Minggu, Juli 26, 2026
Beranda blog Halaman 31

Pemprov Jateng Gelar Acara Mangayubagya Purnatugas Dua Pejabat Eselon II

SEMARANG | UNGKAPREALITA.COM | Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar acara Mangayubagya Purnatugas untuk dua pejabat eselon II, yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng Riena Retnaningrum, dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jateng Agus Wariyanto.

Acara tersebut berlangsung di Gradhika Bhakti Praja, Jumat (1/11/2024), dan dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jateng Nana Sudjana, serta Sekretaris Daerah Jateng Sumarno.

Suasana acara berlangsung meriah dan penuh kehangatan kekeluargaan. Dalam sambutannya, Agus Wariyanto menyampaikan rasa syukurnya setelah mengabdi selama 36 tahun 9 bulan di lingkungan Pemprov Jateng.

> “Kini, saya purnatugas setelah mengabdi selama 36 tahun 9 bulan,” ungkap Agus.

Ia juga mengenang pengabdiannya di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Bakorwil, Badan Litbang, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Selama masa kerjanya, Agus menyebut telah bekerja di bawah kepemimpinan enam gubernur, mulai dari Soewardi, Mardiyanto, Ali Mufiz, Bibit Waluyo, Ganjar Pranowo, hingga Nana Sudjana.

> “Ada pesan yang terus terngiang bagi saya: teruslah berjuang di tempat yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Riena Retnaningrum juga mengungkapkan kebanggaannya bisa mengabdi di Pemprov Jateng selama 35 tahun. Ia menyampaikan rasa haru sekaligus syukur menjadi bagian dari keluarga besar ASN Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Nana Sudjana menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian panjang keduanya.

> “Saya rasa itu waktu yang panjang. Saya mengapresiasi kinerja mereka. Banyak penghargaan yang berhasil diraih Provinsi Jateng berkat kontribusi mereka,” kata Nana.

Nana juga berpesan agar keduanya tetap aktif dan kreatif setelah purnatugas, serta bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk keluarga.

> “Sekarang bisa lebih lama bersama keluarga,” pesannya.

(Diskominfo.jatengprov.go.id)

Pemprov Jateng Raih Dua Penghargaan di Bhumandala Award 2024

JAKARTA | UNGKAPREALITA.COM | Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih dua penghargaan dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam ajang Bhumandala Award 2024. Penghargaan tersebut terdiri atas Bhumandala Rajata (perak) dan Bhumandala Ariti (perunggu).

Penghargaan diberikan atas peran aktif Pemprov Jateng dalam membangun dan memanfaatkan informasi geospasial (IG).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Dadang Somantri, menerima penghargaan tersebut mewakili Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, pada Senin (4/11/2024) malam di Grand Studio Metro TV.

Menurut Dadang, penghargaan ini memiliki makna penting dalam rangka optimalisasi pemanfaatan IG.

> “Ini merupakan kali pertama Pemprov Jateng menerima penghargaan dalam ajang Bhumandala Award. Kami mendapatkan dua kategori: Bhumandala Rajata untuk keberhasilan informasi geospasial rupa bumi, dan Bhumandala Ariti untuk keberhasilan informasi geospasial simpul jaringan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (7/11/2024).

Dadang juga menegaskan bahwa dukungan Pj Gubernur Nana Sudjana menjadi kunci capaian prestasi tersebut, mengingat data geospasial memiliki peran krusial dalam pembangunan dan perencanaan daerah.

Ia berharap prestasi ini dapat menjadi pemacu kinerja yang lebih baik di masa mendatang.

> “Ini penghargaan pertama sejak 10 tahun ajang ini diselenggarakan. Semoga ke depan prestasi yang diraih bisa terus meningkat,” pungkasnya.

(Diskominfo.jatengprov.go.id)

Diskominfo Jateng Gelar Rakor Evaluasi Kinerja se-Eks Bakorwil I

PATI | UNGKAPREALITA.COM | Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Kinerja bersama Diskominfo kabupaten/kota se-Eks Bakorwil I di Hotel Safin, Pati, Kamis (7/11/2024).

Kegiatan ini menjadi forum berbagi evaluasi kinerja hingga Triwulan III tahun 2024. Plt Kepala Diskominfo Jateng, yang diwakili oleh Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Dikki Rulli Perkasa, mendorong para peserta untuk menyampaikan opini dan masukan terkait pelaksanaan program.

“Melalui forum ini, Bapak dan Ibu dapat berbagi opini dan saran mengenai evaluasi kinerja kita bersama sampai dengan Triwulan III,” ujar Dikki.

Ia mengimbau agar pelaksanaan program dan kegiatan tetap mengacu pada perencanaan dan APBD Perubahan 2024, serta menjadikan hambatan sebagai tantangan yang harus diatasi bersama.

“Faktor penghambat harus kita ubah menjadi tantangan, agar target kinerja tahun ini bisa terpenuhi,” tambahnya.

Dikki menyampaikan, hingga Triwulan III, rata-rata capaian indikator kinerja Diskominfo Jateng telah melampaui 50 persen. Enam indikator utama yang dinilai mencakup:

  1. Persentase keterbukaan informasi publik
  2. Nilai survei kepuasan masyarakat terhadap komunikasi publik
  3. Persentase layanan pemerintahan yang terintegrasi
  4. Persentase ketersediaan infrastruktur TIK
  5. Persentase penyusunan data prioritas pembangunan daerah
  6. Persentase perangkat daerah yang menerapkan prinsip manajemen keamanan informasi (telah mencapai 80 persen)

Rakor ini menjadi bagian dari upaya Diskominfo Jateng untuk memperkuat sinergi dan memastikan target kinerja tercapai secara optimal.

( Diskominfo.Jatengprov.go.id )

 

Kalimantan Timur Studi Tiru SPBE ke Pemprov Jateng, Terkesan Kolaborasi dan Inovasi Digital

SEMARANG | UNGKAPREALITA.COM | Keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih Digital Government Award sebagai provinsi dengan nilai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tertinggi nasional menarik perhatian Pemprov Kalimantan Timur. Sebanyak 51 orang Tim Asesor SPBE dari provinsi dan kabupaten/kota se-Kaltim melakukan studi tiru kolaboratif di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng, Kamis (7/11/2024).

Sekretaris Diskominfo Kaltim, Edi Hermawanto Noor, mengatakan kunjungan ini bertujuan memahami implementasi SPBE di Jateng, termasuk metode pengumpulan bukti dukung penilaian SPBE oleh pemerintah pusat.

“Dari awal penilaian SPBE sejak 2017, Pemprov Jateng selalu meraih peringkat pertama. Ini luar biasa. Kami ingin belajar langsung dari keberhasilan tersebut,” ujar Edi saat kegiatan di Ruang Fiber Optik Diskominfo Jateng.

Edi berharap studi ini dapat menjadi bekal untuk meningkatkan indeks SPBE Kaltim ke depan.

Sementara itu, Kepala Bidang e-Government Diskominfo Jateng, Iswahyudi, menegaskan bahwa kunci keberhasilan SPBE Jateng adalah kolaborasi lintas sektor.

“Kita tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi antara Diskominfo dengan Biro Organisasi, Inspektorat, dan OPD lain yang terkait indikator SPBE menjadi kunci mutlak,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, sebelum 2021 terdapat disparitas nilai SPBE yang cukup tinggi antarkabupaten/kota di Jateng. Penyebab utamanya adalah kurangnya kemampuan menyajikan data dukung dalam bentuk narasi dan dokumen yang tepat.

“Akhirnya kami kumpulkan bersama, bahkan seragamkan cara menjawab dan mengisi indikator SPBE, agar memudahkan tim penilai dalam melakukan penilaian,” tambahnya.

Upaya itu membuat rata-rata nilai SPBE kabupaten/kota di Jateng terus meningkat.

Iswahyudi juga menjelaskan, digitalisasi layanan publik di Jateng sudah dimulai sejak 2013, sebelum ada penilaian SPBE nasional. Sejumlah inovasi pun telah dikembangkan, seperti:

  • LaporGub (2014),
  • Perizinan online,
  • CSIRT (Computer Security Incident Response Team) pada 2020,
  • Tata Praja untuk layanan persuratan,
  • Internet desa,
  • Telemedicine,
  • hingga pembangunan Data Center Provinsi Jateng pada 2023.

“Seluruh inovasi itu merupakan wujud tanggung jawab kami untuk memberikan layanan publik yang cepat, murah, dan tuntas,” pungkasnya.

( Diskominfo.Jatengprov.go.id )

 

PPID se-Jawa Tengah Ikuti Bimtek Visualisasi dan Digitalisasi Informasi

SURAKARTA | UNGKAPREALITA.COM | Lebih dari 70 Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Lor In Syariah, Surakarta, pada 18–19 November 2024.

Mengusung tema “Pentingnya Visualisasi dan Digitalisasi Keterbukaan Informasi”, para peserta mendapatkan materi langsung dari para akademisi, praktisi pemerintahan, dan jurnalis.

Kepala Bidang Statistik Diskominfo Jateng, Hita Yoga Pratyaksa, dalam sambutannya mengatakan bahwa keterbukaan informasi merupakan fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

“Keterbukaan informasi memberikan akses kepada masyarakat untuk mengetahui dan mengawasi pelaksanaan program serta kebijakan pemerintah. Dengan begitu, akan tercipta transparansi dan akuntabilitas, terutama di Jawa Tengah,” ujar Hita, saat membuka kegiatan pada Senin malam (18/11/2024).

Ia menegaskan, bimtek ini penting untuk memperkuat kapasitas para PPID agar mampu menyampaikan informasi terkait kebijakan, program, kegiatan, serta hasil pembangunan secara transparan kepada masyarakat.

“Sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, informasi adalah hak seluruh warga negara Indonesia. Maka semua lembaga yang dibiayai APBN maupun APBD, baik instansi pemerintah maupun non-pemerintah, wajib menyampaikan informasi secara terbuka,” tegasnya.

Salah satu narasumber, fotografer dan jurnalis senior Maulana Muhammad Fahmi, mengungkapkan bahwa media visual seperti foto dan video kini menjadi sarana utama dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Sekarang masyarakat lebih cepat dan tertarik menyerap informasi dalam bentuk visual. Maka penyampaian pesan lewat foto dan video harus dilakukan secara benar sesuai prinsip jurnalistik,” jelas Fahmi.

Ia menambahkan, foto jurnalistik harus bersifat objektif, tidak dimanipulasi, mampu menyampaikan pesan yang jelas, serta memiliki nilai artistik agar menarik dan mudah diterima audiens.

( Diskominfo.Jatengprov.go.id )

 

102 Badan Publik Terima KIP Award 2024, Wujud Inovasi Pelayanan Informasi di Jateng

SEMARANG | UNGKAPREALITA.COM | Sebanyak 102 badan publik di Jawa Tengah menerima penghargaan Komisi Informasi Provinsi (KIP) Award 2024, dalam acara yang digelar di Patra Convention Hotel Semarang, Senin (9/12/2024) malam. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan inovasi badan publik dalam memberikan layanan informasi kepada masyarakat.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Indra Ashoka Mahendrayana, mengatakan penghargaan ini merupakan bagian dari akhir rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang telah berlangsung selama enam bulan terakhir.

“Pesertanya meningkat dibandingkan tahun lalu. Dari sekitar 300 badan publik yang mengikuti proses monev, sebanyak 102 di antaranya menerima penghargaan malam ini,” jelas Indra.

Ia menyebut, tahun ini ada partisipasi penuh dari badan publik penyelenggara pemilu, seperti KPU dan Bawaslu se-Jawa Tengah. Penilaian dilakukan melalui berbagai tahapan, di antaranya:

  • Pemeriksaan konten informasi publik wajib berkala
  • Penilaian website dan media sosial
  • Penilaian Self Assessment Questionnaire (SAQ) melalui aplikasi E-Monev
  • Visitasi dan verifikasi lapangan
  • Uji publik

Indra menilai, peningkatan kualitas badan publik juga didukung oleh indikator penilaian yang terus disempurnakan setiap tahunnya. Hal ini mendorong badan publik untuk terus berinovasi dalam penyampaian informasi.

Ia juga mengingatkan agar badan publik yang belum mencapai status “informatif” tidak berkecil hati dan tetap mengikuti monev di tahun berikutnya.

“Rata-rata yang belum informatif masih terkendala di tahap awal, seperti kurangnya pembaruan pada website dan media sosial. Misalnya, daftar informasi publik atau informasi yang dikecualikan belum diperbarui,” ungkapnya.

Khusus untuk badan publik penyelenggara pemilu, kata Indra, penilaiannya berbeda karena menyangkut keterbukaan informasi dalam konteks Pilpres, Pileg, dan Pilkada yang baru saja berlangsung.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu mendorong lembaga pemerintah untuk berlomba-lomba menjadi badan publik yang informatif.

“Informasi yang diberikan badan publik harus bisa diakses dan dimanfaatkan masyarakat. Dari situ, kita bisa mendapat umpan balik berupa kritik, saran, maupun masukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keterbukaan informasi merupakan hak masyarakat dan bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan partisipatif.

“Kalau jalannya salah dan ada masyarakat yang mengingatkan, itu artinya perhatian. Kita ini abdi masyarakat. Kritik harus kita terima dengan hati terbuka,” pungkasnya.

( Diskominfo.Jatengprov.go.id )

Diskominfo Jateng Pantau Pilkada Serentak 2024 di Blora

BLORA | UNGKAPREALITA.COM| Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah melakukan pemantauan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Kabupaten Blora, Rabu (27/11/2024). Pemantauan dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).

Rangkaian pemantauan diawali di TPS 5 Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo. Di lokasi tersebut, rombongan Diskominfo Jateng sekaligus melaksanakan pencoblosan. Selanjutnya, pemantauan berlanjut ke beberapa TPS lain di wilayah Kecamatan Jepon dan Banjarejo.

Pelaksanaan pemungutan suara untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah serta Bupati dan Wakil Bupati Blora berlangsung dalam suasana aman, lancar, dan kondusif. Baik panitia penyelenggara maupun pemilih tampak tertib dan kooperatif.

Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo Jawa Tengah, Dadang Somantri, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pilkada di Blora berjalan dengan baik dan partisipasi masyarakat cukup tinggi.

> “Alhamdulillah hari ini kami melakukan pemantauan ke sejumlah TPS bersama Forkopimda, juga dari Polda dan Kodam. Pemilihan berlangsung aman, sangat kondusif, dan tenang. Pemantauan kami lakukan selama dua hari sejak kemarin,” ujar Dadang.

Ia menambahkan, dari hasil pantauan, antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya sangat tinggi. Hal ini terlihat dari tingginya kunjungan warga ke TPS sejak pagi.

> “Sejak pukul 07.00 WIB, masyarakat sudah ramai mendatangi TPS. Ini menunjukkan partisipasi yang sangat baik,” lanjutnya.

Dadang juga mengapresiasi kinerja panitia penyelenggara yang dinilai optimal dalam memberikan pelayanan kepada para pemilih. Ia turut mengimbau agar masyarakat tetap menjaga situasi yang damai pasca pencoblosan.

> “Siapa pun yang terpilih nanti adalah hasil pilihan kita bersama. Mari jaga terus kondusivitas daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ela (20), salah satu pemilih di TPS 5 Sendangwungu, menyampaikan rasa senangnya dapat berpartisipasi dalam Pilkada tahun ini.

> “Hari ini saya ikut memilih Gubernur dan Bupati. Saya berharap pemimpin terpilih bisa memajukan anak muda,” tuturnya.

Ela menambahkan, proses pemungutan suara berjalan lancar dan pelayanan petugas sangat baik.

> “Petugasnya ramah dan melayani dengan baik,” tandasnya.

(Diskominfo.jatengprov.go.id)

300 Badan Publik Ikuti Uji Publik Keterbukaan Informasi 2024

SEMARANG | UNGKAPREALITA.COM | Sebanyak 300 badan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengikuti presentasi uji publik dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Badan Publik 2024, Rabu (20/11/2024). Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat semakin meningkat dan transparan.

Kegiatan yang berlangsung di Kompleks BPSDMD Jawa Tengah ini dibuka oleh Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Sekda Jawa Tengah, Slamet AK. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan syarat utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Ajang ini menjadi pengingat dan dorongan bagi badan publik agar senantiasa terbuka dan transparan. Keterbukaan informasi adalah bagian dari akuntabilitas,” ujar Slamet, mewakili Sekda Jateng, Sumarno.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keterbukaan informasi tetap memiliki batasan yang diatur oleh peraturan perundang-undangan. Prinsip yang digunakan adalah Maximum Access Limited Exemption (MALE), yakni membuka akses informasi seluas-luasnya dengan pengecualian yang ketat dan terbatas.

Untuk itu, Slamet meminta agar para pejabat publik memahami dengan baik regulasi yang berlaku, sementara masyarakat sebagai pengguna informasi juga harus menyadari batasan-batasan tersebut.

Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa Tengah, Indra Ashoka Mahendrayana, menyampaikan bahwa uji publik tahun ini cukup istimewa karena diikuti oleh lebih banyak peserta dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun 2023 diikuti 250 badan publik, dan tahun ini meningkat menjadi 300. Ini mencerminkan semangat keterbukaan yang semakin menguat,” katanya.

Indra menjelaskan bahwa uji publik berlangsung selama dua hari dan melibatkan tim panelis dari lintas sektor, mulai dari insan pers, ahli kesehatan masyarakat, hingga praktisi teknologi informasi.

“Penilaian mencakup komitmen anggaran, inovasi, serta pelayanan terhadap permohonan informasi publik,” jelasnya.

Secara umum, Indra menilai kinerja badan publik di Jawa Tengah sangat baik. Hal ini ditunjukkan dengan capaian status “Provinsi Informatif” selama enam tahun berturut-turut.

“Jika tahun ini bisa dipertahankan, maka akan menjadi penghargaan ketujuh secara berturut-turut. Semua ini berkat kerja keras dan komitmen PPID di seluruh Jawa Tengah,” pungkasnya.

( Diskominfo.Provjateng.go.id )

DWP Diskominfo Jateng Salurkan Bantuan ke Ponpes Sambut Hari Ibu ke-96 dan HUT ke-25

SEMARANG | UNGKAPREALITA.COM | Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan sosial ke sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Kota Semarang dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-96 dan HUT ke-25 DWP, pada Kamis (19/12/2024).

Kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan di Yayasan Darul Karim Ngadirgo, Kecamatan Mijen, dan dilanjutkan ke Ponpes Tahfidz Rijalul Qur’an Pakintelan, Kecamatan Gunungpati. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan uang tali asih.

Ketua DWP Diskominfo Jateng, Dwi Karyanti Dadang Somantri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan peran ibu dalam mendukung pendidikan generasi muda, khususnya yang menempuh pendidikan agama di pondok pesantren.

> “Ini bagian dari kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya, agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang sukses, saleh, dan salehah,” ujarnya.

Dwi Karyanti juga berharap agar silaturahmi antara DWP Diskominfo dan yayasan/ponpes terus terjalin dan menghasilkan generasi emas di masa depan.

Apresiasi dari Pihak Pondok Pesantren

Sekretaris Ponpes Tahfidz Rijalul Qur’an, Ustaz Arif M, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menegaskan bahwa ponpes yang dipimpinnya membuka akses pendidikan gratis tanpa pungutan biaya, khususnya untuk anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa.

> “Tidak ada biaya gedung. Semua seikhlasnya melalui sedekah,” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Darul Karim, Ustaz Miftahul Huda, juga menyambut baik inisiatif sosial dari DWP Diskominfo Jateng.

> “Ini luar biasa. Semoga membawa manfaat besar dan ke depan yayasan kami bisa semakin berkembang,” tandasnya.

(Diskominfo.jatengprov.go.id)

Diskominfo Jateng Resmi Tutup Program Desa Dampingan di Plosokerep, Sragen

SRAGEN | UNGKAPREALITA.COM | Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah menggelar penutupan Program Desa Dampingan di Desa Plosokerep, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, pada Selasa (24/12/2024). Penutupan ini menandai selesainya program pendampingan selama satu tahun dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Plt Kepala Diskominfo Jateng, Dadang Somantri, menjelaskan bahwa program ini dimulai sejak Januari 2024, berdasarkan data dari BPS yang menyatakan status Desa Plosokerep sebagai desa miskin.

> “Kami lihat kondisi infrastrukturnya sudah baik, tetapi angka kemiskinannya masih tinggi. Maka, kami intervensi berbagai sektor untuk menurunkannya,” ujar Dadang.

Hasil Nyata: Penurunan Stunting dan Peningkatan Pemberdayaan

Selama satu tahun pendampingan, berbagai program dilaksanakan, antara lain:

Penanganan stunting: Pengukuran lingkar kepala balita dan pemberian makanan bergizi untuk balita, lansia, yatim piatu, penyandang disabilitas, dan keluarga kurang mampu.

> “Angka stunting turun dari 20 menjadi 9 anak.”

Rehabilitasi fisik: Renovasi 2 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan 1 unit jamban keluarga.

Pemberdayaan ekonomi:

Pelatihan pembuatan keset dari kain perca dan budidaya jamur, berikut bantuan alat produksi.

Produk hasil pelatihan dipasarkan melalui stan Diskominfo bersama produk UMKM Sragen.

Keterbukaan informasi publik: Pembentukan PPID Desa dan pemasangan wifi gratis di balai desa.

Digitalisasi UMKM: Pelatihan digital marketing untuk pengusaha lokal.

Penguatan nasionalisme: Pembagian bendera merah putih untuk 50 KK.

Dukungan pertanian: Distribusi bibit tanaman dan ayam kecil kepada warga desa.

> “Kami harap bantuan ini bisa terus dimanfaatkan meskipun program kami sudah selesai,” tambah Dadang.

Apresiasi dari Pemerintah Desa

Kepala Desa Plosokerep, Yusron Basuki, menyampaikan apresiasi atas program yang telah mendorong desanya keluar dari status “desa miskin ekstrem”.

> “Terima kasih atas segala bantuan dan pendampingan dari Diskominfo Jateng. Ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

(Diskominfo.jatengprov.go.id)