Minggu, Mei 24, 2026
Beranda blog Halaman 22

Tersebarnya Surat Rahasia Perjanjian SPPG di Gunungkidul, Kepala Dinas Pendidikan Angkat Bicara

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – Polemik Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bergulir bagaikan arus deras yang tidak bisa dibendung, yang terus membesar, dipicu oleh serangkaian masalah. Keresahan Wali murid belum larut tentang insiden keracunan 19 siswa dari menu MBG, kini wali murid kembali di buat shock dengan beredar luasnya surat perjanjian kerjasama antara Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) bersama pihak sekolahan.

Diketahui, surat Perjanjian tersebut bukan hanya memuat tentang teknis pendistribusian MBG saja, namun juga menyimpan klausul yang dianggap dapat merugikan sekolah penerima manfaat MBG.

Dari pengamatan reporter ungkaprealita.com, surat MoU yang tertanggal 20 Agustus 2025 itu ditandatangani oleh Kepala SPPG yang berkedudukan di Padukuhan Pandanan, Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul bersama dengan salah satu Kepala SD Negeri yang ada di Semin.

Poin terakhir dari ketujuh poin tersebut, menjadi sorotan tajam keresahan publik terlebih Dinas Pendidikan.

“Apabila terjadi kejadian luar biasa, seperti keracunan, ketidaklengkapan paket makanan, atau kondisi lain yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan program ini, pihak kedua berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan informasi hingga pihak pertama menemukan solusi terbaik,” kutipan bunyi poin ke tujuh yang tertera pada surat MoU yang beredar dikalangan wartawan Gunungkidul.

Salah seorang Kepala Sekolah Negeri di Kapanewon Semin Gunungkidul yang enggan disebut namanya mengaku, bahwa dirinya telah menandatangani surat Mou tersebut. Dijelaskan bahwa penandatanganan dilakukan sebelum program MBG launching di sekolahnya.

“Memang benar ada MoU yang harus kita tandatangani atau kita sepakati,” ujarnya singkat.

Pengakuan tersebut seolah menegaskan bahwa bukan hanya sekolahannya saja yang terikat dengan MoU, melainkan bisa terjadi dilain sekolah di Gunungkidul. Melihat dari isi MoU tersebut sama persis seperti MoU yang terkuak di Kabupaten Sleman serta Kabupaten Blora.

Atas terkuaknya beberapa surat MOU tersebut, salah satunya berada di Kapanewon Semin, Gunungkidul, Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengungkapkan, seketika rasa kekesalannya muncul seperti api membara yang dirasa akan sulit untuk dipadamkan dalam waktu dekat.

Mengetahui dari isi surat tersebut, Ia menilai klausul rahasia itu menyalahi prinsip transparansi publik, dan justru akan merugikan pihak sekolah serta anak didik. “Saya tidak habis pikir, beberapa kali didalam grup MBG, saya sudah sering meminta untuk meninjau ulang mengenahi isi dari MoU itu,” ungkap Nunuk dengan nada tinggi kepada awak media, Kamis (25/9/2025).

Nunuk bahkan menyinggung terkait kasus dugaan keracunan MBG yang sempat mencuat dan viral di Gunungkidul, Ia mengaku heran mengapa tidak ada yang laporan resmi masuk ke ruangannya.

“Pantas saja, ada kasus keracunan kemarin tidak ada yang melapor ke dinas. Apakah saya harus marah-marah, saya merasa tidak terima kalau anak-anak saya hanya untuk kelinci percobaan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut dapat menggambarkan betapa seriusnya dampak klausul rahasia tersebut. Beberapa sekolahan menjadi takut untuk berbicara, sementara siswa justru harus menanggung risiko terbesar.

Lebih lanjut Nunuk menduga, dari keberadaan MoU tersebut menjadikan penyebab utama bungkamnya sekolahan saat terjadinya insiden keracunan.

“Ketakutan terhadap konsekuensi perjanjian membuat pihak sekolah lebih memilih diam, meski siswa mengalami masalah kesehatan,” tandasnya.

“Ini sangat merugikan sekolah. Mereka jadi tidak berani melapor karena takut melanggar perjanjian,” imbuhnya.

Atas masalah yang terjadi, Nunuk akan segera memerintahkan seluruh koordinator wilayah pendidikan untuk segera kaji ulang isi perjanjian tersebut. Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi demi keselamatan siswa.

Diberitakan sebelumnya pada ungkaprealita.com. Sekertaris Dinas Pendidikan Gunungkidul mengungkapkan keluhan serta aduan para wali murid yang akan melakukan pemboikotan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul bila tidak adanya evaluasi kinerja serta memperbaiki kualitas makanan MBG yang menyebabkan keracunan kepada anak-anaknya.

“Para wali murid memiliki kekhawatiran yang tinggi terhadap anak mereka terkait makan bergizi gratis yang diberikan oleh SPPG. Dari berbagai aduan wali murid juga akan melakukan boikot menu MBG bila tidak segera dievaluasi dan dapat menjamin untuk penerima manfaat MBG aman,” ucap Sekdin Pendidikan Gunungkidul, Agus Subariyanta.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Anggota Karang Taruna Tegallamba Dukung Penuh HUT Karang Taruna Karawang di Cibuaya

0

Karawang | UNGKAPREALITA.COM | Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Karang Taruna ke-65 sekaligus HUT Kabupaten Karawang ke-392 yang digelar di Kecamatan Cibuaya mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen pemuda.

Salah satunya datang dari Bim Bim, anggota Karang Taruna Dusun Tegallamba, Desa Kedungjaya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi generasi muda sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antar pemuda Karawang.

“Kami dari Karang Taruna Dusun Tegallamba sangat mendukung adanya acara besar ini. Semoga kegiatan ini membawa semangat baru bagi pemuda Karawang dalam berkarya dan berkontribusi untuk masyarakat,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari seluruh elemen pemuda di tingkat desa hingga dusun. Menurutnya, semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama Karang Taruna.

“Karang Taruna hadir sebagai wadah pemuda untuk tumbuh, berkembang, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Dukungan dari Karang Taruna desa hingga dusun menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih terjaga,” ucapnya.

Acara yang mengusung tema “Konsistensi Kebersamaan, Peduli Lingkungan, dan Lestarikan Budaya” ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Karang Taruna dalam bidang sosial, kepemudaan, serta pelestarian budaya daerah.

(IL)

Dandim 0730/Gunungkidul Tegaskan Babinsa Lakukan Pendampingan MBG di Setiap Sekolahan

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan memantau secara langsung pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar bertempat di SD Kanisius, Kelurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para guru serta siswa-siswi penerima manfaat. Kamis (25/9/2025).

Dalam kegiatan ini, Dandim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan menegaskan bahwa program makan bergizi gratis (MBG) merupakan salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

“Program ini diharapkan mampu menunjang kesehatan dan semangat belajar para pelajar di wilayah Kabupaten Gunungkidul.” ucapnya.

MBG ini, kata Dandim merupakan bagian dari Program unggulan Presiden RI H. Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak bangsa agar tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi penerus yang unggul.

“Kami di jajaran TNI khususnya Kodim 0730/Gunungkidul merasa terhormat dapat ikut serta dalam mendukung dan mengawal jalannya program ini,” ujar Letkol Inf Roni Hermawan.

Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa program ini juga menjadi bukti nyata sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan pihak sekolah dalam mewujudkan cita-cita besar meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus kesehatan masyarakat.

“Kami akan terus berkomitmen mendampingi pelaksanaan program MBG, karena kami percaya bahwa anak-anak inilah aset masa depan bangsa yang harus di jaga dan di perhatikan kebutuhannya, khususnya di bidang gizi dan pendidikan,” tambahnya.

Selain itu, pihak Kodim 0730/Gunungkidul juga mengerahkan personel Babinsa untuk melakukan pendampingan dan pengawalan di setiap sekolah penerima program MBG yang tersebar di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

“Sejumlah Babinsa juga kami kerahkan untuk melakukan pendampingan dan pengawalan setiap SPPG di wilayah Kabupaten Gunungkidul, agar distribusi makan bergizi gratis ini tepat sasaran, aman, dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh para pelajar,” pungkasnya.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Ketahanan Pangan Desa Pancakarya Diselimuti Misteri, Dana Tak Terlihat Hasil Tak Jelas

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, tengah disorot tajam publik. Polemik pengelolaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 memicu kegaduhan, menyeret nama Kepala Desa, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga mempertanyakan peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

 

Dugaan praktik nepotisme dan minimnya transparansi menjadi akar masalah. Ketua BUMDes Pancakarya, Kartawida, tercatat tiga kali mangkir dari panggilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Karawang terkait dana ketahanan pangan. Lebih jauh, posisinya sebagai Ketua BUMDes dinilai cacat hukum karena ia merupakan adik kandung Kepala Desa. Bahkan, Sekretaris BUMDes juga disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan sang kades.

 

Kinerja BPD Pancakarya ikut menjadi sasaran kritik. Publik menilai BPD abai dalam fungsi pengawasan. Namun, Ketua BPD Pancakarya, Sarwan Hermanto, membantah tudingan tersebut.

 

“Kami BPD bukan diam. Kami sudah berkirim surat kepada kepala desa terkait pertanyaan masyarakat mengenai pembangunan kantor dusun dan ketahanan pangan. Kami juga sudah teruskan ke Bupati melalui Camat Tempuran, dan bahkan ke Inspektorat pada Agustus lalu,” kata Sarwan saat ditemui wartawan, Kamis (25/9/2025).

 

Sarwan menegaskan, pihaknya masih menunggu Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat. “Kalau ada temuan, kami siap panggil kembali kepala desa untuk klarifikasi,” ujarnya.

 

Polemik makin panas ketika menyangkut laporan pertanggungjawaban (SPJ). Baik kepala desa maupun Ketua BUMDes mengklaim seluruh SPJ sudah dibuat. Namun, hingga kini tidak ada satu pun dokumen yang ditunjukkan, baik kepada BPD maupun DPMD.

 

“Mereka hanya bilang ada, tapi tidak pernah memperlihatkan SPJ. Kami tidak pernah menerima bukti itu,” tegas Sarwan.

 

Ketua BUMDes bahkan mengaku dana ketahanan pangan tahap II 2025 belum dipergunakan. Namun, klaim itu juga tidak dibarengi bukti rekening maupun catatan keuangan.

 

“Semua hanya sebatas omongan. Tidak ada satupun bukti yang diperlihatkan, baik soal hasil panen, pemasukan ke PADes, maupun alokasi modal tanam,” ujarnya geram.

 

Atas kondisi ini, BPD Pancakarya berencana menggelar rapat internal dan melayangkan surat resmi kepada Ketua BUMDes. Mereka menuntut transparansi penuh, mulai dari bukti lahan garapan, hasil panen, hingga kejelasan dana tahap II yang diklaim masih tersimpan.

 

“Kami akan minta bukti nyata: sawahnya di mana, hasilnya berapa, dan kemana uang itu dialirkan. Jangan hanya laporan lisan tanpa dokumen,” tegas Sarwan.

 

Polemik Desa Pancakarya dipastikan masih berlanjut. Publik kini menanti, apakah Inspektorat dan aparat terkait berani mengungkap praktik nepotisme dan dugaan penyalahgunaan Dana Desa yang mencoreng wajah pemerintahan desa.

(IL)

STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta Launchingkan Posyandu Kesehatan Jiwa di Kalurahan Karangmojo 

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – Pemerintah Kalurahan Karangmojo menggelar kegiatan peningkatan ketahanan kesehatan jiwa sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan jiwa. Kamis (25/9/2025). Acara berlangsung di ruang rapat Kalurahan Karangmojo.

‎Diketahui, dalam kegiatan ini bekerjasama langsung dari STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta.

‎Dalam sambutannya, Lurah Karangmojo, Agus Budiyono mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan ketahanan jiwa dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan serta strategi untuk membangun ketahanan mental di tengah masyarakat.

‎”Memberikan pemahaman dan strategi untuk membangun ketahanan jiwa bagi masyarakat,” katanya.

‎Lebih lanjut Agus menjelaskan, bahwa manfaat Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat secara mental dan mampu menghadapi tantangan di kehidupan bermasyarakat.

‎Sementara itu, Koordinator Pengabdian Masyarakat STIKES Bethesda Yakkum, Marita Kumala Dewi S.Kep.,Ns.,MAN mengatakan, pihaknya berupaya hadir di tengah-tengah masyarakat terutama di lokasi yang tengah bekerjasama dengan pihak STIKES Bethesda Yakkum. Kemudian, pengabdian ini juga merupakan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun pendanaan 2025.

‎”Karena dalam satu kelompok pengabdian masyarakat ada beberapa kali agenda yang diselenggarakan, sesuai dengan kebutuhan warga setempat. Jadi, di kelompok kami ini ada yang memiliki spesialisasi di bidang keperawatan jiwa. Ada beberapa agenda juga yang dilaksanakan,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

‎Marita juga menjelaskan, kegiatan pertama merupakan pemberian edukasi, pemeriksaan, dan pelayanan tentang kesehatan jiwa yang dilaksanakan pada tanggal 16 September 2025.

‎“Ini adalah kegiatan kedua yaitu launching posyandu kesehatan jiwa di Kalurahan Karangmojo berserta penyerahan SK dan pemberian bantuan peralatan posyandu, Kegiatan ini berlanjut dengan pendampingan untuk kegiatan pada periode berikutnya,” kata Marita.

Pada kesempatan tersebut, Marita menargetkan kurang lebih 34 warga untuk menjadi peserta posyandu kesehatan jiwa Kalurahan Karangmojo.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Penemuan Mayat Pria di Selokan Bikin Heboh Warga Tegalsari

SEMARANG | ungkaprealita.com ,– Mayat seorang pria ditemukan di selokan Jalan Diponegoro, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang bikin heboh warga sekitar. Seorang saksi menyebut mayat itu ditemukan dalam kondisi tengkurap dan masih mengenakan masker. Rabu (24/9/2025) siang.

Saksi mata mengetahui dan dia pun cepat lapor ke polisi. Petugas kepolisian setempat Polsek Candisari dan pihak medis datang mengevakuasi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Diketahui, bahwa mayat seorang pria itu adalah warga Tegalsari yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di kantor kawasan Jalan Pahlawan Semarang.

Dijelaskan oleh tukang sapu di depan masjid, Ali Ridho (43) mengaku, saat itu dia diberi tahu tentang mayat tersebut dari seorang pemulung.

“Waktu itu saya lagi istirahat depan masjid, terus tiba-tiba dikabari sama pemulungnya. Pemulungnya lagi jalan dari atas terus lihat ada mayat,” jelasnya.

Ali menyebut mayat pria itu diketahui bernama Supriyanto (48) warga Tegalsari. Rumahnya tak jauh dari lokasi penemuan.

“Ditemukan ada dompet, hp, motornya di depan masjid. Tapi saya nggak tahu bapaknya sempat ke masjid nggak,” jelasnya.

Disisi lain, menurut Giyarto (57), Supriyanto bekerja sebagai Office Boy di salah satu kantor telekomunikasi. Kemarin, Supriyanto sempat meminta izin tak bekerja karena sakit.

“Kata istrinya dia nggak pulang, terakhir jam 04.00 WIB pagi. Katanya nggak pulang, ke tempat temannya,” kata Giyarto.

Kanit Reskrim Polsek Candisari Iptu Bunawi mengatakan, masih menyelidiki dan mendalami penyebab korban meninggal. Tetapi, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada korban.

“Hasil olah TKP tidak menemukan bekas tanda kekerasan. Kita tunggu visum dari rumah sakit,” katanya.

Di tempat korban meninggal, barang bukti milik korban kendaraan sepeda motor ditemukan di lokasi. Dari rekaman CCTV saat kejadian, korban sengaja parkir dan berjalan, nahas saat ditemukan itu posisinya sudah meninggal di selokan.

Namun, kepastian korban meninggal di selidiki polisi penyelidikan dan hasil rumah sakit masih dalam proses.

“Saksi sudah kita periksa untuk mendapatkan pengungkapan. Tapi lebih pastinya ada bukti rekaman di dekat lokasi, pada saat korban sebelum terjadi penemuan mayat. Barang-barang korban juga kita amankan di lokasi,” pungkasnya.

Penulis: Ynd_11.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Orang Tua Siswa di Gunungkidul Akan Boikot Program MBG Jika Tidak di Evaluasi

GUNUNGKIDUL,ungkaprealita.com— Dinas Pendidikan Gunungkidul, D.I. Yogyakarta mendesak satuan tugas (Satgas) program makan bergizi gratis (MBG) untuk evaluasi dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) pasca terjadinya siswa keracunan di Kapanewon Semin usai santap MBG. Hal itu bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab keracunan seperti ketidak patuhan SOP atau kualitas kebersihan yang buruk.

Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul Agus Subariyanta, S.T mengatakan bahwa akan segera kordinasi dengan satgas MBG dan Dinas Kesehatan terkait langkah mengantisipasi, mencegah keracunan pada siswa akibat MBG seperti yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Kordinasi itu penting untuk memperkuat pengawasan, keamanan pangan.

“Kami akan desak satgas MBG agar segera evaluasi menyeluruh SPPG yang ada. Kami juga akan sampaikan ke Dinas Kesehatan untuk monitoring langsung higenisasi proses pembuatan, penyajian MBG agar tidak menimbulkan keracunan pada siswa,”ucap Agus kepada wartawan Rabu (23/9/2025).

Agus menjelaskan bahwa pihaknya telah mencatat sejumlah aduan masyarakat yang mengungkapkan kekhawatiranya program MBG. Bahkan, di salah satu sekolah di Gunungkidul hampir menolak pemberian menu makan bergizi gratis dengan alasan takut keracunan.

“Kami mendapat aduan dari orang tua siswa bahwa akan memboikot pemberian MBG karena khawatir anaknya keracunan. Mengingat yang paling banyak penerima manfaat MBG di sektor pendidikan,”ucap Agus.

“Kami juga memberikan arahan kepada setiap guru untuk cek menu MBG seperti membau, melihat, dan merasa sebelum MBG dibagikan ke siswa guna memastikan makanan layak konsumsi,”sambung dia.

Agus menjelaskan, orang tua siswa tidak menolak program MBG, karena dinilai sangat bagus dalam menciptakan generasi cerdas serta produktif melalui peningkatan gizi anak – anak. Hanya saja, mereka menolak teknis realisasi karena banyak kejadian keracunan dimana-mana setelah menyantap MBG.

Hal senada diungkapkan wakil komisi X DPR RI Esti Wijayanti saat kunjungan kerja di Gunungkidul. Ia sangat medukung pentingnya evaluasi menyeluruh terkait program makan bergizi gratis. Evaluasi menjadi penting setelah kasus keracunan setelah menyantap MBG terjadi di sejumlah daerah. Korban lebih dari 5.000 orang.

“Bu Puan Maharani (Ketua DPR RI) menyampaikan kepada publik bahwa itu adalah suara kita semua, bahwa DPR RI meminta supaya dilakukan evaluasi total,” ujarnya.

(Redaksi/HM)

Adu Banteng Bus Vs Pick Up, Satu Orang Tewas

BANTUL (DIY) | ungkaprealita.com – Insiden adu banteng terjadi di Jalan Sitimulyo tepatnya di depan PT. Doung Young Tress Nganyang, Sitimulyo, Kabupaten Bantul, Rabu (24/09/2025) pukul 11.30 WIB. Insiden maut melibatkan sebuah Bus nomor polisi AA 7574 OD dengan Suzuki Carry Pick Up nomor polisi AB 8342 WK.

Berdasarkan rekaman CCTV, insiden bermula saat mobil pick up melaju di TKP dengan kecepatan sedang sekitar pukul 11.30 WIB. Dari arah berlawanan, tiba-tiba ada bus pariwisata melaju dengan kecepatan lumayan tinggi masuk ke jalur mobil pick up dan tabrakan pun terjadi.

Belum diketahui secara pasti penyebab sopir bus masuk ke jalur lawan. Namun ada spekulasi kalau sopir busa menghindari mobil grandmax yang berhenti dan tiba-tiba membuka pintu.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menjelaskan, insiden tersebut bermula saat Bus yang dikemudikan seorang pria berinisial S (59) warga Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Bantul, melaju dari arah Utara menuju ke arah Selatan dengan kecepatan kencang.

Sopir Pick Up Tewas Terjepit Kabin.(fto;dok_UR)

Setibanya di lokasi kejadian, Bus tersebut hendak mendahului kendaraan yang ada di depannya dengan mengambil jalur terlalu ke kanan. Namun, naas pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju Suzuki Carry Pick Up yang dikemudikan seorang pria berinisial MR (54) warga Petir, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Bantul, sehingga terjadi adu banteng.

“Jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, maka kecelakaan pun tidak bisa terhindarkan.” Jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkan, kerasnya benturan akibat tabrakan tersebut menyebabkan sopir Suzuki Carry Pick Up terjepit kabin mobil dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

“Korban meninggal dibawa ke RS Hardjolukito, sebelum diserahkan ke pihak keluarga. Sementara itu sopir Bus tidak mengalami luka.” Pungkasnya.

Polisi mengimbau kepada seluruh untuk selalu berhati-hati didalam berkendara, serta meningkatkan kewaspadaan.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Satgas Yonif 403/WP Gelar Aksi Sosial di Kampung di Papua Selatan

PAPUA SELATAN | ungkaprealita.com – Satuan Tugas (Satgas) Yonif 403/WP melalui Pos KM 53 menggelar aksi sosial dengan membagikan bantuan berupa baju sekolah dan perlengkapan sekolah kepada warga Kampung Kanggup RT 04, Distrik Sesnuk, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada hari Rabu (24/09/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danpos KM 53 Satgas Yonif 403/WP, Letda Inf Muhamad Sofian, beserta anggota pos. Masyarakat setempat tampak antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini.

Letda Inf Muhamad Sofian menyampaikan bahwa pembagian perlengkapan sekolah ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya di wilayah penugasan perbatasan seperti Kampung Kanggup.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu tokoh masyarakat Kampung Kanggup menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Kami merasa sangat senang dan terbantu dengan adanya kegiatan ini. Terima kasih kepada TNI yang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Pos KM 53 Satgas Yonif 403/WP kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga berperan sebagai mitra masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik di Papua.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat Papua semakin erat, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

(redaksi.)

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

My Esty Wijayanti Komisi X DPR RI Lakukan Kunjungan ke Pemkab Gunungkidul, Tegaskan Evaluasi Menyeluruh Program MBG

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – Wakil Komisi X DPR RI Partai PDIP, My Esti Wijayanti, lakukan kunjung ke Kantor Pemda Gunungkidul. Ia juga tekankan pentingnya evaluasi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi menjadi penting setelah adanya korban lebih dari 5.000 orang keracunan menu MBG terjadi di sejumlah daerah DIY.

Pernyataan tersebut disampaikan Esti di Kantor Pemda Gunungkidul pada Rabu (24/9/2025). “Bu Puan Maharani (Ketua DPR RI) menyampaikan kepada publik bahwa itu adalah suara kita semua, bahwa DPR RI meminta supaya dilakukan evaluasi total terkait MBG,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kekhawatiran mengenai metode penyelenggaraan MBG, khususnya terkait penggunaan dapur besar yang harus mengelola makanan untuk 3.000 orang.

Esty mempertanyakan efisiensi metode ini termasuk dampaknya bagi masyarakat. “Berbagai pihak sudah mengusulkan, apakah tidak lebih baik jika sekolah-sekolah yang sudah memiliki dapur umum tetap beroperasi, tetapi dengan kapasitas memasak yang dikurangi. Dengan demikian, jangkauannya tidak terlalu jauh dan makanan yang dihasilkan dapat lebih segar ketika disajikan kepada anak-anak,” ucap Esti.

Menyoroti pentingnya keberlangsungan pekerjaan bagi tenaga ahli gizi dan koki di sekolah, sehingga tidak perlu khawatir akan pengangguran.

Dalam konteks tersebut, Esti menyinggung kasus keracunan yang terjadi di beberapa sekolah didaerah Sleman dan Bantul beberapa waktu lalu.

Ia mencatat bahwa dapur yang terlibat dalam kasus tersebut tetap beroperasi setelah insiden keracunan. “Saya sudah cek ke sekolah di Sleman, namun hari berikutnya pasca keracunan dapur tetap memasak seperti biasa. Ini aneh, seharusnya jika sudah terjadi keracunan, proses memasak harus dihentikan dan dievaluasi terlebih dahulu. Kendati demikian, setelah keracunan, mereka tetap memasak tanpa ada peringatan untuk tidak melanjutkannya. Proses pembersihan dan penelitian nuga tidak dilakukan, Ini menjadi catatan untuk kita semua,” tegasnya.

Esti mengingatkan bahwa Pemerintah Daerah perlu mengalokasikan anggaran untuk membantu siswa yang sakit akibat program MBG. Di Sleman, anggaran sebesar Rp45 juta harus dikeluarkan untuk pengobatan ratusan siswa yang terlibat.

Disisi lain, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengungkapkan bahwa biaya pengobatan akibat dari keracunan menu MBG tidak dapat ditanggung oleh BPJS, sehingga Pemerintah Daerahlah yang harus menyiapkan anggaran sendiri untuk membantu masyarakat.

“Gunungkidul melalui APBD Perubahan menyiapkan anggaran sebesar Rp100 juta untuk antisipasi keracunan MBG. Karena keracunan ini bukan bagian dari penyakit, tidak bisa dibackup oleh BPJS, sehingga menjadi beban bagi Pemerintah Daerah. Sementara itu, tidak ada alokasi anggaran MBG kepada daerah, yang menyebabkan beban pada APBD,” jelasnya.

(redaksi.)

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B