Sabtu, Juli 25, 2026
Beranda blog Halaman 14

Tak Kalah Dengan Program MBG Pemerintah, IMO-Indonesia DPC Magetan Gelar MGB Untuk Umum

MAGETAN | UNGKAPREALITA.COM – Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Kabupaten Magetan menggelar Program Makan Gratis Bersama (MGB) untuk umum yang dipimpin langsung oleh Ketua IMO Magetan Sofyan Yusroni yang berlokasi di barat pintu masuk pasar baru magetan lantai 01 dengan melibatkan beberapa anggota dan pengurus Organisasi IMO.

“Tujuan kami selain memberdayakan pelaku usaha UMKM juga bisa berbagi antar sesama untuk mencari keberkahan,” Ujar Sofyan (24/10/25).

Sofyan mengatakan, kegiatan sosial yang di selenggarakan rutin akan dilakukan setiap hari jumat dimulai pagi hari sampai selesai, Ia menjelaskan dana yang dikeluarkan di ambilkan dari anggaran publikasi dengan menyisihkan untuk kegiatan tersebut selain itu Ia bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM dengan sistem bergilir atau pemerataan guna kelancaran program ini.

“Jadi rekan-rekan di bawah IMO melalui media masing-masing ketika mendapatkan publikasi sepakat membuat aturan dengan menyisihkan sebagian anggaran untuk kegiatan ini, selain makan gratis kita juga memberikan sembako untuk warga yang benar benar membutuhkan,” ungkapnya.

Salah satu pelaku usaha UMKM bernama ibu Sus beralamatkan desa sampung sidorejo Kabupaten Magetan merasa bersyukur usahanya dibuat langganan. “Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan semoga program ini berjalan seterusnya dan diberkahi YME,” Kata Sus.

Dengan program kegiatan yang dilaksanakan ini harapan sofyan bisa memberikan semangat kepada rekan-rekan seprofesi dimanapun. Adapun di gelarnya acara ini tidak bermaksud dan bertujuan kepentingan apapun apalagi Riya’ (Pamer).

“Program ini tidak bermaksud Pamer atau Riya’ dan tidak ada kepentingan politik apapun, Semoga acara yang saya selenggarakan bisa memberikan support kepada teman teman seprofesi,” Pungkasnya.

(redaksi.)

Menjaga Kelestarian Alam, Kodim 0730/Gunungkidul Bersama Pemkab Gunungkidul Lakukan Jumat Bersih di Kali Gandu

GUNUNGKIDUL (DIY) | UNGKAPREALITA.COM – Kodim 0730/Gunungkidul turut berpartisipasi dalam kegiatan Kolaborasi Jumat Bersih yang di selenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di kawasan Kali Gandu, Padukuhan Wiyoko Lor, Kalurahan Wiyoko, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul pada Jumat (24/10/2025).

Kegiatan ini melibatkan personel TNI dari Kodim 0730/Gunungkidul bersama unsur pemerintah daerah, relawan, perangkat kalurahan, serta masyarakat setempat. Gotong-royong di fokuskan pada pembersihan aliran sungai, penataan bantaran Kali Gandu, pengumpulan sampah, serta pemangkasan rumput dan semak yang mengganggu kelestarian lingkungan.

Dandim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan ini adalah wujud kepedulian sekaligus sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kelestarian alam.

“Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, kami ingin menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus di pupuk,” ujarnya.

Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mewujudkan Gunungkidul yang bersih, sehat, dan asri.

Hadir dalam kegiatan ini, Endah Subekti Kuntariningsih, SE, M.P (Bupati Gunungkidul), Sri Suhartanta (Sekda Kab. Gunungkidul), Letkol Inf Roni Hermawan (Dandim 0730/Gunungkidul), Johan Eko Sudarto (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Gunungkidul), Rahmadian (Kadis PUPR Kab. Gunungkidul), Kapten Cke Sugeng (Danramil 02/Playen), Irma Madyastuti Rahayu, S.STP. (Panewu Playen), OPD Kab. Gunungkidul, Forkimpinka Kap. Playen, Sukono (Lurah Kal. Plembutan), Pamong Kal. Plembutan, Warga masyarakat Padukuhan Wiyoko Kal. Plembutan.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Purbaya Ungkap Pemda Paling Banyak Simpan Dana Triliunan

NASIONAL | UNGKAPREALITA.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, Purbaya yang baru satu bulan menjabat sebagai Menkeu telah membuat gebrakan baru, salah satunya adalah akan mempercepat penyaluran dana ke pemerintah daerah di tahun depan . Ia menargetkan penyaluran dana transfer pusat ke daerah rampung pada awal januari 2026.

“Nanti saya akan tahun depan mulai, akan kita kembangkan sistem dimana transfernya bisa cepat. Tanggal 1-2 Januari sudah keluar lah, kirim ke Pemda sehingga Pemda nggak usah numpuk uang lagi.” ucap Purbaya dalam keterangan pers nya, Jakarta Kamis (23/10/2025).

“Biasanya, kalau kata Pak Tito (Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian) kan mereka perlu, gimana ya, sampai akhir tahun kan disisain, untuk bulan Januari-Februari,” lanjut Purbaya.

Menkeu bergaya nyentrik itu, mengatakan di situasi saat ini masih banyak pemerintah daerah (Pemda) yang hanya menumpuk uang di bank diakhir tahun. Jika di total jumlah uang yang ditumpuk oleh Pemda mencapai 100 Triliun rupiah.

“Kalau kita lihat selama ini, setiap akhir tahun itu mereka punya uang nggak terpakai Rp100 triliun rupiah. Kalau sistemnya kita kembangkan seperti itu (transfer di awal Januari) harusnya kan mereka nggak usah numpuk Rp100 triliun lagi kan, akibatnya uangnya dipakai buat perekonomian,” ucap Purbaya.

Purbaya berharap jika dana transfer ke Pemda selesai diawal tahun, hal itu akan mencegah pengendapan uang di Bank. Ia optimis, sistem baru penyaluran uang ke Pemda ini uang tersebut akan dioptimalkan untuk kebutuhan belanja daerah.

“Jadi di tahun yang sekarang ini Rp100 Triliunnya langsung dibelanjain, kalau cara pencanaan yang lain, mereka harus lebih rajin belajar gimana cara merencanakan belanja tepat waktu, tepat sasaran,” ujar Purbaya.

Penulis: Hm.
Editor: Admin.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

DUNIA PEDALANGAN BERDUKA, BERIKUT SEJARAH ALMARHUM KI ANOM SUROTO

UNGKAPREALITA.COM – ‎Dunia pedalangan Indonesia berduka. Ki Anom Suroto, maestro wayang kulit asal Klaten yang dikenal luas hingga mancanegara, berpulang pada Kamis pagi, 23 Oktober 2025.

‎Dalang kondang itu meninggal di Rumah Sakit dr Oen Kandang Sapi, Solo, setelah dirawat intensif beberapa hari terakhir.

‎Dilansir dari wikipedia, Kanjeng Raden Tumenggung Haryo Lebdo Nagoro atau Ki Anom Suroto (11 Agustus 1948 – 23 Oktober 2025) adalah seorang dalang wayang kulit purwa. Ia mulai terkenal sebagai dalang sejak sekitar tahun 1975-an. Ilmu pedalangan dipelajarinya sejak umur 12 tahun dari ayahnya sendiri, Ki Sadiyun Harjadarsana.

‎Selain itu secara langsung dan tak langsung ia banyak belajar dari Ki Nartasabdo dan beberapa dalang senior lainnya. Dalang laris itu juga pernah belajar di Kursus Pedalangan yang diselenggarakan Himpunan Budaya Surakarta (HBS), belajar secara tidak langsung dari Pasinaon Dalang Mangkunegaran (PDMN), Pawiyatan Kraton Surakarta, bahkan pernah juga belajar di Habiranda, Yogyakarta.

‎Saat belajar di Habiranda ia menggunakan nama samaran Margono.

‎Anom Suroto Lahir pada 11 Agustus 1948. Bertempat di Juwiring, Klaten, Jawa Tengah. Mempunyai istri yang bernama Sri Sayuti. Mendalami Pedhalangan Gaya Gagrag Surakarta. Sebagai keluarga adalah Ki Warseno Slank sebagai adik kandung darinya. Ki Anom Suroto dinyatakan Meninggal pada 23 Oktober 2025 diusianya yang ke 77 tahun.

Dokumentasi Ki Anom Suroto.(fto;gle)

‎Perjalanan karier Ki Anom Suroto:
‎Pada tahun 1968, Anom Suroto sudah tampil di RRI (Radio Republik Indonesia), setelah melalui seleksi ketat. Tahun 1978 ia diangkat sebagai abdi dalem Penewu Anon-anon dengan nama Mas Ngabehi Lebdocarito.

‎Hingga akhir abad ke-20 ini, Anom Suroto adalah satu-satunya yang pernah mendalang di lima benua, antara lain di Amerika Serikat pada tahun 1991, dalam rangka pameran KIAS (Kebudayaan Indonesia di AS). Ia pernah juga mendalang di Jepang, Spanyol, Jerman Barat, Australia dan pada 2018 awal beliau mendalang di Rusia.

‎Khusus untuk menambah wawasan pedalangan mengenai dewa-dewa, Dr. Soedjarwo, Ketua Umum Sena Wangi, pernah mengirim Ki Anom Suroto ke India, Nepal, Thailand, Mesir, dan Yunani.

‎Tahun 1995 ia memperoleh Satya Lencana Kebudayaan RI dari Presiden Soeharto.

‎Pada tahun 1993, dalam Angket Wayang yang diselenggarakan dalam rangka Pekan Wayang Indonesia VI-1993, Anom Suroto terpilih sebagai dalang kesayangan.

‎Dalam organisasi pedalangan, Anom Suroto menjabat sebagai Ketua III Pengurus Pusat PEPADI, untuk periode 1996 – 2001.

‎Anom Suroto yang pernah mendapat anugerah nama Lebdocarito dari Keraton Surakarta, pada 1997 diangkat sebagai Bupati Sepuh dengan nama baru Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Lebdonagoro.

‎Kegiatan selain wayang:
‎Pembinaan dalang muda dan sarasehan. Selain aktif mendalang, ia juga giat membina pedalangan dengan membimbing dalang-dalang yang lebih muda, baik dari daerahnya maupun dari daerah lain. Secara berkala, ia mengadakan semacam forum kritik pedalangan dalam bentuk sarasehan dan pentas pedalangan di rumahnya yang terletak di Jl. Notodiningratan 100, Surakarta.

‎Acara itu diadakan setiap hari Rabu Legi, sesuai dengan hari kelahirannya, sehingga akhirnya dinamakan Rebo Legen. Acara Rebo Legen merupakan ajang silaturahmi para seniman dan tempat mereka bertukar pikiran.

‎Acara itu kini tetap berlanjut di kediamannya di Kebon Seni Timasan, Pajang, Sukoharjo. Di Kebon seni itu berdiri megah bangunan Joglo yang begitu megah dalam area kebon seluas 5000 m2.

‎Di sela kesibukannya mendalang Anom Suroto juga menciptakan beberapa gending Jawa, di antaranya Mas Sopir, Berseri, Satria Bhayangkara, ABRI Rakyat Trus Manunggal, Nyengkuyung Pembangunan, Nandur Ngunduh, Salisir, dll.

‎Dalang yang rata-rata pentas 10 kali tiap bulan ini, juga menciptakan sanggit lakon sendiri antara lain Semar mbangun Kahyangan, Anoman Maneges, Wahyu Tejamaya, Wahyu Kembar dll.

‎K Anom Suroto pernah mencoba merintis Koperasi Dalang ‘Amarta’ yang bergerak di bidang simpan pinjam dan penjualan alat perlengkapan pergelaran wayang. Selain itu, ia pun menjadi pemrakarsa pendirian Yayasan Sesaji Dalang, yang salah satu tujuannya adalah membantu para seniman, khususnya yang berkaitan dengan pedalangan.

(redaksi.)

POLANTAS MENYAPA ADAKAN PELATIHAN KEPADA RELAWAN JALAN RAYA UNTUK JALUR RAWAN KECELAKAAN

GUNUNGKIDUL (DIY) | UNGKAPREALITA.COM – Satlantas Polres Gunungkidul menggelar forum diskusi lalulintas bersama relawan jalan raya bertempat di resto kebon ijo kota Wonosari, Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh beberapa kelompok relawan jalan raya.

Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Arfita Dewi menyampaikan dalam forum diskusi lalulintas, pihaknya menghadirkan tiga narasumber diantaranya Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan Palang Merah Indonesia ( PMI). Secara spesifik Arfita menjelaskan para relawan jalan raya itu diberikan pemahaman materi tentang pertolongan pertama pada kecelakaan lalulintas oleh PMI.

“Mereka kan punya ambulance jadi kaitannya disampaikan oleh PMI. Mereka diberikan materi SOP menolong korban kecelakaan dengan memperhatikan golden timenya, agar tidak menimbulkan fatalitas lebih pada korban,”bucap Arfita kepada wartawan melalui sambungan telepon.

Berikut beberapa Komunitas Relawan Jalan Raya yang mengikuti pelatihan:

1. Tim Reaksi Cepat Jalur Lintas Utara Gunungkidul (TRC JLU).

2. Relawan Jalan Raya Slumprit (RJRS).

Praktek Penanganan Oleh Tim PMI.(fto;red)

3. Relawan Kecelakaan Jalan Raya (RKJR).

4. Gading Rescue (GR).

Lebih lanjut Arfita mengatakan, Satlantas Polres Gunungkidul juga memberikan pemahaman tentang etika berlalulintas dengan memperhatikan komponen-komponen penunjang keselamatan seperti penggunaan helm standar, kelengkapan kendaraan kaca spion hingga penggunaan ban standar.

“Harapan kami relawan jalan raya yang sudah diberikan ilmu oleh beberapa narasumber nantinya bisa menjadi pelopor keselamatan berlalulintas di masyarakat. Disamping itu juga bisa membantu apabila terjadi insiden kecelakaan di titik-titik rawan,” sambung Arfita.

Satlantas Polres Gunungkidul menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan berlalulintas dengan mematuhi rambu lalulintas, menjaga jarak aman antar pengemudi, mengatur kecepatan kendaraan, menyesuaikan kondisi berkendara dengan kondisi cuaca.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Bimtek Kementan di Lapas Karawang: Dari Limbah Jadi Peluang Ekonomi Produktif

0

KARAWANG |UNGKAPREALITA.COM| Balai Riset dan Manajemen Perbibitan (BRMP) Unggas dan Aneka Ternak, Kementerian Pertanian RI, melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan penyebaran hasil Agro Modern Ayam Lokal di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Karawang.

Kegiatan ini diikuti oleh warga binaan program asimilasi pertanian Lapas Karawang sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan Arta Cita Presiden sekaligus mewujudkan kemandirian pangan dari dalam lembaga pemasyarakatan, Selasa (21/10).

Dalam sambutannya, Kepala BRMP Unggas dan Aneka Ternak Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Andi Saenab, M.Si., mengapresiasi langkah Lapas Karawang yang membuka ruang kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dalam memanfaatkan potensi sumber daya yang ada.

“Potensi sisa bahan makanan dari sekitar 1.180-an warga binaan Lapas Karawang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak ayam lokal. Dengan pengelolaan yang tepat, hal ini bukan hanya mengurangi limbah, tetapi juga menjadi peluang pengembangan ekonomi produktif di dalam lapas,” ujar Andi Saenab.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penerapan konsep agro modern di lingkungan pemasyarakatan, di mana teknologi dan praktik pertanian berkelanjutan diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Karawang, Lutfi Ari Bimoko (Bimo), yang mewakili Kepala Lapas Karawang Christo Toar, menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan arah pembinaan kemandirian warga binaan.

 “Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan beternak ayam lokal, tetapi juga memahami bagaimana mengelola sumber daya yang ada menjadi nilai tambah ekonomi. Ini bentuk nyata pembinaan yang berorientasi pada produktivitas dan kemandirian,” ungkap Bimo.

Adapun materi teknis dalam kegiatan Bimtek ini disampaikan oleh drh. Tri Wardhani Cahyaningsih, SKH., M.Si. dan Dewi Sari Kumalawati, SPT., M.Sc. Para narasumber memaparkan berbagai hal terkait penerapan teknologi pakan alternatif, manajemen kesehatan ternak, serta strategi pengembangan ayam lokal unggul yang adaptif terhadap kondisi lingkungan Lapas.

(IL)

Diduga Kuat Lakukan Pungli Berkedok Infaq dan Tabungan, Kepala Sekolah SMK N 1 Mojoanyar Kabur Saat Dikonfirmasi Wartawan

MOJOKERTO | UngkapRealita.com – Praktik pungutan liar (pungli) berkedok infak dan tabungan kembali terungkap. Kali ini terjadi di salah satu Lembaga SMKN 1 Mojoanyar mojokerto. Wali Murid dibebani setoran bulanan senilai Rp 200 ribu, yang diklaim sebagai “infak”, dan tabungan sekolah.

Hidayat selaku kepala sekolah SMKN 1 mojoanyar saat dikonfirmasi sama jurnalis melalui WhatsApp seluler Enggan menjawab alias bungkam. Dan kabur seperti pengecut saat ditemui jurnalis ke lembaga sekolahnya. Rabu (22/10/2025).

Sekolah hari ini telah bergeser dari rumah ilmu menjadi perusahaan profit. Uang dan pungutan liar menjadi pusat perbincangan, menggantikan semangat pengabdian. Mirisnya, sejumlah guru seakan tak ikhlas dengan konsep pendidikan gratis, dan justru ikut mengawal praktik pungli ini atas nama kedisiplinan.

Modus ini secara terang melanggar Permendikbud No. 75 Tahun 2016 yang menyebut bahwa sumbangan pendidikan harus bersifat sukarela. Secara hukum, praktik ini juga dapat dijerat Pasal 12 huruf e UU Tipikor No. 31/1999 jo. UU No. 20/2001, yang melarang pejabat publik memaksa pemberian sesuatu dengan dalih jabatan atau wewenang.

Aktivis senior pendidikan Widodo By Seger menyebut praktik ini sebagai bentuk “perampokan berjubah pendidikan”.

“Sekolah bukan tempat untuk merampok masa depan anak bangsa,” tegasnya.

Pihak Lembaga sekolah dan cabang Dinas Pendidikan provinsi jatim hingga kini memilih bungkam.

Di sisi lain, wali murid yang merasa dirugikan sedang menyiapkan laporan resmi pengaduan masyarakat (Dumas) ke Kejaksaan dan Inspektorat Jatim guna menuntut audit menyeluruh dan sanksi pidana terhadap pihak-pihak yang terlibat.

“Jika ini dibiarkan, lembaga pendidikan akan terus dikotori oleh praktik korupsi yang sistematis. Sekolah yang seharusnya membangun harapan, justru mencetak trauma sosial dan memperdagangkan masa depan anak-anak kita.” Ungkap salah satu Wali Murid.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Kalurahan Pringombo Bentuk Panitia Penjaringan dan Pengisian Pamong Tahun 2025

GUNUNGKIDUL (DIY) | UngkapRealita.com – Dalam rangka mengisi kekosongan Pamong Kalurahan Pringombo yakni jabatan Dukuh dan Pangripto. Pemerintah Kalurahan Pringombo melaksanakan Rapat Pembentukan Panitia Pengisian dan Pengangkatan Pamong Kalurahan Pringombo Tahun 2025.

‎Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, (22/10/2022) bertempat di Pendapa Balai Kalurahan Pringombo, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul.

‎Lurah Pringombo, Ermina Kristianti Susanti SIP., dalam sambutan dan arahannya mengatakan, telah menunjuk beberapa nama meliputi unsur pamong serta unsur lembaga kemasyarakatan.

‎”Pada sore hari ini dilaksanakan rapat pembentukan panitia pengisian pamong Kalurahan Pringombo tahun 2025 dari berbagai unsur tersebut,” jelas Ermin kepada awak media. Rabu (22/10/2025) sore.

‎Ermin mengucapkan terima kasih atas kesediaannya masing-masing unsur untuk bergabung dan bekerjasama dalam sebuah tim kepanitian dan berharap untuk panitia nantinya dapat  menjalankan tugas dengan sebaik baiknya sesuai peraturan yang berlaku dengan prinsip “Clean and Clear”.

“Mari bersama kita pastikan proses pengisian pamong nantinya berjalan transparan, profesional, dan akuntabel, sesuai Perda. Pastikan setiap calon diperlakukan adil dan proses ini juga akan melibatkan masyarakat secara aktif,” ucapnya.

‎Ditambahkan Lurah Pringombo, beberapa nama dari lembaga dan tokoh yang ditunjuk untuk menjadi Panitia dipandang mampu dan kredibel untuk melaksanakan tugas secara transparan, jujur, adil, bersih dan bertanggungjawab.

‎”Dalam rapat ini disepakati Ketua adalah Sidik Cahyono Lipuro, Sekretaris Sutrisno, serta Suharwanto, Bayu Qomarudin, Susanti, Suprihatin, Hartatik senagai anggota panitia penjaringan dan pengisian pamong di tahun 2025 Kalurahan Pringombo.” Tutup Lurah Pringombo Ermina Kristianti.

‎Hadir didalam rapat penjaringan dan pengisian pamong diantaranya: Panewu Rongkop Edi Sedono, Kasi Jawatan Praja Rahmawati, Bamuskal, Tokoh Masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta seluruh Pamong Kalurahan Pringombo.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Admin.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

“POLANTAS MENYAPA” Gelar Samsat Keliling, Berikut Jadwal dan Lokasinya

GUNUNGKIDUL (DIY) | UngkapRealita.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gunungkidul terus menggencarkan kegiatan edukatif kepada masyarakat. Salah satunya melakukan kegiatan program “Polantas Menyapa”.

Kali ini, jajaran Satlantas Polres Gunungkidul memberikan sosialisasi tentang mekanisme perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor.

‎Baur STNK Satlantas Polres Gunungkidul, Aipda Totok Pratowo mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat terkait prosedur pengesahan STNK dan kewajiban pajak kendaraan.

‎“Masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara perpanjangan STNK tahunan dan lima tahunan. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu agar warga tidak salah langkah dalam proses pengurusan administrasi kendaraan,” ujar Aipda Totok dikantornya kepada awak media, Rabu (22/10/2025) siang.

Mekanisme Perpanjangan STNK dan Pajak Tahunan:

‎Dalam kegiatan “Polantas Menyapa”, Baur STNK Satlantas Polres Gunungkidul menjelaskan bahwa perpanjangan STNK dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1.‎ Perpanjangan tahunan, dilakukan bersamaan dengan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan pengesahan STNK.

‎2. Perpanjangan lima tahunan, dilakukan dengan penggantian plat nomor kendaraan dan wajib melalui proses cek fisik kendaraan di kantor Samsat.

‎Untuk memperpanjang STNK dan membayar pajak tahunan, masyarakat perlu menyiapkan beberapa dokumen, di antara lainnya:

• STNK asli dan fotokopi.
• KTP asli pemilik kendaraan dan fotokopi.
• BPKB asli dan fotokopi.
‎• Formulir permohonan perpanjangan STNK dari Samsat.
‎• Bukti pembayaran pajak tahun sebelumnya.

Jadwal Bus Samsat Keliling.(fto;ig)

Ia menambahkan, proses perpanjangan dapat dilakukan secara langsung di kantor Samsat maupun melalui aplikasi digital SIGNAL (Samsat Digital Nasional) untuk perpanjangan tahunan.

‎“Bagi masyarakat yang ingin praktis, kini sudah tersedia layanan digital SIGNAL untuk pembayaran pajak tahunan tanpa harus datang ke kantor Samsat. Namun, untuk perpanjangan lima tahunan tetap harus dilakukan secara langsung karena memerlukan cek fisik kendaraan,” imbuh Totok.

Satlantas Polres Gunungkidul juga membuat inovasi “Samsat Lima Tahunan“ (SALIMAN) Yang berada di daerah yang jauh menjangkau samsat induk gunungkidul

Berlokasi di :

1. Samsat Kalurahan Kemiri (Hari Senin).

2. ⁠samsat Kalurahan Semugih (Hari Selasa).

3. ⁠Samsat Kalurahan gedangsari (Hari Rabu).

4. ⁠Samsat Kapanewon Ngawen (Hari Kamis).

Petugas satlantas Polres Gunungkidul untuk memberikan pelayanan proses pergantian STNK dan TNKB 5 tahunan yang telah di jadwalkan. Selanjutnya, masyarakat di berikan tanda terima berupa kwitansi pembayaran dan mengambil stnk dan tnkb baru di kemudian hari dengan membawa bukti bayar/ kwitansi

Edukasi Humanis ke Masyarakat dan Respons Masyarakat:

‎Selain memberikan penjelasan administratif, jajaran Satlantas juga membuka sesi tanya jawab dengan masyarakat untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar STNK, pajak, dan pelayanan lalu lintas lainnya.

‎Masyarakat menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai memberikan informasi yang bermanfaat dan membantu mereka memahami prosedur yang benar tanpa perantara.

‎“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat semakin patuh dan sadar pentingnya melakukan perpanjangan STNK serta pembayaran pajak tepat waktu,” tutup Aipda Totok Pratowo.

‎Berikut Jadwal Bus Samsat Keliling Polres Gunungkidul:
• Kapanewon Nglipar:
(Senin-Kamis; 08.30-12.00 WIB)
• Kapanewon Playen:
(Jumat; 08.30-11.00 WIB)
• Kapanewon Girisubo:
(Sabtu; 09.00-11.00 WIB)
• Toserba Sambipitu:
(Senin-Jumat; 16.30-20.00 WIB)
• Alun-Alun Wonosari:
(Sabtu; 18.30-21.00 WIB)
(Minggu; 07.30-10.30 WIB)

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Pelantikan Pengurus Forum Anak Desa Ngestirejo (FANDESTI), Wahyu Suhendri: Suara Anak untuk Masa Depan Desa

GUNUNGKIDUL (DIY) | UngkapRealita.com – Sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan desa yang ramah anak, Forum Anak Desa Ngestirejo (FANDESTI) Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul melaksanakan kegiatan Pelantikan Pengurus Forum Anak Desa Ngestirejo (FANDESTI) periode 2025-2027.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pendapa Balai Kalurahan Ngestirejo berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Puluhan anak dari berbagai Padukuhan di Kalurahan Ngestirejo turut hadir sebagai peserta dan undangan, menunjukkan besarnya antusiasme terhadap pelibatan anak dalam pembangunan desa.

‎Lurah Ngestirejo, Wahyu Suhendri dalam sambutannya menyampaikan, pembentukan Forum Anak merupakan wujud nyata partisipasi anak dalam proses pembangunan desa. “Anak-anak adalah bagian penting dari masyarakat. Mereka bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tapi juga punya hak untuk menyuarakan ide, gagasan, dan harapan mereka untuk kemajuan desa,” ujar Wahyu kepada awak media.

‎Pengurus FANDESTI yang dilantik merupakan perwakilan anak-anak dari berbagai Padukuhan dan berbagai latar belakang. Proses pemilihannya melalui seleksi yang transparan dan partisipatif.

‎”Forum ini nantinya akan menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, berorganisasi, serta mengikuti berbagai kegiatan positif di tingkat desa maupun luar desa.” Ungkapnya.

‎Perwakilan dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa Forum Anak juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan dari kekerasan.

‎“Forum Anak ini penting karena memberikan ruang aman dan positif bagi anak untuk berkarya, menyampaikan pendapat, dan belajar berorganisasi,” ujarnya.

‎Wahyu Suhendri berharap, dengan terbentuknya FANDESTI, akan tumbuh generasi muda Ngestirejo yang aktif, peduli terhadap lingkungan, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Forum ini juga akan menjadi mitra strategis pemerintah kalurahan dalam merancang program-program yang ramah anak dan berkelanjutan.

Penulis: Redaksi.
Editor: Admin.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B