Kamis, Juli 30, 2026
Beranda blog Halaman 26

“Boelak Kapal” Karawang: Bebek rempah juara yang lahir dari scroll medsos

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Dari sekadar berselancar di media sosial, Ari Susanto menemukan ide yang kini menjadi identitas usahanya. Pemilik warung makan “Boelak Kapal” di Jalan Melati No. 8 Kel Karawang wetan Kec. Karawang Timur. Itu mengaku jatuh hati pada nama unik tersebut dan langsung menjadikannya merek dagang warungnya.

“Waktu itu saya sedang lihat-lihat media sosial, ketemu nama ini. Unik sekali, langsung saya pakai,” ujar Ari saat ditemui pada Selasa (13/8/2025).

Warung yang buka setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB ini menyuguhkan beragam menu ayam dan bebek berbumbu rempah khas. Olahan Bebek Boelak menjadi primadona, dipadukan dengan minuman segar Es Durian yang selalu menjadi incaran pelanggan.

Menurut Ari, rahasia kelezatan menunya terletak pada racikan bumbu yang dibuat khusus. “Bebek kami punya rasa berbeda. Rempahnya kami olah sendiri, aromanya lebih kuat, rasanya pun lebih kaya,” jelasnya.

Harga yang ditawarkan cukup ramah di kantong, mulai dari Rp21 ribu per porsi. Tidak heran, pelanggan setia kerap kembali untuk menikmati sensasi gurih dan harum rempah yang khas.

“Untuk menu nya cukup beragam ya Ayam nya juga mateng nya pas, rasanya enak, sambel nya juga juara.” ujar Daiffa

Boelak Kapal sebelumnya pernah memiliki cabang di kawasan Kosambi. Namun, cabang itu kini tutup sementara. Ari memastikan ia tengah mencari lokasi strategis untuk membuka kembali cabang tersebut.

Dengan rasa yang autentik dan nama yang unik, Boelak Kapal terus memikat lidah warga Karawang dan sekitarnya membuktikan bahwa inspirasi dari dunia maya bisa membawa kesuksesan di dunia nyata. (red)

Kejari Karawang Gelar Pasar Murah dan Layanan Hukum Gratis untuk Warga Tirtamulya Peringati HUT ke-80 RI

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Lahir Kejaksaan yang juga ke-80, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menggelar Gerakan Pasar Murah yang dipadukan dengan kegiatan Pelayanan Administrasi Terpadu (PATEN) serta Pelayanan Hukum Gratis.

Acara berlangsung di Kecamatan Tirtamulya pada Selasa (12/8/2025) dan dihadiri oleh Bupati Karawang, Dandim 0604/KRW, Wakapolres Karawang, para asisten di lingkungan Setda Karawang, kepala OPD, camat, kepala desa, serta ratusan warga setempat.

Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Dedy Irwan Virantama, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan pasar murah serentak yang diinisiasi oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dan Perum Bulog.

“Hari ini, ada 26 Satuan Kerja Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat yang serentak menggelar pasar murah. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat melalui zoom meeting,” kata Dedy.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Kejaksaan di tengah masyarakat tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga membantu meringankan beban hidup mereka. Momentum HUT ke-80 ini menjadi pengingat bahwa Kejaksaan harus mengabdi dengan integritas dan profesionalisme,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Gerakan Pasar Murah, Kejari Karawang berkolaborasi dengan Bulog Kabupaten Karawang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi, UMKM, serta berbagai pihak seperti KKN STIT Rakeyan Santang 2025, UMKM Desa Citarik, UMKM Desa Bojongsari, UMKM Desa Kamurang, UMKM Desa Karangjaya, UMKM Desa Kertawaluya, UMKM Desa Parakanmulya, UMKM Desa Tirtasari, UMKM Desa Parakan, UMKM Desa Cipondoh, dan UMKM Desa Karangsinom.

Berbagai kebutuhan pokok disediakan dengan harga di bawah pasaran, antara lain:

-Pasar Murah Bulog
-Beras SPHP 1,5 ton (Rp57.000/karung/5 kg)
-Beras Premium 20 pax (Rp72.000/karung/5 kg)
-Gula “Manis Kita” 20 kg (Rp17.500/kg)
-Minyak Kita 120 liter (botol dan pouch, Rp15.000)

Pasar Murah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

-Beras FDP Medium 4 ton (Rp50.000/karung/5 kg)
-Telur ayam 50 kg (Rp26.000/kg)
-Minyak Premium Nutura 240 pouch (Rp33.000/2 liter)
-Gula pasir 50 kg (Rp16.000/kg)

Kejaksaan berharap program ini dapat membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Kejaksaan hadir untuk semua aspek kehidupan masyarakat. Kami tidak hanya bekerja di balik meja atau di ruang sidang, tapi juga turun langsung membantu warga. Sinergi dengan pemerintah daerah, Bulog, dan pelaku UMKM adalah bukti nyata komitmen tersebut,” tambah Dedy Irwan.

Selain pasar murah, Kejari Karawang juga menyediakan pelayanan hukum gratis bagi masyarakat, memberikan kesempatan bagi warga untuk berkonsultasi langsung dengan jaksa terkait persoalan hukum yang mereka hadapi.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kejaksaan Negeri Karawang berharap hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta sinergi dalam membangun Karawang yang lebih baik. (RED)

Semangat PRIMA Lapas Karawang Tumbuh di Tengah Suasana Kekeluargaan

0

JAKARTA | UNGKAPREALITA.COM | Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang semarakkan hari kedua gelaran Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest) 2025, Sabtu (9/8). Suasana kebersamaan dan keceriaan mewarnai Family Gathering Semarak HUT ke-80 Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) yang merupakan salah satu rangkaian acara IPPAFest 2025 yang berlangsung pada 8 s.d. 10 Agustus 2025 di Pantai Aloha Pasir Purih, PIK 2 Jakarta.

Kepala Lapas Karawang, Christo Toar yang memimpin rombongan pegawai beserta keluarga menyampaikan bahwa kegiatan family gathering ini bertujuan untuk meningkatkan kekompakan dan kekeluargaan antar petugas serta keluarga. “Disela padatnya aktivitas kerja, dukungan dari keluarga dan rekan kerja sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja.“ ujarnya.

Kegiatan diawali dengan jalan santai yang dilepas langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, pukul 07.30 WIB. Dalam sambutannya, Menteri Agus mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momen ini untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kesehatan.

“Kegiatan ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga memperkuat ikatan kebersamaan di antara kita. Semoga semangat ini terus kita bawa dalam menjalankan tugas,” pesannya.

Selepas jalan santai, peserta disuguhi doorprize menarik yang menambah semarak suasana. Sorak-sorai dan tawa pecah saat berbagai fun games, seperti tarik tambang, berlangsung di area utama.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, turut menyemangati rombongan Lapas Karawang yang mengikuti kegiatan fun games tarik tambang. Sorak sorai semangat penuh kehangatan dan kebersamaan berpadu dibawah terik langit Aloha Pasir Putih. “Ayo semangat, terus tarik terus.” Sorak Kakanwil menyemangati.

Family Gathering ini menjadi pengingat bahwa di tengah padatnya tugas pemasyarakatan, kehangatan keluarga tetap menjadi pondasi yang tak tergantikan. Dengan semangat PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel) Lapas Karawang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. *** (Red)

Tingkatkan Akses Kesehatan, EM Health Medical Center Selenggarakan Layanan Gratis untuk Anak

0

BALEENDAH | UNGKAPREALITA.COM |  Wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali diwujudkan melalui kegiatan Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis (Mini MCU) yang digelar di Pesantren Sekolah Cinta Ilmu, Jl. Raya Laswi No. 316, Wargamekar, Baleendah, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

Kegiatan sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara Sekolah Cinta Ilmu, Hj. Ivonne P., dan EM Health Medical Center. Sebanyak 44 anak dari wilayah Baleendah mengikuti program ini secara gratis, dengan semangat berbagi dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Khitanan Gratis, Bingkisan, dan Pemeriksaan Kesehatan

Selain layanan khitan gratis, setiap peserta juga memperoleh baju koko, uang saku, nasi tumpeng, sarung, serta bingkisan menarik sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral. Tidak hanya itu, peserta juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan dasar (Mini MCU) sebagai bagian dari edukasi pentingnya hidup sehat sejak dini.

Cerminan Cinta Sesama

Pemilik dan pengelola Pesantren Sekolah Cinta Ilmu, Hj. Misdiati, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi warga sekitar yang sebagian besar hidup dalam keterbatasan.

“Khitanan massal ini awalnya ditargetkan untuk 50 anak, namun yang terealisasi sebanyak 44 peserta karena beberapa mengundurkan diri karena sakit. Tujuan utama kami adalah membantu masyarakat sekitar, karena untuk mengkhitankan anak saja mereka kesulitan, apalagi untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkap Misdiati.

Kolaborasi yang Menginspirasi

Sementara itu, Hj. Ivonne P., yang turut menginisiasi kegiatan ini, menyebutkan bahwa program ini lahir dari semangat sosial bersama.

“Kami bertiga—saya, Ibu Misdiati, dan dr. Eka—berasal dari lingkungan yang sama dan satu visi dalam kegiatan sosial. Ibu Misdiati sebagai tuan rumah, saya sebagai pelaksana lapangan, dan EM Health sebagai penyedia layanan medis. Alhamdulillah, semuanya bisa terwujud dengan baik,” jelas Ivonne.

Selain khitan, peserta juga diberikan santunan berupa amplop uang, makanan, serta edukasi ringan dari para tenaga medis.

“Satu porsi tumpeng bahkan cukup untuk 10 orang di rumah. Harapannya ini bisa membawa kebahagiaan bagi keluarga mereka,” tambahnya.

Ivonne berharap kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini, dan akan terus berlanjut pada kegiatan sosial lainnya seperti santunan anak yatim atau program untuk para hafidz Qur’an.

Komitmen Sosial EM Health Medical Center

Founder dan CEO EM Health Medical Center, dr. Eka Puspita Notonogoro, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi besar EM Health sebagai penyedia layanan kesehatan yang menyeluruh dan terintegrasi (One Stop Healthcare Solution).

“Kami ingin sinergi ini berlanjut. Tidak hanya sunatan massal, tapi juga pelatihan P3K, pembiasaan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), hingga edukasi kesehatan lainnya di pesantren-pesantren di Jawa Barat,” jelas dr. Eka.

Dirinya juga mengajak seluruh pihak untuk terus aktif dalam kolaborasi sosial lintas sektor demi terciptanya masyarakat yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual.

“Ini bukan hanya investasi untuk dunia, tapi juga ladang ibadah bagi kita semua. Semoga kegiatan ini membawa manfaat seluas-luasnya untuk sesama,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan penceramah kondang Habib Alkaf yang menyampaikan tausiah dan doa bersama untuk para peserta dan keluarga yang hadir. Nuansa religius dan kekeluargaan pun begitu terasa sepanjang kegiatan.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program serupa di masa mendatang, panitia membuka layanan informasi dan pendaftaran melalui WhatsApp di nomor: 0856-9458-5850. (Red)

ASPHRI dan UNKRIS Teken MoU, Buka Program S2 dan S3 Hybrid untuk Praktisi SDM

0

JAKARTA | UNGKAPREALITA.COM | Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) terkait kerja sama dalam pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi dan pembukaan kelas “Hybrid” untuk Program Pascasarjana (S2 Manajemen Sumber Daya Manusia) serta Program Doktoral (S3 Ilmu Hukum).

Penandatanganan kerja sama ini berlangsung pada Kamis, 31 Juli 2025, bertempat di Kampus UNKRIS, Jakarta. MoU ditandatangani langsung oleh Ketua Umum ASPHRI, Dr. Yosminaldi, SH., MM, dan Rektor UNKRIS, Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Ali Johardi, SH., MH, disaksikan oleh jajaran pimpinan kedua lembaga.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Dewan Pembina ASPHRI Prof. Dr. Bomer Pasaribu, SE., SH., MS., Sekretaris Dewan Pembina Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, serta Ketua Dewan Pengarah Dr. B. Woerjono, SH., MH., MM

Dalam sambutannya, Ketua Umum ASPHRI, Dr. Yosminaldi menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen ASPHRI dalam mendukung peningkatan kapasitas dan profesionalisme para praktisi SDM serta pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini. ASPHRI ingin menjadi jembatan antara dunia profesional dan akademik, agar transfer ilmu dan pengalaman praktis bisa terjadi secara seimbang. Program S2 dan S3 dengan sistem hybrid ini membuka kesempatan luas bagi para praktisi di seluruh Indonesia,” ujar Dr. Yosminaldi.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini dirancang agar fleksibel namun tetap berkualitas tinggi, sehingga bisa menjangkau para profesional yang selama ini kesulitan melanjutkan studi karena keterbatasan waktu atau lokasi.

“Dengan konsep hybrid, peserta bisa tetap produktif di tempat kerja sambil menempuh pendidikan lanjut. Ini sejalan dengan semangat lifelong learning yang terus kami dorong di kalangan profesional SDM,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UNKRIS, Dr. Ali Johardi, menyampaikan apresiasinya terhadap ASPHRI yang telah mempercayakan UNKRIS sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan program pendidikan pascasarjana dan doktoral.

“Kami menyadari pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan asosiasi profesi. Ini adalah langkah nyata menuju penguatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” ujar Rektor.

MoU ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaboratif lainnya, termasuk pelatihan, seminar, publikasi ilmiah, dan penelitian bersama yang berdampak langsung bagi pengembangan dunia kerja dan keilmuan. *** ( Red )

Gus Iqbal Tak Henti Perjuangkan Hak Pesantren di Karawang

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karawang yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Endang Sodikin , pada Kamis (31/7/2015), beragendakan pembahasan Tiga Raperda Prioritas dan APBD 2025. Diantaranya,

* Raperda tentang Pencegahan dan Penanganan Permukiman Kumuh
* Raperda tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik
* Raperda tentang RPJMD Karawang 2025–2029

Selain itu, DPRD juga menyetujui perubahan KUA-PPAS serta APBD Tahun Anggaran 2025, dan menerima nota pengantar Raperda untuk KUA-PPAS 2026.

Dalam rapat paripurna tersebut Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Iqbal Jamalulail S.IP., M.Kesos, juga turut menyampaikan pandangannya.

Ia meminta pemerintah untuk juga memperhatikan sekolah swasta.

Hal ini disampaikannya sebagai upaya untuk memastikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak tertampung di sekolah negeri karena keterbatasan daya tampung.

Pada tahun ajaran baru ini, Jumlah peserta didik Kabupaten Karawang dari tingkat Paud sampai dengan SMA/Sederajat baik yang berstatus Negeri maupun Swasta berjumlah 449.143 jiwa (Kemendikdasmen per tanggal 29 Juli 2025).

Sebanyak 943 sekolah negeri dan 2.684 sekolah Swasta berdiri di tanah pangkal perjuangan ini, dari tingkat Paud hingga SMA/Sederajat, dengan presentase 46% dari jumlah peserta didik berada di bawah naungan sekolah swasta.

“Kita harus mengapresiasi program prioritas pembangunan dan pembenahan sekolah yang difokuskan oleh saudara Bupati kepada sekolah-sekolah negeri, akan tetapi kami kira perlu adanya pertimbangan kembali, agar hilangnya dikotomi antara sekolah negeri dengan sekolah swasta yang keduanya sama-sama memiliki semangat membangun peradaban,” kata Gus Iqbal mengawali sambutannya.

Sekolah swasta lanjutnya, seharusnya juga bisa merasakan bantuan dari tangan pemerintah daerah Kabupaten Karawang.

“Kami sedang tidak berbicara atas nama sekolah swasta yang diunggulkan, kami sedang tidak berbicara atas nama sekolah yang sudah mewah dan mahal, tapi kami berbicara atas nama sekolah-sekolah swasta yang atapnya bocor, dindingnya ambrol, dan lantainya yang tidak terkontrol, Mereka yang SPP-nya kecil, dan mereka yang SPP-nya bisa dihutang.

Walaupun dengan keadaan yang sedemikian adanya, mereka tidak pernah berhenti untuk terus turut andil dalam mencerdaskan anak-anak bangsa, anak-anak Karawang, anak-anak Bumi Pangkal Perjuangan,” ungkapnya lagi.

Gus Iqbal kembali menuturkan, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional di Pasal 4 yang berbunyi, pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif. Dan pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat

“Jika permasalahan tersebut terus berlangsung, kami khawatir ini akan berimplikasi pada biaya di sekolah swasta yang akan meningkat secara signifikan, karena kebutuhannya yang tidak bisa diakomodir oleh pemerintah daerah,” ulasnya.

“Seperti yang kita ketahui bersama, banyak orang yang tidak mampu yang anaknya tidak lolos masuk ke sekolah negeri, dan pasti akan dihadapkan pada persoalan tersebut. Kami tidak rela jika ini akan menjadi beban berat untuk masyarakat kecil yang memiliki kewajiban menyekolahkan anak-anaknya,” tutur Gus Iqbal.

Selain itu, Ia menambahkan, bahwa Pondok Pesantren mengambil peran fundamental dalam pembentukan karakter bangsa.

“Dari 50 anggota DPRD Kabupaten Karawang, saat masa-masa kampanye tahun lalu, banyak diantara kami pasti silaturahmi, menghadap kepada para Ustad, Ajengan, dan Kiai-Kiai pimpinan Pondok pesantren, meminta doa, restu, mungkin juga dukungan untuk mencalonkan diri sebagai anggota Dewan. Dan terbukti dari doa, restu, serta dukungan beliau-beliau kami bisa berada di forum yang terhormat ini, tentunya atas seizin Allah yang maha menjadikan,” ujarnya.

“Ingin sekali rasanya Kami bisa berbalas budi kepada mereka, untuk turut bisa membantu perjuangannya dalam memakmurkan Agama melalui regulasi yang sudah ada,” terangnya.

Peraturan Bupati Karawang Nomor 46 Tahun 2024 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2023 Tentang Fasilitasi Penyelengaraan Pesantren, yang di dalamnya terkandung antara lain yaitu:

1. Pemberian penghargaan kepada Pesantren
2. Pelibatan Pesantren dalam penyusunan program Pemerintah Daerah dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat
3. Bantuan operasional Pesantren; dan
4. Bantuan sarana dan prasarana.
Hal tersebut seolah pupus, saat kami mengetahui hilangnya nomen klatur kamus usulan mengenai kepesantrenan di Kabupaten Karawang, dengan penjelasan yang kami anggap masih bias.

“Pesantren memegang peran penting dalam pembentukan karakter masyarakat, kaidah-kaidah kehidupan berbangsa dan bernegara serta beragama. Maka dari itu, kami meminta dengan segala hormat kepada Bupati Karawang, untuk mengeksistensikan kembali peraturan Daerah yang sudah ada mengenai kepesantrenan di Kabupaten Karawang,” pungkasnya. (red)

Kejati Jabar Gandeng Pemprov dan Pemkab/Kota untuk Kawal Dana Desa Lewat Aplikasi

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Upaya penguatan pengawasan pengelolaan Dana Desa kini memasuki babak baru. Bertempat di Lembur Pakuan Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, pada Selasa (29/7/2025), Kejaksaan Republik Indonesia melalui Kejaksaan Tinggi Jawa Barat bersama seluruh Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat menandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.

Agenda bertajuk “Penguatan Pengawasan Dana Desa Secara Digitalisasi melalui Aplikasi Real Time Monitoring Village Management Funding” ini bertujuan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi kejaksaan dalam mengawal serta mengawasi penggunaan Dana Desa.

Penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola dana desa yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Inspektur Jenderal Kemendagri Sang Made Mahendra Jaya, Jaksa Agung Muda Intelijen DR. Reda Mantovani, Dirjen Bina Pemerintahan Desa La Ode Ahmad Bolombo, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Katarina Endang Sarwestri, serta para Bupati, Walikota, dan Kepala Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat.

Penguatan pengawasan ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 dari pemerintahan Prabowo-Gibran: Membangun dari Desa untuk Pemerataan Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan. Program “Bangun Desa, Bangun Indonesia” tidak lagi sekadar slogan, tetapi telah menjadi strategi pembangunan nasional berbasis desa.

Dalam sambutannya, Jaksa Agung Muda Intelijen memaparkan pentingnya digitalisasi dalam pengawasan. Salah satu wujud nyatanya adalah aplikasi Jaksa Garda Desa, yang memungkinkan kepala desa dan perangkatnya untuk mengelola dokumen dan pelaporan Dana Desa secara digital.

Aplikasi ini terintegrasi dengan Real Time Monitoring Village Management Funding, yang dikembangkan oleh Direktorat II JAM Intelijen.

“Melalui sistem ini, setiap pengadaan, alokasi, hingga permasalahan di desa bisa dimonitor langsung dan real-time. Ini adalah langkah strategis untuk meminimalkan potensi penyimpangan dan meningkatkan keterlibatan masyarakat,” tegas Katarina Endang Sarwestri.

Komentar Kepala Kejaksaan Negeri Karawang

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karawang yang baru dilantik, Dedy Irwan Virantama, S.H., M.H., menyampaikan dukungannya terhadap implementasi pengawasan digital Dana Desa.

“Kami di Karawang sangat menyambut baik langkah strategis ini. Real Time Monitoring tidak hanya memperkuat fungsi pengawasan, tapi juga mendorong keterbukaan dan kepercayaan publik terhadap pemerintah desa. Ini adalah bentuk nyata modernisasi birokrasi pengawasan,” ujar Dedy.

Ia menambahkan bahwa Kejari Karawang siap menjadi mitra aktif dalam mendampingi para kepala desa melalui edukasi hukum dan pemanfaatan aplikasi secara optimal.

“Kami tidak hanya hadir untuk menindak, tapi juga membina dan mengawal. Apalagi Karawang memiliki desa-desa potensial yang bisa menjadi model tata kelola desa berbasis digital yang transparan dan partisipatif,” lanjutnya.

Kolaborasi untuk Desa yang Lebih Baik

Melalui program Jaksa Garda Desa dan aplikasi Real Time Monitoring, diharapkan pengelolaan Dana Desa tidak hanya bebas dari praktik korupsi, tapi juga menjadi katalis pemberdayaan ekonomi desa. Kejaksaan juga mendorong sinergi dengan program strategis lainnya seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebagai bentuk penguatan ekonomi kerakyatan.

Kesepakatan ini tidak hanya menjadi catatan penting di Jawa Barat, tetapi juga diharapkan menjadi model nasional dalam tata kelola desa yang transparan, partisipatif, dan bermartabat. (RED)

Dukung Kampus Bebas Narkoba, UNSIKA dan EM Health Lakukan Pemeriksaan

0

KARAWANG |UNGKAPREALITA.COM | EM Health Medical Center terus berupaya aktif dalam mendorong gaya hidup sehat di berbagai lapisan masyarakat. Dikenal dengan layanannya yang lengkap seperti Medical Check Up (MCU), Poli Umum, Poli Okupasi, Vaksinasi Center, IHC, Laboratorium, dan Optik, EM Health kini menjalin kerja sama dengan dunia pendidikan untuk mendukung kampus bebas narkoba.

Pada Rabu (23/7/2025), EM Health menggandeng Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) dalam pelaksanaan Tes NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) bagi mahasiswa baru calon penghuni Asrama UNSIKA. Kegiatan ini diikuti oleh 74 peserta dan dilakukan melalui pemeriksaan sampel urine.

“Kami ingin menciptakan suasana asrama yang aman dan nyaman. Tes ini jadi langkah awal supaya para mahasiswa bisa belajar dan beraktivitas tanpa gangguan dari hal-hal yang merugikan seperti narkoba,” ujar Dr. Vera Oktavia Subardja, pimpinan Badan Pengelola Usaha PUSKA UNSIKA.

Ia juga menyampaikan harapan agar kolaborasi dengan EM Health tidak berhenti di kegiatan ini saja. “Kami sangat terbuka untuk kerja sama lain yang bisa mendukung peningkatan kualitas layanan di kampus, termasuk dari sisi bisnis dan pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Antusiasme mahasiswa terhadap kegiatan ini terlihat dari partisipasi yang tinggi, termasuk dari mahasiswa luar daerah. Meysina Rasulin Tahabol dan Taule Anggen, dua mahasiswa asal Papua, menyambut baik pelaksanaan tes NAPZA tersebut.

“Kegiatannya bagus banget, apalagi buat kami yang baru datang dan mau tinggal di lingkungan baru. Ini bikin lebih tenang juga,” ucap Taule.

Hal senada disampaikan Rasulin, “Dari pelayanan EM Health juga baik banget, ramah, jelas, dan nggak ribet. Jadi kita ngerasa nyaman.”

Sebagai klinik yang sudah berpengalaman, EM Health tak hanya fokus pada layanan medis, tapi juga aktif dalam kegiatan edukatif dan preventif seperti ini. Tes NAPZA sendiri bertujuan untuk mendeteksi lebih awal kemungkinan penyalahgunaan zat terlarang, sekaligus menanamkan kesadaran sejak dini kepada mahasiswa.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi nyata antara institusi pendidikan dan penyedia layanan kesehatan, dalam upaya menjaga generasi muda tetap sehat dan siap menghadapi dunia akademik dengan lebih percaya diri. (Red)

Disnaker Karawang Tegas: Tidak Ada Toleransi untuk Praktik Rekrutmen Ilegal

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang menyikapi secara serius dinamika yang terjadi di masyarakat terkait proses rekrutmen tenaga kerja di PT FCC Indonesia yang berlokasi di kawasan industri Karawang.

Isu ini menjadi sorotan setelah beredarnya video dan pemberitaan yang memperlihatkan pernyataan keberatan dari salah satu tokoh masyarakat setempat mengenai proses seleksi calon pekerja di perusahaan tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi, menyatakan bahwa Disnaker telah menerima informasi awal dan saat ini tengah melakukan penelusuran terhadap proses perekrutan yang dimaksud.

Langkah koordinasi dengan pihak perusahaan dan unsur pengawas ketenagakerjaan juga telah dilakukan untuk memastikan tidak adanya pelanggaran regulasi.

“Kami mengingatkan bahwa seluruh perusahaan yang beroperasi di Karawang wajib menjalankan proses rekrutmen secara terbuka, adil, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Permenaker Nomor 39 Tahun 2016 tentang Penempatan Tenaga Kerja,” ujar Rosmalia Dewi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Disnakertrans Karawang tidak akan mentolerir jika ditemukan praktik rekrutmen yang tidak sah, termasuk percaloan, intervensi non-prosedural, atau seleksi yang tidak transparan. Jika terdapat dugaan pelanggaran, pihaknya akan mengambil langkah tegas sesuai kewenangan hukum.

“Kami telah memanggil pihak perusahaan untuk meminta klarifikasi atas prosedur yang dijalankan. Jika ditemukan pelanggaran administratif atau ketenagakerjaan, maka Disnaker akan menyampaikan pelaporan ke instansi pengawas ketenagakerjaan pusat, untuk diberikan sanksi tegas,” ujar Rosmalia.

Disnakertrans Karawang juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan proses rekrutmen kerja di wilayah Kabupaten Karawang, dengan menyampaikan aduan atau laporan melalui kanal resmi Disnaker. Laporan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan proses verifikasi dan, jika perlu, investigasi lapangan.

“Kami mengapresiasi partisipasi publik yang mengedepankan etika dan tata cara penyampaian aspirasi yang konstruktif. Pemerintah daerah menjamin keterbukaan informasi dan perlindungan hak-hak pencari kerja,” tambahnya.

Sebagai kawasan industri strategis nasional, Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen mewujudkan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, profesional, dan berpihak pada prinsip keadilan sosial. (rls)

IWOI Kobarkan Semangat Perjuangan dari Karawang untuk Pers yang Bermartabat

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Ketua Umum Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI), Dr. NR. Icang Rahardian, SH., MH., S.Ak., memberikan sambutan dan arahannya dalam kegiatan silaturahmi, konsolidasi, dan koordinasi para Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Sekretariat IWOI DPD Karawang, Perumahan Jasmine Village, Melbourne Cluster A11, Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Dalam arahannya, Icang menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para Ketua DPD yang hadir, antara lain Ketua DPD Karawang, Ketua DPD Sukabumi, Ketua DPD Subang, Ketua DPD Majalengka, Ketua DPD Indramayu, Ketua DPD Kota Bekasi, dan Ketua DPD Sumedang.

“Pada prinsipnya, IWOI saat ini sedang masuk pada fase persiapan verifikasi Dewan Pers. Sejak tujuh tahun lalu, kita telah memberikan pembinaan, benih, pupuk, dan modal agar organisasi ini dapat berjalan,” ujar Icang.

Ia menegaskan bahwa tahun ini dirinya memberi kebebasan kepada DPD dan DPW untuk mengambil sikap masing-masing. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari proses pendewasaan organisasi.

“Memang di tahun ini saya biarkan DPD dan DPW untuk mengambil sikap masing-masing. Kenapa demikian? Karena disaat bertahun-tahun dinina-bobokan, anak tidak akan menjadi cerdas. Di tengah kesibukan saya, saya selalu memantau kegiatan di setiap DPD dan DPW. Ini akan ada konsekuensinya ketika IWOI terverifikasi Dewan Pers,” tegasnya.

Icang menambahkan bahwa mereka yang selama ini tidak berjuang dan tidak berinvestasi dalam membesarkan organisasi, tidak akan bisa tumbuh bersama ketika IWOI telah resmi menjadi konstituen Dewan Pers.

“Disaat orang tidak berjuang, disaat orang tidak berinvestasi, kita pastikan mereka tidak akan bisa tumbuh bersama kita saat sudah terverifikasi sebagai konstituen Dewan Pers. Kenapa hari ini banyak DPD dan DPW yang hidup segan mati tak mau? Saya biarkan hingga proses verifikasi Dewan Pers selesai sambil mereka mengevaluasinya mau ikut maju atau tidak, baru kita tertibkan,” katanya.

Ia menekankan bahwa akan ada dua keputusan penting dari Dewan Pers terkait proses ini. Pertama, pengakuan IWOI sebagai konstituen Dewan Pers, dan kedua, penunjukan IWOI untuk membentuk Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) serta Tempat Uji Kompetensi (TUK) bagi wartawan.

Selain pengarahan dari Ketua Umum, kegiatan ini juga menjadi wadah para Ketua DPD untuk berbagi informasi mengenai kondisi di wilayah masing-masing, termasuk hambatan dan strategi dalam proses verifikasi Dewan Pers. Diskusi ini bertujuan untuk memastikan seluruh DPD siap menjalani proses verifikasi secara profesional dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Icang Rahardian: Verifikasi Dewan Pers untuk Legitimasi dan Profesionalisme

Dalam kesempatan tersebut, Dr. NR. Icang Rahardian kembali menegaskan bahwa verifikasi Dewan Pers adalah langkah strategis dalam memperkuat legitimasi organisasi dan meningkatkan profesionalisme anggotanya.

“Verifikasi ini bukan hanya soal legalitas, tetapi juga untuk menegaskan bahwa IWOI hadir sebagai organisasi wartawan yang terpercaya, akuntabel, dan berkualitas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa IWOI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi merupakan barisan jurnalis yang memiliki misi besar dalam memperkuat demokrasi.

“Saya ingin menggarisbawahi bahwa IWOI bukan hanya sebuah organisasi profesi, tetapi juga barisan jurnalis yang memiliki misi besar dalam menguatkan demokrasi. Verifikasi ini adalah bukti bahwa kita hadir sebagai organisasi yang terbuka, berkualitas, dan siap mendukung para anggotanya,” tegas Icang.

Lebih lanjut, Icang menyampaikan bahwa ukuran keberhasilan kepemimpinannya tidak hanya dinilai dari capaian organisasi, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan anggota.

“Saya ingin agar seluruh anggota merasa sejahtera dan mendapatkan manfaat nyata dari keanggotaan mereka di organisasi ini,” ungkapnya.

Ia berharap proses verifikasi Dewan Pers dapat rampung pada akhir tahun 2025, sehingga tahun 2026 bisa menjadi momentum bagi IWOI untuk melakukan berbagai gebrakan demi kesejahteraan para Ketua DPD dan seluruh anggotanya.

“Saya berharap target verifikasi Dewan Pers bisa selesai di akhir tahun 2025 nanti, jadi 2026 gebrakan untuk mensejahterakan anggota bisa dilakukan,” ujarnya.

Menutup arahannya, Icang menekankan pentingnya momen yang digelar di DPD IWOI Karawang ini sebagai simbol kebangkitan organisasi wartawan.

“Agenda yang digelar di DPD IWOI Karawang ini sebagai pertanda kebangkitan organisasi wartawan, karena sejarah Soekarno hingga mendapatkan kemerdekaan bangsa Indonesia tak lepas dari peran penting Karawang,”lanjut Icang.

“Karawang dikenal sebagai kota pangkal perjuangan, tempat para pejuang dan rakyat mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan bangsa. Semangat perjuangan itulah yang kini ingin dihidupkan kembali oleh IWOI sebagai bentuk pengabdian dan perjuangan di bidang jurnalistik. Dengan mengambil semangat dari tanah yang sarat sejarah ini, saya berharap para wartawan di IWOI mampu menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan, idealisme, dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran serta memperjuangkan profesionalisme demi masa depan pers Indonesia yang lebih bermartabat,”pungkasnya. (Red)