Sabtu, Mei 30, 2026
Beranda blog Halaman 24

Kalurahan Pengkol Pamerkan Produk UMKM Dalam Gelar Rintisan Kalurahan Budaya

GUNUNGKIDUL,ungkaprealita.com— Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar mengikuti Rintisan Kalurahan Budaya yang digelar di RTH, Semanu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul. Dalam gelaran Rintisan Kalurahan Budaya itu, Kalurahan Pengkol menampilkan reog yang mengusung cerita sejarah song putri dan joko tarub.

“legenda tentang seorang pemuda tampan bernama Jaka Tarub yang mencuri selendang salah satu bidadari bernama Nawang Wulan, sehingga Nawang Wulan tidak bisa kembali ke kahyangan dan akhirnya dinikahi oleh Jaka Tarub,”Kata Lurah Pengkol Agus Sunarjo Senin 22/9/2025).

Lebih lanjut Agus mengatakan, selain menampilkan kesenian Kalurahan Pengkol menggelar stand dengan mengusung tema era 60 an. Dalam stand tersebut dipamerkan berbagai macam olahan, kerajinan dari kelompok UMKM setempat.

“Untuk yang kami pamerkan produk UMKM hasil olahan bahan dasar singkong seperti kripik, patholo, gathot hingga produk inovatif lainnya, seperti kerajinan bathik”ucapnya.

“Kami juga memberi wadah pelaku UMKM melalui Badan Usaha Milik Kalurahan BUMKal untuk membangun usaha guna meningkatkan pendapatan masyarakat,”imbuhnya.

Sementara itu Panewu Nglipar Sistiwiningaih memberi dorongan penuh terhadap Kalurahan Pengkol dalam mengembangkan potensi budaya yang ada. Ia berharap dengan mengikuti Rintisan Kalurahan Budaya, segala potensi yang berkaitan dengan budaya akan lebih terangkat.

“Terutama untuk salah satu padukuhan di Kalurahan Pengkol memiliki kearifan budaya seperti karawitan anak, pegiat tosan aji hingga sanggar seni,”ucap Sistiwiningsih.

(Redaksi/HM)

Lahan Wisata di Bukit Bintang Jadi Sengketa, Mantan Lurah Digugat ke Pengadilan

BANTUL (DIY) | ungkaprealita.com– Sengketa status kepemilikan lahan kembali mencuat di Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantul. Suharjo, ahli waris almarhum Somopawiro yang mengaku sebagai pemilik sah tanah yang kini terseret dalam kasus tindak pidana korupsi tanah kas desa (TKD) mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Bantul kepada Pemerintah Kalurahan setempat dan eks Lurah Srimulyo, Piyungan, Kabupaten Bantul, Wajiran.

Penasehat hukum ahli waris, Muhammad Fahri Hasyim mengatakan, gugatan perdata itu sudah teregister di PN Bantul dengan nomor 111/Pdt.G/2025/PNBtl. Dalam pertimbangannya menyatakan bahwa tanah tersebut berdasarkan catatan administrasi desa terdaftar atas nama Somopawiro dan Suharjo dengan status Letter C. Nomor; 541/Srimulyo, Persil. 34/T, Kelas IV, seluas 2.750 M².

“Suharjo dalam hal ini sebagai penggugat. Ia adalah anak kandung dan ahli waris yang sah dari Somopawiro yang telah meninggal dunia pada 19 Februari 1998,” jelasnya.

Fahri mengklaim, tanah tersebut dibeli oleh Somopawiro sejak 1970-an secara sah dan merupakan tanah pribadi serta tercatat dalam administrasi desa. Namun, upaya ahli waris untuk mengurus konversi sertifikat hak milik selalu ditolak oleh pemerintah desa setempat dengan dalih terbentur regulasi.

“Klien sudah berkali-kali mencoba untuk mengurus secara persuasif, namun selalu dipersulit. Bahkan ada intimidasi agar persoalan tanah tidak dilanjutkan. Karena itu, kami menempuh jalur hukum,” kata Fahri.

Menurut Fahri, tanah tersebut justru disewakan oleh Pemkal Srimulyo kepada pihak ketiga sejak 2014 dan terus diperpanjang hingga 2028. “Nilai kerugian akibat sewa yang tidak pernah diterima ahli waris ditaksir mencapai sekitar Rp3,25 miliar.” Imbuhnya.

Dalam buku pemeriksaan desa, tidak ada catatan tukar guling, hibah, atau alih nama. Tanah itu masih bersih atas nama Somopawiro. Dalam gugatan, Pemkal Srimulyo ditetapkan sebagai tergugat utama, sementara mantan Lurah Wajiran sebagai tergugat kedua.

Disisi lain, Wajiran menyebut dirinya hanya melanjutkan kebijakan yang sudah berjalan sejak sebelum ia menjabat. “Kerja sama pemanfaatan lahan tersebut telah berlangsung sejak 1996 dan pelaku usaha memiliki izin usaha lengkap.” Tegasnya.

Menurut Wajiran, proses pembuatan Perdes pada 2015 silam yang menetapkan tanah itu dimanfaatkan sebagai kas desa memang semasa dia menjabat. “Semuanya sudah lewat prosedur dan tahapan yang benar karena melibatkan berbagai perangkat kalurahan dan kapanewon yang lain untuk kemudian disidangkan dan ditetapkan jadi TKD,” pungkasnya.

(redaksi.)

Dispar Gunungkidul Optimis Capai Target PAD Retribusi Wisata

0

GUNUNGKIDUL,ungkaprealita.com– Dinaa Pariwisata Gunungkidul targetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pariwisata sebesar 1,5 miliar. Hal teraebut tertuang dalam APBD perubahan 2025 yang telah disetujui oleh DPRD dalam rapat paripurna.

“Memang benar target PAD retribusi dinaikan, yang sebelumnya dari 32 miliar menjadi 33,5 miliar, naik sekitar 1,5 miliar,”kata Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul,”ucap Supriyanta kepada wartawan Kamis (18/9/2025)

Menurut Supriyanta, sejak bulan Januari-September jumlah kunjungan wisatawan yang masuk kawasan pantai selatan Gunungkidul sebanyak 1,9 juta orang. Hal itu belum termasuk pengunjung wisata minat khusus seperti goa pindul, langgeran, dan desa wisata.

“Jika diakumulasi dengan jumlah kunjungan wisata minat khusus, total wisatawan yang masuk diperkirakan mencapai 2 juta orang,”paparnya.

Kendati demikian, penyumbang PAD terbesar Gunungkidul yang paling utama dari kawasan pantai selatan. Saat ini Dinas Pariwisata Gunungkidul menyiapkan sejumlah strategi guna mendongkrak target PAD 2025, seperti promosi melalui media sosial, kegiatan event.

Supriyanta menambahkan, jumlah penerimaan PAD retribusi saat ini mencapai 20 Miliar. Dinas Pariwisata Gunungkidul optimis PAD 2025 penuhi target. “Kami optimis penuhi target kunjungan, dalam meningkatkan target PAD sektor pariwisata di 3 bulan terakhir ,”imbuhnya.

(Redaksi/HM)

Karang Taruna RESCUE Cibuaya Gaungkan Kepedulian Lingkungan Lewat Aksi Bersih-Bersih

0

Karawang | UNGKAPREALITA.COM – Karang Taruna RESCUE Kecamatan Cibuaya menggelar silaturahmi dengan Camat Cibuaya, Ahmad Mustopa, pada Minggu (21/9/2025). Pertemuan tersebut membahas rencana kegiatan sosial berupa aksi bersih-bersih yang akan digelar pada Jumat (26/9/2025).

 

Ketua Karang Taruna RESCUE Cibuaya, Agus Susanto, mengatakan kegiatan ini bertujuan mempererat kebersamaan pemuda sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

 

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa bersilaturahmi dengan Pak Camat. Kami menyampaikan rencana aksi bersih-bersih yang insya Allah akan dimulai dari Desa Cibuaya, lalu berlanjut ke Desa Cemara Jaya dan Desa Sedari. Kami berharap kegiatan ini mendapat dukungan semua pihak agar berjalan lancar,” ujarnya.

 

Camat Cibuaya, Ahmad Mustopa, menyambut baik rencana tersebut. Ia menegaskan program Karang Taruna sejalan dengan arahan Bupati Karawang yang menekankan pentingnya kolaborasi antar-stakeholder dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

 

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif Karang Taruna RESCUE Cibuaya. Kegiatan bersih-bersih ini insya Allah bermanfaat bagi masyarakat, karena menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup,” tuturnya.

 

Ia juga berharap Karang Taruna terus aktif hadir di tengah masyarakat.

“Semoga Karang Taruna Karawang, khususnya Karang Taruna RESCUE Cibuaya, menjadi bagian penting dalam mewujudkan Karawang yang maju, sehat, dan sejahtera. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan berharap pemuda konsisten bergerak untuk hal-hal positif seperti ini,” pungkasnya.

 

Dengan dukungan pemerintah kecamatan, aksi bersih-bersih tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong di masyarakat.

(Red/IL)

DPD IWOI Karawang Perkuat Legalitas, Sah Terdaftar di Kesbangpol Karawang

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karawang bersama Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menjalin silaturahmi sekaligus mempererat kemitraan strategis, Jumat (19/9/2025), di Kantor Kesbangpol, Jalan Ahmad Yani, Karawang.

 

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Kesbangpol dan para Kepala Bidang, Ketua IWO Indonesia dan beberapa perwakilan pengurus dan anggota, yang membahas verifikasi organisasi kemasyarakatan (ormas), perizinan, strategi monitoring aktivitas lapangan, serta penguatan sinergi pemberitaan positif guna menjaga stabilitas daerah.

 

Kepala Kesbangpol Kabupaten Karawang, H. Mahfudin, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan proses verifikasi baik internal maupun eksternal, termasuk kunjungan ke sekretariat IWOI Karawang.

 

“Secara struktur organisasi sudah representatif dan lengkap, tinggal bagaimana monitoring kegiatannya agar berjalan sesuai aturan,” jelasnya.

 

Mahfudin menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dengan ormas maupun media dalam menciptakan situasi kondusif di tengah masyarakat.

 

“Kegiatan positif perlu lebih diekspos agar menjadi penyeimbang informasi. Fokus kami menjaga stabilitas dan mengantisipasi potensi konflik di lapangan,” ujarnya.

 

Ia juga menekankan bahwa pencatatan ormas bukanlah bentuk pembatasan kebebasan berserikat, melainkan langkah pendataan agar pemerintah memiliki data yang akurat.

 

“Di Karawang ada 468 ormas yang tercatat. Ke depan, kami akan melakukan safari untuk memastikan aktivitas mereka sejalan dengan data yang dilaporkan,” tambahnya.

 

Menurut Mahfudin, Kesbangpol memiliki tugas membina, mengoordinasikan, memfasilitasi, dan mengawasi ormas, termasuk organisasi wartawan. Hal itu bertujuan agar aktivitas ormas selaras dengan kebijakan pemerintah daerah maupun nasional, meningkatkan kapasitas, kemandirian, serta partisipasi dalam memperkuat demokrasi, menjaga ketahanan nasional, dan berkontribusi pada pembangunan daerah.

 

Sejalan dengan proses verifikasi tersebut, DPD IWOI Karawang telah resmi melaporkan keberadaan kepengurusan organisasinya kepada Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Kesbangpol.

 

Pelaporan ini dibuktikan dengan diterbitkannya Tanda Terima Pelaporan Keberadaan Kepengurusan Ormas Nomor: 153/IX/Kesbangpol/2025, yang ditandatangani langsung oleh Kepala Kesbangpol Karawang, Drs. H. Mahfudin, M.Si., pada 17 September 2025.

 

Berdasarkan dokumen tersebut, pelaporan diajukan oleh Syuhada Wisastra, Ketua DPD IWOI Karawang. Dengan tanda terima ini, IWOI Karawang dinyatakan sah dan telah mematuhi ketentuan perundang-undangan, khususnya UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan serta PP Nomor 58 Tahun 2016.

 

DPD IWOI Karawang, yang berdiri sejak 18 Februari 2018, juga telah mengantongi legalitas hukum dari Kementerian Hukum dan HAM RI melalui SK Kemenkumham AHU-0002017.AH.01.07.TAHUN 2018.

 

Sejak dua tahun terakhir keberadaannya, sekretariat organisasi berlokasi di Perum Jasmine Village Melbourne Cluster A11, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang. Selama perjalanannya, organisasi ini telah banyak melaksanakan kegiatan yang bersinergi dengan pemerintah maupun masyarakat.

Ketua DPD IWOI Karawang, Syuhada Wisastra, menegaskan komitmen organisasinya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah melalui pemberitaan yang konstruktif.

 

“Kami siap membantu publikasi kegiatan positif Kesbangpol dan dinas lainnya, baik melalui berita maupun podcast bulanan yang kami miliki. Tujuannya agar masyarakat mengetahui peran pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah,” ungkapnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, IWOI Karawang juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap eksistensi pers.

 

“Kami berkomitmen untuk selalu menjalankan fungsi pers sesuai kode etik jurnalistik dan patuh pada peraturan yang berlaku. Kami juga siap mendukung Kesbangpol dan dinas lainnya dalam menjaga persatuan bangsa serta menciptakan iklim informasi yang sehat bagi masyarakat,” tambah Syuhada.

 

Sebagai penutup, Syuhada menegaskan bahwa IWOI Karawang selama ini telah banyak menjalin sinergi, baik dengan pemerintah maupun pihak swasta, dalam berbagai kegiatan.

 

“Kolaborasi ini akan terus kami perkuat agar kehadiran IWOI Karawang benar-benar memberi manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan masyarakat,” pungkasnya.

 

Pertemuan ditutup dengan harapan agar sinergi antara Kesbangpol, ormas, dan media dapat terus berlanjut sehingga tercipta iklim kondusif, partisipatif, dan produktif bagi pembangunan Kabupaten Karawang.

(Red/IL)

Tanjung Mekar Gelar Minggon: Fokus pada Keamanan dan Layanan Publik

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Kelurahan Tanjung Mekar menggelar kegiatan minggon rutin yang dipimpin langsung oleh Lurah Adi di aula kelurahan, Rabu (17/9/2025). Agenda tersebut diikuti oleh seluruh staf kelurahan, RW, RT, serta Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

Dalam kesempatan itu, Lurah Adi menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah berkontribusi dalam menyukseskan berbagai kegiatan, mulai dari peringatan HUT RI ke-80, Hari Jadi Karawang ke-392, hingga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Terima kasih kepada seluruh perangkat kelurahan, RT, RW, dan linmas yang telah bersama-sama menyukseskan agenda kemasyarakatan. Ke depan, saya berharap pelayanan kepada masyarakat bisa semakin ditingkatkan dan menjadi prioritas utama,” ujar Adi.

Selain menyoroti pelayanan publik, Adi juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Salah satu langkah yang direncanakan adalah mengaktifkan kembali ronda malam bersama warga.

“Ronda malam ini penting sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga keamanan wilayah. Harapannya, dengan kekompakan semua elemen masyarakat, Tanjung Mekar bisa semakin aman, tertib, dan masyarakat merasa terlayani dengan baik,” tambahnya.

Minggon rutin ini menjadi momentum bagi Kelurahan Tanjung Mekar untuk mempererat koordinasi internal sekaligus memperkuat pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan warga.

(IL)

Prof. Dr. Syafrial Bakri: Media Harus Jadi Kontrol Sosial dan Bersinergi dengan Masyarakat

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Karawang, Koordinator Wilayah (Korwil) 5, resmi memiliki kantor sekretariat baru yang berlokasi di Perum Cikampek Berseri, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang. Peresmian yang digelar pada Senin (15/9/2025) ini berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus, anggota, tokoh masyarakat, hingga anak-anak yatim piatu.

 

Dalam momentum bersejarah ini, Ketua Korwil 5 IWOI Karawang, Adnan Siregar, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung hingga sekretariat ini bisa diwujudkan.

 

“Terima kasih kepada semua donatur hingga terlaksananya kegiatan ini. Terima kasih kepada tim Korwil 5 serta Ketua DPD IWOI Karawang yang selalu memberi support dan bimbingan. Juga kepada Prof. Dr. Syafrial Bakri, SH., MH. yang telah memberikan fasilitas hingga kantor ini terwujud, serta warga sekitar yang mungkin terganggu atas adanya kegiatan ini,” ungkap Adnan.

 

“Mari kita jadikan kantor ini tempat bermanfaat dan berkreasi sebagai jurnalis,” tambahnya.

 

Usai sambutan dari Ketua Korwil 5, giliran Dewan Penasehat IWOI Korwil 5, Prof. Dr. Syafrial Bakri, SH., MH., yang memberikan pandangan sekaligus motivasi kepada para wartawan. Ia menegaskan pentingnya peran media dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

“Peran media dalam kehidupan sosial dan pemerintahan sangat penting sebagai kontrol, baik melalui media cetak, televisi, hingga kini media online,” ujarnya.

 

“Dengan adanya IWOI di perumahan ini, saya berharap kita bisa bersama-sama bermanfaat, bersinergi, dan bekerja sama dengan baik,” sambungnya.

 

Dalam kesempatan itu, Syafrial juga memperkenalkan dirinya sebagai advokat yang siap memberikan bantuan hukum kepada masyarakat sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2023 tentang Advokat. Ia berharap kehadiran IWOI menjadi wadah kolaborasi positif, memperkuat peran media sebagai kontrol sosial, sekaligus mendorong masyarakat lebih melek hukum.

 

“Selamat atas peresmian kantor baru IWOI. Semoga keberadaannya menjadi dasar kita bekerja sama dalam kerangka Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Pancasila,” pungkasnya.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua DPD IWOI Karawang, Syuhada Wisastra, A.Md., CHRM., yang menekankan bahwa sekretariat baru ini bukan hanya soal bangunan, tetapi simbol kebersamaan insan pers.

 

“Sekretariat ini bukan hanya gedung atau ruangan, tetapi simbol semangat dan kebersamaan kita dalam mengemban tugas mulia sebagai insan pers. Di sinilah kita berharap lahir ide-ide besar, karya jurnalistik yang berintegritas, serta sinergi antar anggota yang semakin kokoh,” ucap Syuhada.

 

Ia juga menyampaikan pesan dari Ketua Umum IWO Indonesia, Dr. (NR) Icang Rahardian, SH., MH., yang menekankan pentingnya profesionalitas, menjaga marwah organisasi, dan terus melahirkan karya jurnalistik yang mencerahkan masyarakat.

 

“Sekretariat yang baru ini diharapkan menjadi pusat energi positif, tempat berkumpulnya para jurnalis ber idealisme tinggi, serta menjadi mercusuar lahirnya berita-berita yang berimbang, akurat, dan berintegritas,” imbuhnya.

 

Sebagai wujud kepedulian sosial, acara peresmian sekretariat juga dirangkaikan dengan santunan kepada 60 anak yatim dari lingkungan sekitar. Suasana penuh kehangatan ini menjadi penutup yang bermakna dari rangkaian acara.

 

Salah seorang anak yatim yang menerima santunan menyampaikan rasa harunya.

 

“Terima kasih kepada semua wartawan IWOI. Semoga semua dilancarkan rezekinya,” ucapnya polos yang disambut doa dan tepuk tangan para hadirin.

 

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, dan foto bersama seluruh jajaran pengurus serta tamu undangan.

 

Dengan diresmikannya sekretariat baru ini, IWOI DPD Karawang Korwil 5 yang menaungi wilayah Purwasari, Cikampek, Jatisari, Tirtamulya, dan Kotabaru diharapkan semakin solid, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui karya jurnalistik yang berimbang dan berintegritas.

 

(IL)

Ikon Karawang Barat Tak Bercahaya, Pemerintah Dinilai Lalai Rawat Proyek Miliaran

Karawang | UNGKAPREALITA.COM | Tugu “The Window” yang berdiri megah di Jalan Tol Karawang Barat, proyek infrastruktur yang sempat dibanggakan dan menyerap anggaran hingga miliaran rupiah, kini menuai sorotan publik. Pada Minggu sore (14/9), pantauan awak media menunjukkan bahwa lampu penerangan di sekitar tugu tersebut dalam kondisi mati total.

‎Kondisi gelap ini mengundang pertanyaan besar dari masyarakat terkait pemeliharaan fasilitas umum yang telah menelan dana besar. Tugu yang dirancang sebagai ikon baru Karawang Barat ini kehilangan daya tarik visualnya saat malam hari karena tidak adanya pencahayaan yang berfungsi.

‎Sejumlah pengguna jalan tol yang melintas mengungkapkan kekecewaannya. “Tugu ini katanya simbol kebanggaan, tapi kalau malam tidak kelihatan sama sekali. Sayang sekali, padahal pasti lebih menarik kalau lampunya nyala,” ujar awak media di lokasi.

 

Komentar serupa datang dari Siti (29), warga Karawang Barat. “Saya sering melewati tugu ini sepulang kerja. Kalau malam gelap, jadi tidak terlihat indah. Padahal dulu waktu diresmikan sempat ramai karena lampunya bagus,” ucapnya.

 

Hal senada juga disampaikan Dedi (45), seorang pengemudi travel. “Proyek besar jangan cuma bagus saat awal diresmikan saja. Harus ada perawatan rutin. Kalau dibiarkan begini, kesannya hanya buang-buang uang,” katanya dengan nada kecewa.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang selaku salah satu instansi yang berwenang dalam pengelolaan fasilitas ruang terbuka belum memberikan tanggapan resmi terkait padamnya lampu penerangan di area tugu.

‎Kondisi ini menambah daftar panjang pertanyaan masyarakat mengenai urgensi proyek dan kualitas pengelolaannya. Publik berharap ada langkah cepat dari pemerintah daerah untuk memperbaiki fasilitas tersebut dan memastikan anggaran publik digunakan secara optimal, tidak hanya untuk pembangunan, tetapi juga pemeliharaan berkelanjutan.

(IL)

Syuhada Wisastra: Jabar Media Summit Jadi Pencerahan Bagi Pengelola Media Daerah

0

BANDUNG, | UNGKAPREALITA.COM | Ratusan insan pers, pemilik media, dan pemangku kepentingan industri media di Jawa Barat berkumpul dalam gelaran akbar Jabar Media Summit 2025. Acara yang dihelat di Pasteur Convention Center, Holiday Inn Bandung, pada Kamis, 11 September 2025, ini menjadi forum strategis untuk membahas tantangan dan peluang di era disrupsi digital.

 

​Mengusung tema utama “Pendalaman Model Bisnis & Konten Berdampak”, Jabar Media Summit ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem media lokal agar lebih adaptif, berkelanjutan, dan mampu menyajikan jurnalisme berkualitas yang relevan bagi masyarakat.

 

​Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB ini menghadirkan deretan narasumber kompeten dari berbagai latar belakang, mulai dari Dewan Pers, pimpinan media nasional, praktisi digital, hingga perwakilan pemerintah.

​Beberapa nama besar yang menjadi pembicara antara lain Muhammad Jazuli dari Dewan Pers, Wahyu Dhyatmika (CEO Tempo), Suwarjono (CEO Suara), dan Adi Komar selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat adalah Ning Wahyu Astutik.

Panel diskusi juga diisi oleh para ahli seperti Eva Danayanti (International Media Support), I Made Ariya Sanjaya (CEO Kazee Digital Indonesia), dan pimpinan redaksi dari berbagai jaringan media terkemuka.

 

​Diskusi yang mengemuka berfokus pada strategi monetisasi konten, inovasi platform digital, cara membangun kepercayaan publik di tengah maraknya misinformasi, serta bagaimana menciptakan konten yang tidak hanya menarik klik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sosial dan demokrasi.

 

​Apresiasi dari Pelaku Media Lokal

 

​Acara ini mendapatkan sambutan hangat dari para peserta yang hadir. Salah satunya adalah Syuhada Wisastra, CEO media siber Teraspasundan Group.

 

Menurutnya, Jabar Media Summit 2025 memberikan pencerahan yang sangat dibutuhkan oleh para pengelola media di daerah.

 

​”Saya sangat mengapresiasi Jabar Media Summit 2025 ini. Inisiatif yang luar biasa untuk mengumpulkan para pelaku media di Jawa Barat,” ujar Syuhada saat ditemui di sela-sela acara.

 

​Ia menambahkan, materi yang disajikan sangat relevan dengan kondisi industri saat ini.

 

“Ilmu yang dibagikan oleh para pakar sangat bermanfaat, terutama bagi kami para pemilik media yang terus berjuang mencari model bisnis yang ideal dan berkelanjutan. Forum ini lengkap, memberikan kami wawasan baru dari sisi bisnis, redaksional, hingga teknologi,” pungkasnya.

​Pada kesempatan tersebut, Syuhada juga menjadi salah satu peserta yang beruntung memenangkan hadiah doorprize.

 

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada PLN Jawa Barat sebagai salah satu sponsor utama.

 

“Terima kasih PLN Jabar atas apresiasinya. Semoga sinergitas yang baik antara PLN dan rekan-rekan media dapat terus terjaga untuk mendukung penyebaran informasi positif kepada masyarakat,” tambahnya.

 

​Jabar Media Summit 2025 terselenggara atas kolaborasi sejumlah media besar seperti Ayobandung.id, Suara.com, dan Radarcirebon.com, serta didukung oleh berbagai sponsor ternama, di antaranya BNI, bank bjb, PLN, JNE, dan banyak lagi.

 

​Diharapkan, hasil dari Jabar Media Summit ini dapat mendorong lahirnya inovasi dan kolaborasi yang lebih erat antar media di Jawa Barat, sehingga mampu menjawab tantangan zaman dan terus menjadi pilar keempat demokrasi yang kokoh.

(IL)

Bazar UMKM Terlama di Karawang, Bidik Rekor MURI

0

Karawang | UNGKAPREALITA.COM | Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Karawang berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar bazar UMKM berkesinambungan selama 14 hari. Kegiatan ini ditargetkan memecahkan rekor MURI sebagai bazar UMKM terlama.

 

Menurut Kepala Dinkop UKM Karawang, Dindin Rachmadhy, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hingga pagi tadi tercatat 493 pendaftar, meskipun hanya 100 tenda yang terpasang di lokasi.

“Antusiasme luar biasa, total ada sekitar 600 pendaftar. Namun karena keterbatasan fasilitas dan aturan yang berlaku, tidak semua bisa difasilitasi,” jelas Dindin.

 

Lebih lanjut ia menerangkan, tujuan kegiatan ini sejalan dengan RPJMD Kabupaten Karawang, yaitu mendorong UMKM agar lebih dikenal masyarakat sekaligus menciptakan pergerakan ekonomi. “Kita berharap akan lahir produk-produk unggulan baru dari para pelaku UMKM,” ujarnya.

 

Peserta bazar terdiri dari berbagai kalangan, di antaranya pelaku usaha umum, koperasi, UMKM binaan program Gubernur Jabar, hingga UMKM naik kelas. Selain itu, terdapat juga kelompok mentor yang dibina dengan sistem bergilir.

 

“Stand ini gratis. Alhamdulillah ada dukungan dari mitra seperti Honda dan Smartfren, meski jumlah tenda yang kami miliki terbatas. Harapannya, ke depan kegiatan semacam ini bisa lebih baik lagi, bahkan bisa digelar di tiap daerah pemilihan maupun kecamatan,” tambah Dindin.

 

Bazar ini digelar setiap hari selama 14 hari penuh, mulai hari Senin (01/09/2025) pukul 10.00 pagi hingga 22.00 malam. Selain pameran produk UMKM, juga akan hadir wahana hiburan anak serta kegiatan masyarakat umum lainnya.

(Red/IL)