Jumat, Mei 29, 2026
Beranda blog Halaman 25

Difabel Karawang Tampil Percaya Diri di Acara Jalan Sehat Kejari

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan ke-80, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menggelar rangkaian kegiatan sosial berupa jalan sehat inklusif bersama sahabat difabel serta sunatan massal, Jumat (29/8/2025). Acara yang berlangsung di halaman Kantor Kejari Karawang ini mengusung tema “Bersama Sahabat Difabel Membangun Indonesia Inklusif” dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat, jajaran staf kejari, serta berbagai stakeholder.

Sejak pagi, ratusan peserta memadati area kegiatan untuk mengikuti jalan sehat yang penuh semangat kebersamaan. Peserta tidak hanya berasal dari jajaran Kejari, tetapi juga anak-anak difabel dari lima Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Karawang, yakni SLB Negeri 1 Karawang, SLB Cahaya Bangsa, SLB B Tunas Harapan, dan SLB C Tunas Harapan. Anak-anak difabel tersebut turut menampilkan bakat dan keterampilan mereka, membuat suasana semakin meriah sekaligus mengharukan.

Selain jalan sehat, Kejari Karawang juga melaksanakan sunatan massal yang diikuti sekitar 50 anak, termasuk beberapa anak difabel. Seluruh peserta mendapat pelayanan medis dari tim RSUD Karawang.

Kepala Kejari Karawang, Dedi Irwan Virantama, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Kejaksaan terhadap kelompok rentan sekaligus bentuk implementasi nilai kesetaraan.

“Hari ini kita melibatkan anak-anak difabel dari lima SLB di Karawang. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi. Ini adalah ajang pertama di Karawang yang benar-benar menghadirkan mereka dalam kegiatan Kejaksaan,” ujarnya

Dedi juga mengingatkan pentingnya membangun kepedulian sejak dini.

“Menghargai kaum rentan bukan hanya saat mereka dewasa, tapi sejak kecil kita harus memberi ruang dan dukungan. Difabel adalah bagian dari kita, dan jumlah mereka tidak sedikit. Semoga kebersamaan ini menjadi awal dari gerakan inklusi yang lebih luas,” tambahnya

Sementara itu, Bupati Karawang, H. Aep Saepulloh, yang turut hadir, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kejari. Menurutnya, langkah ini menunjukkan bahwa Kejaksaan tidak hanya menjalankan fungsi hukum, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan sosial yang inklusif.

“Inklusivitas adalah hal penting. Terima kasih kepada Pak Kejari dan semua pihak yang peduli. Karawang tidak bisa dibangun hanya oleh pemerintah daerah, tetapi harus bersama-sama dengan konsep pentahelix: pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media,” kata Aep

Acara juga dihadiri Forkopimda Karawang, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Sekda, Kapolres, Dandim, perwakilan Pengadilan Negeri, Kalapas, Imigrasi, serta perwakilan perusahaan kawasan industri. Dukungan datang dari Apindo dan KIIC yang siap bersinergi melalui program CSR, terutama dalam mendukung dunia pendidikan dan pemberdayaan difabel.

Suasana semakin hangat dengan hadirnya guru-guru SLB, orang tua anak difabel, serta masyarakat umum. Bagi orang tua, kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan mereka sekaligus ruang kebersamaan yang penuh makna.

Kegiatan jalan sehat dan sunatan massal ini ditutup dengan penampilan seni dari anak-anak difabel yang mendapat tepuk tangan meriah. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa Karawang siap menuju masyarakat inklusif, di mana setiap warga memiliki hak yang sama untuk berkontribusi membangun daerah. (Red)

Fasilitas dan Layanan Meningkat, RSUD Jatisari Pastikan Dukungan Kemenkes Tepat Sasaran

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | RSUD Jatisari menegaskan bahwa dana bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diterima rumah sakit tidak digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Direktur RSUD Jatisari, dr. Hj. Anisah, M.Epid., M.M., FISQua, memastikan seluruh anggaran bantuan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur kesehatan serta pengadaan alat medis demi meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat.

 

Menurut dr. Anisah, bantuan Kemenkes berupa pembangunan gedung hingga belanja modal alat kesehatan merupakan wujud perhatian pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah. Dana tersebut dipergunakan sepenuhnya sesuai peruntukan agar masyarakat Karawang, khususnya di wilayah Jatisari, memperoleh akses pelayanan medis terbaik.

 

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari Kementerian Kesehatan yang telah menggelontorkan anggaran demi fasilitas sarana dan prasarana RSUD Jatisari. Kami berharap dengan adanya bantuan ini, rumah sakit bisa memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk warga sekitar,” ujarnya, Senin (25/8/2025).

 

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan alat kesehatan maupun pembangunan sarana rumah sakit berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Semua mekanisme belanja dilakukan secara transparan melalui sistem resmi pemerintah, termasuk penggunaan E-Katalog.

 

“Kami tegaskan, tidak ada niat sedikit pun untuk memperkaya diri maupun kelompok tertentu. Setiap rupiah anggaran kami kelola dengan penuh tanggung jawab sesuai aturan. Justru ini menjadi kesempatan besar bagi RSUD Jatisari untuk berbenah dan meningkatkan mutu pelayanan,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, pihak RSUD Jatisari juga menyampaikan apresiasi terhadap kritik serta masukan dari masyarakat, tokoh, maupun praktisi hukum. Kritik tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian publik yang sejalan dengan semangat transparansi dalam pengelolaan anggaran negara.

 

“Kritik yang disampaikan kepada kami sangat kami apresiasi sebagai bentuk kepedulian dan kontrol publik. InsyaAllah, kami akan terus melakukan evaluasi agar pelayanan yang kami berikan benar-benar maksimal dan bisa dirasakan manfaatnya oleh semua lapisan masyarakat, tanpa pandang bulu,” sambungnya.

 

Tak hanya itu, dr. Anisah juga menegaskan bahwa RSUD Jatisari selalu membuka diri terhadap pertanyaan maupun klarifikasi dari berbagai pihak. Menurutnya, komunikasi yang baik merupakan bagian penting dari transparansi dan akuntabilitas publik.

 

“Jika ada hal-hal yang dipertanyakan, kami dengan tangan terbuka siap menerima, menjelaskan, dan melakukan klarifikasi dengan baik. Kami percaya, komunikasi yang jujur dan terbuka adalah kunci agar masyarakat tidak salah memahami dan tetap percaya kepada RSUD Jatisari,” jelasnya.

 

dr. Anisah menambahkan, RSUD Jatisari berkomitmen terus meningkatkan mutu dan keselamatan pasien, sejalan dengan visi rumah sakit sebagai pusat layanan kesehatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kualitas.

 

Dengan adanya kepercayaan dan dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan, RSUD Jatisari optimistis dapat berkembang menjadi rumah sakit daerah yang unggul, ramah pasien, serta mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Karawang secara menyeluruh.

(Red/IL)

Kejaksaan Negeri Karawang Tanam 200 Bibit Pohon Demi Kelestarian Alam

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kejaksaan Republik Indonesia ke-80 tahun 2025, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menggelar kegiatan penanaman 200 bibit pohon di kawasan Hutan Kota Telaga Desa, Kawasan KIIC, Karawang Barat, Jumat (22/8/2025) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Dedy Irwan Virantama, S.H., M.H., bersama jajaran Kasi Kejaksaan Negeri Karawang. Turut hadir pula Division Head External Relation KIIC Karawang, Bambang Sugeng, Humas KIIC Karawang, Wahyu Wulandaru, Koordinator Telaga Desa, Satya Gumilar, pegiat lingkungan Hace Perman, serta perwakilan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang.

Komitmen Nyata untuk Lingkungan

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 200 bibit pohon ditanam bersama pengelola kawasan KIIC, komunitas lingkungan, dan mahasiswa pecinta alam. Kajari Karawang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Kejaksaan RI, khususnya Kejari Karawang, dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Penanaman bibit pohon ini adalah wujud komitmen kami untuk terus mendukung kelestarian alam. Pohon yang ditanam di kawasan Hutan Kota Telaga Desa ini diharapkan memberi manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang,” ujar Dedy Irwan.

Tidak Hanya Seremonial

Lebih lanjut, Kajari Karawang menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Menurutnya, yang lebih penting adalah keberlanjutan dari pohon-pohon yang telah ditanam.

“Kami tidak ingin kegiatan ini hanya sebatas seremonial. Yang lebih penting adalah memastikan bibit yang ditanam bisa tumbuh, berkembang, dan memberi manfaat nyata. Karena itu, pemantauan dan pemeliharaan harus dilakukan secara konsisten,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan kegiatan penghijauan bukan diukur dari banyaknya jumlah bibit yang ditanam, tetapi dari berapa banyak pohon yang bertahan hidup dan memberikan dampak langsung pada lingkungan.

“Menanam memang mudah, tetapi merawat hingga pohon itu tumbuh besar itulah tantangan sebenarnya. Saya berharap semua pihak ikut menjaga agar pohon-pohon ini bisa hidup dan memberi manfaat jangka panjang,” ungkap Dedy.

Bangun Kesadaran Kolektif

Kajari Karawang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan. Ia menilai, kegiatan seperti ini harus menjadi bagian dari kesadaran kolektif.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau kejaksaan, tapi tanggung jawab kita semua. Dengan bersama-sama menjaga lingkungan, kita bisa menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Kejari Karawang berharap pesan yang disampaikan dapat menggugah kepedulian masyarakat sekaligus mengajak semua pihak untuk menjadikan aksi penghijauan sebagai budaya bersama.

“Kalau kita konsisten, saya yakin Karawang tidak hanya jadi kawasan industri, tapi juga daerah yang sejuk, hijau, dan nyaman ditinggali,” pungkas Dedy.

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Program (PTSL) pemerintah Desa

0

GUNUNGKIDUL – //UNGKAPREALITA.COM // Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018 yang seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan kepastian hukum atas tanah, justru menyisakan luka bagi puluhan warga di Kapanewon Nglipar, khususnya di Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Dugaan kuat mencuat bahwa sekitar lebih dari 80 warga menjadi korban penyalahgunaan program PTSL. Ironisnya, sejumlah warga mengaku telah membayar mulai dari Rp162.000 hingga Rp 362.000 bahkan ada yang bayar Rp400.000 untuk pengurusan sertifikat tanah, padahal program PTSL yang dijalankan oleh pemerintah pusat seharusnya gratis atau hanya dikenakan biaya sesuai SKB Tiga Menteri yang berkisar Rp150.000.

Korban masyarakat menuntut agar seluruh sertifikat yang telah mereka uruskan segera untuk diterbitkan. Mengingat seluruh masyarakat sudah melakukan pembayaran lunas terhadap program PTSL yang dicanangkan.

Masyarakat menuding oknum yang diduga menerima pembayaran tersebut adalah pihak Kalurahan.

Menanggapi hal ini, salah satu tokoh masyarakat Kalurahan Kedungkeris yang enggan disebut namanya menanggapi, bahwa jika benar terjadi pungutan di luar ketentuan dalam program PTSL, maka hal tersebut merupakan bentuk tindak pidana penyalahgunaan wewenang dan jabatan.

Lebih lanjut, Jika ada pungutan yang tidak sesuai dengan aturan PTSL, maka itu adalah bentuk penyalahgunaan wewenang. Serta pelanggaran terhadap asas penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN.

Ia juga menyebut bahwa tindakan seperti ini dapat dijerat pidana dengan ancaman hukuman penjara, serta mengimbau aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan kasus penyelewengan program PTSL.

Sebagaimana diketahui, program PTSL diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2018 serta berdasarkan SKB Tiga Menteri (Menteri ATR/BPN, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Desa PDTT) Tahun 2017, yang menyatakan bahwa biaya yang dibebankan kepada masyarakat dibatasi dan diawasi oleh pemerintah.

Masyarakat merasa dirugikan, maka mereka sepakat untuk meminta adanya audit dari dinas terkait didalam menanggapi kasus ini. Namun, masyarakat yang telah dirugikan masih menunggu etika baik dan transparansi secara sukarela kepada pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini diketahui adalah oknum pihak Kalurahan Kedungkeris.**

(Red)

Oknum Pejabat Karawang Dilaporkan ke Polda Jabar

0

BANDUNG | UNGKAPREALITA.COM | Seorang pengusaha asal Cikarang berinisial MJ secara resmi melaporkan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang ke Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar), Kamis (14/8/2025).

Laporan tersebut teregister dengan Nomor: LP/B/391/VIII/2025/SPKT/POLDA JAWA BARAT, dan mencakup dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, serta pemalsuan surat yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum pejabat di Bagian Umum Sekretariat Daerah Karawang.

Kuasa Hukum pelapor, tim Hukum Komando Satria Negara yg dipimpin Ardiyono, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula pada akhir 2023, saat perusahaan milik kliennya mendapat kepercayaan untuk mengerjakan 6 proyek di lingkungan Pemkab Karawang.

“Enam pekerjaan tersebut telah diselesaikan sesuai dengan spec dan disertai hasil inspeksi konsultan pemkab Karawang, disaksikan oleh pejabat terkait dan petugas keamanan.

Total nilai pekerjaan mencapai Rp 830 juta. Namun saat proses pembayaran, justru ditemukan dugaan pemalsuan dokumen, yg membuat pembayaran dialihkan perusahaan lain seluruhnya,” kata Ardi, Kamis malam.

Menurutnya, kliennya telah menempuh berbagai upaya administratif, termasuk pertemuan dengan bendahara dan kasubag, serta pelaporan ke Inspektorat Bagian Hukum Pemda Karawang, namun 3 kali inspektorat perintahkan pembayaran bahkan sampai membuat RAB pengganti
hingga mengirimkan surat resmi kepada Bupati Karawang. Namun, hingga saat ini, pembayaran tak kunjung dilakukan.

MJ juga mengaku pertemuan terakhir dengan salah satu pejabat tertinggi di lingkungan Karawang justru membuatnya merasa direndahkan dan disepelekan.

“Saya merasa dihina, Ternyata benar isu yang pernah beredar mengenai sikap arogan pejabat tersebut. Seolah dirinya kebal hukum,” ungkap MJ.

Dalam laporan ke Polda Jabar, MJ turut mencantumkan sejumlah nama pejabat yang diduga terlibat, berinisial AAR, FJ, WJ, MM, dan beberapa oknum pejabat lainnya.

MJ juga menyebut bahwa akibat persoalan ini, ia mengalami kerugian secara fisik maupun mental.

“Selama hampir dua tahun, saya hidup dalam tekanan. Kerugian materi dan phsikis saya sangat besar. Tapi saya percaya, Polda Jabar akan memproses kasus ini secara tuntas,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi kepada pihak Pemkab Karawang dan para pejabat yang namanya disebut dalam laporan, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, belum mendapatkan jawaban. Media ini akan terus berupaya meminta keterangan resmi guna memperoleh klarifikasi dari pihak terkait.(Red)

“Boelak Kapal” Karawang: Bebek rempah juara yang lahir dari scroll medsos

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Dari sekadar berselancar di media sosial, Ari Susanto menemukan ide yang kini menjadi identitas usahanya. Pemilik warung makan “Boelak Kapal” di Jalan Melati No. 8 Kel Karawang wetan Kec. Karawang Timur. Itu mengaku jatuh hati pada nama unik tersebut dan langsung menjadikannya merek dagang warungnya.

“Waktu itu saya sedang lihat-lihat media sosial, ketemu nama ini. Unik sekali, langsung saya pakai,” ujar Ari saat ditemui pada Selasa (13/8/2025).

Warung yang buka setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB ini menyuguhkan beragam menu ayam dan bebek berbumbu rempah khas. Olahan Bebek Boelak menjadi primadona, dipadukan dengan minuman segar Es Durian yang selalu menjadi incaran pelanggan.

Menurut Ari, rahasia kelezatan menunya terletak pada racikan bumbu yang dibuat khusus. “Bebek kami punya rasa berbeda. Rempahnya kami olah sendiri, aromanya lebih kuat, rasanya pun lebih kaya,” jelasnya.

Harga yang ditawarkan cukup ramah di kantong, mulai dari Rp21 ribu per porsi. Tidak heran, pelanggan setia kerap kembali untuk menikmati sensasi gurih dan harum rempah yang khas.

“Untuk menu nya cukup beragam ya Ayam nya juga mateng nya pas, rasanya enak, sambel nya juga juara.” ujar Daiffa

Boelak Kapal sebelumnya pernah memiliki cabang di kawasan Kosambi. Namun, cabang itu kini tutup sementara. Ari memastikan ia tengah mencari lokasi strategis untuk membuka kembali cabang tersebut.

Dengan rasa yang autentik dan nama yang unik, Boelak Kapal terus memikat lidah warga Karawang dan sekitarnya membuktikan bahwa inspirasi dari dunia maya bisa membawa kesuksesan di dunia nyata. (red)

Kejari Karawang Gelar Pasar Murah dan Layanan Hukum Gratis untuk Warga Tirtamulya Peringati HUT ke-80 RI

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Lahir Kejaksaan yang juga ke-80, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menggelar Gerakan Pasar Murah yang dipadukan dengan kegiatan Pelayanan Administrasi Terpadu (PATEN) serta Pelayanan Hukum Gratis.

Acara berlangsung di Kecamatan Tirtamulya pada Selasa (12/8/2025) dan dihadiri oleh Bupati Karawang, Dandim 0604/KRW, Wakapolres Karawang, para asisten di lingkungan Setda Karawang, kepala OPD, camat, kepala desa, serta ratusan warga setempat.

Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Dedy Irwan Virantama, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan pasar murah serentak yang diinisiasi oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dan Perum Bulog.

“Hari ini, ada 26 Satuan Kerja Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat yang serentak menggelar pasar murah. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat melalui zoom meeting,” kata Dedy.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Kejaksaan di tengah masyarakat tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga membantu meringankan beban hidup mereka. Momentum HUT ke-80 ini menjadi pengingat bahwa Kejaksaan harus mengabdi dengan integritas dan profesionalisme,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Gerakan Pasar Murah, Kejari Karawang berkolaborasi dengan Bulog Kabupaten Karawang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi, UMKM, serta berbagai pihak seperti KKN STIT Rakeyan Santang 2025, UMKM Desa Citarik, UMKM Desa Bojongsari, UMKM Desa Kamurang, UMKM Desa Karangjaya, UMKM Desa Kertawaluya, UMKM Desa Parakanmulya, UMKM Desa Tirtasari, UMKM Desa Parakan, UMKM Desa Cipondoh, dan UMKM Desa Karangsinom.

Berbagai kebutuhan pokok disediakan dengan harga di bawah pasaran, antara lain:

-Pasar Murah Bulog
-Beras SPHP 1,5 ton (Rp57.000/karung/5 kg)
-Beras Premium 20 pax (Rp72.000/karung/5 kg)
-Gula “Manis Kita” 20 kg (Rp17.500/kg)
-Minyak Kita 120 liter (botol dan pouch, Rp15.000)

Pasar Murah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

-Beras FDP Medium 4 ton (Rp50.000/karung/5 kg)
-Telur ayam 50 kg (Rp26.000/kg)
-Minyak Premium Nutura 240 pouch (Rp33.000/2 liter)
-Gula pasir 50 kg (Rp16.000/kg)

Kejaksaan berharap program ini dapat membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Kejaksaan hadir untuk semua aspek kehidupan masyarakat. Kami tidak hanya bekerja di balik meja atau di ruang sidang, tapi juga turun langsung membantu warga. Sinergi dengan pemerintah daerah, Bulog, dan pelaku UMKM adalah bukti nyata komitmen tersebut,” tambah Dedy Irwan.

Selain pasar murah, Kejari Karawang juga menyediakan pelayanan hukum gratis bagi masyarakat, memberikan kesempatan bagi warga untuk berkonsultasi langsung dengan jaksa terkait persoalan hukum yang mereka hadapi.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kejaksaan Negeri Karawang berharap hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta sinergi dalam membangun Karawang yang lebih baik. (RED)

Semangat PRIMA Lapas Karawang Tumbuh di Tengah Suasana Kekeluargaan

0

JAKARTA | UNGKAPREALITA.COM | Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang semarakkan hari kedua gelaran Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest) 2025, Sabtu (9/8). Suasana kebersamaan dan keceriaan mewarnai Family Gathering Semarak HUT ke-80 Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) yang merupakan salah satu rangkaian acara IPPAFest 2025 yang berlangsung pada 8 s.d. 10 Agustus 2025 di Pantai Aloha Pasir Purih, PIK 2 Jakarta.

Kepala Lapas Karawang, Christo Toar yang memimpin rombongan pegawai beserta keluarga menyampaikan bahwa kegiatan family gathering ini bertujuan untuk meningkatkan kekompakan dan kekeluargaan antar petugas serta keluarga. “Disela padatnya aktivitas kerja, dukungan dari keluarga dan rekan kerja sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja.“ ujarnya.

Kegiatan diawali dengan jalan santai yang dilepas langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, pukul 07.30 WIB. Dalam sambutannya, Menteri Agus mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momen ini untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kesehatan.

“Kegiatan ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga memperkuat ikatan kebersamaan di antara kita. Semoga semangat ini terus kita bawa dalam menjalankan tugas,” pesannya.

Selepas jalan santai, peserta disuguhi doorprize menarik yang menambah semarak suasana. Sorak-sorai dan tawa pecah saat berbagai fun games, seperti tarik tambang, berlangsung di area utama.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, turut menyemangati rombongan Lapas Karawang yang mengikuti kegiatan fun games tarik tambang. Sorak sorai semangat penuh kehangatan dan kebersamaan berpadu dibawah terik langit Aloha Pasir Putih. “Ayo semangat, terus tarik terus.” Sorak Kakanwil menyemangati.

Family Gathering ini menjadi pengingat bahwa di tengah padatnya tugas pemasyarakatan, kehangatan keluarga tetap menjadi pondasi yang tak tergantikan. Dengan semangat PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel) Lapas Karawang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. *** (Red)

Tingkatkan Akses Kesehatan, EM Health Medical Center Selenggarakan Layanan Gratis untuk Anak

0

BALEENDAH | UNGKAPREALITA.COM |  Wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali diwujudkan melalui kegiatan Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis (Mini MCU) yang digelar di Pesantren Sekolah Cinta Ilmu, Jl. Raya Laswi No. 316, Wargamekar, Baleendah, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

Kegiatan sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara Sekolah Cinta Ilmu, Hj. Ivonne P., dan EM Health Medical Center. Sebanyak 44 anak dari wilayah Baleendah mengikuti program ini secara gratis, dengan semangat berbagi dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Khitanan Gratis, Bingkisan, dan Pemeriksaan Kesehatan

Selain layanan khitan gratis, setiap peserta juga memperoleh baju koko, uang saku, nasi tumpeng, sarung, serta bingkisan menarik sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral. Tidak hanya itu, peserta juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan dasar (Mini MCU) sebagai bagian dari edukasi pentingnya hidup sehat sejak dini.

Cerminan Cinta Sesama

Pemilik dan pengelola Pesantren Sekolah Cinta Ilmu, Hj. Misdiati, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi warga sekitar yang sebagian besar hidup dalam keterbatasan.

“Khitanan massal ini awalnya ditargetkan untuk 50 anak, namun yang terealisasi sebanyak 44 peserta karena beberapa mengundurkan diri karena sakit. Tujuan utama kami adalah membantu masyarakat sekitar, karena untuk mengkhitankan anak saja mereka kesulitan, apalagi untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkap Misdiati.

Kolaborasi yang Menginspirasi

Sementara itu, Hj. Ivonne P., yang turut menginisiasi kegiatan ini, menyebutkan bahwa program ini lahir dari semangat sosial bersama.

“Kami bertiga—saya, Ibu Misdiati, dan dr. Eka—berasal dari lingkungan yang sama dan satu visi dalam kegiatan sosial. Ibu Misdiati sebagai tuan rumah, saya sebagai pelaksana lapangan, dan EM Health sebagai penyedia layanan medis. Alhamdulillah, semuanya bisa terwujud dengan baik,” jelas Ivonne.

Selain khitan, peserta juga diberikan santunan berupa amplop uang, makanan, serta edukasi ringan dari para tenaga medis.

“Satu porsi tumpeng bahkan cukup untuk 10 orang di rumah. Harapannya ini bisa membawa kebahagiaan bagi keluarga mereka,” tambahnya.

Ivonne berharap kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini, dan akan terus berlanjut pada kegiatan sosial lainnya seperti santunan anak yatim atau program untuk para hafidz Qur’an.

Komitmen Sosial EM Health Medical Center

Founder dan CEO EM Health Medical Center, dr. Eka Puspita Notonogoro, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi besar EM Health sebagai penyedia layanan kesehatan yang menyeluruh dan terintegrasi (One Stop Healthcare Solution).

“Kami ingin sinergi ini berlanjut. Tidak hanya sunatan massal, tapi juga pelatihan P3K, pembiasaan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), hingga edukasi kesehatan lainnya di pesantren-pesantren di Jawa Barat,” jelas dr. Eka.

Dirinya juga mengajak seluruh pihak untuk terus aktif dalam kolaborasi sosial lintas sektor demi terciptanya masyarakat yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual.

“Ini bukan hanya investasi untuk dunia, tapi juga ladang ibadah bagi kita semua. Semoga kegiatan ini membawa manfaat seluas-luasnya untuk sesama,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan penceramah kondang Habib Alkaf yang menyampaikan tausiah dan doa bersama untuk para peserta dan keluarga yang hadir. Nuansa religius dan kekeluargaan pun begitu terasa sepanjang kegiatan.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program serupa di masa mendatang, panitia membuka layanan informasi dan pendaftaran melalui WhatsApp di nomor: 0856-9458-5850. (Red)

ASPHRI dan UNKRIS Teken MoU, Buka Program S2 dan S3 Hybrid untuk Praktisi SDM

0

JAKARTA | UNGKAPREALITA.COM | Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) terkait kerja sama dalam pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi dan pembukaan kelas “Hybrid” untuk Program Pascasarjana (S2 Manajemen Sumber Daya Manusia) serta Program Doktoral (S3 Ilmu Hukum).

Penandatanganan kerja sama ini berlangsung pada Kamis, 31 Juli 2025, bertempat di Kampus UNKRIS, Jakarta. MoU ditandatangani langsung oleh Ketua Umum ASPHRI, Dr. Yosminaldi, SH., MM, dan Rektor UNKRIS, Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Ali Johardi, SH., MH, disaksikan oleh jajaran pimpinan kedua lembaga.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Dewan Pembina ASPHRI Prof. Dr. Bomer Pasaribu, SE., SH., MS., Sekretaris Dewan Pembina Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, serta Ketua Dewan Pengarah Dr. B. Woerjono, SH., MH., MM

Dalam sambutannya, Ketua Umum ASPHRI, Dr. Yosminaldi menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen ASPHRI dalam mendukung peningkatan kapasitas dan profesionalisme para praktisi SDM serta pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini. ASPHRI ingin menjadi jembatan antara dunia profesional dan akademik, agar transfer ilmu dan pengalaman praktis bisa terjadi secara seimbang. Program S2 dan S3 dengan sistem hybrid ini membuka kesempatan luas bagi para praktisi di seluruh Indonesia,” ujar Dr. Yosminaldi.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini dirancang agar fleksibel namun tetap berkualitas tinggi, sehingga bisa menjangkau para profesional yang selama ini kesulitan melanjutkan studi karena keterbatasan waktu atau lokasi.

“Dengan konsep hybrid, peserta bisa tetap produktif di tempat kerja sambil menempuh pendidikan lanjut. Ini sejalan dengan semangat lifelong learning yang terus kami dorong di kalangan profesional SDM,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UNKRIS, Dr. Ali Johardi, menyampaikan apresiasinya terhadap ASPHRI yang telah mempercayakan UNKRIS sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan program pendidikan pascasarjana dan doktoral.

“Kami menyadari pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan asosiasi profesi. Ini adalah langkah nyata menuju penguatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” ujar Rektor.

MoU ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaboratif lainnya, termasuk pelatihan, seminar, publikasi ilmiah, dan penelitian bersama yang berdampak langsung bagi pengembangan dunia kerja dan keilmuan. *** ( Red )