Sabtu, Mei 30, 2026
Beranda blog Halaman 31

102 Badan Publik Terima KIP Award 2024, Wujud Inovasi Pelayanan Informasi di Jateng

SEMARANG | UNGKAPREALITA.COM | Sebanyak 102 badan publik di Jawa Tengah menerima penghargaan Komisi Informasi Provinsi (KIP) Award 2024, dalam acara yang digelar di Patra Convention Hotel Semarang, Senin (9/12/2024) malam. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan inovasi badan publik dalam memberikan layanan informasi kepada masyarakat.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Indra Ashoka Mahendrayana, mengatakan penghargaan ini merupakan bagian dari akhir rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang telah berlangsung selama enam bulan terakhir.

“Pesertanya meningkat dibandingkan tahun lalu. Dari sekitar 300 badan publik yang mengikuti proses monev, sebanyak 102 di antaranya menerima penghargaan malam ini,” jelas Indra.

Ia menyebut, tahun ini ada partisipasi penuh dari badan publik penyelenggara pemilu, seperti KPU dan Bawaslu se-Jawa Tengah. Penilaian dilakukan melalui berbagai tahapan, di antaranya:

  • Pemeriksaan konten informasi publik wajib berkala
  • Penilaian website dan media sosial
  • Penilaian Self Assessment Questionnaire (SAQ) melalui aplikasi E-Monev
  • Visitasi dan verifikasi lapangan
  • Uji publik

Indra menilai, peningkatan kualitas badan publik juga didukung oleh indikator penilaian yang terus disempurnakan setiap tahunnya. Hal ini mendorong badan publik untuk terus berinovasi dalam penyampaian informasi.

Ia juga mengingatkan agar badan publik yang belum mencapai status “informatif” tidak berkecil hati dan tetap mengikuti monev di tahun berikutnya.

“Rata-rata yang belum informatif masih terkendala di tahap awal, seperti kurangnya pembaruan pada website dan media sosial. Misalnya, daftar informasi publik atau informasi yang dikecualikan belum diperbarui,” ungkapnya.

Khusus untuk badan publik penyelenggara pemilu, kata Indra, penilaiannya berbeda karena menyangkut keterbukaan informasi dalam konteks Pilpres, Pileg, dan Pilkada yang baru saja berlangsung.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu mendorong lembaga pemerintah untuk berlomba-lomba menjadi badan publik yang informatif.

“Informasi yang diberikan badan publik harus bisa diakses dan dimanfaatkan masyarakat. Dari situ, kita bisa mendapat umpan balik berupa kritik, saran, maupun masukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keterbukaan informasi merupakan hak masyarakat dan bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan partisipatif.

“Kalau jalannya salah dan ada masyarakat yang mengingatkan, itu artinya perhatian. Kita ini abdi masyarakat. Kritik harus kita terima dengan hati terbuka,” pungkasnya.

( Diskominfo.Jatengprov.go.id )

Diskominfo Jateng Pantau Pilkada Serentak 2024 di Blora

BLORA | UNGKAPREALITA.COM| Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah melakukan pemantauan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Kabupaten Blora, Rabu (27/11/2024). Pemantauan dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).

Rangkaian pemantauan diawali di TPS 5 Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo. Di lokasi tersebut, rombongan Diskominfo Jateng sekaligus melaksanakan pencoblosan. Selanjutnya, pemantauan berlanjut ke beberapa TPS lain di wilayah Kecamatan Jepon dan Banjarejo.

Pelaksanaan pemungutan suara untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah serta Bupati dan Wakil Bupati Blora berlangsung dalam suasana aman, lancar, dan kondusif. Baik panitia penyelenggara maupun pemilih tampak tertib dan kooperatif.

Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo Jawa Tengah, Dadang Somantri, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pilkada di Blora berjalan dengan baik dan partisipasi masyarakat cukup tinggi.

> “Alhamdulillah hari ini kami melakukan pemantauan ke sejumlah TPS bersama Forkopimda, juga dari Polda dan Kodam. Pemilihan berlangsung aman, sangat kondusif, dan tenang. Pemantauan kami lakukan selama dua hari sejak kemarin,” ujar Dadang.

Ia menambahkan, dari hasil pantauan, antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya sangat tinggi. Hal ini terlihat dari tingginya kunjungan warga ke TPS sejak pagi.

> “Sejak pukul 07.00 WIB, masyarakat sudah ramai mendatangi TPS. Ini menunjukkan partisipasi yang sangat baik,” lanjutnya.

Dadang juga mengapresiasi kinerja panitia penyelenggara yang dinilai optimal dalam memberikan pelayanan kepada para pemilih. Ia turut mengimbau agar masyarakat tetap menjaga situasi yang damai pasca pencoblosan.

> “Siapa pun yang terpilih nanti adalah hasil pilihan kita bersama. Mari jaga terus kondusivitas daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ela (20), salah satu pemilih di TPS 5 Sendangwungu, menyampaikan rasa senangnya dapat berpartisipasi dalam Pilkada tahun ini.

> “Hari ini saya ikut memilih Gubernur dan Bupati. Saya berharap pemimpin terpilih bisa memajukan anak muda,” tuturnya.

Ela menambahkan, proses pemungutan suara berjalan lancar dan pelayanan petugas sangat baik.

> “Petugasnya ramah dan melayani dengan baik,” tandasnya.

(Diskominfo.jatengprov.go.id)

300 Badan Publik Ikuti Uji Publik Keterbukaan Informasi 2024

SEMARANG | UNGKAPREALITA.COM | Sebanyak 300 badan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengikuti presentasi uji publik dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Badan Publik 2024, Rabu (20/11/2024). Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat semakin meningkat dan transparan.

Kegiatan yang berlangsung di Kompleks BPSDMD Jawa Tengah ini dibuka oleh Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Sekda Jawa Tengah, Slamet AK. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan syarat utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Ajang ini menjadi pengingat dan dorongan bagi badan publik agar senantiasa terbuka dan transparan. Keterbukaan informasi adalah bagian dari akuntabilitas,” ujar Slamet, mewakili Sekda Jateng, Sumarno.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keterbukaan informasi tetap memiliki batasan yang diatur oleh peraturan perundang-undangan. Prinsip yang digunakan adalah Maximum Access Limited Exemption (MALE), yakni membuka akses informasi seluas-luasnya dengan pengecualian yang ketat dan terbatas.

Untuk itu, Slamet meminta agar para pejabat publik memahami dengan baik regulasi yang berlaku, sementara masyarakat sebagai pengguna informasi juga harus menyadari batasan-batasan tersebut.

Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa Tengah, Indra Ashoka Mahendrayana, menyampaikan bahwa uji publik tahun ini cukup istimewa karena diikuti oleh lebih banyak peserta dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun 2023 diikuti 250 badan publik, dan tahun ini meningkat menjadi 300. Ini mencerminkan semangat keterbukaan yang semakin menguat,” katanya.

Indra menjelaskan bahwa uji publik berlangsung selama dua hari dan melibatkan tim panelis dari lintas sektor, mulai dari insan pers, ahli kesehatan masyarakat, hingga praktisi teknologi informasi.

“Penilaian mencakup komitmen anggaran, inovasi, serta pelayanan terhadap permohonan informasi publik,” jelasnya.

Secara umum, Indra menilai kinerja badan publik di Jawa Tengah sangat baik. Hal ini ditunjukkan dengan capaian status “Provinsi Informatif” selama enam tahun berturut-turut.

“Jika tahun ini bisa dipertahankan, maka akan menjadi penghargaan ketujuh secara berturut-turut. Semua ini berkat kerja keras dan komitmen PPID di seluruh Jawa Tengah,” pungkasnya.

( Diskominfo.Provjateng.go.id )

DWP Diskominfo Jateng Salurkan Bantuan ke Ponpes Sambut Hari Ibu ke-96 dan HUT ke-25

SEMARANG | UNGKAPREALITA.COM | Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan sosial ke sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Kota Semarang dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-96 dan HUT ke-25 DWP, pada Kamis (19/12/2024).

Kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan di Yayasan Darul Karim Ngadirgo, Kecamatan Mijen, dan dilanjutkan ke Ponpes Tahfidz Rijalul Qur’an Pakintelan, Kecamatan Gunungpati. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan uang tali asih.

Ketua DWP Diskominfo Jateng, Dwi Karyanti Dadang Somantri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan peran ibu dalam mendukung pendidikan generasi muda, khususnya yang menempuh pendidikan agama di pondok pesantren.

> “Ini bagian dari kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya, agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang sukses, saleh, dan salehah,” ujarnya.

Dwi Karyanti juga berharap agar silaturahmi antara DWP Diskominfo dan yayasan/ponpes terus terjalin dan menghasilkan generasi emas di masa depan.

Apresiasi dari Pihak Pondok Pesantren

Sekretaris Ponpes Tahfidz Rijalul Qur’an, Ustaz Arif M, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menegaskan bahwa ponpes yang dipimpinnya membuka akses pendidikan gratis tanpa pungutan biaya, khususnya untuk anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa.

> “Tidak ada biaya gedung. Semua seikhlasnya melalui sedekah,” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Darul Karim, Ustaz Miftahul Huda, juga menyambut baik inisiatif sosial dari DWP Diskominfo Jateng.

> “Ini luar biasa. Semoga membawa manfaat besar dan ke depan yayasan kami bisa semakin berkembang,” tandasnya.

(Diskominfo.jatengprov.go.id)

Diskominfo Jateng Resmi Tutup Program Desa Dampingan di Plosokerep, Sragen

SRAGEN | UNGKAPREALITA.COM | Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah menggelar penutupan Program Desa Dampingan di Desa Plosokerep, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, pada Selasa (24/12/2024). Penutupan ini menandai selesainya program pendampingan selama satu tahun dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Plt Kepala Diskominfo Jateng, Dadang Somantri, menjelaskan bahwa program ini dimulai sejak Januari 2024, berdasarkan data dari BPS yang menyatakan status Desa Plosokerep sebagai desa miskin.

> “Kami lihat kondisi infrastrukturnya sudah baik, tetapi angka kemiskinannya masih tinggi. Maka, kami intervensi berbagai sektor untuk menurunkannya,” ujar Dadang.

Hasil Nyata: Penurunan Stunting dan Peningkatan Pemberdayaan

Selama satu tahun pendampingan, berbagai program dilaksanakan, antara lain:

Penanganan stunting: Pengukuran lingkar kepala balita dan pemberian makanan bergizi untuk balita, lansia, yatim piatu, penyandang disabilitas, dan keluarga kurang mampu.

> “Angka stunting turun dari 20 menjadi 9 anak.”

Rehabilitasi fisik: Renovasi 2 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan 1 unit jamban keluarga.

Pemberdayaan ekonomi:

Pelatihan pembuatan keset dari kain perca dan budidaya jamur, berikut bantuan alat produksi.

Produk hasil pelatihan dipasarkan melalui stan Diskominfo bersama produk UMKM Sragen.

Keterbukaan informasi publik: Pembentukan PPID Desa dan pemasangan wifi gratis di balai desa.

Digitalisasi UMKM: Pelatihan digital marketing untuk pengusaha lokal.

Penguatan nasionalisme: Pembagian bendera merah putih untuk 50 KK.

Dukungan pertanian: Distribusi bibit tanaman dan ayam kecil kepada warga desa.

> “Kami harap bantuan ini bisa terus dimanfaatkan meskipun program kami sudah selesai,” tambah Dadang.

Apresiasi dari Pemerintah Desa

Kepala Desa Plosokerep, Yusron Basuki, menyampaikan apresiasi atas program yang telah mendorong desanya keluar dari status “desa miskin ekstrem”.

> “Terima kasih atas segala bantuan dan pendampingan dari Diskominfo Jateng. Ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

(Diskominfo.jatengprov.go.id)

OPD Jateng Diminta Kolaboratif Susun Arsitektur SPBE untuk Efisiensi Layanan Publik

SURAKARTA | UNGKAPREALITA.COM | Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diminta untuk berkolaborasi dalam menyusun dan membangun Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang efektif dan efisien, demi meningkatkan pelayanan publik.

Pesan tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Kominfo Jateng, Dadang Somantri, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Sistem Informasi Arsitektur (SIA) SPBE, yang digelar di SMKN 4 Surakarta, 25–26 Februari 2025.

> “Dengan Perpres Nomor 132 Tahun 2022, pemerintah mendorong efisiensi dan efektivitas layanan digital. Maka, sistem dan arsitektur SPBE harus disiapkan secara matang,” tegas Dadang.

Ia menambahkan, Pemprov Jateng telah memiliki Peta Rencana SPBE 2024–2026, dan menekankan bahwa anggaran pengadaan TIK harus berbasis arsitektur SPBE. Tanpa arsitektur tersebut, pengadaan TIK tidak dapat direalisasikan.

Tujuan Pelatihan dan Peran OPD

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman admin OPD terhadap standarisasi teknologi informasi dan pentingnya interoperabilitas data demi layanan publik yang terintegrasi.

Sementara itu, Narasumber dari Kementerian PAN-RB, Iksan Ramadhan, menegaskan bahwa arsitektur SPBE menjadi faktor penting dalam penilaian Indeks SPBE dan Reformasi Birokrasi.

> “Perencanaan anggaran TIK harus melalui mekanisme clearance yang didasarkan pada arsitektur SPBE,” jelasnya.

Peran Aplikasi SIA SPBE

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian PAN-RB menyediakan aplikasi SIA SPBE yang digunakan internal oleh OPD. Fungsinya antara lain:

•Menyusun dan mereviu arsitektur SPBE tiap OPD.
•Mengelola Peta Rencana SPBE.
•Mengevaluasi dan memantau implementasi SPBE.
•Menginput informasi layanan digital, aplikasi, dan integrasi sistem.

Admin dari tiap OPD wajib mengunggah struktur arsitektur, roadmap SPBE, evaluasi, serta dokumen clearance digital sebagai dasar belanja TIK.

Masukan Peserta dan Harapan

Beberapa peserta Bimtek menyampaikan harapan agar aplikasi-aplikasi serupa antar instansi, seperti I-Care dan Satu Sehat, dapat disatukan dalam satu sistem informasi agar lebih efisien.

> “Adanya big data akan mendukung efisiensi anggaran dan memudahkan akses bersama,” ujar Firkan Hartanto dari RSJD dr. Amino Gondohutomo.

Mahfud Ardianto dari BPKAD Jateng juga mendorong OPD untuk menyusun prosedur standar dan proses bisnis layanan digital agar terintegrasi secara menyeluruh.

(Diskominfo.jatengprov.go.id)

HPN 2025 Jateng: Pers Diminta Tetap Jaga Etika di Tengah Maraknya Teknologi AI

SEMARANG | UNGKAPREALITA.COM | Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 tingkat Jawa Tengah diperingati secara sederhana pada Senin (10/2/2025). Di tengah masifnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI), insan pers diimbau untuk tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik guna menjaga kualitas dan kredibilitas pemberitaan.

Hal itu disampaikan Penjabat Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng, Dadang Somantri, saat menghadiri tasyakuran HPN dan HUT ke-79 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Gedung Pers, Kota Semarang.

Menurutnya, peran pers tak sebatas menyampaikan informasi. Jurnalis dituntut untuk profesional, berintegritas, serta mampu memverifikasi dan menyaring informasi secara bertanggung jawab di tengah derasnya arus media sosial.

“Pers memiliki peran menjernihkan informasi di tengah maraknya hoaks. Jurnalis harus memberitakan secara objektif, mengedepankan prinsip cover both sides, dan menyajikan informasi yang dapat dipercaya,” ujarnya di hadapan para tamu undangan, termasuk Bupati Blora, Arief Rohman.

Dadang juga berharap pers turut berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui peningkatan partisipasi aktif masyarakat.

Senada, Ketua PWI Jawa Tengah Amir Mahmud menegaskan bahwa di era banjir informasi dan kehadiran teknologi AI, insan pers menghadapi tantangan baru. Meski demikian, ia mengajak agar AI tidak dijadikan musuh.

“Etika dan konsistensi adalah kunci. AI seharusnya menjadi alat bantu untuk meningkatkan kualitas produk jurnalistik, bukan menggantikan prinsip-prinsip dasar jurnalisme,” tegasnya.

Tokoh pers senior Jawa Tengah, Soetjipto, juga berpesan agar para jurnalis tidak melupakan pijakan utama profesi mereka.

“Teknologi boleh berkembang, tetapi kesetiaan pada Kode Etik Jurnalistik tidak boleh berubah,” tuturnya lugas. Soetjipto sendiri telah malang melintang di dunia pers sejak tahun 1960-an.

( Diskominfo.Provjateng.go.id )

Percepat Transformasi Digital, Diskominfo Jateng Terbitkan Tanda Tangan Elektronik Kepala Daerah

SEMARANG | UNGKAPREALITA.COM | Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah resmi menerbitkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. TTE ini dinyatakan sah secara hukum dan memiliki kekuatan yang setara dengan tanda tangan manual.

Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo Jateng, Dadang Somantri, menjelaskan bahwa penggunaan TTE oleh kepala daerah merupakan bagian dari upaya transformasi digital yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

> “Ini salah satu bentuk komitmen Pemprov Jateng terhadap transformasi digital, tidak hanya dari sisi sistem dan infrastruktur, tetapi juga dari sisi SDM. Usulan TTE Pak Gubernur juga sudah disetujui untuk digunakan,” kata Dadang saat ditemui di kantornya, Rabu (5/3/2025).

TTE Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mulai berlaku per 3 Maret 2025 dan akan diterapkan untuk seluruh naskah dinas, kecuali dokumen tertentu yang masih membutuhkan tanda tangan manual karena alasan teknis dan koordinasi lintas sektor.

> “Ada beberapa jenis dokumen yang memerlukan koreksi kata per kata atau koordinasi panjang lintas sektor, sehingga lebih efisien jika tetap menggunakan tanda tangan manual,” tambahnya.

Meskipun begitu, Dadang menegaskan bahwa dokumen bertanda tangan elektronik maupun manual memiliki tingkat keabsahan hukum yang sama. Keuntungan dari TTE antara lain efisiensi kertas (less paper), keamanan melalui sistem QR code atau barcode, serta kemudahan dalam deteksi keaslian.

> “TTE ini tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga lebih efisien dan ramah lingkungan. Namun bukan berarti tanda tangan manual tidak aman, karena tetap diatur dalam sistem tata naskah,” tegas Dadang.

Ia juga memastikan sistem TTE aman karena dikelola oleh Badan Sertifikasi Elektronik (BSrE), sebuah unit dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Jateng, Eny Soelastri, menambahkan bahwa pembuatan TTE dilakukan melalui aplikasi yang dikembangkan pemerintah pusat.

> “Kami bekerja sama dengan BSrE yang menyelenggarakan sistem dan sertifikat elektronik. Diskominfo Jateng berperan sebagai verifikator, sementara OPD bertindak sebagai pengusul,” jelas Eny.

Menurut Eny, penerapan TTE merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Pemprov Jateng juga telah menindaklanjutinya dengan Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Sertifikat Elektronik.

Penggunaan TTE, lanjut Eny, tidak hanya berlaku bagi kepala daerah, tetapi juga untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan Pemprov Jateng.

> “Semua pejabat eselon, BP, dan BPP sudah memiliki TTE. Layanan publik seperti PTSP dan rekam medis di rumah sakit kini menggunakan TTE. Bahkan dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) juga sudah menggunakan TTE dengan QR Code,” katanya.

Masa berlaku TTE ditetapkan selama dua tahun dan dapat diperpanjang. TTE Gubernur Ahmad Luthfi berlaku dari 3 Maret 2025 hingga 3 Maret 2027, sementara TTE Wakil Gubernur Taj Yasin berlaku sejak 20 Februari 2025 sampai 20 Februari 2027.

Untuk verifikasi keaslian dokumen digital, masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi pembaca dokumen digital seperti VeryDS yang dikembangkan BSrE dan tersedia di Play Store.

> “Jika ada pihak yang memodifikasi atau mengubah dokumen, itu akan terdeteksi. TTE ini memenuhi unsur keaslian, keutuhan, autentikasi, dan non-repudiation (nirsangkal),” jelas Eny.

Ia pun mengimbau seluruh pegawai Pemprov Jateng, baik ASN maupun non-ASN, agar segera mengajukan pembuatan TTE secara daring melalui ChatBot SORE MASE di nomor 0811-2607-753, tanpa perlu datang langsung ke kantor.

(Diskominfo.jatengprov.go.id)

Pelatihan Manajemen UMKM di Magelang, Peserta Antusias Serap Ilmu Bisnis

MAGELANG | UNGKAPREALITA.COM | Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Desa Dampingan mengikuti Pelatihan Manajemen Operasional Bisnis yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Selasa (3/6/2025), di Balai Desa Ngargosoko, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tampak antusias berinteraksi langsung dengan pemateri, Zahrotul Umami, seorang akademisi Ilmu Komunikasi dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Umami dengan sabar dan telaten membagikan tips dan trik praktis seputar pengelolaan usaha bagi pelaku UMKM.

> “Rekomendasi strategis yang saya berikan mencakup pencatatan keuangan yang rapi, memantau permintaan pasar, melibatkan anggota keluarga atau karyawan kecil, serta mengukur efisiensi usaha secara mingguan,” ujar Umami di hadapan sekitar 20 pelaku UMKM yang hadir.

Salah satu peserta, Isrowiyah, pelaku UMKM warung kelontong, mengaku memperoleh banyak manfaat dari pelatihan ini.

> “Setelah mengikuti acara ini, saya jadi tahu bagaimana cara membuat pembukuan yang benar, menghitung pemasukan dan pengeluaran dengan tertib,” ungkapnya.

Ia pun bertekad menata warungnya agar lebih menarik dan nyaman bagi pelanggan.

> “Terima kasih kepada Pemprov Jateng atas kegiatan ini. Sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM di desa kami,” tambah Isrowiyah.

Peserta lain, Rambat Tri Pujo, yang berwirausaha bakso keliling, juga merasakan manfaat dari materi yang disampaikan.

> “Pelatihan ini membuat saya lebih paham soal pemasaran. Saya jadi punya gambaran bagaimana menjual produk lebih efektif,” ujarnya.

Kepala Desa Ngargosoko, Khoirul Wahidah, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Ia berharap pelaku UMKM di desanya bisa lebih berkembang dan meningkatkan kesejahteraan.

> “Harapannya mereka bisa optimis mengembangkan diri. Saya lihat antusiasme peserta sangat tinggi, karena mereka mengikuti acara sampai selesai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah, Agung Hariyadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan desa dan peningkatan potensi ekonomi lokal.

> “Program ini ditujukan bagi pelaku UMKM agar potensi di Desa Ngargosoko bisa berkembang. Kami juga terus memberikan pendampingan secara berkelanjutan,” terang Agung.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan pembuatan pupuk organik yang sebelumnya telah dilakukan. Tujuannya, agar petani dan pelaku UMKM bisa mendapatkan manfaat langsung demi memajukan desa.

> “Desa harus berdaya, sejalan dengan program Bapak Gubernur Ahmad Luthfi yaitu Desa Maju dan Berdaya. Kami ingin masyarakat lebih mandiri dan memiliki kekuatan ekonomi,” pungkasnya.

(Diskominfo.jatengprov.go.id)

Waspada Penipuan Keuangan, OJK Terima 105 Ribu Laporan Sejak November 2023

SEMARANG | UNGKAPREALITA.COM | Penipuan keuangan terus mengintai masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sejak meluncurkan Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) pada November 2023, telah masuk sebanyak 105 ribu laporan dari masyarakat terkait aktivitas penipuan keuangan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan. Ia meminta warga tidak mudah tergiur oleh tawaran investasi atau pinjaman online (pinjol) yang tampak menggiurkan.

“Penipuan mengintai kita semua. Salah satunya berupa iming-iming hadiah mobil atau investasi dengan keuntungan fantastis. Ini yang harus diwaspadai,” tegasnya saat memberikan arahan dalam Rapat High Level Meeting bertema Pencegahan dan Penanganan Aktivitas Keuangan Tanpa Izin di Kantor OJK Jateng, Kamis (15/5/2025).

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan agar mereka memiliki kesadaran kritis dalam mengenali dan menghindari modus penipuan keuangan.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu juga menyambut baik langkah OJK Regional Jawa Tengah-DIY yang melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam tim kerja Satgas PASTI. Satgas ini bertugas untuk mencegah dan menanggulangi aktivitas keuangan ilegal. Salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dilibatkan adalah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang berperan dalam memperluas edukasi kepada publik.

“Diskominfo kami masuk dalam Satgas ini, sehingga bisa memperluas jangkauan edukasi melalui kanal-kanal resmi milik Pemprov Jateng,” ujarnya.

Wagub juga mengajak masyarakat untuk segera melapor jika menerima pesan atau tawaran mencurigakan. Laporan dapat disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk WhatsApp di nomor (+62) 81-157-157-157.

“Satgas PASTI memiliki kanal pengaduan. Saya mohon kepada masyarakat, bila ada penipuan, segera berani melaporkan,” pesannya.

Sementara itu, Deputi Komisioner Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen OJK, Rizal Ramadhani, mengungkapkan bahwa dari 105 ribu laporan yang masuk melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC), terdapat 172.624 rekening yang dilaporkan, dan sebanyak 42.504 di antaranya telah diblokir.

Ia menambahkan, aktivitas keuangan ilegal tersebut telah menyebabkan kerugian mencapai sekitar Rp2,1 triliun. Dari jumlah itu, dana sebesar Rp138,9 miliar berhasil diblokir dan diamankan.

( Diskominfo.Jatengprov.go.id )