GUNUNGKIDUL – www.ungkap realita. Com
Teka-teki pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul akhirnya mendapat jawaban tegas dari pucuk pimpinan Golkar DIY
. Ketua DPD Partai Golkar DIY, Singgih Januratmoko, memastikan Musda tetap akan dilaksanakan dan tidak ada pembatalan.
Namun, di balik kepastian tersebut, muncul pernyataan yang tak kalah menarik. Singgih menyoroti adanya dugaan gerakan yang ditunggangi kepentingan kandidat tertentu menjelang kontestasi perebutan kursi Ketua DPD Golkar Gunungkidul.
Pernyataan tersebut disampaikan Singgih pada Sabtu (31/10/2026), merespons semakin menguatnya desakan kader tingkat kapanewon hingga ranting yang meminta Musda XI segera dilaksanakan
.
“Musda Golkar Gunungkidul pasti dilaksanakan. Tidak ada pembatalan. Akan segera disiapkan untuk pelaksanaan Musda dalam waktu dekat sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi,” tegas Singgih.
Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas kegelisahan kader yang selama ini mempertanyakan ketidakpastian jadwal Musda.
ADA DUGAAN GERAKAN DITUNGGANGI KANDIDAT?
Yang menjadi perhatian justru pernyataan Singgih mengenai dugaan adanya kepentingan tertentu di balik gerakan yang berkembang di internal Golkar Gunungkidul.
Ia mengaku pihaknya memperoleh informasi bahwa gerakan tersebut diduga mendapat dukungan salah satu pihak yang memiliki kepentingan dalam kontestasi Musda.
Singgih mengingatkan agar aspirasi kader tidak dimanfaatkan sebagai kendaraan untuk memenangkan kandidat tertentu.
Meski demikian, pernyataan tersebut masih berupa dugaan dan belum disertai pengungkapan identitas kandidat maupun bukti keterlibatan secara terbuka.
MUSDA BUKAN ARENA SALING MENEKAN
Singgih menegaskan, Musda seharusnya menjadi forum demokrasi organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan Golkar Gunungkidul, bukan arena saling menekan atau melakukan mobilisasi massa.
Ia meminta seluruh kandidat maupun pendukungnya menghormati mekanisme partai.
Menurutnya, setiap pihak memiliki kesempatan menyampaikan gagasan, visi, dan program terbaik untuk membangun kekuatan Partai Golkar ke depan.
AKAR RUMPUT SUDAH BERSUARA, KAPAN MUSDA DIGELAR?
Sebelumnya, desakan pelaksanaan Musda XI semakin menguat.
Sejumlah pengurus tingkat kecamatan hingga ranting telah menyuarakan keprihatinan atas berulangnya penundaan agenda tersebut.
Bahkan, konsolidasi kader digelar di Wonosari pada Jumat (30/10/2026) untuk meminta kepastian pelaksanaan Musda.
Kini, setelah Ketua DPD Golkar DIY memberikan penegasan, perhatian kader tertuju pada satu hal: kapan tanggal pelaksanaan Musda benar-benar ditetapkan?
Sebab, yang dibutuhkan bukan sekadar pernyataan bahwa Musda pasti digelar, melainkan kepastian jadwal dan proses organisasi yang transparan serta dapat diterima seluruh kader.
BOLA PANAS KINI ADA DI TANGAN GOLKAR DIY.
Akankah Musda XI segera terlaksana dan menjadi momentum konsolidasi organisasi? Ataukah dinamika perebutan kursi ketua masih akan diwarnai tarik-menarik kepentingan?
Satu hal yang pasti, publik kini menunggu pembuktian atas janji pelaksanaan Musda tersebut.
Redaksi ungkap realita com

