Sabtu, Juli 25, 2026
Beranda blog Halaman 23

Penemuan Mayat Pria di Selokan Bikin Heboh Warga Tegalsari

SEMARANG | ungkaprealita.com ,– Mayat seorang pria ditemukan di selokan Jalan Diponegoro, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang bikin heboh warga sekitar. Seorang saksi menyebut mayat itu ditemukan dalam kondisi tengkurap dan masih mengenakan masker. Rabu (24/9/2025) siang.

Saksi mata mengetahui dan dia pun cepat lapor ke polisi. Petugas kepolisian setempat Polsek Candisari dan pihak medis datang mengevakuasi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Diketahui, bahwa mayat seorang pria itu adalah warga Tegalsari yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di kantor kawasan Jalan Pahlawan Semarang.

Dijelaskan oleh tukang sapu di depan masjid, Ali Ridho (43) mengaku, saat itu dia diberi tahu tentang mayat tersebut dari seorang pemulung.

“Waktu itu saya lagi istirahat depan masjid, terus tiba-tiba dikabari sama pemulungnya. Pemulungnya lagi jalan dari atas terus lihat ada mayat,” jelasnya.

Ali menyebut mayat pria itu diketahui bernama Supriyanto (48) warga Tegalsari. Rumahnya tak jauh dari lokasi penemuan.

“Ditemukan ada dompet, hp, motornya di depan masjid. Tapi saya nggak tahu bapaknya sempat ke masjid nggak,” jelasnya.

Disisi lain, menurut Giyarto (57), Supriyanto bekerja sebagai Office Boy di salah satu kantor telekomunikasi. Kemarin, Supriyanto sempat meminta izin tak bekerja karena sakit.

“Kata istrinya dia nggak pulang, terakhir jam 04.00 WIB pagi. Katanya nggak pulang, ke tempat temannya,” kata Giyarto.

Kanit Reskrim Polsek Candisari Iptu Bunawi mengatakan, masih menyelidiki dan mendalami penyebab korban meninggal. Tetapi, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada korban.

“Hasil olah TKP tidak menemukan bekas tanda kekerasan. Kita tunggu visum dari rumah sakit,” katanya.

Di tempat korban meninggal, barang bukti milik korban kendaraan sepeda motor ditemukan di lokasi. Dari rekaman CCTV saat kejadian, korban sengaja parkir dan berjalan, nahas saat ditemukan itu posisinya sudah meninggal di selokan.

Namun, kepastian korban meninggal di selidiki polisi penyelidikan dan hasil rumah sakit masih dalam proses.

“Saksi sudah kita periksa untuk mendapatkan pengungkapan. Tapi lebih pastinya ada bukti rekaman di dekat lokasi, pada saat korban sebelum terjadi penemuan mayat. Barang-barang korban juga kita amankan di lokasi,” pungkasnya.

Penulis: Ynd_11.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Orang Tua Siswa di Gunungkidul Akan Boikot Program MBG Jika Tidak di Evaluasi

GUNUNGKIDUL,ungkaprealita.com— Dinas Pendidikan Gunungkidul, D.I. Yogyakarta mendesak satuan tugas (Satgas) program makan bergizi gratis (MBG) untuk evaluasi dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) pasca terjadinya siswa keracunan di Kapanewon Semin usai santap MBG. Hal itu bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab keracunan seperti ketidak patuhan SOP atau kualitas kebersihan yang buruk.

Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul Agus Subariyanta, S.T mengatakan bahwa akan segera kordinasi dengan satgas MBG dan Dinas Kesehatan terkait langkah mengantisipasi, mencegah keracunan pada siswa akibat MBG seperti yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Kordinasi itu penting untuk memperkuat pengawasan, keamanan pangan.

“Kami akan desak satgas MBG agar segera evaluasi menyeluruh SPPG yang ada. Kami juga akan sampaikan ke Dinas Kesehatan untuk monitoring langsung higenisasi proses pembuatan, penyajian MBG agar tidak menimbulkan keracunan pada siswa,”ucap Agus kepada wartawan Rabu (23/9/2025).

Agus menjelaskan bahwa pihaknya telah mencatat sejumlah aduan masyarakat yang mengungkapkan kekhawatiranya program MBG. Bahkan, di salah satu sekolah di Gunungkidul hampir menolak pemberian menu makan bergizi gratis dengan alasan takut keracunan.

“Kami mendapat aduan dari orang tua siswa bahwa akan memboikot pemberian MBG karena khawatir anaknya keracunan. Mengingat yang paling banyak penerima manfaat MBG di sektor pendidikan,”ucap Agus.

“Kami juga memberikan arahan kepada setiap guru untuk cek menu MBG seperti membau, melihat, dan merasa sebelum MBG dibagikan ke siswa guna memastikan makanan layak konsumsi,”sambung dia.

Agus menjelaskan, orang tua siswa tidak menolak program MBG, karena dinilai sangat bagus dalam menciptakan generasi cerdas serta produktif melalui peningkatan gizi anak – anak. Hanya saja, mereka menolak teknis realisasi karena banyak kejadian keracunan dimana-mana setelah menyantap MBG.

Hal senada diungkapkan wakil komisi X DPR RI Esti Wijayanti saat kunjungan kerja di Gunungkidul. Ia sangat medukung pentingnya evaluasi menyeluruh terkait program makan bergizi gratis. Evaluasi menjadi penting setelah kasus keracunan setelah menyantap MBG terjadi di sejumlah daerah. Korban lebih dari 5.000 orang.

“Bu Puan Maharani (Ketua DPR RI) menyampaikan kepada publik bahwa itu adalah suara kita semua, bahwa DPR RI meminta supaya dilakukan evaluasi total,” ujarnya.

(Redaksi/HM)

Adu Banteng Bus Vs Pick Up, Satu Orang Tewas

BANTUL (DIY) | ungkaprealita.com – Insiden adu banteng terjadi di Jalan Sitimulyo tepatnya di depan PT. Doung Young Tress Nganyang, Sitimulyo, Kabupaten Bantul, Rabu (24/09/2025) pukul 11.30 WIB. Insiden maut melibatkan sebuah Bus nomor polisi AA 7574 OD dengan Suzuki Carry Pick Up nomor polisi AB 8342 WK.

Berdasarkan rekaman CCTV, insiden bermula saat mobil pick up melaju di TKP dengan kecepatan sedang sekitar pukul 11.30 WIB. Dari arah berlawanan, tiba-tiba ada bus pariwisata melaju dengan kecepatan lumayan tinggi masuk ke jalur mobil pick up dan tabrakan pun terjadi.

Belum diketahui secara pasti penyebab sopir bus masuk ke jalur lawan. Namun ada spekulasi kalau sopir busa menghindari mobil grandmax yang berhenti dan tiba-tiba membuka pintu.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menjelaskan, insiden tersebut bermula saat Bus yang dikemudikan seorang pria berinisial S (59) warga Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Bantul, melaju dari arah Utara menuju ke arah Selatan dengan kecepatan kencang.

Sopir Pick Up Tewas Terjepit Kabin.(fto;dok_UR)

Setibanya di lokasi kejadian, Bus tersebut hendak mendahului kendaraan yang ada di depannya dengan mengambil jalur terlalu ke kanan. Namun, naas pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju Suzuki Carry Pick Up yang dikemudikan seorang pria berinisial MR (54) warga Petir, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Bantul, sehingga terjadi adu banteng.

“Jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, maka kecelakaan pun tidak bisa terhindarkan.” Jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkan, kerasnya benturan akibat tabrakan tersebut menyebabkan sopir Suzuki Carry Pick Up terjepit kabin mobil dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

“Korban meninggal dibawa ke RS Hardjolukito, sebelum diserahkan ke pihak keluarga. Sementara itu sopir Bus tidak mengalami luka.” Pungkasnya.

Polisi mengimbau kepada seluruh untuk selalu berhati-hati didalam berkendara, serta meningkatkan kewaspadaan.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Satgas Yonif 403/WP Gelar Aksi Sosial di Kampung di Papua Selatan

PAPUA SELATAN | ungkaprealita.com – Satuan Tugas (Satgas) Yonif 403/WP melalui Pos KM 53 menggelar aksi sosial dengan membagikan bantuan berupa baju sekolah dan perlengkapan sekolah kepada warga Kampung Kanggup RT 04, Distrik Sesnuk, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada hari Rabu (24/09/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danpos KM 53 Satgas Yonif 403/WP, Letda Inf Muhamad Sofian, beserta anggota pos. Masyarakat setempat tampak antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini.

Letda Inf Muhamad Sofian menyampaikan bahwa pembagian perlengkapan sekolah ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya di wilayah penugasan perbatasan seperti Kampung Kanggup.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu tokoh masyarakat Kampung Kanggup menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Kami merasa sangat senang dan terbantu dengan adanya kegiatan ini. Terima kasih kepada TNI yang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Pos KM 53 Satgas Yonif 403/WP kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga berperan sebagai mitra masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik di Papua.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat Papua semakin erat, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

(redaksi.)

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

My Esty Wijayanti Komisi X DPR RI Lakukan Kunjungan ke Pemkab Gunungkidul, Tegaskan Evaluasi Menyeluruh Program MBG

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – Wakil Komisi X DPR RI Partai PDIP, My Esti Wijayanti, lakukan kunjung ke Kantor Pemda Gunungkidul. Ia juga tekankan pentingnya evaluasi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi menjadi penting setelah adanya korban lebih dari 5.000 orang keracunan menu MBG terjadi di sejumlah daerah DIY.

Pernyataan tersebut disampaikan Esti di Kantor Pemda Gunungkidul pada Rabu (24/9/2025). “Bu Puan Maharani (Ketua DPR RI) menyampaikan kepada publik bahwa itu adalah suara kita semua, bahwa DPR RI meminta supaya dilakukan evaluasi total terkait MBG,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kekhawatiran mengenai metode penyelenggaraan MBG, khususnya terkait penggunaan dapur besar yang harus mengelola makanan untuk 3.000 orang.

Esty mempertanyakan efisiensi metode ini termasuk dampaknya bagi masyarakat. “Berbagai pihak sudah mengusulkan, apakah tidak lebih baik jika sekolah-sekolah yang sudah memiliki dapur umum tetap beroperasi, tetapi dengan kapasitas memasak yang dikurangi. Dengan demikian, jangkauannya tidak terlalu jauh dan makanan yang dihasilkan dapat lebih segar ketika disajikan kepada anak-anak,” ucap Esti.

Menyoroti pentingnya keberlangsungan pekerjaan bagi tenaga ahli gizi dan koki di sekolah, sehingga tidak perlu khawatir akan pengangguran.

Dalam konteks tersebut, Esti menyinggung kasus keracunan yang terjadi di beberapa sekolah didaerah Sleman dan Bantul beberapa waktu lalu.

Ia mencatat bahwa dapur yang terlibat dalam kasus tersebut tetap beroperasi setelah insiden keracunan. “Saya sudah cek ke sekolah di Sleman, namun hari berikutnya pasca keracunan dapur tetap memasak seperti biasa. Ini aneh, seharusnya jika sudah terjadi keracunan, proses memasak harus dihentikan dan dievaluasi terlebih dahulu. Kendati demikian, setelah keracunan, mereka tetap memasak tanpa ada peringatan untuk tidak melanjutkannya. Proses pembersihan dan penelitian nuga tidak dilakukan, Ini menjadi catatan untuk kita semua,” tegasnya.

Esti mengingatkan bahwa Pemerintah Daerah perlu mengalokasikan anggaran untuk membantu siswa yang sakit akibat program MBG. Di Sleman, anggaran sebesar Rp45 juta harus dikeluarkan untuk pengobatan ratusan siswa yang terlibat.

Disisi lain, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengungkapkan bahwa biaya pengobatan akibat dari keracunan menu MBG tidak dapat ditanggung oleh BPJS, sehingga Pemerintah Daerahlah yang harus menyiapkan anggaran sendiri untuk membantu masyarakat.

“Gunungkidul melalui APBD Perubahan menyiapkan anggaran sebesar Rp100 juta untuk antisipasi keracunan MBG. Karena keracunan ini bukan bagian dari penyakit, tidak bisa dibackup oleh BPJS, sehingga menjadi beban bagi Pemerintah Daerah. Sementara itu, tidak ada alokasi anggaran MBG kepada daerah, yang menyebabkan beban pada APBD,” jelasnya.

(redaksi.)

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Hari Tani Nasional, Dedi Iskandar Tegaskan Peran Strategis Petani Karawang

0

KARAWANG |UNGKAPREALITA.COM| Memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada Rabu, 24 September 2025, Dedi Iskandar atau yang akrab disapa KDI menyerukan refleksi bersama mengenai peran penting petani dalam menjaga ketahanan pangan bangsa.

 

Hari Tani Nasional diperingati sejak ditetapkannya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) pada 24 September 1960. Momentum ini menjadi pengingat bahwa sektor pertanian adalah pilar utama kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional.

 

Sebagai salah seorang pemimpin perusahaan media di Karawang yang juga aktif dalam berbagai program masyarakat, KDI menegaskan bahwa Hari Tani bukan sekadar perayaan seremonial. Menurutnya, momen ini harus menjadi ajakan nyata untuk lebih peduli terhadap nasib dan kesejahteraan petani.

 

“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan bangsa. Namun, mereka masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari alih fungsi lahan, keterbatasan pupuk, hingga tingkat kesejahteraan yang belum merata. Hari Tani ini harus menjadi bahan evaluasi bersama,” kata KDI.

 

Ia juga mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memperkuat program-program pertanian yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Dukungan tersebut, kata KDI, dapat berupa akses terhadap teknologi modern, penyediaan sarana produksi, serta regulasi yang berpihak pada petani kecil.

 

“Kami berharap dinas terkait lebih serius dalam menjalankan program peningkatan pertanian. Kalau petani kita sejahtera, masyarakat secara keseluruhan pun akan ikut sejahtera,” ujarnya.

 

KDI menilai Karawang sebagai daerah agraris memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan beras nasional. Karena itu, keberadaan petani tidak boleh dipandang sebelah mata, melainkan harus didukung dengan kebijakan yang tepat.

 

Ia pun mengingatkan generasi muda untuk tidak melupakan akar pertanian sebagai identitas bangsa.

“Petani sejahtera, bangsa kuat. Itulah semangat yang harus terus kita gaungkan bersama,” tutup KDI.

(IL)

IWO Indonesia Kawal Kebijakan Pro-Petani, Ketum Ucapkan Selamat Hari Tani Nasional dan Apresiasi Pemkab Karawang

0

KARAWANG, | UNGKAPREALITA.COM | Tepat pada peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September 2025, Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia, Dr. H. Nisan Radian, SH., S.Akun., MH., M.Pd, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya peran petani bagi kedaulatan pangan bangsa.

 

Ia juga memberikan apresiasi khusus dan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Karawang di bawah kepemimpinan Bupati H. Aep Syaepuloh dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

 

​Dalam keterangan resminya, Dr. Nisan Radian menekankan bahwa setiap butir nasi yang dinikmati oleh masyarakat adalah buah dari kerja keras tanpa lelah para pahlawan pangan di sawah dan ladang.

 

​”Setiap butir beras yang kita nikmati adalah hasil kerja keras para petani yang tak kenal lelah. Mari kita hargai, dukung, dan terus menjaga kesejahteraan mereka demi kedaulatan pangan Indonesia,” ujar Dr. Nisan Radian, Rabu (24/9/2025).

 

​Menurutnya, Hari Tani Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali menempatkan sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan. Ia berharap ada terobosan dan inovasi berkelanjutan untuk memajukan pertanian Indonesia, mulai dari modernisasi alat pertanian, jaminan ketersediaan pupuk, hingga stabilitas harga jual hasil panen (gabah).

 

​Dukungan untuk Karawang sebagai Lumbung Padi Nasional

 

​Secara spesifik, Ketua Umum IWO Indonesia menyoroti peran strategis Kabupaten Karawang sebagai salah satu lumbung padi nasional. Ia mengapresiasi berbagai program yang digulirkan oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, yang dinilai fokus pada peningkatan produktivitas pertanian serta kesejahteraan para pelakunya.

 

​”Kami melihat komitmen kuat dari Bupati Karawang dalam menjaga dan meningkatkan status Karawang sebagai lumbung padi nasional. Program-program seperti perbaikan irigasi, bantuan benih unggul, dan pendampingan teknologi bagi petani adalah langkah konkret yang patut didukung penuh,” tegasnya.

 

​Dr. Nisan menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan. Kesejahteraan petani, lanjutnya, adalah cermin dari keberhasilan kedaulatan pangan. Jika petani sejahtera, maka mereka akan semakin termotivasi untuk berproduksi secara maksimal, yang pada akhirnya akan menjamin pasokan pangan bagi seluruh negeri.

 

​”Kami dari IWO Indonesia akan terus mendukung melalui fungsi kami sebagai media, untuk mengawal dan mempublikasikan kebijakan-kebijakan pro-petani. Selamat Hari Tani Nasional 2025. Petani Berjaya, Indonesia Sejahtera!” pungkasnya.

(IL)

Polisi Tangkap 8 Orang Sindikat Pembuat SIM Palsu

YOGYAKARTA,ungkaprealita.com— Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap kasus peredaran SIM palsu. Sebanyak 8 tersangka berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti. Para pelaku sindikat pembuat SIM palsu ini telah melakukan aksinya selama 1 tahun.

“Pelaku melakukan praktik membuat SIM palsu selama setahun. Rata-rata mereka bisa mencetak 10-15 SIM palsu setiap harinya,”ucap Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Riski Adrian Lubis dalam jumpa pers Selasa (23/9/2025).

Lebih lanjut Riski mengatakan, pelaku menawarkan jasa pembuatan SIM melalui iklan di Facebook dengan harga berkisar 650 ribu hingga 1,5 juta rupiah. Mereka menyasar korban dari luar pulau jawa seperti Maluku, Sulawesi, Papua. Adapun SIM yang mereka buat diantaranya SIM A, B, B1 umum, dan B2 umum, SIM C.

“Namun yang paling banyak B1 umum, B2 umum. Sasaran mereka adalah orang yang ingin bekerja di pertambangan,”sambung Riski.

Polisi berhasil mengungkap sindikat pembuatan SIM palsu setelah melakukan patroli siber. Berawal dari personil kepolisian melihat iklan jasa pembuatan SIM di media sosial Facebook. Personil pun akhirnya menghubungi nomor telepon yang tertera di iklan tersebut.

“Personil diarahkan untuk mengirimkan foto setengah badan, mengisi formulir, dan mengirimkan foto tanda tangan, lalu paket dikirim secara COD,” ujar Riski.

Lanjut Riski, 8 orang yang diamankan memiliki peran masing-masing. Pertama sebagai penyedia modal dan material, inisial KT (39) dan AB (36) tahun. Sebagai produksi merangkap admin atau customer service, inisial FJL (25), IA (41), RYP (41), dan sebagai admin DNT (29) serta sebagai customer service RI (33) dan HDI (30). Satu orang sebagai tim editor dengan inisial CY masih DPO.

Perbuatanya, komplotan ini dijerat Pasal 45a ayat 1 Jo pasal 28 ayat 1 Undang-undang nomor 1 tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU no 11 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Atau Pasal 263 ayat 1 KUHP atau pasal 264 KUHP atau pasal 266 KUHP jo pasal 55 ayat 1 KUHP jo pasal 64 KUHP.

(Redaksi/HM)

 

Kolaborasi Camat Karawang Barat dan Rescue Karang Taruna Kabupaten, Bantaran Rel Tanjung Mekar Disapu Bersih

0

Karawang |UNGKAPREALITA.COM | Camat Karawang Barat bersama Kelurahan Tanjung Mekar dan Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang menggelar aksi sapu bersih di bantaran rel kereta api Dusun Tanjung Mekar, Rabu (24/9/2025).

 

Kegiatan tersebut berlangsung secara kolaboratif dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang, aparatur pemerintahan, relawan kebersihan, serta masyarakat sekitar.

 

Camat Karawang Barat, Asep Somantri, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi seluruh pihak dalam kegiatan tersebut.

 

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab kita semua. Kami berharap masyarakat bisa terus menjaga lingkungan sekitar agar lebih sehat dan nyaman,” ujarnya.

 

Senada dengan itu, Lurah Tanjung Mekar, Adi, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang sudah terlibat. Harapannya, kegiatan ini menjadi momentum agar masyarakat lebih peduli dan rutin menjaga kebersihan lingkungannya, bukan hanya ketika ada kegiatan seremonial,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang, Candra Candiago, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung gerakan sosial kemasyarakatan.

 

“Kami dari Rescue Karang Taruna akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini. Kolaborasi semua pihak adalah kunci agar lingkungan tetap asri, aman, dan terhindar dari potensi masalah kesehatan maupun bencana,” jelasnya.

 

(IL)

 

Cemburu Buta Membawa Kisah Cinta Pada Penusukan Adik Ipar

SLEMAN (DIY) | ungkaprealita.com – Seorang pria berinisial GNP (37), buruh harian lepas asal Pandowoharjo, Sleman, ditangkap Unit Reskrim Polsek Ngaglik setelah menusuk pria berinisial MFDN (27), karyawan swasta asal Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Aksi penganiayaan ini dipicu persoalan asmara. Peristiwa penusukan terjadi pada Rabu (3/9/2025) sekitar pukul 18.30 WIB.

Panit Reskrim Polsek Ngaglik, Ipda YS. Udin A mengungkapkan, korban yang diketahui sebagai adik ipar pelapor itu sempat berusaha melerai keributan antara pelaku dan salah satu saksi di halaman rumah milik korban.

“Korban mencoba melerai pertengkaran antara pelaku dan saksi. Namun, justru korban yang menjadi sasaran. Pelaku menusuk korban menggunakan pisau lipat di bagian perut,” kata Ipda Udin dalam konferensi pers Selasa (23/9/2025).

Dari hasil pemeriksaan, motif dari pelaku diduga kuat karena rasa cemburu. Pelaku serta korban ternyata terlibat cinta segitiga dengan seorang perempuan yang sebelumnya merupakan pacar sang pelaku.

Pelaku GNP.(fto;dok_UR)

“Pelaku datang ke rumah korban untuk menemui perempuan yang masih dia anggap pacarnya. Namun saat sampai di sana, dia melihat perempuan itu sedang bersama pria lain, dari situlah muncul rasa cemburu dan tidak terima,” imbuh Ipda Udin.

Menurut pengakuan pelaku, ia merasa kalah bersaing dengan korban dalam memperebutkan hati perempuan tersebut. “Pelaku mengakui, (aku kalah saing nek karo korban) makanya dia menusuk korban dengan pisau lipat yang sudah dia siapkan dari rumah,” terang Udin.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek cukup serius di bagian perut dan langsung dilarikan ke RS Puri Husada. Sementara pelaku melarikan diri usai kejadian. Setelah melakukan penyelidikan, petugas berhasil meringkus pelaku di kediamannya di Pandowoharjo pada Kamis (4/92025).

Dari pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah pisau lipat merek Knifezer W46 warna hitam dengan gagang besi warna silver, panjang total 16 cm.

Atas perbuatannya, pelaku kini mendekam di balik jeruji besi dan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun.

Penulis: Arf_adm.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B