Sabtu, Mei 30, 2026
Beranda blog Halaman 15

Damkarmat Sinergi Komisi A DPRD Gunungkidul Gelar Sosialisasi Tanggap Kebakaran di Kalurahan Kedungkeris

GUNUNGKIDUL (DIY) | UngkapRealita.com — UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Gunungkidul terus bergerak aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penanggulangan kebakaran. Kali ini, sosialisasi dilaksanakan di Kalurahan Kedung Keris, Kapanewon Nglipar pada Senin (20/10/2025).

‎Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi situasi darurat kebakaran.

‎Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkarmat Gunungkidul Handoko, ST. M.Eng menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kepada masyarakat, untuk menumbuhkan kesadaran terkait dengan dampak dan bahaya kebakaran.

‎Dalam pelatihan ini, peserta diberikan pembekalan materi pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Ia mencontohkan praktik penanggulangan kebakaran dengan menggunakan handuk atau karung basah dan alat pemadam api ringan (Apar).

‎”Dengan pelatihan ini diharapkan seluruh peserta mampu mengikutinya dengan sungguh-sungguh sehingga dapat memperoleh kemampuan handal didalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran, sehingga ketika terjadi kebakaran awal dapat di atasi terlebih dahulu,” Jelas Handoko.

‎Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul Fraksi Golkar, Gunawan, SE, juga turut menyampaikan dukungannya terhadap upaya peningkatan kesadaran kebakaran di kalangan masyarakat dan pentingnya sinergi antara pemerintah, petugas, dan warga dalam menjaga menanggulangi kebakaran.

‎“Dengan adanya pelatihan ini, harapannya warga dapat lebih siap dan sigap dalam menangani potensi kebakaran atau hal lain, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar,” ujarnya.

‎Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara Pemerintah Kalurahan dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam menciptakan Kalurahan Tanggap Bencana, khususnya dalam hal kebakaran permukiman dan lahan.

‎Disisi lain, Lurah Kedungkeris, Rusdi Martono, S.pd. Dalam sambutannya menyampaikan, sosialisasi dan pelatihan di lingkup Kalurahan Kedungkeris ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat (SDM) di dalam menghadapi situasi darurat khususnya kebakaran.

‎”Pembekalan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan serta mempercepat respons awal dalam menghadapi kebakaran.” Ungkap Rusdi.

‎Pelatihan ini diharapkan dapat mengantisipasi bencana awal yang terjadi di lingkungan. Selain itu, antar kalurahan diharapkan bisa saling bekerjasama dan berkoordinasi. Pembinaan Redkar berbasis kelurahan secara berkesinambungan akan terus dilakukan.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Golkar Karawang Gelar Ziarah dan Tasyakuran di Hari Ulang Tahun ke-61

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar ke-61, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Karawang menggelar kegiatan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Pancawati, Karawang, pada Senin (20/10/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPD Partai Golkar Karawang, hasta karya, pengurus kecamatan (PK), fraksi Golkar DPRD Karawang, serta unsur masyarakat yang turut bergabung dalam momentum bersejarah partai berlambang pohon beringin itu.

Sekertaris DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang, H. Asep Syaripudin, S.T., M.M., mengatakan bahwa kegiatan nyekar atau tabur bunga ini merupakan bentuk penghormatan terhadap para pendahulu dan pendiri Partai Golkar di Karawang.

“Di taman pahlawan ini dimakamkan para pendahulu kita, para pahlawan, para pendiri Partai Golkar di Kabupaten Karawang. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen partai, mulai dari pengurus kabupaten, hasta karya, PK, fraksi, bahkan unsur masyarakat yang turut berpartisipasi dalam puncak acara HUT Golkar ke-61,” ujar Asep Syaripudin.

Usai berziarah, rombongan Partai Golkar Karawang melanjutkan kegiatan ke kantor DPD untuk menggelar tasyakuran dan doa bersama, sesuai arahan DPP Partai Golkar yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

“Insyaallah, Partai Golkar pada hari ini melaksanakan kegiatan sesuai surat edaran dari DPP, termasuk doa bersama serentak di seluruh kabupaten/kota dan provinsi se-Indonesia, bisa melalui Zoom,” tambah Asep.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Partai Golkar, Hj. Saidah Anwar, S.H., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Partai Golkar hingga usia ke-61 tahun.

“Hari ulang tahun ke-61 ini menjadi momen refleksi bagi seluruh kader Golkar untuk terus berbuat nyata bagi masyarakat. Kami ingin Golkar semakin solid, dicintai rakyat, dan terus memperjuangkan kepentingan publik,” ujar Hj. Saidah.

Menutup kegiatan, Asep Syaripudin menegaskan harapannya agar Partai Golkar Karawang terus solid dan semakin dekat dengan masyarakat.

“Kami berharap di ulang tahun yang ke-61 ini, Partai Golkar semakin solid seperti tagline kita, Golkar Solid, Indonesia Maju. Semoga ke depan Golkar semakin melekat di hati masyarakat dan mampu memenangkan Pileg maupun Pilkada Kabupaten Karawang,” pungkasnya.

(Red)

Gotong Royong Bersihkan Irigasi, Rescue Karang Taruna Karawang Libatkan PUPR dan Warga Pajaten

Karawang | UNGKAPREALITA.COM | Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyumbatan saluran air, Tim Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang melaksanakan kegiatan Giat Bersih-Bersih di Dusun Pajaten 1, RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 01, Desa Pajaten, Kecamatan Cibuaya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kecamatan Cibuaya, perangkat desa, Babinsa Pajaten, serta masyarakat setempat yang secara bergotong royong membersihkan saluran irigasi dan area pemukiman dari tumpukan sampah.

Ketua Rescue Karang Taruna Karawang, Candra Caniago, menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi, termasuk kepada:

Bupati Karawang, Asep Saepulloh

Wakil Bupati Karawang, Maslani

Sekda Karawang, Asep Aang Rahmatullah

Anggota DPRD Karawang Fraksi NasDem sekaligus Penasehat Rescue Karang Taruna Karawang, Erik Heryawan Kusumah

Ketua Umum Karang Taruna Karawang, Dani Sudirman

PUPR SDA Karawang

Sementara itu, Ketua Rescue Karang Taruna Kecamatan Cibuaya, Roky Nurdin, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian sosial dan lingkungan yang diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.

“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan PUPR, kami yakin upaya kecil ini bisa memberi dampak besar,” ujar Roky.

 

Kepala Desa Pajaten, Bunda Heni Nurheni, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak desa akan terus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan.

“Insya Allah, ke depan kami akan terus bersosialisasi dengan masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran irigasi, supaya kebersihan dan fungsi irigasinya tetap terjaga,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Tim Rescue Karang Taruna yang telah membantu membersihkan wilayah Dusun 1 RT 1, yang menurutnya sudah memerlukan penanganan lebih serius.

“Kondisinya memang sudah memerlukan alat berat karena saluran pembuang sudah tidak layak. Kami akan terus mengusulkan agar alat berat bisa diturunkan, sebab kalau dibiarkan akan berdampak pada kesehatan masyarakat,” tambahnya.

 

Perwakilan dari PUPR SDA Kecamatan Cibuaya pun menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. Mereka menilai kolaborasi semacam ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah potensi banjir saat musim hujan.

Selain itu, masyarakat setempat juga turut memberikan tanggapan positif atas kegiatan tersebut.
Salah satu warga Dusun Pajaten 1, Suhendar (45), mengatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu warga yang selama ini kesulitan membersihkan saluran irigasi yang sudah lama tertimbun sampah dan lumpur.

“Kami sangat berterima kasih, karena sudah lama saluran air ini tersumbat dan sering meluap kalau hujan. Dengan adanya kegiatan bersih-bersih ini, air jadi lancar lagi, dan lingkungan juga jadi lebih bersih,” ujarnya.

 

Warga lainnya, Ibu Tuti (38), berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut.

“Kalau bisa rutin ya, biar lingkungan tetap bersih dan anak-anak juga tidak main di tempat kotor. Sekarang jadi kelihatan rapi lagi,” katanya.

 

Kegiatan ditutup dengan aksi gotong royong warga membersihkan sisa-sisa sampah dan memperlancar aliran air. Warga berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin di Desa Pajaten untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari potensi penyakit akibat sampah.

(IL)

Lompat Dari Rooftop Gedung Laboratorium, Seorang Mahasiswi Dinyatakan Tewas

SURAKARTA | ungkaprealita.com – Suasana di Kampus UIN Raden Mas Said Surakarta mendadak geger, setelah adanya insiden tak terduga yang melibatkan seorang mahasiswi berinisial AP meninggal dunia diduga akibat bunuh diri, AP dilaporkan nekat melompat dari rooftop Gedung lantai empat Laboratorium kampus pada Jumat (17/10/2025) pagi.

Kapolsek Kartasura, AKP Tugiyo, setelah mendapati adanya laporan tersebut mengatakan, bahwa peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di saat situasi kampus dalam keadaan sepi.

“Benar, ada seorang mahasiswi yang melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompat dari rooftop gedung laboratorium. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” ujar Tugiyo, Jumat (17/10/2025).

Menurut informasi yang didapat menyebutkan, bahwa sebelum tubuh korban terjatuh ke tanah, sempat membentur mobil berwarna hitam yang terparkir di dekat gedung tersebut. Akibatnya, korban mengalami luka serius lalu segera dilarikan ke Rumah Sakit UNS untuk mendapatkan perawatan intensif.

Oleh TKP Kepolisian.(fto;dok)

“Pada waktu jatuhnya korban terlihat masih hidup, setibanya di rumah sakit masih dipacu. Akan tetapi luka yang di alaminya cukup parah dan akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan,” ujar Tugiyo.

Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit oleh pihak kampus dan tim medis. Namun, karena luka yang cukup parah, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Berdasarkan dari hasil pemeriksaan medis di RS UNS menunjukkan bahwa korban mengalami patah tulang di kedua kaki, patah tulang pinggul, serta patah tulang di bagian leher. Akibat dari benturan keras yang di alaminya.

Diketahui, korban memiliki riwayat bipolar dan gangguan kecemasan. Korban melakukan percobaan bunuh diri tidak hanya sekali, sebelumnya juga pernah mencoba meloncat dari gedung yang sama, akan tetapi percobaan itu berhasil dicegah oleh teman-temannya yang mengetahui tindakan AP tersebut.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi jatuhnya korban, dengan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap motif di balik aksi nekat itu. Serta berkoordinasi dengan pihak kampus.

“Kami masih mendalami penyebab korban melakukan tindakan tersebut. Dan kami memastikan untuk melanjutkan penyelidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak kampus. Dengan menghimbau untuk memberikan pendampingan psikologis bagi rekan-rekan korban, serta menjaga situasi kampus agar tetap kondusif setelah terjadinya kejadian tersebut.

Penulis: An.
Editor: Admin.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Kodim 0730/Gunungkidul Dukung Groundbreaking KDMP, Bupati Gunungkidul: “Kemandirian Ekonomi Bangsa Dimulai dari Desa”

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com — Kodim 0730/Gunungkidul turut berperan aktif dalam pelaksanaan Acara Groundbreaking Koperasi Desa/Kalurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak wakil Bupati Gunungkidul, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.Jumat (17/10/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul yang di wakilkan oleh Bapak wakil Bupati Joko Parwoto, S.E.,DBA.,M.M menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong. Ia menegaskan bahwa pendirian Koperasi Desa/Kalurahan Merah Putih merupakan langkah nyata dalam upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa.

“Koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi juga gerakan sosial yang menumbuhkan rasa kepemilikan, solidaritas, dan semangat kebangsaan dari akar rumput,” ujar Wakil Bupati.

Ia menekankan, sebagaimana pesan Bung Karno bahwa “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai bangsa yang merdeka,” maka desa harus menjadi pusat kekuatan ekonomi nasional. “Koperasi Merah Putih menjadi simbol bahwa kemandirian ekonomi bangsa bermula dari desa yang percaya pada potensinya sendiri,” lanjutnya.

Joko juga memberikan apresiasi kepada Kodim 0730/Gunungkidul yang telah mendukung dan turut menggerakkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat menjadi bukti nyata sinergi dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari tingkat desa.

“Kolaborasi ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah, aparat negara, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari akar desa,” ucap Joko.

Dalam kesempatan itu, Joko juga menyampaikan bahwa Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi besar baik dari sumber daya alam, manusia, maupun semangat kebersamaan warga. Dengan kehadiran Koperasi Desa/Koperasi Merah Putih, di harapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan produksi hasil desa, serta menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkomitmen untuk terus mendukung penguatan koperasi dan UMKM desa melalui pendampingan, pelatihan, dan kemitraan strategis agar koperasi tumbuh modern, profesional, dan adaptif terhadap teknologi digital.

“Melalui momentum Groundbreaking ini, mari kita jadikan Koperasi Desa/Koperasi Merah Putih sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat dari desa untuk Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaulat,” tutup Wakil Bupati Gunungkidul dalam sambutannya.

Kegiatan di tutup dengan doa bersama dan penanaman simbolis sebagai tanda di mulainya pembangunan Koperasi Desa/Koperasi Merah Putih. Kehadiran jajaran Kodim 0730/Gunungkidul menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan ekonomi kerakyatan dan memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, S.E.,DBA.,M.M, Ketua DPRD kab Gunugkidul Dra Endang Sri Sumiyartini, M.A.P, Dandim 0730/ Gunugkidul Letkol Inf Roni Hermawan, Kasdim 0730/Gunungkidul Mayor Cke Timotius Subanu, Kapolres Gunungkidul di wakili Akp Ristanto, Danlanud Gading Mayor Lek Marwan Purnomo, Kajari Gunungkidul Agung Sugiharto, S.Kom., S.H, Danramil 02/ Playen Kapten Cke Sugeng, Kapolsek Playen di wakili Ipda Tuhiranto, Anggota Koramil 02/ Playen, Lurah Gading, Lurah Dengok, Lurah Ngunut, Pamong Kalurahan Gading, Ketua Koprasi merah putih Kalurahan Gading beserta anggota.

Penulis: Redaksi.
Editor: Admin.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Gotong Royong Jumsih, Pemerintahan Dusun Tegalamba dan Karang Taruna Kompak Gelar Aksi Bersih-Bersih

Karawang | UNGKAPREALITA.COM | Semangat gotong royong kembali tampak di Dusun Tegalamba. Pemerintahan dusun bersama Ketua RT, RW, serta Karang Taruna Dusun Tegalamba melaksanakan kegiatan Jum’at Bersih (Jumsih) di wilayah RT 07/02 dan RT 06/02, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara aparatur pemerintahan dusun dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Aksi bersih-bersih dilakukan di area jalan lingkungan, saluran air, hingga titik-titik rawan sampah di sekitar pemukiman warga.

Kepala Dusun Tegalamba, Roya, menyampaikan bahwa kegiatan Jumsih menjadi agenda rutin yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Kami ingin menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Melalui Jumsih ini, warga semakin sadar pentingnya gotong royong dan kebersamaan dalam menjaga kebersihan dusun,” ujarnya.

Ketua Karang Taruna Dusun Tegalamba, Johan Hermawan, menambahkan bahwa kegiatan Jumsih juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar warga.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang bersih-bersih, tapi juga menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab bersama. Karang Taruna akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini,” ungkap Johan.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungjaya, Tarjan Sujana, S.Pd, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang dilakukan pemerintahan dusun bersama Karang Taruna dan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Jumsih ini. Kolaborasi antara pemerintahan dusun, RT/RW, dan Karang Taruna menunjukkan kekompakan yang luar biasa. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan kegiatan seperti ini harus terus dijaga agar desa kita tetap bersih dan nyaman,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Dusun Tegalamba berharap kegiatan Jumsih dapat menjadi contoh positif bagi dusun-dusun lain di wilayah Desa Kedungjaya.

(IL)

Papan Bertulis “Rehab”, Tapi Bangunannya Baru: Proyek Pustu Mulangsari Diduga Menyimpang

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Dugaan kejanggalan kembali mencuat dalam pelaksanaan proyek pemerintah di Kabupaten Karawang. Proyek pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kampung Bakan Setu, Desa Mulangsari, Kecamatan Pangkalan, diduga tidak sesuai dengan keterangan pada papan proyek.

Dalam papan informasi, kegiatan tersebut tercantum sebagai “rehabilitasi bangunan”, namun fakta di lapangan justru menunjukkan pembangunan dilakukan dari nol — dimulai dari pondasi hingga berdirinya struktur utama bangunan. Tak tampak sedikit pun sisa bangunan lama yang seharusnya direhabilitasi.

“Kalau rehab itu kan memperbaiki yang sudah ada. Tapi ini jelas bangun baru semua, dari pondasi, dinding, sampai atap,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Jumat (10/10/2025).

Warga pun mempertanyakan kejelasan status proyek tersebut. Mereka mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang selaku pihak berwenang untuk memberikan klarifikasi terbuka.
“Kami hanya ingin tahu yang sebenarnya. Jangan sampai judulnya rehab, tapi kenyataannya bangun baru. Ini kan uang rakyat,” tegas seorang warga lainnya.

Sementara itu, mandor proyek saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengakui bahwa di lokasi pembangunan tidak terdapat bangunan eksisting.

“Terkait judul kegiatan, alangkah baiknya Bapak konfirmasi ke Dinas saja, karena yang buat judul kegiatan itu Dinas. Sedikit informasi yang bisa kami sampaikan, di area lahan proyek ini tidak ada bangunan eksisting. Kami bangun baru dari tanah kosong yang tidak terdapat bangunan di atasnya,” tulis mandor proyek dalam pesannya.

 

Pernyataan tersebut kian memperkuat dugaan bahwa proyek berlabel “rehabilitasi” tersebut nyatanya merupakan pembangunan baru sepenuhnya.

Secara teknis, rehabilitasi dan pembangunan baru memiliki perbedaan signifikan, termasuk pada perhitungan anggaran.
Rehabilitasi total biasanya membutuhkan biaya tambahan untuk pembongkaran dan perbaikan struktur lama, sementara pembangunan baru lebih mudah dihitung karena dimulai dari lahan kosong.

Jika benar proyek ini dikerjakan sebagai bangunan baru namun tetap menggunakan nomenklatur “rehabilitasi”, maka patut dipertanyakan keabsahan perencanaan dan kesesuaian penggunaan anggaran.
Publik kini menunggu klarifikasi resmi dari Dinas Kesehatan Karawang agar dugaan penyimpangan dalam proyek ini tidak semakin menguat.

(IL)

Dugaan Keracunan Menu MBG di SMAN 1 Yogyakarta Sampai 426 Siswa

YOGYAKARTA | ungkaprealita.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menyehatkan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi ratusan siswa SMAN 1 Yogyakarta. Dilaporkan sebanyak 426 siswa mengalami gejala diare dan sakit perut usai menyantap menu MBG pada Rabu (15/10/2025).

Dugaan sementara, lauk ayam yang dimasak terburu-buru menjadi sumber penyebab keracunan massal tersebut. Kepanikan melanda SMAN 1 Yogyakarta pada Kamis (16/10/2025) dini hari. Ratusan siswa mulai mengeluhkan sakit perut dan diare setelah menyantap paket Makan Bergizi Gratis yang disalurkan sehari sebelumnya.

Kepala SMAN 1 Yogyakarta, Ngadiya, membenarkan adanya laporan tersebut. “Ada yang diare dua kali, tiga kali, tapi ada juga yang hanya sakit perut melilit,” ujar Ngadiya saat ditemui di sekolah.

Lebih lanjut dijelaskan, ada total 972 siswa penerima program MBG, sebanyak 426 siswa atau sekitar 43,82 persen mengalami gejala serupa. Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan ke seluruh kelas untuk memastikan jumlah pasti siswa terdampak.

Meski banyak yang mengalami gangguan pencernaan, sebagian besar siswa tetap hadir mengikuti pelajaran. Hanya sebagian kecil yang izin karena kondisi tubuh belum pulih sepenuhnya.

“Ada yang izin karena sakit, ada juga karena alasan lain. Tapi sebagian besar tetap mengikuti pelajaran meski masih merasa perih di perut,” tambah Ngadiya.

Untuk memastikan penyebab pasti, pihak Puskesmas Wirobrajan telah mengambil sejumlah sampel makanan serta data siswa terdampak untuk diteliti lebih lanjut. Pemeriksaan laboratorium tengah dilakukan untuk mengetahui kandungan atau bakteri yang menyebabkan gangguan pencernaan tersebut.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk mendukung kecukupan gizi siswa sekolah menengah di Yogyakarta. Namun insiden di SMAN 1 Yogyakarta ini menjadi peringatan keras agar pelaksanaan program serupa lebih ketat dalam standar kebersihan dan distribusi makanan.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pastinya. Kami berharap semua siswa segera pulih,” pungkas Ngadiya.

Penulis: Redaksi.
Editor: Admin.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Seminar ASPHRI 2025: Dari Eksploitasi Pekerja hingga Union Busting, Semua Dikupas Tuntas

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Dalam upaya memperkuat kesadaran hukum di bidang ketenagakerjaan, Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI) bersama DPC ASPHRI Karawang, dan didukung oleh Andal serta Bank Woori Saudara (BWS), menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Diskusi Panel Hukum Ketenagakerjaan 2025 dengan tema “Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Penegakan Hukum Desk Ketenagakerjaan Polri.”

 

Acara ini digelar pada Kamis, 16 Oktober 2025, bertempat di Brits Hotel Karawang, dimulai pukul 11.00 hingga 16.30 WIB.

 

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten di bidang hukum dan ketenagakerjaan, di antaranya:

 

Dr. Yosminaldi, S.H., M.M. — Ketua Umum ASPHRI 2024–2027, Dosen & Wakil Ketua FKLPID Jawa Barat. Beliau merupakan tokoh dari unsur Asosiasi HR sekaligus Ketua Umum ASPHRI periode 2024–2027 yang aktif sebagai dosen dan pengamat ketenagakerjaan.

 

Dr. Anwar Budiman, S.E., S.H., M.M., M.H. — Koordinator Jabar dan Ketua Himpunan Konsultan Hukum Ketenagakerjaan Indonesia (HKHKI), Dosen UNKRIS & HR General Manager. Beliau mewakili unsur Advokasi & Akademisi dalam forum ini.

 

Kompol H. Iis Puspitasi, S.H., M.H. — Kapolsek Telukjambe Barat Kabupaten Karawang, yang memberikan perspektif penegakan hukum dari sisi kepolisian.

 

Sutrisno Suratman, S.S., S.H., M.H. — Ketua DPC ASPHRI Karawang, HRD & GA Manager, mewakili unsur Praktisi HR, sekaligus bertindak sebagai tuan rumah acara.

 

Rikes Wahyudi, S.H. — bertugas sebagai moderator dalam kegiatan ini.

 

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai unsur praktisi hukum dan sumber daya manusia dari 50 perusahaan di wilayah Kabupaten Karawang, dengan total peserta mencapai 45 orang.

 

Adapun perihal penting yang menjadi fokus pembahasan dalam seminar ini meliputi: eksploitasi tenaga kerja termasuk pekerja anak dan buruh migran, persoalan upah minimum serta tindak pidana akibat pesangon yang tidak dibayarkan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta “union busting” atau pemberangusan serikat pekerja.

 

Dalam sambutannya sebagai Keynote Speaker, Ketua Umum ASPHRI Dr. Yosminaldi, S.H., M.M. menegaskan pentingnya kejelasan kewenangan dalam penegakan hukum ketenagakerjaan agar tidak terjadi tumpang tindih antar lembaga.

 

“Kepolisian memiliki tugas pokok menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Namun urusan ketenagakerjaan merupakan ranah Kementerian dan Dinas Ketenagakerjaan. Jangan sampai terjadi tumpang tindih (overlapping),” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua DPC ASPHRI Karawang Sutrisno Suratman, S.S., S.H., M.H., dalam laporannya sebagai tuan rumah, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, termasuk Pak Syuhada yang telah memfasilitasi media serta sponsorship PT Andal dan PT BWS.

 

Sutrisno mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta dari 50 perusahaan di wilayah Kabupaten Karawang. Menurutnya, “Desk Ketenagakerjaan” yang diluncurkan sejak Januari lalu masih belum sepenuhnya dipahami oleh para praktisi HR di lapangan.

 

“Para HR di perusahaan perlu lebih memahami mekanisme Desk Ketenagakerjaan yang baru ini. Kita harapkan, setiap persoalan ketenagakerjaan dapat diselesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat tanpa harus sampai ke Pengadilan Hubungan Industrial,” katanya.

 

Ia juga menekankan pentingnya peran praktisi HR dalam menciptakan komunikasi yang baik antara pekerja dan pengusaha.

 

“Teman-teman praktisi HR harus menjadi penggerak dalam menumbuhkan semangat dialog dan pendekatan persuasif di perusahaan masing-masing,” tambahnya.

 

Kegiatan ilmiah ini diharapkan menjadi wadah edukasi bagi para praktisi hukum, pengusaha, akademisi, dan masyarakat umum dalam memahami serta menerapkan aturan hukum ketenagakerjaan yang berkeadilan.

 

Menariknya, panitia menyematkan kutipan inspiratif di bagian bawah publikasi kegiatan ini:

 

“Barang siapa yang keluar mencari ilmu dan ia berniat untuk mengambil manfaat darinya walau sedikit, ilmu yang dicarinya akan memberinya kemuliaan.”

 

Dengan semangat tersebut, penyelenggara berharap kegiatan ini menjadi ruang bertukar gagasan serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antara dunia usaha, aparat penegak hukum, dan praktisi hukum dalam menegakkan keadilan ketenagakerjaan di Indonesia.

(IL)

Proyek Penataan Titik Nol Wonosari Akan Segera Mulai, Pedagang Kaki Lima Diminta Segera Berpindah

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – ‎Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akhirnya menemukan momentum untuk menata ulang kawasan Alun-Alun Pemda Wonosari. Dalam waktu dekat, proyek besar yang digagas oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) itu akan segera dimulai.

‎Kendati demikian di balik ambisi menghadirkan wajah kota yang lebih modern, muncul gejolak dari para pedagang kaki lima (PKL) yang menolak dipindahkan ke Pasar Besole, Kalurahan Baleharjo.

‎Selama bertahun-tahun, kawasan titik Nol Alun-Alun Wonosari menjadi pusat aktivitas ekonomi UMKM rakyat kecil. Namun, rencana besar penataan infrastruktur kota kini membuat para pedagang harus angkat kaki.

‎“Penataan kawasan kota tidak dilakukan sepihak. Ini hasil kolaborasi lintas dinas untuk mewujudkan wajah kota yang bersih, tertib, dan bebas genangan,” tegas Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam unggahan media sosial pribadinya.

‎Bupati menegaskan, pemerintah harus mengambil keputusan strategis meski tidak semua pihak setuju. “Setiap keputusan pasti ada pro dan kontra, itu hal biasa,” tulisnya.

‎Hasil Rapat Koordinasi Lintas Instansi pada Selasa (14/10/2025) memastikan proyek penataan akan segera bergulir. Kawasan titik Nol Alun-Alun Wonosari akan disulap menjadi ruang publik terbuka dengan konsep serupa penataan Tugu Tobong Wonosari, yakni lebih bersih, rapi, dan ramah pejalan kaki.

‎Disisi lain, Kepala Satpol PP Gunungkidul, Edi Basuki, mengatakan tidak ada lagi ruang bagi pedagang di kawasan tersebut. “Kalau melihat desain baru Alun-Alun Pemda nanti, tidak memungkinkan pedagang bisa berjualan di situ. Ketika pembangunan dimulai, Satpol PP siap melakukan pengamanan dan penegakan perda,” katanya kepada awak media via WhatsApp, Rabu (15/10/2025).

‎Edi menjelaskan, penertiban akan dilakukan secara bertahap, mulai dari Taman Kuliner hingga kawasan titik Nol Alun-Alun Wonosari. “Penindakan akan disesuaikan dengan kebutuhan proyek agar tidak menimbulkan konflik besar di lapangan.” Jelasnya.

‎“Di Pasar Besole, kami sudah upayakan pedagang di badan jalan untuk pindah agar DPUPR bisa memperbaiki jalan dengan pengaspalan. Tapi tentu tidak semua lokasi bisa langsung kita tertibkan sekaligus,” imbuhnya.

‎Kendati demikian, penolakan dari pedagang kaki lima (PKL) masih kuat. Mereka beranggapan lokasi baru kurang strategis dan sangat khawatir akan kehilangan pelanggan. Ironisnya muncul ancaman akan menggelar aksi ke DPRD Gunungkidul jika relokasi tetap dipaksakan.

‎Sebagian pedagang, relokasi berarti kehilangan pusat rezeki. Bagi pemerintah, ini adalah ujian dalam menyeimbangkan antara pembangunan kota dan keadilan sosial bagi rakyat kecil.

‎Kini masyarakat menanti langkah lanjutan Pemkab Gunungkidul, apakah tetap tegas melanjutkan proyek penataan kota, atau membuka ruang dialog lebih luas dengan para pedagang agar solusi yang diambil tidak menimbulkan luka sosial baru di pusat kota Wonosari.

(redaksi.)