Selasa, Oktober 27, 2026

VIRAL! 2 GELAS ES JERUK DITAGIH Rp40 RIBU DI JOGJA, HASTO WARDoyo JANJI TERTIBKAN PEDAGANG NAKAL

YOGYAKARTA —www.ungkaprealita.com

Kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, kembali menjadi sorotan setelah seorang wisatawan bernama Endah mengaku harus membayar Rp40 ribu untuk dua gelas es jeruk biasa

. Harga tersebut memicu perbincangan publik dan kembali menghidupkan polemik dugaan praktik nuthuk atau penjualan makanan dan minuman dengan harga yang dinilai tidak wajar di kawasan wisata.

Endah mengaku membeli dua gelas es jeruk peras biasa dengan harga Rp20 ribu per gelas. Menurut pengakuannya, ia telah menanyakan harga sebelum membeli. Namun, pedagang disebut tidak menyediakan daftar harga yang bisa dilihat pembeli.
“Untuk daftar harga tidak ada,” ujar Endah, sebagaimana dikutip dari pemberitaan yang beredar.

Harga Rp40 ribu untuk dua gelas es jeruk tersebut sontak mengundang reaksi masyarakat. Sejumlah warganet membandingkannya dengan harga minuman serupa di daerah lain yang disebut berkisar Rp5 ribu per gelas.

Berita Lainnya  PEGIAT LSM DI SUKOHARJO DI TANGKAP POLISI TERKAIT TAMBANG GALIAN C

Meski demikian, kewajaran harga semestinya dinilai dengan mempertimbangkan ukuran porsi, lokasi usaha, biaya operasional, serta transparansi informasi harga kepada konsumen.

HASTO WARDOYO JANJI BERTINDAK

Menanggapi persoalan tersebut, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyatakan akan menertibkan oknum pedagang yang merugikan wisatawan. Ia juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turun tangan
.
Langkah tersebut diharapkan tidak berhenti pada imbauan semata, tetapi disertai pengawasan nyata di lapangan agar wisatawan memperoleh informasi harga secara jelas sebelum melakukan transaksi.

Transparansi harga menjadi hal penting, terutama di kawasan wisata yang setiap harinya dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

KASUS BERULANG, SOSIALISASI SAJA CUKUP?

Persoalan harga makanan dan minuman di kawasan wisata Yogyakarta bukan kali pertama menjadi perbincangan publik.
Sebelumnya, kasus harga gudeg yang disebut mencapai Rp85 ribu dan polemik harga es kelapa di kawasan Parangtritis juga sempat menyedot perhatian masyarakat.

Berita Lainnya  GEGER! DUGAAN GRATIFIKASI PROLANIS DEVARA GUNUNGKIDUL DISOROT, ESTIMASI KERUGIAN NEGARA RP12 MILIAR DIPERTANYAKAN

Kini, muncul lagi keluhan wisatawan terkait harga es jeruk di Malioboro.
Rentetan kejadian tersebut memunculkan pertanyaan: mengapa persoalan serupa terus berulang meskipun pemerintah telah melakukan sosialisasi dan mengingatkan pedagang untuk mencantumkan daftar harga?
Publik tentu berharap penanganan masalah ini tidak hanya dilakukan ketika sebuah kasus viral di media sosial.

Pengawasan rutin, keterbukaan harga, mekanisme pengaduan konsumen, serta penindakan sesuai ketentuan yang berlaku dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada wisatawan.

Di sisi lain, pedagang juga berhak menentukan harga jual dengan mempertimbangkan biaya usaha. Namun, informasi harga perlu disampaikan secara jelas agar konsumen dapat mengambil keputusan sebelum membeli.

Berita Lainnya  Tergiur bayaran Besar Nekat oknom Rombonggan DC dari jogja pergi ke Kudus nagih utang akirnya bentrok dengan warga kudus.

JANGAN SAMPAI CITRA WISATA JOGJA TERCOR​​ENG

Yogyakarta dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Keramahan masyarakat dan kenyamanan wisatawan menjadi bagian penting dari daya tarik kota ini.

Karena itu, persoalan dugaan harga tidak wajar perlu ditangani secara serius dan adil. Jangan sampai pengalaman buruk sebagian wisatawan memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap destinasi wisata Yogyakarta secara keseluruhan.

Janji penertiban dari pemerintah kota kini menjadi perhatian publik. Masyarakat menunggu langkah konkret untuk memastikan persoalan serupa tidak terus berulang.

Pertanyaannya, apakah janji penertiban ini akan benar-benar diwujudkan melalui pengawasan dan penindakan yang konsisten, atau kembali menjadi respons setelah kasus ramai diperbincangkan?

Redaksi ungkap realita
Sumber. RiRIN. Wisatawan. TEGAL

ARTIKEL LAINNYA

NASIONAL

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Make it modern

Most Popular

Make it modern

Make it modern

INDEKS