Sabtu, Mei 30, 2026
Beranda blog Halaman 13

Program Makan Bergizi Gratis Disorot, DPRD Minta Audit Independen Usai Insiden Makanan Basi

KARAWANG |UNGKAPREALITA.COM| 25 Oktober 2025 – Ketua Fraksi Amanat Golkar sekaligus Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, H. Asep Syaripudin, S.T., M.M., menilai adanya indikasi pelanggaran terhadap Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 63 Tahun 2025 dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karawang, menyusul insiden makanan basi dan berbelatung yang terjadi di SDN Palumbonsari 3, Kecamatan Karawang Timur, Sabtu (25/10/2025).

 

Menurut Asep Syaripudin yang akrab disapa Asep Ibe, kejadian tersebut mencerminkan tidak komitmennya pihak SPPG dalam menjalankan ketentuan yang diatur dalam SK BGN No. 63 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah untuk Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2025.

 

“Dalam SK BGN jelas disebutkan bahwa Yayasan dan Kepala SPPG dilarang menggunakan vendor atau pihak ketiga dalam pengadaan bahan, pengolahan, maupun distribusi makanan. Semua proses harus dilakukan langsung oleh tim internal. Kalau dalam praktiknya melibatkan pihak lain, maka itu sudah termasuk pelanggaran terhadap petunjuk teknis,” tegas Asep Ibe.

 

Ia menjelaskan, peraturan tersebut bahkan menegaskan bahwa penerima bantuan dapat dikenai sanksi mulai dari teguran tertulis, penghentian sementara, hingga pembatalan kerja sama jika terbukti tidak melaksanakan program sesuai pedoman yang berlaku.

 

 “Jika benar ada keterlibatan pihak luar atau vendor dalam penyediaan makanan yang terbukti basi, maka BGN dan dinas terkait harus segera melakukan investigasi dan menjatuhkan sanksi tegas. Ini menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak sekolah dasar,” ujarnya.

 

Asep Ibe juga menambahkan bahwa kejadian di SDN Palumbonsari 3 harus menjadi peringatan bagi pelaksana program lainnya.

 

“Kami khawatir kejadian serupa juga terjadi di SPPG lainnya jika tidak ada langkah tegas yang konsisten. Karena itu, perlu ada komitmen penuh dari seluruh pelaksana program MBG agar benar-benar mematuhi pedoman dan standar yang telah ditetapkan,” imbuhnya.

 

Ia meminta agar tim audit independen segera dibentuk untuk memeriksa rantai pasok bahan makanan, proses pengolahan, dan mekanisme distribusi MBG di Karawang. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada penyimpangan dan agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain.

 

“Kami di Komisi IV akan memanggil pihak terkait untuk meminta klarifikasi, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan pelaksana program MBG. Kami ingin memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang atau praktik yang melanggar regulasi,” tutup Asep Ibe.

 

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan makanan pepes ayam dalam program MBG di SDN Palumbonsari 3 dalam kondisi basi, berlendir, dan mengandung belatung. Peristiwa itu terjadi pada Senin (20/10/2025) pagi dan langsung mendapat sorotan luas dari masyarakat.

 

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) dalam keterangan resminya menegaskan bahwa pelaksana program tidak diperkenankan menggunakan vendor dalam proses pengadaan bahan, pengolahan, dan distribusi makanan bergizi, sebagaimana tertuang dalam SK Kepala BGN No. 63 Tahun 2025 Bab 4 halaman 34–35.

 

BGN juga menekankan bahwa pelaksanaan program MBG harus berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keamanan pangan, dengan seluruh kegiatan dilakukan secara mandiri oleh Yayasan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

(IL)

Bayi Cantik ditemukan Warga Sumberharjo di Dalam Bok Styrofoam

SLEMAN (DIY) | UngkapRealita.com – Warga Dusun Ngentak Beloran, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman, digegerkan dengan adanya penemuan seorang bayi perempuan yang diletakkan di dalam boks styrofoam di pinggir jalan pada Sabtu (25/10/2025) pagi.

‎Video viral di media sosial menunjukan bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh warga setelah mendengar suara tangisan dari arah pojok lapangan sekitar pukul 05.00 WIB. Diduga, bayi dibuang sekitar tengah malam oleh seseorang yang datang menggunakan mobil.

‎Kapolsek Prambanan, Kompol Dede Setiyarto H., S.T., M.I.K., saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut.

‎“Benar mas, kondisi bayi sehat, jenis kelamin perempuan, berat 3,02 kilogram, panjang 47 sentimeter. Saat ini dirawat di RSUD Prambanan. Setelah itu nanti siang akan diserahkan ke Dinas Sosial,” jelas Kompol Dede, Sabtu (25/10/2025).

Bayi malang tersebut ditemukan di pinggir jalan pojok lapangan Ngentak Beloran RT 05 RW 02, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. Ia diletakkan di dalam boks styrofoam berukuran 40×60 sentimeter dengan tinggi sekitar 30 sentimeter.

‎”Kami pastikan bayi dalam kondisi baik dan segera mendapat perawatan medis sebelum diserahkan ke pihak berwenang,” imbuhnya.

‎Lebih lanjut, Polsek Prambanan telah membuat laporan resmi sebagai dasar penyelidikan.

‎Pihak kepolisian sudah membuat laporan polisi sebagai dasar penyelidikan untuk menemukan pelaku pembuangan bayi.

‎”Saat ini penyelidikan awal sudah dilakukan, termasuk pengecekan CCTV di sekitar lokasi.” Tegas Dede.

‎Hasil pemeriksaan awal rekaman CCTV, polisi menduga pelaku menggunakan mobil saat membuang bayi tersebut. Petugas kini tengah menelusuri kendaraan yang terekam melintas di sekitar waktu kejadian untuk mengungkap identitas pelaku.

‎Kasus pembuangan bayi ini menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Banyak warganet banyak yang menyampaikan keprihatinan dan berharap pelaku segera ditemukan.

(redaksi.)

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Bunda Heni: Jumsih Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Tapi Bentuk Kebersamaan Warga Pajaten

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Semangat gotong royong kembali terlihat di Desa Pajaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Pemerintah Desa Pajaten bersama Karang Taruna dan masyarakat setempat melaksanakan kegiatan Jum’at Bersih (Jumsih) di lingkungan dusun-dusun desa, Jumat (24/10/2025).

Kegiatan Jumsih ini difokuskan pada pembersihan saluran air, bahu jalan, dan area fasilitas umum yang selama ini terlihat mulai tertutup rumput dan sampah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para perangkat desa, RT/RW, serta anggota Karang Taruna yang turut berperan aktif mengajak warga ikut bergotong royong.

Kepala Desa Pajaten, Bapak [Nama Kepala Desa Pajaten], menyampaikan apresiasi dan rasa bangga terhadap antusiasme warganya dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kegiatan Jumsih ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi juga bentuk kebersamaan dan kepedulian antar warga. Kami ingin Desa Pajaten tetap bersih, sehat, dan menjadi contoh desa yang kompak dalam bergotong royong,” ujar Kepala Desa Pajaten.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara rutin setiap pekan sebagai langkah menjaga kebersihan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga.

“Insya Allah kegiatan Jumsih akan menjadi agenda rutin di setiap dusun. Dengan semangat kebersamaan, kami yakin Desa Pajaten bisa lebih maju, bersih, dan nyaman untuk kita semua,” tambahnya.

Kegiatan Jumsih ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, karena selain menumbuhkan rasa kebersamaan, juga menciptakan lingkungan yang asri dan bebas dari penyakit.

Kolaborasi Kejaksaan, BPN, dan Kemenag Karawang Buka Babak Baru Pengamanan Tanah Wakaf

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Kantor Pertanahan, Kejaksaan Negeri, dan Kementerian Agama Kabupaten Karawang mempererat kolaborasi mereka melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Koordinasi dan Kerja Sama Pelaksanaan Tugas dan Fungsi dalam Rangka Sertifikasi dan Pengamanan Tanah Wakaf. Acara ini diselenggarakan pada hari Jumat, 24 Oktober 2025, pukul 15.00 WIB di Aula Gedung PLHUT H. Sopian Kementerian Agama Kabupaten Karawang.

 

Penandatanganan PKS ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan sinergi antara ketiga instansi dalam upaya percepatan pensertifikasian dan pengamanan tanah wakaf di Kabupaten Karawang.

 

Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Dedy Irwan Virantama, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata sinergi antarinstansi untuk mewujudkan kepastian hukum di bidang perdata dan tata usaha negara, serta dalam pengamanan dan sertifikasi tanah wakaf.

 

Kejaksaan Negeri Karawang, melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), berwenang bertindak atas nama negara atau pemerintah baik di dalam maupun di luar pengadilan, sesuai Pasal 30 ayat (2) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021.

 

Dalam peran tersebut, Jaksa Pengacara Negara bertindak sebagai mitra strategis bagi instansi pemerintah dalam memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, dan tindakan hukum lainnya.

 

Kerja sama yang telah terjalin sejak tahun 2023 ini merupakan langkah konkret untuk mendukung percepatan sertifikasi tanah wakaf, pengamanan aset negara dan daerah, serta penegakan hukum yang berkeadilan.

 

Kolaborasi lintas sektor ini terbukti mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan pertanahan yang kompleks, termasuk tumpang tindih kepemilikan, sengketa batas tanah, dan permasalahan administrasi legalitas tanah wakaf.

 

Sebelumnya, Tim Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Karawang telah memberikan pendampingan hukum yang membuahkan hasil nyata, salah satunya dalam pendataan dan penertiban aset tanah eks bengkok kelurahan Adiara yang dikuasai tanpa hak oleh pihak tertentu.

 

Melalui perpanjangan PKS ini, diharapkan koordinasi dan kolaborasi akan diperkuat dalam beberapa aspek, di antaranya:

 * Pemberian perlindungan dan kepastian hukum terhadap tanah wakaf melalui inventarisasi, pendataan, dan sertifikasi.

 * Pendampingan hukum dan legal opinion terkait permasalahan sengketa batas tanah dan penetapan nadzir.

 * Optimalisasi penerapan teknologi dan digitalisasi dokumen pertanahan sesuai Peraturan Menteri Agraria Nomor 3 Tahun 2023.

 * Pemberantasan mafia tanah, sejalan dengan amanat Surat Edaran Jaksa Agung Nomor 16 Tahun 2021, demi menciptakan iklim investasi yang sehat.

 

Kepala Kejaksaan Negeri Karawang juga memperkenalkan tagline “JAWARA WAKAF”. Tagline ini secara kontekstual dimaknai sebagai: “Jemput Wakaf, Jaga Amanah, Wujudkan Kepastian Hukum”.

 

Secara filosofis, JAWARA menggambarkan semangat tangguh, berani, dan berintegritas khas Karawang dan Jawa Barat, sementara WAKAF menegaskan fokus program pada pendampingan, sertifikasi, dan pengamanan tanah wakaf.

 

Simboliknya, JAWARA WAKAF berarti “Pejuang Wakaf yang Menjaga Amanah dan Menegakkan Kepastian Hukum”.

 

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Karawang Dedy Irwan Virantama, S.H., M.H.; Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Moslem Haraki, S.H., M.H. beserta staf; Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang Uunk Din Parunggi, S.SIT., M.A.P., QRMP beserta jajaran; dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang H. Sopian, M.Si. beserta seluruh tamu undangan, menegaskan komitmen bersama untuk menjaga aset bangsa dan melindungi kepentingan masyarakat, menjadikan Kejaksaan, Kantor Pertanahan, dan Kementerian Agama sebagai pilar utama dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang tertib, transparan, dan berkeadilan.

(IL)

Kades Emi Fitria Resmikan Pendopo Nyai Ratu, Awali Langkah Menuju Desa Wisata

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Pemerintah Desa Purwamekar, Kecamatan Rawamerta, resmi menggelar acara syukuran sekaligus peresmian Pendopo Nyai Ratu, bangunan baru yang dibangun melalui anggaran Dana Desa tahap II tahun 2025.

‎Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (24/10/2025) tersebut dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga sekitar dalam suasana penuh keakraban dan rasa syukur.

‎Kepala Desa Purwamekar, Hj. Emi Fitria, menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan pendopo yang dinilai memiliki nilai strategis bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan Pendopo Nyai Ratu bukan hanya sebatas bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol kemajuan serta semangat kebersamaan warga desa.

‎Alhamdulillah, pendopo ini akhirnya bisa selesai dan diresmikan. Semoga menjadi sarana kegiatan masyarakat, baik untuk acara keagamaan, olahraga, maupun kegiatan sosial lainnya,” ujar Kades Emi Fitria.

‎Ia berharap, dengan adanya pendopo ini, warga Desa Purwamekar semakin aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan mampu memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

‎Lebih lanjut, Kades Emi mengungkapkan bahwa pembangunan Pendopo Nyai Ratu merupakan langkah awal menuju pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal dan UMKM.

‎Kami ingin ke depan Purwamekar tidak hanya dikenal sebagai desa yang aktif, tapi juga sebagai desa wisata yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Pendopo ini akan menjadi titik awalnya. Insya Allah nanti kami juga akan membangun gazebo di area persawahan agar warga bisa berwisata kuliner dan bersantai di alam terbuka,” tuturnya.

‎Ia menambahkan, program pembangunan di Desa Purwamekar akan terus berlanjut hingga tahun 2026 dengan fokus pada peningkatan sarana sosial, keagamaan, dan ekonomi masyarakat.

‎Yang terpenting, setiap pembangunan harus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Saya ingin UMKM tumbuh, ibu-ibu semangat berjualan, dan desa kita semakin maju serta mandiri,” pungkasnya.

(IL)

Tak Kalah Dengan Program MBG Pemerintah, IMO-Indonesia DPC Magetan Gelar MGB Untuk Umum

MAGETAN | UNGKAPREALITA.COM – Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Kabupaten Magetan menggelar Program Makan Gratis Bersama (MGB) untuk umum yang dipimpin langsung oleh Ketua IMO Magetan Sofyan Yusroni yang berlokasi di barat pintu masuk pasar baru magetan lantai 01 dengan melibatkan beberapa anggota dan pengurus Organisasi IMO.

“Tujuan kami selain memberdayakan pelaku usaha UMKM juga bisa berbagi antar sesama untuk mencari keberkahan,” Ujar Sofyan (24/10/25).

Sofyan mengatakan, kegiatan sosial yang di selenggarakan rutin akan dilakukan setiap hari jumat dimulai pagi hari sampai selesai, Ia menjelaskan dana yang dikeluarkan di ambilkan dari anggaran publikasi dengan menyisihkan untuk kegiatan tersebut selain itu Ia bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM dengan sistem bergilir atau pemerataan guna kelancaran program ini.

“Jadi rekan-rekan di bawah IMO melalui media masing-masing ketika mendapatkan publikasi sepakat membuat aturan dengan menyisihkan sebagian anggaran untuk kegiatan ini, selain makan gratis kita juga memberikan sembako untuk warga yang benar benar membutuhkan,” ungkapnya.

Salah satu pelaku usaha UMKM bernama ibu Sus beralamatkan desa sampung sidorejo Kabupaten Magetan merasa bersyukur usahanya dibuat langganan. “Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan semoga program ini berjalan seterusnya dan diberkahi YME,” Kata Sus.

Dengan program kegiatan yang dilaksanakan ini harapan sofyan bisa memberikan semangat kepada rekan-rekan seprofesi dimanapun. Adapun di gelarnya acara ini tidak bermaksud dan bertujuan kepentingan apapun apalagi Riya’ (Pamer).

“Program ini tidak bermaksud Pamer atau Riya’ dan tidak ada kepentingan politik apapun, Semoga acara yang saya selenggarakan bisa memberikan support kepada teman teman seprofesi,” Pungkasnya.

(redaksi.)

Menjaga Kelestarian Alam, Kodim 0730/Gunungkidul Bersama Pemkab Gunungkidul Lakukan Jumat Bersih di Kali Gandu

GUNUNGKIDUL (DIY) | UNGKAPREALITA.COM – Kodim 0730/Gunungkidul turut berpartisipasi dalam kegiatan Kolaborasi Jumat Bersih yang di selenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di kawasan Kali Gandu, Padukuhan Wiyoko Lor, Kalurahan Wiyoko, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul pada Jumat (24/10/2025).

Kegiatan ini melibatkan personel TNI dari Kodim 0730/Gunungkidul bersama unsur pemerintah daerah, relawan, perangkat kalurahan, serta masyarakat setempat. Gotong-royong di fokuskan pada pembersihan aliran sungai, penataan bantaran Kali Gandu, pengumpulan sampah, serta pemangkasan rumput dan semak yang mengganggu kelestarian lingkungan.

Dandim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan ini adalah wujud kepedulian sekaligus sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kelestarian alam.

“Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, kami ingin menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus di pupuk,” ujarnya.

Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mewujudkan Gunungkidul yang bersih, sehat, dan asri.

Hadir dalam kegiatan ini, Endah Subekti Kuntariningsih, SE, M.P (Bupati Gunungkidul), Sri Suhartanta (Sekda Kab. Gunungkidul), Letkol Inf Roni Hermawan (Dandim 0730/Gunungkidul), Johan Eko Sudarto (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Gunungkidul), Rahmadian (Kadis PUPR Kab. Gunungkidul), Kapten Cke Sugeng (Danramil 02/Playen), Irma Madyastuti Rahayu, S.STP. (Panewu Playen), OPD Kab. Gunungkidul, Forkimpinka Kap. Playen, Sukono (Lurah Kal. Plembutan), Pamong Kal. Plembutan, Warga masyarakat Padukuhan Wiyoko Kal. Plembutan.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Purbaya Ungkap Pemda Paling Banyak Simpan Dana Triliunan

NASIONAL | UNGKAPREALITA.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, Purbaya yang baru satu bulan menjabat sebagai Menkeu telah membuat gebrakan baru, salah satunya adalah akan mempercepat penyaluran dana ke pemerintah daerah di tahun depan . Ia menargetkan penyaluran dana transfer pusat ke daerah rampung pada awal januari 2026.

“Nanti saya akan tahun depan mulai, akan kita kembangkan sistem dimana transfernya bisa cepat. Tanggal 1-2 Januari sudah keluar lah, kirim ke Pemda sehingga Pemda nggak usah numpuk uang lagi.” ucap Purbaya dalam keterangan pers nya, Jakarta Kamis (23/10/2025).

“Biasanya, kalau kata Pak Tito (Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian) kan mereka perlu, gimana ya, sampai akhir tahun kan disisain, untuk bulan Januari-Februari,” lanjut Purbaya.

Menkeu bergaya nyentrik itu, mengatakan di situasi saat ini masih banyak pemerintah daerah (Pemda) yang hanya menumpuk uang di bank diakhir tahun. Jika di total jumlah uang yang ditumpuk oleh Pemda mencapai 100 Triliun rupiah.

“Kalau kita lihat selama ini, setiap akhir tahun itu mereka punya uang nggak terpakai Rp100 triliun rupiah. Kalau sistemnya kita kembangkan seperti itu (transfer di awal Januari) harusnya kan mereka nggak usah numpuk Rp100 triliun lagi kan, akibatnya uangnya dipakai buat perekonomian,” ucap Purbaya.

Purbaya berharap jika dana transfer ke Pemda selesai diawal tahun, hal itu akan mencegah pengendapan uang di Bank. Ia optimis, sistem baru penyaluran uang ke Pemda ini uang tersebut akan dioptimalkan untuk kebutuhan belanja daerah.

“Jadi di tahun yang sekarang ini Rp100 Triliunnya langsung dibelanjain, kalau cara pencanaan yang lain, mereka harus lebih rajin belajar gimana cara merencanakan belanja tepat waktu, tepat sasaran,” ujar Purbaya.

Penulis: Hm.
Editor: Admin.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

DUNIA PEDALANGAN BERDUKA, BERIKUT SEJARAH ALMARHUM KI ANOM SUROTO

UNGKAPREALITA.COM – ‎Dunia pedalangan Indonesia berduka. Ki Anom Suroto, maestro wayang kulit asal Klaten yang dikenal luas hingga mancanegara, berpulang pada Kamis pagi, 23 Oktober 2025.

‎Dalang kondang itu meninggal di Rumah Sakit dr Oen Kandang Sapi, Solo, setelah dirawat intensif beberapa hari terakhir.

‎Dilansir dari wikipedia, Kanjeng Raden Tumenggung Haryo Lebdo Nagoro atau Ki Anom Suroto (11 Agustus 1948 – 23 Oktober 2025) adalah seorang dalang wayang kulit purwa. Ia mulai terkenal sebagai dalang sejak sekitar tahun 1975-an. Ilmu pedalangan dipelajarinya sejak umur 12 tahun dari ayahnya sendiri, Ki Sadiyun Harjadarsana.

‎Selain itu secara langsung dan tak langsung ia banyak belajar dari Ki Nartasabdo dan beberapa dalang senior lainnya. Dalang laris itu juga pernah belajar di Kursus Pedalangan yang diselenggarakan Himpunan Budaya Surakarta (HBS), belajar secara tidak langsung dari Pasinaon Dalang Mangkunegaran (PDMN), Pawiyatan Kraton Surakarta, bahkan pernah juga belajar di Habiranda, Yogyakarta.

‎Saat belajar di Habiranda ia menggunakan nama samaran Margono.

‎Anom Suroto Lahir pada 11 Agustus 1948. Bertempat di Juwiring, Klaten, Jawa Tengah. Mempunyai istri yang bernama Sri Sayuti. Mendalami Pedhalangan Gaya Gagrag Surakarta. Sebagai keluarga adalah Ki Warseno Slank sebagai adik kandung darinya. Ki Anom Suroto dinyatakan Meninggal pada 23 Oktober 2025 diusianya yang ke 77 tahun.

Dokumentasi Ki Anom Suroto.(fto;gle)

‎Perjalanan karier Ki Anom Suroto:
‎Pada tahun 1968, Anom Suroto sudah tampil di RRI (Radio Republik Indonesia), setelah melalui seleksi ketat. Tahun 1978 ia diangkat sebagai abdi dalem Penewu Anon-anon dengan nama Mas Ngabehi Lebdocarito.

‎Hingga akhir abad ke-20 ini, Anom Suroto adalah satu-satunya yang pernah mendalang di lima benua, antara lain di Amerika Serikat pada tahun 1991, dalam rangka pameran KIAS (Kebudayaan Indonesia di AS). Ia pernah juga mendalang di Jepang, Spanyol, Jerman Barat, Australia dan pada 2018 awal beliau mendalang di Rusia.

‎Khusus untuk menambah wawasan pedalangan mengenai dewa-dewa, Dr. Soedjarwo, Ketua Umum Sena Wangi, pernah mengirim Ki Anom Suroto ke India, Nepal, Thailand, Mesir, dan Yunani.

‎Tahun 1995 ia memperoleh Satya Lencana Kebudayaan RI dari Presiden Soeharto.

‎Pada tahun 1993, dalam Angket Wayang yang diselenggarakan dalam rangka Pekan Wayang Indonesia VI-1993, Anom Suroto terpilih sebagai dalang kesayangan.

‎Dalam organisasi pedalangan, Anom Suroto menjabat sebagai Ketua III Pengurus Pusat PEPADI, untuk periode 1996 – 2001.

‎Anom Suroto yang pernah mendapat anugerah nama Lebdocarito dari Keraton Surakarta, pada 1997 diangkat sebagai Bupati Sepuh dengan nama baru Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Lebdonagoro.

‎Kegiatan selain wayang:
‎Pembinaan dalang muda dan sarasehan. Selain aktif mendalang, ia juga giat membina pedalangan dengan membimbing dalang-dalang yang lebih muda, baik dari daerahnya maupun dari daerah lain. Secara berkala, ia mengadakan semacam forum kritik pedalangan dalam bentuk sarasehan dan pentas pedalangan di rumahnya yang terletak di Jl. Notodiningratan 100, Surakarta.

‎Acara itu diadakan setiap hari Rabu Legi, sesuai dengan hari kelahirannya, sehingga akhirnya dinamakan Rebo Legen. Acara Rebo Legen merupakan ajang silaturahmi para seniman dan tempat mereka bertukar pikiran.

‎Acara itu kini tetap berlanjut di kediamannya di Kebon Seni Timasan, Pajang, Sukoharjo. Di Kebon seni itu berdiri megah bangunan Joglo yang begitu megah dalam area kebon seluas 5000 m2.

‎Di sela kesibukannya mendalang Anom Suroto juga menciptakan beberapa gending Jawa, di antaranya Mas Sopir, Berseri, Satria Bhayangkara, ABRI Rakyat Trus Manunggal, Nyengkuyung Pembangunan, Nandur Ngunduh, Salisir, dll.

‎Dalang yang rata-rata pentas 10 kali tiap bulan ini, juga menciptakan sanggit lakon sendiri antara lain Semar mbangun Kahyangan, Anoman Maneges, Wahyu Tejamaya, Wahyu Kembar dll.

‎K Anom Suroto pernah mencoba merintis Koperasi Dalang ‘Amarta’ yang bergerak di bidang simpan pinjam dan penjualan alat perlengkapan pergelaran wayang. Selain itu, ia pun menjadi pemrakarsa pendirian Yayasan Sesaji Dalang, yang salah satu tujuannya adalah membantu para seniman, khususnya yang berkaitan dengan pedalangan.

(redaksi.)

POLANTAS MENYAPA ADAKAN PELATIHAN KEPADA RELAWAN JALAN RAYA UNTUK JALUR RAWAN KECELAKAAN

GUNUNGKIDUL (DIY) | UNGKAPREALITA.COM – Satlantas Polres Gunungkidul menggelar forum diskusi lalulintas bersama relawan jalan raya bertempat di resto kebon ijo kota Wonosari, Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh beberapa kelompok relawan jalan raya.

Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Arfita Dewi menyampaikan dalam forum diskusi lalulintas, pihaknya menghadirkan tiga narasumber diantaranya Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan Palang Merah Indonesia ( PMI). Secara spesifik Arfita menjelaskan para relawan jalan raya itu diberikan pemahaman materi tentang pertolongan pertama pada kecelakaan lalulintas oleh PMI.

“Mereka kan punya ambulance jadi kaitannya disampaikan oleh PMI. Mereka diberikan materi SOP menolong korban kecelakaan dengan memperhatikan golden timenya, agar tidak menimbulkan fatalitas lebih pada korban,”bucap Arfita kepada wartawan melalui sambungan telepon.

Berikut beberapa Komunitas Relawan Jalan Raya yang mengikuti pelatihan:

1. Tim Reaksi Cepat Jalur Lintas Utara Gunungkidul (TRC JLU).

2. Relawan Jalan Raya Slumprit (RJRS).

Praktek Penanganan Oleh Tim PMI.(fto;red)

3. Relawan Kecelakaan Jalan Raya (RKJR).

4. Gading Rescue (GR).

Lebih lanjut Arfita mengatakan, Satlantas Polres Gunungkidul juga memberikan pemahaman tentang etika berlalulintas dengan memperhatikan komponen-komponen penunjang keselamatan seperti penggunaan helm standar, kelengkapan kendaraan kaca spion hingga penggunaan ban standar.

“Harapan kami relawan jalan raya yang sudah diberikan ilmu oleh beberapa narasumber nantinya bisa menjadi pelopor keselamatan berlalulintas di masyarakat. Disamping itu juga bisa membantu apabila terjadi insiden kecelakaan di titik-titik rawan,” sambung Arfita.

Satlantas Polres Gunungkidul menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan berlalulintas dengan mematuhi rambu lalulintas, menjaga jarak aman antar pengemudi, mengatur kecepatan kendaraan, menyesuaikan kondisi berkendara dengan kondisi cuaca.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B