- GUNUNGKIDUL – www.ungkaprealita.com Sunarto, S.ST. akhirnya terpilih sebagai Lurah Bandung, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, dalam Pemilihan Lurah (Pilur) yang digelar Sabtu, 26 September 2026.
Dalam hasil rekapitulasi suara, Sunarto yang merupakan calon nomor urut 2 memperoleh 1.107 suara. Sementara calon nomor urut 3, Mawal Edi Tri Kusmantya, memperoleh 868 suara dan calon nomor urut 1, Tony Kuntoro, mendapatkan 289 suara.
Pelaksanaan Pilur Bandung sendiri berlangsung dalam suasana tertib. Pemerintah Kalurahan Bandung juga mencatat bahwa proses pemungutan suara di sejumlah TPS berjalan lancar dan kondusif.
Kemenangan tersebut menjadi amanah baru bagi Sunarto untuk memimpin Kalurahan Bandung. Kepada awak media, Selasa (6/10/2026), Sunarto menyampaikan bahwa jabatan lurah bukan semata-mata tujuan untuk memperoleh kedudukan, melainkan kesempatan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.
> “Semoga amanah rakyat ini bisa saya pertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” ujar Sunarto.
Ia menegaskan, pembenahan birokrasi akan menjadi salah satu prioritas setelah dirinya resmi dilantik.
Menurut Sunarto, tata kelola pemerintahan di Kalurahan Bandung perlu ditata kembali agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
“Birokrasi harus saya tata dari nol agar kinerja seluruh perangkat dalam melayani masyarakat bisa berjalan optimal. Itu yang utama,” katanya.
Bukan Sekadar Jabatan
Sunarto mengatakan, dirinya tidak melihat jabatan lurah hanya sebagai sebuah posisi. Ia ingin menggunakan kesempatan tersebut untuk mengabdikan diri dan menjawab harapan masyarakat Bandung.
“Jabatan lurah ini bukan tujuan saya sebagai jabatan. Saya ingin mengabdikan hidup saya kepada warga masyarakat Bandung, Playen,” ungkapnya.
Ia menyadari masih terdapat berbagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Karena itu, Sunarto berencana melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang ada di Kalurahan Bandung.
Ia juga menekankan pentingnya pemerintahan kalurahan yang transparan, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan aset kalurahan.
“Kalurahan Bandung harus berjalan transparan dan terbuka dalam mengelola keuangan dan aset desa. Rakyat jangan sampai dikecewakan. Semua demi kemajuan masyarakat Bandung,” tegasnya.
Persoalan Lama Akan Ditinjau Kembali
Sunarto juga menyatakan akan meninjau kembali berbagai persoalan yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, setiap persoalan perlu dibuka dan dicari penyelesaiannya secara baik agar tidak terus menjadi polemik.
“Persoalan-persoalan di Kalurahan Bandung harus kita selesaikan dan pertanggungjawabkan. Banyak persoalan yang harus kita tinjau kembali agar bisa tuntas dan tidak menjadi polemik di masyarakat,” ujarnya.
Setelah dilantik nantinya, Sunarto berencana menggelar rapat bersama seluruh perangkat kalurahan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengevaluasi sekaligus menata kembali tata kelola pemerintahan Kalurahan Bandung.
“Saya akan langsung menggelar rapat dengan seluruh perangkat desa untuk menata kembali Kalurahan Bandung agar lebih terbuka. Kita evaluasi semuanya, apa saja yang masih menjadi persoalan di Kalurahan Bandung, kita buka kembali,” katanya.
Ajak Warga Ikut Mengawasi Pemerintahan
Sunarto juga meminta dukungan seluruh masyarakat Bandung agar bersama-sama membangun kalurahan dengan semangat kebersamaan.
Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi juga ikut mengawasi jalannya pemerintahan.
“Basudkal kita libatkan sebagai pengawas kinerja kami sebagai lurah yang baru,” ujarnya.
Sunarto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan membangun Bandung agar semakin maju, dengan tetap menjaga kerukunan dan suasana aman serta tenteram.
“Bersama rakyat, kita menuju masyarakat Bandung yang maju.
Bersama rakyat, rukun, adem ayem,” pungkasnya.
Pemilihan Lurah Bandung merupakan bagian dari Pilur serentak di Gunungkidul yang digelar pada 26 September 2026. Pemkab Gunungkidul menyebut sebanyak 31 kalurahan mengikuti pemilihan serentak tersebut.
Mbah mar

