah tengah Kabupaten Gunungkidul.

‎”Saya ingin bersama-sama warga Banaran berdo’a, sedekah bumi (merti desa) ini seluruh warga ketika menanam bisa tumbuh dan panen banyak, yang berdagang mendapat untung, serta yang memiliki kebutuhan banyak segera terpenuhi, supaya do’a baik bisa terkabul,” ujar Joko Parwoto seusai kegiatan.

‎Lebih lanjut, Joko menekankan pentingnya gotong royong yang menjadi landasan pelaksanaan kegiatan ini. “Saya senang sekali melihat gunungan di sini, ada padi, ada kacang, ada jeruk dan lainnya. Semoga sayur – sayuran serta buah – buahan ini nanti tidak perlu beli tapi bisa menanam sendiri, dan yang kita tanam bisa tumbuh subur,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lurah, pamong, tokoh agama, masyarakat, serta para generasi muda Kalurahan Banaran, yang terus merawat dan melestarikan adat dan budaya warisan leluhur.

‎Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gunungkidul, Rida Musthofa mengungkapkan, tradisi bersih desa atau merti desa ini dilaksanakan sebagai wujud syukur sekaligus memohon ketenteraman dan kedamaian bagi seluruh warga.

‎”Mudah-mudahan masyarakat di Kalurahan Banaran bisa maju dengan syarat kita semua bisa guyub rukun dan tentram,” jelas Rida kepada awak media.

Acara Rasulan di Kalurahan Banaran ini juga dimeriahkan dengan beberapa rangkaian kegiatan yaitu pertunjukan berbagai macam kesenian tradisi, dan diakhiri dengan tradisi perebutan gunungan (andum berkat) oleh warga yang menambah semarak suasana, serta pada malam puncaknya digelarnya pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Bambang Wiji Nugraha dengan bintang tamu Elisha OA dan Tatin ThiThot.

Penulis : Arf

Editor : Redaksi

Syawalan dan Pengajian Ahad Pagi, Dandim Kulon Progo Hadir Bersama Forkopimda dan Kepala OPD

0
Foto Kegiatan Syawalan dan Pengajian Ahad Pagi

Kulon Progo | ungkaprealita.com – Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han., bersama Forkopimda dan Kepala OPD terkait, menghadiri Syawalan dan Pengajian Umum Ahad Pagi, di Aula Adikarta Komplek Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo, Minggu (29/3/2026).

Ketua Pengajian Ahad Pagi Bapak Asnawi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan meluangkan waktunya di tengah kesibukan. Apresiasi khusus kepada rekan-rekan panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini sehingga dapat terlaksana dengan baik.

Tujuan dari acara halal bi halal ini, selain untuk mempererat tali silaturahmi, juga sebagai momen untuk saling memaafkan dan membuka lembaran baru yang lebih bersih, selaras dengan semangat Idul Fitri. Semoga pertemuan ini membawa berkah bagi kita semua.

Wabup Kulon Progo H. Ambar Purwoko, A.Md., menyampaikan terima kasih atas kehadiranya pada pengajian hari ini semoga kita semua dapat berkah dari Allah SWT. Setelah selesai melaksanakan puasa ramadhan dan kami mohon maaf apabila ada kesalahan dari unsur Forkopimda. Kami mendukung sepenuhnya kegiatan ini dan akan berbuat yang terbaik untuk warga masyarakat Kulon Progo.

Ust Bayu Satriyo Wicaksono, S.Ag., dalam tausiahnya menyampaikan, memaafkan sesama manusia tidak harus menunggu Idul Fitri. Mudah-mudahan kita diberikan kesehatan, keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Kita harus ikhlas lahir batin apabila ada orang yang minta maaf, tidak ada manusia yang sempurna, kita semua pasti mempunyai salah. Apabila kita saling memaafkan hidup akan terasa damai. Jadilah orang yang berhati lapang agar damai dan tenteram hidupnya.

Di dunia ini hanya sementara, jangan terlena, apa yang kita miliki hanya titipan sewaktu-waktu bisa musnah. Jaman sekarang anak-anak tidak lepas dari HP, maka harus kita jaga agar jangan sampai ketergantungan, karena sisi negatifnya sangat besar sekali bagi tumbuh kembang anak-anak.

Kegiatan dilanjukan dengan ikrar syawalan dan jabat tangan dipimpin oleh Bapak Tri Murdono. Acara syawalan dan pengajian umum Ahad Pagi, bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar warga/jamaah, halal bi halal Idul Fitri 1447 H, serta meningkatkan pemahaman agama melalui tausiyah.

(Redaksi)

Babinsa Sindutan Lakukan Pendampingan Pembangunan KDKMP

0
Foto Babinsa saat bertugas dalam pembangunan KDMP

Kulon Progo | ungkaprealita.com – Babinsa Sindutan, Sertu Komarudin Koramil 02/Temon Kodim 0731/Kulon Progo, melaksanakan pendampingan dan pengawasan progres pekerjaan pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), di Padukuhan Sindutan B, Kalurahan Sindutan, Kapanewon Temon, Minggu (29/03/2026).

Disampaikan Babinsa bahwa pembangunan KDKMP di wilayahnya saat ini dalam tahap pemasangan dinding bangunan. Pendampingan dan pengawasan kami lakukan untuk memastikan bahwa pengerjaan dan material yang digunakan sesuai dengan ketentuan agar kualitasnya benar-benar bagus.

KDKMP adalah program ekonomi kerakyatan nasional di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, guna memperkuat ekonomi desa. Program ini fokus pada distribusi sembako, menjadi offtaker hasil tani dan menyalurkan bantuan pemerintah.

Program ini didukung oleh 16 Kementerian/Lembaga/Badan dan berlandaskan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Kementerian utama yang paling terlihat terlibat dalam penggerakan KDKMP meliputi, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Hukum, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.

Pembentukan KDKMP didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong royong, kekeluargaan dan saling membantu.

Tujuan dari pembangunan KDKMP ini yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memotong rantai tengkulak dan menciptakan kemandirian ekonomi, dan juga berfungsi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok (gerai sembako), penampung hasil produksi desa (pertanian, kuliner, kerajinan) dan instrumen penyaluran Bansos/PKH.

Editor : Redaksi

Turun Lebih dari Rp100 Miliar!! Dana Desa Gunungkidul 2026 Berdampak Pada Program Pembangunan Fisik

0
Foto ilustrasi

Gunungkidul | ungkaprealita.com – Tata kelola keuangan desa di Kabupaten Gunungkidul pada tahun anggaran 2026 diselimuti kabar kurang mengenakkan. Pasalnya, alokasi Dana Desa (DD) untuk wilayah Gunungkidul ini mengalami penurunan drastis hingga lebih dari Rp100 miliar dibandingkan tahun sebelumnya, yang berdampak langsung pada penundaan berbagai program pembangunan fisik.

‎Dihimpun dari data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkidul, hingga akhir Maret 2026, sebanyak 82 kalurahan telah berhasil mencairkan dana termin pertama. Sementara itu, 62 kalurahan lainnya masih dalam proses administratif.

‎Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMKP2KB Gunungkidul, Khoiru Rahmat, menjelaskan bahwa seluruh desa sebenarnya telah mengurus berkas secara kolektif. Namun, kecepatan pencairan dari Pemerintah Pusat sangat bergantung pada status kemandirian desa masing-masing.

‎”Ada perbedaan persentase penyaluran. Untuk Desa Mandiri, termin pertama cair sebesar 60% dan sisanya 40% di termin kedua. Sedangkan untuk Desa Maju, tahap pertama hanya 40% dan sisanya 60% di tahap berikutnya,” jelas Khoiru Minggu (29/3/2026).

‎Yang menjadi sorotan tahun ini bukanlah soal administrasi, melainkan volume anggaran. Merujuk surat resmi Dirjen Perimbangan Keuangan RI, total pagu Dana Desa untuk Gunungkidul tahun 2026 hanya menyentuh angka Rp51,9 miliar.

‎Angka ini terjun bebas jika dibandingkan dengan tahun 2025 yang mencapai Rp168,8 miliar. Akibatnya, rata-rata jatah per kalurahan kini hanya berkisar di angka Rp300 jutaan per tahun.

‎”Tahun lalu pagunya sangat besar, sekarang turun sangat drastis. Kondisi ini memaksa pemerintah kalurahan melakukan efisiensi ketat dan menyusun ulang prioritas program kerja,” tegas Khoiru.

‎Dampak pemangkasan ini dirasakan langsung oleh Pemerintah Kalurahan Dengok, Kapanewon Playen. Lurah Dengok, Suyanto, mengungkapkan keprihatinannya lantaran anggaran desanya merosot dari Rp810 juta di tahun 2025 menjadi hanya Rp310 juta di tahun ini.

‎Dengan dana yang sangat terbatas, pihak kalurahan terpaksa memangkas agenda pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat demi mendanai kegiatan operasional rutin yang mendesak.

‎”Dana ini kami prioritaskan untuk honor kader kesehatan, PAUD, dan kegiatan rutin lainnya. Program fisik yang seharusnya jalan tahun ini terpaksa kami tunda,” ujar Suyanto.

‎Kendati demikian, pemerintah kalurahan mulai melakukan sosialisasi masif melalui koordinasi di tingkat Dukuh, RT, hingga RW. Pihak desa berkomitmen bahwa program-program yang tertunda tahun ini akan menjadi prioritas utama pada tahun anggaran berikutnya, sembari berharap ada kebijakan evaluasi anggaran dari pemerintah pusat di masa mendatang.

Penulis : ZL

Editor : Redaksi

Aksi Peduli FKGR untuk Lansia Kurang Mampu di Gunungkidul: Ajak Masyarakat Turut Berbagi, Bupati Dukung Penuh

0
Perwakilan FKGR menyampaikan bantuan kepada salah satu lansia kurang mampu dalam “Aksi Peduli Sosial”

Gunungkidul | ungkaprealita.com – Forum Komunikasi Gunungkidul Raya (FKGR) menggelar aksi peduli sosial berupa memberikan bantunan kepada salah satu lansia yang kurang mampu di wilayah Padukuhan Bohol, Kalurahan Bohol, Rongkop, Gunungkidul. Aksi ini mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, Jum’at (27/03/2026).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya membantu warga yang membutuhkan. Ia bahkan siap menyisihkan dana pribadi sebagai wujud komitmennya dalam menangani kebutuhan golongan masyarakat rentan di daerah.

Salah satu lansia, Mbah Saerah yang tinggal seorang diri dan menempati rumah yang kondisi kurang layak, sering mengalami kebocoran saat musim hujan tiba dan hingga saat ini belum termasuk dalam program pembangunan atau renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh FKGR bersama dengan jajaran terkait, serta didampingi oleh Dukuh Bohol. Berbagai bentuk bantuan diberikan, antara lain sembako lengkap, perlengkapan kebutuhan dasar sehari-hari, dan juga bantuan tunai.

Perwakilan FKGR menyampaikan bahwa meskipun bantuan yang diberikan tidak seberapa, namun setidaknya dapat membantu bagi penerima serta menjadi pemicu bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap sesama saudara yang sedang kesusahan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan para dermawan untuk mengikuti langkah ini, dengan terus memberikan perhatian dan bantuan kepada mereka yang membutuhkan,” terang perwakilan FKGR.

Di sisi lain, Muji selaku Dukuh Bohol mengucapkan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan kepada warganya. “Kami sangat berterima kasih kepada FKGR dan Ibu Bupati Gunungkidul yang telah memberikan perhatian khusus kepada Mbah Saerah. Bantuan ini sangat berarti dan sangat membantu kondisi beliau,” ucap Muji.

Aksi peduli sosial ini diharapkan akan terus berlanjut dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat jiwa gotong royong yang telah menjadi budaya masyarakat di Kabupaten Gunungkidul.

Penulis : ZL

Editor : Redaksi