Jumat, Mei 29, 2026
Beranda blog Halaman 8

Pemerintah Kalurahan Sumberharjo Gelar Sosialisasi Perda Trantibumlinmas

SLEMAN (DIY) | ungkaprealita.com – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Kalurahan Sumberharjo menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Sleman Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas), Senin (8/12/2025) siang. Acara berlangsung di Balai Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Kyai Winarto sebagai tokoh masyarakat, Kapolsek Prambanan AKP Dede, serta perwakilan Satpol PP Sleman Ngadimin. Kegiatan turut dihadiri Lurah Sumberharjo Kurniawan Widiyanto, S.E., Bhabinkamtibmas Aiptu Kismanto, Bhabinsa Sumberharjo, jajaran Linmas, serta Ketua Jaga Warga setempat.

Dalam sambutannya, Lurah Sumberharjo menegaskan pentingnya sosialisasi untuk memperkuat pemahaman masyarakat terkait aturan daerah yang mengatur ketertiban dan keamanan lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah, aparat, dan warga, membahas sampah, alkohol, reklame hingga rumah Kos

Para narasumber memaparkan sejumlah poin penting dalam Perda 12/2020, mulai dari pengelolaan sampah, pengawasan penjualan minuman beralkohol, hingga penataan iklan dan pemanfaatan ruang publik.

Isu larangan rumah kos campuran yang kerap menimbulkan persoalan ketertiban juga menjadi perhatian khusus. Masyarakat diimbau memahami fungsi aturan tersebut agar lingkungan tetap aman dan kondusif.

Tantangan Sosial: Pencurian Kecil dan Ekonomi

Dalam diskusi, mengemuka pula persoalan sosial yang belakangan sering muncul, seperti meningkatnya pencurian kecil akibat tekanan ekonomi. Para narasumber menekankan pentingnya penyelesaian berbasis komunitas dan pendekatan kekeluargaan sebelum membawa persoalan ke ranah hukum, sepanjang masih memungkinkan.

Narasumber juga mengingatkan perlunya meningkatkan kepedulian antar warga dan pentingnya melaporkan potensi gangguan keamanan sejak dini sehingga perlu adanya kolaborasi warga dan otoritas diperkuat

Sosialisasi ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara warga, pemerintah kalurahan, kepolisian, Satpol PP, serta organisasi lokal seperti Linmas dan Jaga Warga.

Kapolsek Prambanan AKP Dede menegaskan bahwa kepolisian siap mendampingi masyarakat dalam menjaga keamanan dengan pendekatan humanis. Sementara perwakilan Satpol PP menekankan bahwa penegakan perda harus berjalan dengan edukatif dan proporsional.

Menutup acara, narasumber menyerukan peningkatan edukasi terkait langkah-langkah keamanan, termasuk kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat seperti kebocoran gas dan potensi kebakaran. Masyarakat juga didorong untuk lebih memahami prosedur pelaporan apabila terjadi pelanggaran.

Tiga Action Points Disepakati:

1. Pelaksanaan program pendidikan keamanan bagi warga Sumberharjo.

2. Penguatan kepatuhan atas aturan pengelolaan sampah dan penataan reklame.

3. Kolaborasi lintas unsur—Kelurahan, Kepolisian, Satpol PP, Linmas, dan masyarakat—untuk penegakan perda yang lebih efektif.

(redaksi.)

Lanud Adisutjipto Gelar Monitoring Program Ketahanan Pangan Secara Vicon, Libatkan Pemda dan Petani

SLEMAN (DIY) | ungkaprealita.com – Lanud Adisutjipto menggelar monitoring Program Ketahanan Pangan secara video conference (vicon) pada hari Selasa (2/12/2025) di lahan tebu belakang Rusun Blok S Lanud Adisutjipto. Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 orang peserta, termasuk perwakilan dari pemerintah daerah, petani, dan pihak terkait lainnya.

Komandan Lanud Adisutjipto, Marsma TNI Toto Ginanto, S.T., M.A.P., M.Han, hadir langsung dalam acara tersebut, didampingi oleh Wakil Bupati Sleman, Bpk. Danang Maharsa, S.E., dan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kab. Sleman, Bpk. Muh. Rofiq Andrianto. Turut hadir pula Danwingdik 100/Terbang, para Kepala Dinas Lanud Adisutjipto, Dansatpom, Danskatek 043, Danskadik 104, perwakilan PG. Madukismo, serta masyarakat dan petani Rostant Sari Tani.

Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, penanaman tebu secara simbolis, peninjauan lokasi program ketahanan pangan di provinsi lain secara daring, sesi tanya jawab, serta vicon bersama Aster Kasau.

Dalam sambutannya, Marsma TNI Toto Ginanto menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan wujud dukungan TNI AU terhadap program pemerintah dalam meningkatkan ketersediaan pangan di daerah. “Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar Lanud Adisutjipto,” ujarnya.

Wakil Bupati Sleman, Bpk. Danang Maharsa, mengapresiasi inisiatif Lanud Adisutjipto dalam melaksanakan program ketahanan pangan. “Kerjasama antara TNI AU dan pemerintah daerah ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

(redaksi.)

Perkuat Kapasitas Pemuda, 20 Finalis Duta Pelajar Karawang Ikuti Pembekalan Tiga Materi Kunci

Karawang | UNGKAPREALITA.COM | Sebanyak 20 finalis Duta Pelajar Karang Taruna Kabupaten Karawang mengikuti rangkaian pembekalan intensif yang digelar di Aula BKPSDM Karawang pada Sabtu (06/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari perguruan tinggi, dinas pemerintah, hingga instansi kebudayaan, sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas generasi muda Karang Taruna Kabupaten Karawang.

 

Pembekalan ini dirancang untuk memperkuat tiga aspek penting yang harus dimiliki para finalis Duta Pelajar 2025, yaitu kemampuan berbicara di depan umum, pemahaman mengenai isu perlindungan anak serta kekerasan, dan pengetahuan tentang cinta tanah air serta pelestarian budaya Indonesia.

 

 

Dr. Eka Yusup Bekali Finalis dengan Teknik Public Speaking

 

Pada sesi pertama, Dr. Eka Yusup, M.I.Kom, Dosen Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), menyampaikan materi mengenai pentingnya public speaking bagi generasi muda. Ia menekankan bahwa kemampuan komunikasi tidak hanya soal berbicara, tetapi juga tentang menyampaikan pesan yang tepat dan memengaruhi audiens.

 

“Public speaking bukan sekadar berbicara di depan umum, tetapi bagaimana menyampaikan pesan secara efektif dan persuasif,” terang Dr. Eka.

 

Dalam sesi tersebut, para finalis mendapatkan pemahaman mendalam mengenai teknik vokal, penggunaan intonasi, penguasaan panggung, hingga cara menjaga kontak mata dengan audiens. Dr. Eka juga memberikan simulasi singkat untuk menguji spontanitas dan kepercayaan diri peserta.

 

Antusiasme finalis terlihat ketika sesi tanya jawab berlangsung. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara mengatasi gugup, strategi membuka presentasi yang menarik, hingga bagaimana menyampaikan pesan secara meyakinkan di depan publik.

 

Salah satu finalis bernama Tia mengaku memperoleh wawasan baru dan merasa jauh lebih percaya diri setelah mengikuti pembekalan tersebut.

 

“Saya merasa lebih percaya diri dan siap untuk berbicara di depan umum,” ujarnya.

 

 

DP3A Karawang Angkat Isu Bullying, Intoleransi, Kekerasan Seksual, dan Kesehatan Mental

 

Sesi berikutnya menghadirkan materi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Karawang yang disampaikan oleh Lilis Kulsum, S.H., M.M, Kabid Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (PPKPA).

 

Lilis menyoroti meningkatnya kasus kekerasan pada anak dan pentingnya peran generasi muda sebagai agen edukasi. Ia menjelaskan empat isu utama yang harus dipahami finalis, yaitu:

 

1. Kekerasan fisik – tindakan yang menyebabkan luka atau cedera tubuh.

2. Kekerasan emosional – bentuk kekerasan yang memicu stres, trauma, atau tekanan psikologis.

3. Kekerasan seksual – tindakan seksual tanpa persetujuan yang kerap menyerang anak dan remaja.

4. Bullying – perilaku agresif berulang yang tidak seimbang antara pelaku dan korban.

“Kami berharap para finalis dapat memahami pentingnya pencegahan dan penanganan kasus bullying, intoleransi, kekerasan seksual, serta masalah kesehatan mental. Mereka harus menjadi role model dan agen perubahan,” tegas Lilis.

 

Para finalis juga diajak berdiskusi mengenai cara memberikan dukungan kepada korban, langkah pelaporan kasus kekerasan, dan strategi menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta bebas intimidasi.

 

Tia, salah satu finalis, menyebut materi tersebut membuka wawasan penting mengenai penyebab dan dampak kekerasan pada remaja.

 

“Saya jadi lebih paham bagaimana mencegah dan menangani bullying maupun kekerasan di lingkungan saya,” ujarnya.

 

Perkuat Jiwa Nasionalisme dan Pelestarian Budaya

 

Pada sesi terakhir, Waya Karmila, S.Pd., M.M, Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, memberikan materi mengenai pentingnya cinta tanah air dan pelestarian budaya Indonesia bagi generasi muda.

 

Menurut Waya, cinta tanah air bukan hanya slogan, tetapi tindakan nyata yang bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari.

 

Di antaranya:

 

Menggunakan produk dalam negeri

 

Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan

 

Mematuhi hukum dan peraturan

 

Berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan gotong royong

 

Melestarikan budaya lokal melalui promosi kreatif

 

> “Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai cinta tanah air dan budaya Indonesia, kita dapat menjadi generasi yang tangguh dan berkarakter,” ujar Waya.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa Karawang tengah mengajukan sejumlah lokasi untuk ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten, antara lain:

 

Monumen Rawagede

 

Situs Megalitikum Bojongmanggu

 

SDN Pisang Sambo I (bangunan lama)

 

Makam Ki Bagus Jabin

 

Situs Candi Lanang

 

Situs Candi Wadon

 

Selain itu, Karawang memiliki deretan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) seperti Tari Topeng Banjet, Goyang Karawang, Tari Gondang, Silat Godot, tradisi Turubuk, hingga kuliner khas seperti Pepes Walahar, Soto Tangkar, Bolu Kijing, dan Rengginang Ketan.

 

Para finalis aktif bertanya mengenai cara melestarikan budaya melalui media sosial, membuat konten kreatif, hingga strategi promosi budaya lokal untuk generasi muda.

 

 

Mencetak Generasi Muda yang Siap Menjadi Agen Perubahan

 

Ketua Panitia Karang Taruna Kabupaten Karawang menegaskan bahwa rangkaian pembekalan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan upaya serius untuk membentuk karakter finalis Duta Pelajar yang visioner, kompeten, dan peduli terhadap isu sosial maupun budaya.

 

Melalui materi public speaking, edukasi anti-kekerasan, serta nilai cinta tanah air, para finalis diharapkan mampu menjadi representasi terbaik pelajar Karawang dan membawa perubahan positif di lingkungan mereka.

 

Program ini menjadi langkah nyata Karang Taruna Kabupaten Karawang dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang berpengetahuan luas, berakhlak, dan berkarakter kuat.

 

Kegiatan pembekalan ini resmi ditutup dengan pesan agar para finalis terus mengembangkan diri dan mempraktikkan semua ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam tugas mereka sebagai Duta Pelajar Karang Taruna 2025.

(IL)

Penguatan Peran Pemuda: Karang Taruna Sukaluyu Mantapkan Arah Kerja di Era Digital

Karawang |UNGKAPREALITA.COM| Seminar Pemberdayaan Pemuda yang digelar Karang Taruna Rajawali Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang berlangsung sukses pada Rabu (03/12/2025) di Aula Desa Sukaluyu. Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang, Ketua Karang Taruna Kecamatan Telukjambe Timur, Ketua Karang Taruna Desa Sukaluyu, Kepala Desa Sukaluyu, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta anggota Karang Taruna Rajawali.

 

Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dhani Sudirman, menegaskan pentingnya memperkuat peran pemuda di tingkat desa sebagai pondasi kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat. Ia menyebut pemberdayaan pemuda berbasis desa kini menjadi fokus utama Karang Taruna Kabupaten.

 

“Visi kami jelas, yaitu memperkuat kapasitas pemuda desa agar mereka mampu menjadi agen sosial yang aktif, kreatif, dan berdaya saing. Pemuda adalah kekuatan utama desa, dan Karang Taruna harus hadir sebagai wadah yang membimbing serta memfasilitasi,” ujarnya.

 

Dhani menambahkan, Karang Taruna Kabupaten tengah mempersiapkan sejumlah program peningkatan kapasitas, mulai dari pelatihan manajemen, literasi digital, hingga pembinaan kewirausahaan. Kolaborasi dengan pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan dunia usaha juga terus didorong guna membuka ruang pembelajaran dan peluang ekonomi bagi pemuda desa.

 

Di sisi lain, Ketua Karang Taruna Rajawali Desa Sukaluyu, Robi Galang, menyatakan bahwa seminar ini menjadi momentum penyelarasan arah kerja organisasi dari tingkat kabupaten hingga desa. Menurutnya, Karang Taruna harus adaptif terhadap perkembangan zaman.

 

“Pemuda harus melek teknologi, mampu menciptakan peluang kerja, dan peka terhadap isu sosial. Karena itu, digitalisasi organisasi, pengembangan UMKM pemuda, dan edukasi sosial menjadi prioritas kami,” jelas Robi.

 

Kepala Desa Sukaluyu, Hj. Lina Herlina, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai seminar ini sebagai ajang penguatan sinergi antara Pemdes dan Karang Taruna Rajawali.

 

“Saya ingin Karang Taruna semakin solid dan bersinergi dengan program desa. Karang Taruna harus punya inovasi dan kreasi karena tugas utamanya adalah sosial,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman Karang Taruna terhadap persoalan sosial desa, seperti stunting dan kebutuhan masyarakat lainnya.

 

Terkait dukungan anggaran, Kades memastikan Pemdes akan terus memberikan support karena Karang Taruna merupakan bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).

 

Kades Sukaluyu menutup sambutan dengan menyatakan bahwa Pemdes, BPD, dan Karang Taruna akan terus bersinergi dalam berbagai kegiatan pembangunan desa untuk menciptakan pemuda yang aktif, kreatif, dan berdaya saing.

(IL)

Bangun Sinergi, Kesbangpol Kunjungi IWOI untuk Cek Administrasi dan Keaktifan Organisasi

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karawang terus memperkuat hubungan dan pembinaan terhadap organisasi kemasyarakatan (ormas), termasuk organisasi pers. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan silaturahmi dan monitoring langsung ke sejumlah sekretariat ormas yang tersebar di wilayah Karawang. Salah satu yang dikunjungi adalah Sekretariat Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang di Perum Jasmine Village Melbourne Cluster, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur. Selasa (2/12/2025).

 

Kegiatan monitoring dipimpin oleh Kabid Kewaspadaan Nasional, H. Aep Saepudin, didampingi jajaran Kesbangpol, yakni Asep Jaenudin, H. Eka Sukarta, Endang, dan Riskom. Mereka melakukan pengecekan terhadap keberadaan sekretariat, kelengkapan administrasi, legalitas, serta keaktifan organisasi.

 

Dalam keterangannya, H. Aep Saepudin menyampaikan bahwa monitoring ini merupakan amanat pemerintah untuk memastikan seluruh ormas terdata dengan baik dan menjalankan kegiatan secara tertib.

 

“Kami memang tidak membangun jembatan atau sekolah, tetapi tugas kami tidak terlihat nyata namun sangat fundamental. Kami memastikan organisasi masyarakat berjalan sesuai aturan, tertib, dan terdata dengan baik demi menjaga stabilitas daerah,” ujarnya.

 

Saat ini, tercatat 487 ormas di Kabupaten Karawang. Namun, baru sekitar 60 persen yang memiliki sekretariat aktif dan terverifikasi.

 

“Keberadaan sekretariat menjadi salah satu syarat penting dalam pendataan. Karena itu, verifikasi faktual ini harus terus dilakukan agar data keanggotaan dan aktivitas organisasi benar-benar valid,” jelasnya.

 

Kesbangpol juga menekankan arahan Pemerintah Provinsi terkait pentingnya pembaruan data dan verifikasi ulang anggota ormas agar pembinaan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

 

Pada kesempatan itu, Aep memberikan apresiasi khusus kepada IWOI Karawang yang dinilai terbuka dan aktif dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah.

 

“Kami sangat menyambut baik kolaborasi dengan IWOI. Sinergi seperti ini penting untuk membangun ruang organisasi masyarakat yang sehat dan tertib di Karawang,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan bahwa organisasi wartawan memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menghadirkan informasi pembangunan daerah yang akurat dan faktual.

 

Ditempat yang sama, Ketua IWOI DPD Karawang, Syuhada Wisastra, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan pembinaan yang dilakukan Kesbangpol. Menurutnya, monitoring seperti ini dapat memperkuat legalitas, transparansi, serta arah pembinaan organisasi.

 

“Kami menyambut baik kehadiran Kesbangpol. Ini adalah wujud pengawasan sekaligus pembinaan dari pemerintah agar organisasi wartawan tetap sehat, legal, dan menjalankan fungsi sosialnya dengan benar,” ujar Syuhada.

 

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Sekjen IWOI Karawang, Amrini Handayani, Koordinator Humas dan Hubungan Eksternal, Muhammad Rifai, serta jajaran pengurus lainnya.

 

Syuhada menegaskan bahwa IWOI Karawang siap memberikan seluruh dokumen yang dibutuhkan, mulai dari legalitas organisasi, struktur kepengurusan, hingga program kerja.

 

“Kami ingin menunjukkan bahwa IWOI hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyebaran informasi yang akurat dan berimbang,” tambahnya.

 

Dalam sesi dialog, IWOI Karawang memaparkan sejumlah program yang tengah dan akan dilaksanakan, termasuk peningkatan kompetensi jurnalis, kegiatan sosial, dan persiapan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Desember 2025.

 

Monitoring ditutup dengan diskusi terbuka mengenai peran pers di era digital, tantangan media online, serta pentingnya menjaga etika jurnalistik dan profesionalisme.

 

Kesbangpol berharap silaturahmi dan monitoring ini dapat memperkuat hubungan pemerintah daerah dengan seluruh ormas, termasuk organisasi pers.

 

“Tujuan kami adalah memastikan semua ormas tetap aktif, tertib, dan berkontribusi positif bagi daerah,” kata Aep.

 

Sementara itu, Syuhada berharap komunikasi tersebut akan terus berlanjut demi terciptanya ekosistem media yang sehat dan kondusif di Kabupaten Karawang.

“Sinergi sangat penting. Kami siap berkolaborasi untuk mendukung kemajuan Kabupaten Karawang,” tutupnya.

(IL)

Masjid Agung Karawang Punya Nahkoda Baru, Bupati Aep: Jadikan Pusat Keagamaan yang Lebih Maju

Karawang – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh resmi melantik pengurus baru Masjid Agung Karawang periode 2025–2029 pada Selasa, 2 Desember 2025. Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Husni Hamid dan dihadiri unsur Forkopimda, OPD terkait, serta perwakilan TNI–Polri Kabupaten Karawang.

 

Pengangkatan pengurus baru ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Karawang Nomor 100.3.3.2/Kep.383-Huk/2025. Dalam kepengurusan baru tersebut, H. Zeni Zaelani ditetapkan sebagai Ketua Pengurus Masjid Agung Karawang.

 

Dalam sambutannya, Bupati Aep berharap pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik dan mampu membawa Masjid Agung Karawang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang lebih maju.

 

“Semoga pengurus baru dapat menjalankan amanah dengan baik dan menjadikan Masjid Agung Karawang sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang lebih baik di masa depan,” ujar Bupati.

 

Ia menambahkan, keberadaan pengurus baru diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program keumatan dan sosial yang lebih terarah serta bersinergi dengan pemerintah daerah.

 

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Agung Karawang H. Zeni Zaelani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen untuk bekerja secara maksimal dalam memajukan masjid kebanggaan masyarakat Karawang tersebut.

 

 “Kami akan bekerja keras untuk memajukan Masjid Agung Karawang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut,” kata Zeni.

 

Juru bicara Ketua Masjid Agung Karawang, Nahrowi, menegaskan bahwa pengurus baru akan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan jemaah serta pengembangan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

 

 “Kami akan terus meningkatkan kualitas kegiatan keagamaan dan sosial, serta memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Kami berharap masyarakat Karawang dapat terus mendukung,” ujarnya.

 

Nahrowi juga menekankan pentingnya menjadikan Masjid Agung Karawang sebagai simbol keberagaman dan toleransi di daerah tersebut.

 

Dengan dilantiknya pengurus baru ini, Masjid Agung Karawang diharapkan semakin berperan sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat menuju Karawang yang lebih religius dan harmonis.

(IL)

Kabel PLN Kendur di Depan Alfamart Gunungtua, Warga Desak Perbaikan Sebelum Ada Korban

Subang | UNGKAPREALITA.COM | Kabel listrik PLN dibiarkan menjuntai rendah di depan Alfamart Desa Gunungtua, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang. Kondisi ini membuat warga geram karena kabel berada persis di jalur padat kendaraan dan aktivitas warga, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan dan korsleting.

 

Pantauan pada Jumat (28/11/2025), kabel tampak hampir menyentuh badan jalan. Kendaraan besar seperti truk dan mobil bak terbuka sudah beberapa kali terlihat menghindari titik tersebut karena khawatir tersangkut.

 

“Ini sangat membahayakan. PLN harusnya cepat turun tangan, bukan menunggu ada korban,” tegas warga setempat.

 

Karyawan Alfamart juga resah karena kabel berada tepat di area keluar-masuk pelanggan, sehingga dianggap mengancam keselamatan masyarakat yang beraktivitas di lokasi itu.

 

Perangkat Desa Gunungtua mengatakan sudah melaporkan situasi tersebut kepada PLN. Namun warga menilai respons PLN lambat, karena hingga Jumat sore kabel belum juga diperbaiki.

 

“Kami sudah sampaikan ke PLN. Warga hanya ingin masalah ini ditangani sebelum ada insiden,” kata perangkat desa.

 

Warga kini mendesak PLN mengambil tindakan cepat, menegaskan bahwa keselamatan publik tidak boleh diabaikan.

(IL)

RESMI MASUK PARTAI GERINDRA, SIKAP POLITIK BARU SANG WAKIL BUPATI GUNUNGKIDUL

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, resmi menyatakan sikap politiknya dengan bergabung sebagai kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Kepastian itu ia sampaikan saat datang ke kantor DPD Gerindra DIY, Rabu (26/11/2025).

‎Joko Parwoto menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) dan menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui proses pertimbangan panjang.

‎Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto menegaskan pilihannya bergabung dengan partai Gerindra dengan dirinya melihat seluruh program-program yang dicanangkan Presiden Prabowo adalah program yang pro rakyat.

‎”Beliau (Prabowo) membangun dari desa, dari pinggiran. Selain MBG, ada juga program maritim, sekolah rakyat, KDMP, dan banyak sekali. Intinya program-program bagus ini yang perlu didukung,” ujar Joko Parwoto.

Menurut Joko, langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat sinergi pemerintahan di Kabupaten Gunungkidul agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Ini dalam rangka memperkuat kepemerintahan yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Setelah saya masuk Gerindra, semoga pemerintahan bisa bersinergi dan lebih bermanfaat untuk masyarakat banyak,” ungkapnya.

‎Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya  (Gerindra) Kabupaten Gunungkidul Purwanto ST saat dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa Kartu Tanda Anggota (KTA) Wabup Gunungkidul ini telah terbit dan diserahkan pada Rabu, (26/11/2025).

‎”Bapak Joko Parwoto Wakil Bupati Gunungkidul sudah ber KTA Gerindra mas, saya yang menyerahkan secara langsung Kemarin,” ungkap Purwanto, Kamis, (27/11/2025) melalui pesan singkat WhatsApp.

‎Ia menjelaskan saat ini memang dibutuhkan sinergitas yang intensif antara pemerintah Pusat dan Daerah dalam mengawal program presiden Prabowo.

‎”Presiden Prabowo memiliki visi dan misi untuk memajukan Indonesia, kita tau visi beliau itu Indonesia emas 2045 jadi, masuknya pak Wabup ini sudah benar dan pas untuk mewujudkan program pemerintah pusat di daerah,” tegasnya.

‎”Partai Gerindra adalah partai yang terbuka untuk siapapun,” imbuhnya.

‎Dengan bergabungnya Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, Purwanto Juga mengklaim akan banyak tokoh Gunungkidul yang akan ikut bergabung masuk ke Partai Gerindra.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Transaksi BBM PUPR Karawang Dinilai Janggal, Inspektorat–BPK Diminta Bongkar Dugaan Penyimpangan

KARAWANG – Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diminta untuk segera mengaudit pembelian BBM atau solar diduga subsidi yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang.

 

Diketahui, pembelian solar untuk bahan bakar alat berat Dinas PUPR Karawang ini dikelola Bidang Sumber Daya Air (SDA). Yaitu dimana setiap pembeliannya di SPBU tertentu mencapai 600 liter.

 

Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH, MH, mempertanyakan, apakah pembelian BBM ini sudah ada MoU antara Dinas PUPR dengan pihak SPBU terkait. Kalau pun ada, maka hal tersebut tidak dibenarkan.

 

Karena ditegaskan, seharusnya Dinas PUPR Karawang melakukan MoU langsung dengan pihak Pertamina terkait kebutuhan BBM atau solar untuk operasi alat berat.

 

“Ini karena mereka membeli langsung dari SPBU tertentu dengan menggunakan mobil plat merah bak terbuka, akhirnya menjadi pertanyaaan publik. Jangan-jangan mereka membeli BBM atau solat subsidi,” tutur Asep Agustian, Rabu (26/11/2025).

 

Askun (sapaan akrab) mempertanyakan berapa liter sebenarnya kebutuhan BBM atau solar Dinas PUPR setiap harinya untuk mengoperasikan alat berat. Karena dalam satu titik SPBU saja bisa mencapai 600 liter.

 

Sementara berdasarkan informasi yang ia dapat, dalam satu hari Dinas PUPR Karawang membeli BBM atau solat di tiga titik SPBU yang berbeda.

 

“Ya itu kelemahannya, karena mereka sepertinya tidak ada MoU langsung dengan Pertamina. Coba kalau ada MoU, mereka tidak perlu repot-repot belanja di SPBU setiap hari, karena nanti diantar langsung Pertamina ke Dinas PUPR,” katanya.

 

“Dan kalau ada MoU langsung dengan Pertamina, maka akan lebih jelas pertanggungjawabannya. Tidak memunculkan kecurigaan publik seperti saat ini (membeli BBM subsidi),” timpal Askun.

 

Atas persoalan ini, Askun meminta inspektorat dan BPK untuk segera mengaudit pembelian BBM di Bidang SDA Dinas PUPR Karawang. Dengan harapan setiap proses pembelian BBM ini lebih tertib administrasi dan untuk meminimalisir tindak pidana mark up atau korupsi.

 

“Saya minta Inspektorat dan BPK untuk mengaudit, supaya kita tahu yang dibeli BBM subsidi atau non subsidi dan benar gak peruntukannya,” tandasnya.

 

Sementara saat dikonfirmasi wartawan lewat pesan WhatsApp (WA), Samsul – Kepala UPTD Dinas PUPR Karawang menegaskan, bahwa pembelian BBM yang dilakukan adalah non subsidi berupa BBM Pertamina dex. Karena menurutnya yang tidak diperbolehkan adalah pembelian bio solar.

 

Namun sampai berita ini masuk meja redaksi, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai berapa sebenarnya kebutuhan BBM Dinas PUPR setiap harinya?. Dan apakah Dinas PUPR telah melakukan MoU dengan SPBU tertentu atau Pertamina dalam setiap pembelian BBM-nya.***

(IL)

BENTUK PENGEMBANGAN BUDAYA LOKAL, GELAR POTENSI BUDAYA KALURAHAN KATONGAN BERTAJUK “BUDAYA RINEKSA MRIH RAHARJA”

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul menggelar Potensi Budaya dengan tema “Budaya Rineksa Mrih Raharja” Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk pelestarian budaya lokal ditengah gempuran pengaruh globalisasi.

Lurah Katongan Jumawan mengatakan, tema “Budaya Rineksa Mrih Raharja” dipilih karena memiliki arti mendalam. Dimana fase tersebut memiliki arti, Budaya dijaga, dilindungi, demi kesejahteraan, memelihara budaya, untuk mencapai kemakmuran serta kedamaian.

“Budaya memiliki arti budi atau akal, yang berkaitan dengan karya manusia seperti cipta, rasa, karsa manusia. Rineksa memiliki dijaga, dilindungi. Mrih Raharja memiliki makna sejahtera, makmur, aman, tentram, damai,” ucap Jumawan.

Lebih rinci Jumawan menjelaskan, pagelaran Potensi Budaya menampilkan beragam kekayaan seni budaya lokal yang dimiliki Kalurahan Katongan. Adapun seni pertunjukan diantaranya, seni reog, seni jathilan, seni karawitan dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menghadirkan dalang lokal.

“Pagelaran budaya juga sebagai wadah UMKM yang menggabungkan pameran produk dan pertunjukan seni budaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif lokal,” paparnya.

“Kegiatan Gelar Potensi Budaya ini didanai langsung dari BKK dana keistimewaan (Danais),” sambungnya.

Digelarnya gelar Potensi Budaya diharapkan masyarakat Katongan agar lebih menjaga warisan budaya lokal, memperkenalkan kepada masyarakat luas, sekaligus mendorong minat generasi muda terhadap budaya, serta dapat menjadi sarana promosi wisata dan ekonomi kreatif desa.

Kalurahan Katongan telah ditetapkan sebagai Kalurahan Mandiri Budaya dan kini dalam tahap pengembangan potensi budaya dan pariwisata melalui program yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B