Kamis, Juli 30, 2026
Beranda blog Halaman 12

Karang Taruna Cilamaya Wetan Rayakan Anniversary, Santuni 30 Anak Yatim dan Gelar Lomba Tari

0

KARAWANG |UNGKAPREALITA.COM| Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Wetan menggelar peringatan anniversary yang berlangsung semarak dan penuh makna. Dengan mengusung tema “Membentuk Karakter Pemuda dengan Nilai Positif, Integritas, Empati, dan Tanggung Jawab”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat sosial di kalangan generasi muda.

Acara yang digelar di halaman kantor Kecamatan Cilamaya Wetan tersebut dihadiri oleh Muspika Kecamatan Cilamaya Wetan, Dewan Pembina Karang Taruna Kabupaten Karawang H. Erik Heriyawan Kusuma, SH, Wakil Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang, perwakilan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta seluruh pengurus dan anggota Karang Taruna dari berbagai tingkatan.

Dalam sambutannya, Ketua Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Wetan, Ahmad Jaelani, menyampaikan bahwa peringatan anniversary kali ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah untuk menanamkan nilai kepedulian dan empati kepada sesama.

“Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai momen untuk memperkuat karakter pemuda agar memiliki jiwa sosial, empati, dan tanggung jawab. Santunan kepada anak yatim menjadi simbol bahwa Karang Taruna hadir bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk berbagi dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Ahmad Jaelani.

Sementara itu, Camat Cilamaya Wetan, Ade Setiawan, S.Stp, memberikan apresiasi tinggi kepada Karang Taruna atas kiprahnya yang terus konsisten berkontribusi bagi masyarakat.

“Karang Taruna adalah mitra penting pemerintah dalam membina generasi muda. Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu menumbuhkan nilai empati dan tanggung jawab sosial di kalangan pemuda,” tutur Ade Setiawan.

Kegiatan anniversary ini diawali dengan santunan kepada 30 anak yatim dari berbagai desa di Kecamatan Cilamaya Wetan, Cek kesehatan gratis oleh puskesmas Cilamaya wetan. Momen tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial Karang Taruna terhadap masyarakat yang membutuhkan. Suasana haru dan kehangatan terasa saat para anak yatim bersama-sama mendoakan keberkahan bagi para pengurus dan seluruh masyarakat Cilamaya Wetan.

Sebagai penutup, acara dimeriahkan dengan perlombaan tari antar desa, yang menampilkan kreativitas dan bakat seni para pemuda. Antusiasme peserta dan penonton menambah kemeriahan serta menggambarkan semangat persaudaraan dan kebersamaan antar warga.

 

Sementara itu, Dewan Pembina Karang Taruna Kabupaten Karawang, H. Erik Heriyawan Kusuma, SH, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai wujud nyata semangat gotong royong dan pembinaan karakter generasi muda di tingkat kecamatan.

 

“Saya sangat bangga melihat semangat para pemuda Cilamaya Wetan. Kegiatan seperti ini harus terus dijaga dan dikembangkan karena Karang Taruna merupakan wadah penting dalam mencetak generasi yang berintegritas dan memiliki empati sosial tinggi,” ujarnya.

Melalui momentum ini, Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Wetan menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pelopor kebaikan dan penggerak perubahan positif di tengah masyarakat.

Sebagai penutup, semangat kebersamaan digemakan melalui slogan penuh makna:

“Pemuda Bergerak, Cilamaya Wetan Hebat!”

Slogan ini menjadi simbol tekad Karang Taruna untuk terus melangkah maju, menebar manfaat, dan menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas, empatik, dan bertanggung jawab.

(IL)

Niat Hindari Pemotor Mobil Terperosok ke Jurang

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com — Peristiwa kecelakaan lalu lintas tunggal mobil terpelosok jurang terjadi di Kalurahan Pringombo, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul, pada Jumat (31/10/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Insiden tersebut dialami oleh Suripto warga Padukuhan Karanglor, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari salah satu teman korban, An mengatakan, kecelakaan bermula saat mobil yang dikemudikan oleh Suripto melewati jalan cor blok yang sempit, selanjutnya dari arah berlawanan melaju sepeda motor yang belum diketahui identitasnya.

‎Karena jarak terlalu dekat, dan pada posisi jalan menanjak dan sempit Suripto kaget dan membanting setir ke arah kiri, nahas, mobil yang dikemudikan Suripto tergelincir dan terperosok ke dalam jurang sedalam -+10 meter.

‎”Suripto kaget dan banting setir ke kiri, namun karena jalan licin akhirnya mobilnya terperosok ke jurang,” kata An kepada awak media, Jumat (31/10/205) malam.

‎Tidak ada korban jiwa pada insiden tersebut, namun, Suripto mengalami luka pada bagian telinga kiri, ibu jari bagian kiri, pelipis mengalami sobek.

Hingga berita ini diterbitkan, mobil belum dapat terevakuasi dikarenakan cuaca masih turun hujan.

‎Insiden tersebut menjadi pengingat bagi kita semua pengguna jalan agar tetap berhati-hati. Selalu meningkatkan kesadaran konsentrasi serta kewaspadaan didalam berkendara, selalu patuhi rambu lalu lintas serta menjaga kecepatan menjadi kunci keselamatan kita bersama.

‎⚠️NYAWAMU LUWIH BERHARGA TIMBANG ASPAL’E NEGARA

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Kecelakaan Maut Akibatkan Dua Pengendara Motor Tewas Terjadi di Ruas Jalan Pahlawan

TULUNGAGUNG | ungkaprealita.com — Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Tulungagung. Dua korban dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Insiden terjadi di ruas Jalan Pahlawan, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, pada Jumat (31/10/2025) sekitar pukul 12.30 WIB.

Keempat kendaraan yang diduga terlibat kecelakaan adalah Bus Harapan Jaya Jurusan Trenggalek-Surabaya AG 7762 US yang dikemudikan Rizky Angga (30) warga Jalan Ikan Piranha, Kota Malang, Honda Vario S 2192 OF yang dikendarai ZM dan FM (22) dan warga Desa Sumberjo, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Honda Supra X AG 3384 UM dan Bus Harapan Jaya AG 7087 US.

“Untuk data sementara ada tiga korban, dua meninggal dunia FM dan ZM dan satu orang mengalami luka berat. Untuk identitas korban luka belum diketahui,” kata Kanit Gakkum Polres Tulungagung Ipda Gerry Permana, Jumat (31/10/2025).

Kecelakaan bermula saat bus AG 7762 US melaju dari arah Tulungagung menuju Surabaya dengan kecepatan tinggi, saat di lokasi kejadian terdapat sepeda motor Supra X yang hendak berbelok ke SPBU Rejoagung. Sedangkan dari arah berlawanan melaju Vario S 2192 OF yang dikendarai dua perempuan serta bus AG 7087 US.

“Bus ini berusaha menghindari Supra namun karena kecepatan tinggi sehingga mengerem dan kehilangan kendali,” ujarnya.

Akibatnya, bus berjalan mengepot dan bagian belakang menabrak kedua sepeda motor tersebut. Bus terhenti setelah menabrak pagar rumah warga hingga terbalik arah. Sementara itu, korban FM dan ZM tergeletak di samping bus yang melaju dari arah berlawanan.

Penulis: ynd.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Kecelakaan Beruntun di Wiladeg, Satu Oreng Tewas Ditempat

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – Insiden kecelakaan lalu lintas melibatkan tiga sepeda motor terjadi di Jalan Wonosari–Karangmojo, tepatnya di depan warung bakso Sami Jaya Padukuhan Kayuwalang, Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, pada Kamis (30/10/2025) sekitar pukul 16.45 WIB. Atas insiden tersebut mengakibatkan Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian.

‎‎Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan mengatakan, insiden tersebut terjadi pada saat kondisi jalan basah karena hujan. Ketika sepeda motor Honda Beat Street bernopol; AB-5144-MR yang dikendarai oleh Lanjar Wahyu Wijayanto (39) melaju dari arah timur (Karangmojo) menuju barat (Wonosari).

‎Sesampainya di lokasi kejadian, kondisi jalan lurus datar, pengendara mengusap kaca helm yang basah karena hujan. Dan saat bersamaan, di depan motor tersebut melaju sepeda motor Honda Revo Fit bernopol; AD-3509-F yang dikendarai oleh Herawan Wahyunanto (54), warga Semarang.

‎”Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan depan–belakang pun tak terhindarkan,” jelas Ikhwan, Jumat (31/10/2025).

‎“Akibat benturan, pengendara SPM Beat Street terjatuh bersama Yustina Titik Rahayu (35). Yustina terpental hingga tergeletak di badan jalan. Nahas, secara bersamaan dari arah belakang melaju SPM Vario AB-5756-DR yang dikendarai Hamidah Syarif (17) berboncengan dengan Mayang Sari (23). Dalam keadaan tergeletak Yustina pun tertabrak oleh SPM Vario tersebut,” imbuh Ikhwan.

‎Lanjut Ikhwan, hasil pemeriksaan dari petugas medis RS Panti Rahayu yang tiba di lokasi memastikan bahwa, Yustina dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian akibat alami pendarahan di perut, hidung, dan mulut.

‎”Sementara itu, pengendara Honda Vario, Syarif (17), mengalami luka lecet pada kaki kanan dan kiri, sedangkan pemboncengnya, Mayang Sari (23), mengalami nyeri pada perut dan mual. Keduanya kemudian mendapat perawatan di RSI Gunungkidul,” ungkap Ikhwan.

‎Atas insiden kecelakaan tersebut, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Ketiga kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti.

‎Insiden tersebut menjadi pengingat bagi kita semua pengguna jalan agar tetap berhati-hati. Selalu meningkatkan kesadaran konsentrasi serta kewaspadaan didalam berkendara, selalu patuhi rambu lalu lintas serta menjaga kecepatan menjadi kunci keselamatan kita bersama.

‎⚠️NYAWAMU LUWIH BERHARGA TIMBANG ASPAL’E NEGARA

‎Satlantas Polres Gunungkidul, melalui Kanit Gakkum Polres Gunungkidul, mengajak keselamatan kepada seluruh warga masyarakat diantaranya;

‎1. Ber Doa sebelum berkendara.
‎2. Sebelum berangkat cek Kelengkapan pribadi/kendaraan.
‎3. Saat akan mendahului kendaraan lain pastikan jarak pandang cukup.
‎4. Patuhi aturan lalu lintas; Selalu taati rambu-rambu lalu lintas dan peraturan yang berlaku.
‎5. Berkendara dengan aman; Jaga jarak aman dengan kendaraan lain dan sesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan cuaca.
‎6. Fokus saat berkendara; Hindari penggunaan ponsel atau hal lain yang bisa mengalihkan perhatian.
‎7. Kondisi fisik dan kendaraan; Pastikan kondisi fisik Anda sehat dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat. Jangan berkendara dalam kondisi mengantuk atau mabuk.
‎8. Gunakan perlengkapan keselamatan; Gunakan sabuk pengaman dan helm untuk melindungi diri saat berkendara.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Apel Pagi Lapas Karawang Jadi Wadah Pembinaan Disiplin dan Motivasi Pelayanan Publik

Karawang| |UNGKAPREALITA.COM| Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang melaksanakan apel pagi pegawai yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Christo Toar, pada Senin (tanggal bisa ditambahkan). Kegiatan rutin yang digelar setiap pekan ini menjadi sarana untuk memperkuat kedisiplinan, koordinasi, serta semangat kebersamaan di antara seluruh jajaran pegawai.

 

Dalam apel pagi kali ini, juga dilaksanakan pemberian penghargaan Pegawai Teladan periode September 2025 yang berlangsung di halaman Lapas Karawang. Penghargaan tersebut diberikan kepada dr. Dewi Ismayanti, dokter klinik Lapas Karawang, atas dedikasi dan pengabdiannya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi warga binaan pemasyarakatan. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kalapas Christo Toar.

 

Dalam amanatnya, Kalapas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai atas kerja keras dan komitmen dalam menjalankan tugas, khususnya dalam menjaga keamanan dan meningkatkan kualitas pelayanan. Ia juga menekankan pentingnya integritas dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai wujud profesionalisme aparatur pemasyarakatan.

 

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk apresiasi atas kerja nyata dan keteladanan yang diberikan. Semoga dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, serta kualitas pelayanan publik di Lapas Karawang,” ujar Christo.

 

Kegiatan apel pagi tidak hanya menjadi wadah pembinaan kedisiplinan, tetapi juga merupakan langkah nyata Lapas Karawang dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berintegritas dan berprestasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kerja dan komitmen pelayanan publik dapat terus terjaga dan meningkat.

 

Acara ditutup dengan doa bersama serta tekad untuk terus memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk pengabdian kepada negara, masyarakat, dan institusi pemasyarakatan.

(IL)

Diduga Lakukan Ancaman, Pemerasan, dan Pencemaran Nama Baik, Seorang Wanita Bernama Mona Dilaporkan ke Polisi

KARAWANG |UNGKAPREALITA.COM| Seorang warga Kabupaten Karawang melaporkan seorang wanita bernama Mona ke pihak kepolisian atas dugaan ancaman, pemerasan, dan pencemaran nama baik. Laporan tersebut kini tengah diproses dan mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.

Berdasarkan keterangan korban, Mona diduga melakukan intimidasi dan ancaman dengan tujuan memeras. Pelaku bahkan disebut telah menyebarkan fitnah serta informasi yang mencemarkan nama baik korban melalui media sosial dan pesan pribadi.

“Saya sudah merasa sangat tertekan dan tidak nyaman. Ancaman dan fitnah yang disebarkan sudah merusak nama baik saya dan keluarga. Karena itu saya memilih menempuh jalur hukum,” ungkap korban saat ditemui wartawan, Jumat (31/10/2025).

 

Kasus tersebut kini ditangani oleh Satreskrim Polres Karawang, yang telah menerima laporan resmi dan mulai melakukan langkah penyelidikan awal.

“Benar, kami sudah menerima laporan terkait dugaan ancaman, pemerasan, dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh seseorang berinisial M. Saat ini laporan tersebut sedang dalam tahap penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim Polres Karawang, jumat (31/10/2025).

 

AKP Dimas menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut secara profesional dengan mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi terkait.

“Kami akan memastikan setiap laporan masyarakat diproses sesuai hukum yang berlaku. Jika terbukti ada unsur pidana, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan,” tegasnya.

 

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi atau menyebarkan informasi tanpa dasar di media sosial, karena dapat berdampak hukum.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut maraknya praktik intimidasi dan penyalahgunaan media sosial untuk menekan atau merugikan pihak lain. Polisi menegaskan bahwa setiap bentuk ancaman, pemerasan, maupun pencemaran nama baik dapat dijerat dengan KUHP dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

(Red)

Semangat Kebangsaan Bergema di Lapas Karawang pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Karawang |UNGKAPREALITA.COM| Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 dengan tema nasional “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, Lapas Kelas IIA Karawang menyelenggarakan upacara bendera yang berlangsung khidmat pada Selasa, 28 Oktober 2025.

 

Upacara dipimpin oleh Kasubag Tata Usaha, Samsul Moarif, selaku pembina upacara. Dalam amanatnya, ia membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang menegaskan bahwa generasi pemuda bukan hanya pelengkap sejarah, melainkan penentu arah masa depan bangsa.

 

Samsul Moarif menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara di lingkungan lapas bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi petugas maupun warga binaan. Dengan mengingat kembali ikrar pemuda tahun 1928, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat persatuan, kolaborasi, serta pengabdian kepada tanah air.

 

 “Kami ingin agar upacara ini menjadi ruang refleksi sekaligus aksi  bahwa dalam kondisi apa pun, persatuan dan semangat kebangsaan tetap menjadi modal utama membangun bangsa. Tidak hanya di luar tembok, tetapi juga di dalam lembaga pembinaan,” ujarnya.

 

Rangkaian kegiatan meliputi pengibaran bendera, pembacaan teks Sumpah Pemuda, menyanyikan lagu kebangsaan, serta penyampaian pesan moral untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Seluruh petugas serta perwakilan warga binaan mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang berharap semangat peringatan tidak berhenti pada kegiatan seremonial saja, tetapi dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui upaya menjaga kondusivitas lembaga, meningkatkan produktivitas dan integritas, serta memperkuat nilai kebangsaan di lingkungan pemasyarakatan.

(IL)

‎Bupati Gunungkidul Buka Data, 695 Siswa di Saptosari Diduga Keracunan Menu MBG

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – Ratusan siswa sekolah Negeri di Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengkonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan pada Selasa (28/10/2025). Berdasarkan data yang diperoleh tercatat 695 siswa melaporkan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan lemas.

‎Korban berasal dari dua sekolah yakni, SMKN 1 Saptosari dan SMPN 1 Saptosari. Selain para siswa, sekitar 10 guru dan karyawan sekolah juga mengalami hal yang sama. Dari total tersebut, siswa yang terdampak terdiri dari SMK N 1 Saptosari dan SMP N 1 Saptosari. Mereka telah menjalani pemeriksaan di Puskesmas Saptosari dan RSUD Saptosari.

‎Dilansir dari akun instagram resmi Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengungkapkan, bahwa lebih dari 600 siswa mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Saptosari. “Hari ini sudah kita hitung 695 anak terdampak diduga keracunan MBG,” kata Endah.

Bupati marah !! (kiri) Endah Subekti, Bupati Gunungkidul. (kanan) Petugas SPPG.(fto;ss)

Lebih lanjut, Endah menjelaskan bahwa siswa-siswa tersebut menyantap MBG pada hari Selasa (28/10/2025), dan munculnya gejala keracunan tersebut tidak secara bersamaan.‎

‎”Di SMK N 1 Saptosari sebanyak 476 anak, dan termasuk 10 guru dan karyawan. Disamping itu ada 33 siswa yang hari ini izin tidak masuk. Belum terkonfirmasi apakah keracunan atau tidaknya,” jelas Endah.

‎”Untuk di SMP N 1 Saptosari, sebanyak 420 siswa menerima MBG, ada sekitar 186 orang yang mengalami keracunan,” imbuhnya.

‎Dalam menghadapi situasi ini, pihak pemerintah daerah langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, hingga Kepala Dinas Pendidikan untuk melakukan pendataan.

‎Pihaknya telah memantau kejadian ini sejak kemarin, namun baru hari ini menerima laporan mengenai ratusan siswa yang terdampak.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak pemerintah masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa yang terjadi.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Pemerintah dan Tokoh Agama Jayakerta Sepakat Wujudkan Lingkungan Aman dan Damai

KARAWANG |UNGKAPREALITA.COM| Pemerintah Kecamatan Jayakerta menggelar pertemuan silaturahmi antara tokoh agama dan pemilik rumah ibadah di Dusun Krajan RT 006/002, Desa Jayamakmur, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Rabu (29/10/2025).

 

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Jayakerta ini dihadiri oleh Camat Jayakerta Asep Sudrajat, S.Sos., M.M., Kapolsek Rengasdengklok Kompol H. Edi Karyadi, S.H., Kepala Desa Jayamakmur, para tokoh agama, serta pemilik Masjid H. Muhammad Mista, Habib Alkaff, S.Pd.I, dan Dr. dr. Hj. Eka Puspita Notonogoro, B.Sc., M.M.

 

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Seluruh pihak sepakat untuk terus mempererat tali silaturahmi serta menjaga kondusivitas dan keharmonisan masyarakat di wilayah Jayakerta.

 

Camat Jayakerta, Asep Sudrajat, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh tokoh agama dan masyarakat yang telah menjaga suasana tetap aman dan damai.

 

 “Pertemuan ini menjadi wadah mempererat hubungan antar warga agar semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong terus terjaga di Kecamatan Jayakerta,” ujar Asep.

 

Sementara itu, Kapolsek Rengasdengklok Kompol H. Edi Karyadi, S.H., mengimbau seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

 

“Kami dari pihak kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. Dengan sinergi antara tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah, lingkungan kita akan tetap aman, damai, dan nyaman,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Habib Alkaff, S.Pd.I, selaku pemilik Masjid H. Muhammad Mista, menegaskan bahwa pembangunan masjid tersebut bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kemaslahatan umat dan masyarakat sekitar.

 

 “Masjid ini kami bangun untuk warga sekitar dan siapa pun yang ingin beribadah. Bagi para pengendara yang melintas saat waktu salat, kami harapkan bisa berhenti sejenak untuk istirahat dan menunaikan salat di sini. Semoga masjid ini menjadi tempat yang menyejukkan dan bermanfaat bagi semua,” ujarnya.

 

Habib Alkaff juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus berperan aktif dalam kegiatan sosial, termasuk pemberian santunan bagi anak yatim dan kegiatan keagamaan bersama masyarakat.

 

Pertemuan silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kebersamaan, toleransi, serta menjaga kerukunan antar umat beragama di wilayah Kecamatan Jayakerta.

(IL)

Skandal Pepes Ayam Berbelatung, DPRD Minta BGN Segera Evaluasi Total Program MBG

KARAWANG | UNGAKPREALITA.COM |  Kasus temuan makanan basi dan berbelatung dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Palumbonsari 3 Karawang pada Senin (20/10/2025) berbuntut panjang.

 

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana jika terbukti terancam sanksi keras dari Badan Gizi Nasional (BGN), terutama setelah terungkapnya indikasi pelanggaran larangan penggunaan pihak ketiga.

 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan akan menjatuhkan sanksi administratif berupa Penghentian Operasional Sementara (“Sanksi Luar Biasa”) hingga Penutupan Kerja Sama bagi SPPG yang terbukti melanggar SOP.

 

BGN bahkan telah menghentikan operasional 106 SPPG secara nasional hingga Oktober 2025.

 

Sanksi ini dipertegas seiring rampungnya Peraturan Presiden (Perpres) Tata Kelola MBG yang akan segera dipublikasikan.

 

Diketahui, Insiden pepes ayam berbelatung ini langsung disorot tajam oleh DPRD Karawang.

 

Sekretaris Komisi IV DPRD, Asep Syaripudin (Asep Ibe), mendesak BGN menjatuhkan sanksi karena kejadian tersebut dinilai melanggar keras Keputusan Kepala BGN No. 63 Tahun 2025.

 

“Dalam SK BGN jelas disebutkan bahwa Yayasan dan Kepala SPPG dilarang menggunakan vendor atau pihak ketiga dalam pengadaan bahan, pengolahan, maupun distribusi makanan,” tegas Asep Ibe.

 

Menariknya, Kepala SPPG Cibungur Indah, Mega Yulita Febrianti, membenarkan adanya insiden tersebut dan mengakui menggunakan pihak ketiga.

 

“Saat kejadian kami sedang mengikuti bimtek sehingga untuk sementara waktu memesan menu dari jasa katering. Hal itu memang diperbolehkan sesuai aturan,” ujar Mega, sebagaimana dilansir dari pojoksatu.id.

 

Ia menyebut persoalan muncul dari bahan baku ayam pemasok, namun mengakui adanya kelalaian dalam proses sortir makanan.

 

Meskipun SPPG berdalih penggunaan katering “diperbolehkan”, namun pernyataan ini bertolak belakang dengan penegasan DPRD yang mengacu pada larangan baku BGN terhadap pihak ketiga.

Pengakuan SPPG menggunakan jasa katering ini memperkuat dugaan pelanggaran SOP yang menjadi pintu masuk sanksi keras dari BGN, menjadikannya sorotan nasional atas tata kelola program MBG.

 

Sementara itu, Ketua Yayasan SPPG Cibungur Indah Arifin ketika coba dikonfirmasi. Mengaku belum mau memberikan jawaban karena sedang lemas.

 

“Masih lemas keneh…lagi fokus dulu…perlu konsentrasi. Nanti d kabaran,” singkatnya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.