Kamis, Juli 30, 2026
Beranda blog Halaman 25

Tanjung Mekar Gelar Minggon: Fokus pada Keamanan dan Layanan Publik

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Kelurahan Tanjung Mekar menggelar kegiatan minggon rutin yang dipimpin langsung oleh Lurah Adi di aula kelurahan, Rabu (17/9/2025). Agenda tersebut diikuti oleh seluruh staf kelurahan, RW, RT, serta Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

Dalam kesempatan itu, Lurah Adi menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah berkontribusi dalam menyukseskan berbagai kegiatan, mulai dari peringatan HUT RI ke-80, Hari Jadi Karawang ke-392, hingga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Terima kasih kepada seluruh perangkat kelurahan, RT, RW, dan linmas yang telah bersama-sama menyukseskan agenda kemasyarakatan. Ke depan, saya berharap pelayanan kepada masyarakat bisa semakin ditingkatkan dan menjadi prioritas utama,” ujar Adi.

Selain menyoroti pelayanan publik, Adi juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Salah satu langkah yang direncanakan adalah mengaktifkan kembali ronda malam bersama warga.

“Ronda malam ini penting sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga keamanan wilayah. Harapannya, dengan kekompakan semua elemen masyarakat, Tanjung Mekar bisa semakin aman, tertib, dan masyarakat merasa terlayani dengan baik,” tambahnya.

Minggon rutin ini menjadi momentum bagi Kelurahan Tanjung Mekar untuk mempererat koordinasi internal sekaligus memperkuat pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan warga.

(IL)

Prof. Dr. Syafrial Bakri: Media Harus Jadi Kontrol Sosial dan Bersinergi dengan Masyarakat

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Karawang, Koordinator Wilayah (Korwil) 5, resmi memiliki kantor sekretariat baru yang berlokasi di Perum Cikampek Berseri, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang. Peresmian yang digelar pada Senin (15/9/2025) ini berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus, anggota, tokoh masyarakat, hingga anak-anak yatim piatu.

 

Dalam momentum bersejarah ini, Ketua Korwil 5 IWOI Karawang, Adnan Siregar, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung hingga sekretariat ini bisa diwujudkan.

 

“Terima kasih kepada semua donatur hingga terlaksananya kegiatan ini. Terima kasih kepada tim Korwil 5 serta Ketua DPD IWOI Karawang yang selalu memberi support dan bimbingan. Juga kepada Prof. Dr. Syafrial Bakri, SH., MH. yang telah memberikan fasilitas hingga kantor ini terwujud, serta warga sekitar yang mungkin terganggu atas adanya kegiatan ini,” ungkap Adnan.

 

“Mari kita jadikan kantor ini tempat bermanfaat dan berkreasi sebagai jurnalis,” tambahnya.

 

Usai sambutan dari Ketua Korwil 5, giliran Dewan Penasehat IWOI Korwil 5, Prof. Dr. Syafrial Bakri, SH., MH., yang memberikan pandangan sekaligus motivasi kepada para wartawan. Ia menegaskan pentingnya peran media dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

“Peran media dalam kehidupan sosial dan pemerintahan sangat penting sebagai kontrol, baik melalui media cetak, televisi, hingga kini media online,” ujarnya.

 

“Dengan adanya IWOI di perumahan ini, saya berharap kita bisa bersama-sama bermanfaat, bersinergi, dan bekerja sama dengan baik,” sambungnya.

 

Dalam kesempatan itu, Syafrial juga memperkenalkan dirinya sebagai advokat yang siap memberikan bantuan hukum kepada masyarakat sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2023 tentang Advokat. Ia berharap kehadiran IWOI menjadi wadah kolaborasi positif, memperkuat peran media sebagai kontrol sosial, sekaligus mendorong masyarakat lebih melek hukum.

 

“Selamat atas peresmian kantor baru IWOI. Semoga keberadaannya menjadi dasar kita bekerja sama dalam kerangka Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Pancasila,” pungkasnya.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua DPD IWOI Karawang, Syuhada Wisastra, A.Md., CHRM., yang menekankan bahwa sekretariat baru ini bukan hanya soal bangunan, tetapi simbol kebersamaan insan pers.

 

“Sekretariat ini bukan hanya gedung atau ruangan, tetapi simbol semangat dan kebersamaan kita dalam mengemban tugas mulia sebagai insan pers. Di sinilah kita berharap lahir ide-ide besar, karya jurnalistik yang berintegritas, serta sinergi antar anggota yang semakin kokoh,” ucap Syuhada.

 

Ia juga menyampaikan pesan dari Ketua Umum IWO Indonesia, Dr. (NR) Icang Rahardian, SH., MH., yang menekankan pentingnya profesionalitas, menjaga marwah organisasi, dan terus melahirkan karya jurnalistik yang mencerahkan masyarakat.

 

“Sekretariat yang baru ini diharapkan menjadi pusat energi positif, tempat berkumpulnya para jurnalis ber idealisme tinggi, serta menjadi mercusuar lahirnya berita-berita yang berimbang, akurat, dan berintegritas,” imbuhnya.

 

Sebagai wujud kepedulian sosial, acara peresmian sekretariat juga dirangkaikan dengan santunan kepada 60 anak yatim dari lingkungan sekitar. Suasana penuh kehangatan ini menjadi penutup yang bermakna dari rangkaian acara.

 

Salah seorang anak yatim yang menerima santunan menyampaikan rasa harunya.

 

“Terima kasih kepada semua wartawan IWOI. Semoga semua dilancarkan rezekinya,” ucapnya polos yang disambut doa dan tepuk tangan para hadirin.

 

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, dan foto bersama seluruh jajaran pengurus serta tamu undangan.

 

Dengan diresmikannya sekretariat baru ini, IWOI DPD Karawang Korwil 5 yang menaungi wilayah Purwasari, Cikampek, Jatisari, Tirtamulya, dan Kotabaru diharapkan semakin solid, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui karya jurnalistik yang berimbang dan berintegritas.

 

(IL)

Ikon Karawang Barat Tak Bercahaya, Pemerintah Dinilai Lalai Rawat Proyek Miliaran

Karawang | UNGKAPREALITA.COM | Tugu “The Window” yang berdiri megah di Jalan Tol Karawang Barat, proyek infrastruktur yang sempat dibanggakan dan menyerap anggaran hingga miliaran rupiah, kini menuai sorotan publik. Pada Minggu sore (14/9), pantauan awak media menunjukkan bahwa lampu penerangan di sekitar tugu tersebut dalam kondisi mati total.

‎Kondisi gelap ini mengundang pertanyaan besar dari masyarakat terkait pemeliharaan fasilitas umum yang telah menelan dana besar. Tugu yang dirancang sebagai ikon baru Karawang Barat ini kehilangan daya tarik visualnya saat malam hari karena tidak adanya pencahayaan yang berfungsi.

‎Sejumlah pengguna jalan tol yang melintas mengungkapkan kekecewaannya. “Tugu ini katanya simbol kebanggaan, tapi kalau malam tidak kelihatan sama sekali. Sayang sekali, padahal pasti lebih menarik kalau lampunya nyala,” ujar awak media di lokasi.

 

Komentar serupa datang dari Siti (29), warga Karawang Barat. “Saya sering melewati tugu ini sepulang kerja. Kalau malam gelap, jadi tidak terlihat indah. Padahal dulu waktu diresmikan sempat ramai karena lampunya bagus,” ucapnya.

 

Hal senada juga disampaikan Dedi (45), seorang pengemudi travel. “Proyek besar jangan cuma bagus saat awal diresmikan saja. Harus ada perawatan rutin. Kalau dibiarkan begini, kesannya hanya buang-buang uang,” katanya dengan nada kecewa.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang selaku salah satu instansi yang berwenang dalam pengelolaan fasilitas ruang terbuka belum memberikan tanggapan resmi terkait padamnya lampu penerangan di area tugu.

‎Kondisi ini menambah daftar panjang pertanyaan masyarakat mengenai urgensi proyek dan kualitas pengelolaannya. Publik berharap ada langkah cepat dari pemerintah daerah untuk memperbaiki fasilitas tersebut dan memastikan anggaran publik digunakan secara optimal, tidak hanya untuk pembangunan, tetapi juga pemeliharaan berkelanjutan.

(IL)

Syuhada Wisastra: Jabar Media Summit Jadi Pencerahan Bagi Pengelola Media Daerah

0

BANDUNG, | UNGKAPREALITA.COM | Ratusan insan pers, pemilik media, dan pemangku kepentingan industri media di Jawa Barat berkumpul dalam gelaran akbar Jabar Media Summit 2025. Acara yang dihelat di Pasteur Convention Center, Holiday Inn Bandung, pada Kamis, 11 September 2025, ini menjadi forum strategis untuk membahas tantangan dan peluang di era disrupsi digital.

 

​Mengusung tema utama “Pendalaman Model Bisnis & Konten Berdampak”, Jabar Media Summit ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem media lokal agar lebih adaptif, berkelanjutan, dan mampu menyajikan jurnalisme berkualitas yang relevan bagi masyarakat.

 

​Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB ini menghadirkan deretan narasumber kompeten dari berbagai latar belakang, mulai dari Dewan Pers, pimpinan media nasional, praktisi digital, hingga perwakilan pemerintah.

​Beberapa nama besar yang menjadi pembicara antara lain Muhammad Jazuli dari Dewan Pers, Wahyu Dhyatmika (CEO Tempo), Suwarjono (CEO Suara), dan Adi Komar selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat adalah Ning Wahyu Astutik.

Panel diskusi juga diisi oleh para ahli seperti Eva Danayanti (International Media Support), I Made Ariya Sanjaya (CEO Kazee Digital Indonesia), dan pimpinan redaksi dari berbagai jaringan media terkemuka.

 

​Diskusi yang mengemuka berfokus pada strategi monetisasi konten, inovasi platform digital, cara membangun kepercayaan publik di tengah maraknya misinformasi, serta bagaimana menciptakan konten yang tidak hanya menarik klik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sosial dan demokrasi.

 

​Apresiasi dari Pelaku Media Lokal

 

​Acara ini mendapatkan sambutan hangat dari para peserta yang hadir. Salah satunya adalah Syuhada Wisastra, CEO media siber Teraspasundan Group.

 

Menurutnya, Jabar Media Summit 2025 memberikan pencerahan yang sangat dibutuhkan oleh para pengelola media di daerah.

 

​”Saya sangat mengapresiasi Jabar Media Summit 2025 ini. Inisiatif yang luar biasa untuk mengumpulkan para pelaku media di Jawa Barat,” ujar Syuhada saat ditemui di sela-sela acara.

 

​Ia menambahkan, materi yang disajikan sangat relevan dengan kondisi industri saat ini.

 

“Ilmu yang dibagikan oleh para pakar sangat bermanfaat, terutama bagi kami para pemilik media yang terus berjuang mencari model bisnis yang ideal dan berkelanjutan. Forum ini lengkap, memberikan kami wawasan baru dari sisi bisnis, redaksional, hingga teknologi,” pungkasnya.

​Pada kesempatan tersebut, Syuhada juga menjadi salah satu peserta yang beruntung memenangkan hadiah doorprize.

 

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada PLN Jawa Barat sebagai salah satu sponsor utama.

 

“Terima kasih PLN Jabar atas apresiasinya. Semoga sinergitas yang baik antara PLN dan rekan-rekan media dapat terus terjaga untuk mendukung penyebaran informasi positif kepada masyarakat,” tambahnya.

 

​Jabar Media Summit 2025 terselenggara atas kolaborasi sejumlah media besar seperti Ayobandung.id, Suara.com, dan Radarcirebon.com, serta didukung oleh berbagai sponsor ternama, di antaranya BNI, bank bjb, PLN, JNE, dan banyak lagi.

 

​Diharapkan, hasil dari Jabar Media Summit ini dapat mendorong lahirnya inovasi dan kolaborasi yang lebih erat antar media di Jawa Barat, sehingga mampu menjawab tantangan zaman dan terus menjadi pilar keempat demokrasi yang kokoh.

(IL)

Bazar UMKM Terlama di Karawang, Bidik Rekor MURI

0

Karawang | UNGKAPREALITA.COM | Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Karawang berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar bazar UMKM berkesinambungan selama 14 hari. Kegiatan ini ditargetkan memecahkan rekor MURI sebagai bazar UMKM terlama.

 

Menurut Kepala Dinkop UKM Karawang, Dindin Rachmadhy, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hingga pagi tadi tercatat 493 pendaftar, meskipun hanya 100 tenda yang terpasang di lokasi.

“Antusiasme luar biasa, total ada sekitar 600 pendaftar. Namun karena keterbatasan fasilitas dan aturan yang berlaku, tidak semua bisa difasilitasi,” jelas Dindin.

 

Lebih lanjut ia menerangkan, tujuan kegiatan ini sejalan dengan RPJMD Kabupaten Karawang, yaitu mendorong UMKM agar lebih dikenal masyarakat sekaligus menciptakan pergerakan ekonomi. “Kita berharap akan lahir produk-produk unggulan baru dari para pelaku UMKM,” ujarnya.

 

Peserta bazar terdiri dari berbagai kalangan, di antaranya pelaku usaha umum, koperasi, UMKM binaan program Gubernur Jabar, hingga UMKM naik kelas. Selain itu, terdapat juga kelompok mentor yang dibina dengan sistem bergilir.

 

“Stand ini gratis. Alhamdulillah ada dukungan dari mitra seperti Honda dan Smartfren, meski jumlah tenda yang kami miliki terbatas. Harapannya, ke depan kegiatan semacam ini bisa lebih baik lagi, bahkan bisa digelar di tiap daerah pemilihan maupun kecamatan,” tambah Dindin.

 

Bazar ini digelar setiap hari selama 14 hari penuh, mulai hari Senin (01/09/2025) pukul 10.00 pagi hingga 22.00 malam. Selain pameran produk UMKM, juga akan hadir wahana hiburan anak serta kegiatan masyarakat umum lainnya.

(Red/IL)

Difabel Karawang Tampil Percaya Diri di Acara Jalan Sehat Kejari

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan ke-80, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menggelar rangkaian kegiatan sosial berupa jalan sehat inklusif bersama sahabat difabel serta sunatan massal, Jumat (29/8/2025). Acara yang berlangsung di halaman Kantor Kejari Karawang ini mengusung tema “Bersama Sahabat Difabel Membangun Indonesia Inklusif” dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat, jajaran staf kejari, serta berbagai stakeholder.

Sejak pagi, ratusan peserta memadati area kegiatan untuk mengikuti jalan sehat yang penuh semangat kebersamaan. Peserta tidak hanya berasal dari jajaran Kejari, tetapi juga anak-anak difabel dari lima Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Karawang, yakni SLB Negeri 1 Karawang, SLB Cahaya Bangsa, SLB B Tunas Harapan, dan SLB C Tunas Harapan. Anak-anak difabel tersebut turut menampilkan bakat dan keterampilan mereka, membuat suasana semakin meriah sekaligus mengharukan.

Selain jalan sehat, Kejari Karawang juga melaksanakan sunatan massal yang diikuti sekitar 50 anak, termasuk beberapa anak difabel. Seluruh peserta mendapat pelayanan medis dari tim RSUD Karawang.

Kepala Kejari Karawang, Dedi Irwan Virantama, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Kejaksaan terhadap kelompok rentan sekaligus bentuk implementasi nilai kesetaraan.

“Hari ini kita melibatkan anak-anak difabel dari lima SLB di Karawang. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi. Ini adalah ajang pertama di Karawang yang benar-benar menghadirkan mereka dalam kegiatan Kejaksaan,” ujarnya

Dedi juga mengingatkan pentingnya membangun kepedulian sejak dini.

“Menghargai kaum rentan bukan hanya saat mereka dewasa, tapi sejak kecil kita harus memberi ruang dan dukungan. Difabel adalah bagian dari kita, dan jumlah mereka tidak sedikit. Semoga kebersamaan ini menjadi awal dari gerakan inklusi yang lebih luas,” tambahnya

Sementara itu, Bupati Karawang, H. Aep Saepulloh, yang turut hadir, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kejari. Menurutnya, langkah ini menunjukkan bahwa Kejaksaan tidak hanya menjalankan fungsi hukum, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan sosial yang inklusif.

“Inklusivitas adalah hal penting. Terima kasih kepada Pak Kejari dan semua pihak yang peduli. Karawang tidak bisa dibangun hanya oleh pemerintah daerah, tetapi harus bersama-sama dengan konsep pentahelix: pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media,” kata Aep

Acara juga dihadiri Forkopimda Karawang, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Sekda, Kapolres, Dandim, perwakilan Pengadilan Negeri, Kalapas, Imigrasi, serta perwakilan perusahaan kawasan industri. Dukungan datang dari Apindo dan KIIC yang siap bersinergi melalui program CSR, terutama dalam mendukung dunia pendidikan dan pemberdayaan difabel.

Suasana semakin hangat dengan hadirnya guru-guru SLB, orang tua anak difabel, serta masyarakat umum. Bagi orang tua, kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan mereka sekaligus ruang kebersamaan yang penuh makna.

Kegiatan jalan sehat dan sunatan massal ini ditutup dengan penampilan seni dari anak-anak difabel yang mendapat tepuk tangan meriah. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa Karawang siap menuju masyarakat inklusif, di mana setiap warga memiliki hak yang sama untuk berkontribusi membangun daerah. (Red)

Fasilitas dan Layanan Meningkat, RSUD Jatisari Pastikan Dukungan Kemenkes Tepat Sasaran

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | RSUD Jatisari menegaskan bahwa dana bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diterima rumah sakit tidak digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Direktur RSUD Jatisari, dr. Hj. Anisah, M.Epid., M.M., FISQua, memastikan seluruh anggaran bantuan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur kesehatan serta pengadaan alat medis demi meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat.

 

Menurut dr. Anisah, bantuan Kemenkes berupa pembangunan gedung hingga belanja modal alat kesehatan merupakan wujud perhatian pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah. Dana tersebut dipergunakan sepenuhnya sesuai peruntukan agar masyarakat Karawang, khususnya di wilayah Jatisari, memperoleh akses pelayanan medis terbaik.

 

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari Kementerian Kesehatan yang telah menggelontorkan anggaran demi fasilitas sarana dan prasarana RSUD Jatisari. Kami berharap dengan adanya bantuan ini, rumah sakit bisa memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk warga sekitar,” ujarnya, Senin (25/8/2025).

 

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan alat kesehatan maupun pembangunan sarana rumah sakit berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Semua mekanisme belanja dilakukan secara transparan melalui sistem resmi pemerintah, termasuk penggunaan E-Katalog.

 

“Kami tegaskan, tidak ada niat sedikit pun untuk memperkaya diri maupun kelompok tertentu. Setiap rupiah anggaran kami kelola dengan penuh tanggung jawab sesuai aturan. Justru ini menjadi kesempatan besar bagi RSUD Jatisari untuk berbenah dan meningkatkan mutu pelayanan,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, pihak RSUD Jatisari juga menyampaikan apresiasi terhadap kritik serta masukan dari masyarakat, tokoh, maupun praktisi hukum. Kritik tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian publik yang sejalan dengan semangat transparansi dalam pengelolaan anggaran negara.

 

“Kritik yang disampaikan kepada kami sangat kami apresiasi sebagai bentuk kepedulian dan kontrol publik. InsyaAllah, kami akan terus melakukan evaluasi agar pelayanan yang kami berikan benar-benar maksimal dan bisa dirasakan manfaatnya oleh semua lapisan masyarakat, tanpa pandang bulu,” sambungnya.

 

Tak hanya itu, dr. Anisah juga menegaskan bahwa RSUD Jatisari selalu membuka diri terhadap pertanyaan maupun klarifikasi dari berbagai pihak. Menurutnya, komunikasi yang baik merupakan bagian penting dari transparansi dan akuntabilitas publik.

 

“Jika ada hal-hal yang dipertanyakan, kami dengan tangan terbuka siap menerima, menjelaskan, dan melakukan klarifikasi dengan baik. Kami percaya, komunikasi yang jujur dan terbuka adalah kunci agar masyarakat tidak salah memahami dan tetap percaya kepada RSUD Jatisari,” jelasnya.

 

dr. Anisah menambahkan, RSUD Jatisari berkomitmen terus meningkatkan mutu dan keselamatan pasien, sejalan dengan visi rumah sakit sebagai pusat layanan kesehatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kualitas.

 

Dengan adanya kepercayaan dan dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan, RSUD Jatisari optimistis dapat berkembang menjadi rumah sakit daerah yang unggul, ramah pasien, serta mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Karawang secara menyeluruh.

(Red/IL)

Kejaksaan Negeri Karawang Tanam 200 Bibit Pohon Demi Kelestarian Alam

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kejaksaan Republik Indonesia ke-80 tahun 2025, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menggelar kegiatan penanaman 200 bibit pohon di kawasan Hutan Kota Telaga Desa, Kawasan KIIC, Karawang Barat, Jumat (22/8/2025) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Dedy Irwan Virantama, S.H., M.H., bersama jajaran Kasi Kejaksaan Negeri Karawang. Turut hadir pula Division Head External Relation KIIC Karawang, Bambang Sugeng, Humas KIIC Karawang, Wahyu Wulandaru, Koordinator Telaga Desa, Satya Gumilar, pegiat lingkungan Hace Perman, serta perwakilan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang.

Komitmen Nyata untuk Lingkungan

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 200 bibit pohon ditanam bersama pengelola kawasan KIIC, komunitas lingkungan, dan mahasiswa pecinta alam. Kajari Karawang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Kejaksaan RI, khususnya Kejari Karawang, dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Penanaman bibit pohon ini adalah wujud komitmen kami untuk terus mendukung kelestarian alam. Pohon yang ditanam di kawasan Hutan Kota Telaga Desa ini diharapkan memberi manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang,” ujar Dedy Irwan.

Tidak Hanya Seremonial

Lebih lanjut, Kajari Karawang menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Menurutnya, yang lebih penting adalah keberlanjutan dari pohon-pohon yang telah ditanam.

“Kami tidak ingin kegiatan ini hanya sebatas seremonial. Yang lebih penting adalah memastikan bibit yang ditanam bisa tumbuh, berkembang, dan memberi manfaat nyata. Karena itu, pemantauan dan pemeliharaan harus dilakukan secara konsisten,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan kegiatan penghijauan bukan diukur dari banyaknya jumlah bibit yang ditanam, tetapi dari berapa banyak pohon yang bertahan hidup dan memberikan dampak langsung pada lingkungan.

“Menanam memang mudah, tetapi merawat hingga pohon itu tumbuh besar itulah tantangan sebenarnya. Saya berharap semua pihak ikut menjaga agar pohon-pohon ini bisa hidup dan memberi manfaat jangka panjang,” ungkap Dedy.

Bangun Kesadaran Kolektif

Kajari Karawang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan. Ia menilai, kegiatan seperti ini harus menjadi bagian dari kesadaran kolektif.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau kejaksaan, tapi tanggung jawab kita semua. Dengan bersama-sama menjaga lingkungan, kita bisa menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Kejari Karawang berharap pesan yang disampaikan dapat menggugah kepedulian masyarakat sekaligus mengajak semua pihak untuk menjadikan aksi penghijauan sebagai budaya bersama.

“Kalau kita konsisten, saya yakin Karawang tidak hanya jadi kawasan industri, tapi juga daerah yang sejuk, hijau, dan nyaman ditinggali,” pungkas Dedy.

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Program (PTSL) pemerintah Desa

0

GUNUNGKIDUL – //UNGKAPREALITA.COM // Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018 yang seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan kepastian hukum atas tanah, justru menyisakan luka bagi puluhan warga di Kapanewon Nglipar, khususnya di Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Dugaan kuat mencuat bahwa sekitar lebih dari 80 warga menjadi korban penyalahgunaan program PTSL. Ironisnya, sejumlah warga mengaku telah membayar mulai dari Rp162.000 hingga Rp 362.000 bahkan ada yang bayar Rp400.000 untuk pengurusan sertifikat tanah, padahal program PTSL yang dijalankan oleh pemerintah pusat seharusnya gratis atau hanya dikenakan biaya sesuai SKB Tiga Menteri yang berkisar Rp150.000.

Korban masyarakat menuntut agar seluruh sertifikat yang telah mereka uruskan segera untuk diterbitkan. Mengingat seluruh masyarakat sudah melakukan pembayaran lunas terhadap program PTSL yang dicanangkan.

Masyarakat menuding oknum yang diduga menerima pembayaran tersebut adalah pihak Kalurahan.

Menanggapi hal ini, salah satu tokoh masyarakat Kalurahan Kedungkeris yang enggan disebut namanya menanggapi, bahwa jika benar terjadi pungutan di luar ketentuan dalam program PTSL, maka hal tersebut merupakan bentuk tindak pidana penyalahgunaan wewenang dan jabatan.

Lebih lanjut, Jika ada pungutan yang tidak sesuai dengan aturan PTSL, maka itu adalah bentuk penyalahgunaan wewenang. Serta pelanggaran terhadap asas penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN.

Ia juga menyebut bahwa tindakan seperti ini dapat dijerat pidana dengan ancaman hukuman penjara, serta mengimbau aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan kasus penyelewengan program PTSL.

Sebagaimana diketahui, program PTSL diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2018 serta berdasarkan SKB Tiga Menteri (Menteri ATR/BPN, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Desa PDTT) Tahun 2017, yang menyatakan bahwa biaya yang dibebankan kepada masyarakat dibatasi dan diawasi oleh pemerintah.

Masyarakat merasa dirugikan, maka mereka sepakat untuk meminta adanya audit dari dinas terkait didalam menanggapi kasus ini. Namun, masyarakat yang telah dirugikan masih menunggu etika baik dan transparansi secara sukarela kepada pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini diketahui adalah oknum pihak Kalurahan Kedungkeris.**

(Red)

Oknum Pejabat Karawang Dilaporkan ke Polda Jabar

0

BANDUNG | UNGKAPREALITA.COM | Seorang pengusaha asal Cikarang berinisial MJ secara resmi melaporkan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang ke Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar), Kamis (14/8/2025).

Laporan tersebut teregister dengan Nomor: LP/B/391/VIII/2025/SPKT/POLDA JAWA BARAT, dan mencakup dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, serta pemalsuan surat yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum pejabat di Bagian Umum Sekretariat Daerah Karawang.

Kuasa Hukum pelapor, tim Hukum Komando Satria Negara yg dipimpin Ardiyono, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula pada akhir 2023, saat perusahaan milik kliennya mendapat kepercayaan untuk mengerjakan 6 proyek di lingkungan Pemkab Karawang.

“Enam pekerjaan tersebut telah diselesaikan sesuai dengan spec dan disertai hasil inspeksi konsultan pemkab Karawang, disaksikan oleh pejabat terkait dan petugas keamanan.

Total nilai pekerjaan mencapai Rp 830 juta. Namun saat proses pembayaran, justru ditemukan dugaan pemalsuan dokumen, yg membuat pembayaran dialihkan perusahaan lain seluruhnya,” kata Ardi, Kamis malam.

Menurutnya, kliennya telah menempuh berbagai upaya administratif, termasuk pertemuan dengan bendahara dan kasubag, serta pelaporan ke Inspektorat Bagian Hukum Pemda Karawang, namun 3 kali inspektorat perintahkan pembayaran bahkan sampai membuat RAB pengganti
hingga mengirimkan surat resmi kepada Bupati Karawang. Namun, hingga saat ini, pembayaran tak kunjung dilakukan.

MJ juga mengaku pertemuan terakhir dengan salah satu pejabat tertinggi di lingkungan Karawang justru membuatnya merasa direndahkan dan disepelekan.

“Saya merasa dihina, Ternyata benar isu yang pernah beredar mengenai sikap arogan pejabat tersebut. Seolah dirinya kebal hukum,” ungkap MJ.

Dalam laporan ke Polda Jabar, MJ turut mencantumkan sejumlah nama pejabat yang diduga terlibat, berinisial AAR, FJ, WJ, MM, dan beberapa oknum pejabat lainnya.

MJ juga menyebut bahwa akibat persoalan ini, ia mengalami kerugian secara fisik maupun mental.

“Selama hampir dua tahun, saya hidup dalam tekanan. Kerugian materi dan phsikis saya sangat besar. Tapi saya percaya, Polda Jabar akan memproses kasus ini secara tuntas,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi kepada pihak Pemkab Karawang dan para pejabat yang namanya disebut dalam laporan, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, belum mendapatkan jawaban. Media ini akan terus berupaya meminta keterangan resmi guna memperoleh klarifikasi dari pihak terkait.(Red)