Sabtu, Oktober 31, 2026
Beranda blog Halaman 12

GEGER! RATUSAN WARGA BATANG DIDUGA KERACUNAN MBG, KORBAN DILAPORKAN TEMBUS 276 ORANG

0

BATANG, JAWA TENGAH –www.ungkaprealita.com Kabupaten Batang, Jawa Tengah, digegerkan dugaan keracunan massal setelah ratusan penerima manfaat

mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga Kamis (24/9/2026), Pemerintah Kabupaten Batang mencatat sedikitnya 276 orang mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pada Selasa (22/9/2026). Para korban berasal dari sejumlah jenjang pendidikan di Kecamatan Bawang, termasuk siswa dan orang tua yang ikut mengonsumsi makanan yang dibawa pulang anak mereka.

Keluhan mulai muncul beberapa jam setelah makanan dikonsumsi. Sejumlah korban mengalami mual, muntah, pusing, sakit perut hingga diare dan kemudian dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.

Situasi sempat membuat fasilitas kesehatan di wilayah Batang dipadati pasien. Penanganan dilakukan antara lain di Puskesmas Bawang, RSUD Limpung, Puskesmas Subah dan RSUD Kalisari Batang.

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang menyatakan kondisi para korban yang mendapatkan perawatan mulai membaik. Hingga pemantauan Kamis pagi, tidak ada laporan korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam pemeriksaan. Sampel makanan tengah diperiksa di laboratorium untuk memastikan sumber masalah. Salah satu laporan menyebut olahan telur menjadi salah satu makanan yang dicurigai, namun hal tersebut belum dapat dianggap sebagai penyebab pasti sebelum hasil pemeriksaan keluar.

Kasus ini kini menjadi perhatian karena menyangkut program MBG yang menyasar anak-anak sekolah. Pemeriksaan terhadap makanan dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab kejadian.

Pemerintah daerah bersama petugas kesehatan dan pihak terkait masih melakukan pendataan serta investigasi guna memastikan keamanan makanan dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Red

TNI AL GAGALKAN PENGANGKUTAN 407 TON SOLAR TANPA DOKUMEN DI SEMARANG, POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp6,5 MILIAR

0

SEMARANG –www.ungkap realita. Com Perairan Semarang, Jawa Tengah, menjadi lokasi penindakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) terhadap kapal SPOB Nurfaizah 03 yang diduga mengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis High Speed Diesel (HSD) atau solar tanpa dokumen yang dipersyaratkan.

Dalam pemeriksaan, petugas menemukan sekitar 407 ton solar berada di ruang palka kapal. Muatan tersebut kemudian diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan. TNI AL memperkirakan dugaan pengangkutan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara sekitar Rp6,5 miliar.

Penindakan dilakukan Koarmada RI setelah mengembangkan informasi intelijen sejak 14 September 2026. Pada 15 September, KAL Pulau Menjangan dari jajaran Lanal Semarang melakukan pemeriksaan terhadap SPOB Nurfaizah 03.
Kapal berbendera Indonesia tersebut diketahui memiliki tonase 634 GT dan membawa 13 awak kapal. Dari pemeriksaan, selain menemukan ratusan ton solar, petugas juga menemukan sejumlah persoalan administrasi kapal.

Di antaranya, kapal disebut tidak memiliki Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL) serta dokumen muatan atau manifest. Sejumlah sertifikat keselamatan kapal juga disebut telah kedaluwarsa.

Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AL dalam penegakan hukum dan pengawasan keamanan di wilayah laut Indonesia.

Saat ini kapal dan muatan solar telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Pihak-pihak yang bertanggung jawab masih akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena menyangkut pengangkutan ratusan ton BBM sekaligus persoalan kelengkapan dokumen pelayaran dan muatan. TNI AL menegaskan pengawasan terhadap aktivitas pengangkutan BBM di wilayah perairan Indonesia akan terus dilakukan.

Catatan: status perkara masih dalam proses hukum. Karena itu, dugaan pelanggaran dan pihak yang bertanggung jawab tetap harus dibuktikan melalui proses penyidikan dan peradilan.

Red

Suparna SE Kembali Maju sebagai Calon Lurah Kampung, Bawa Semangat Pengabdian untuk Warga

0

GUNUNGKIDUL –www.ungkaprealita.com Suparna SE, sosok yang tumbuh dari keluarga petani desa, kembali mencalonkan diri sebagai Lurah Kampung, Kapanewon Ngawen. Dengan latar belakang sederhana dan pengalaman bermasyarakat, Suparna menyatakan ingin terus mengabdikan pikiran dan tenaganya untuk kemajuan masyarakat.
Suparna dikenal sebagai sosok yang berupaya dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Ia menekankan pentingnya merangkul seluruh warga tanpa membeda-bedakan latar belakang maupun pilihan.
Menurut Suparna, pencalonannya kembali bukan semata-mata karena ambisi menduduki jabatan lurah. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk dedikasi untuk melanjutkan pembangunan dan menjaga kehidupan masyarakat Kampung agar tetap rukun, tenteram, serta menjunjung tinggi semangat gotong royong.
> “Saya ingin membangun Kampung yang berkeadilan bagi semua. Bagi saya, jabatan bukan tujuan utama, tetapi bagaimana pikiran dan tenaga bisa saya sedekahkan untuk masyarakat,” ujar Suparna.
Ia juga menyampaikan harapannya agar masyarakat Kampung tetap menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan dalam pemilihan lurah.
Suparna mengusung harapan agar pembangunan Kampung ke depan dapat terus berjalan dengan melibatkan masyarakat dan mengedepankan semangat kebersamaan.
“Saya berharap masyarakat Kampung, Kapanewon Ngawen, selalu guyub. Mari bersama-sama melanjutkan pembangunan agar warga semakin berwibawa dan sejahtera,” katanya.
Bagi Suparna, semangat membangun desa bukan hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan masyarakat yang rukun, adil, saling menghargai, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Kini, masyarakat Kampung akan menentukan pilihan dalam proses pemilihan lurah. Perbedaan pilihan diharapkan tidak menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan dan kegotongroyongan yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan warga.

MADIUN BERGEJOLAK! BENTROKAN MASSA PSHT DAN POLISI PECah, ADA APA DI KOTA PENDEKAR?

0

MADIUN –www.ungkaprealita.com Suasana Kota Madiun, Jawa Timur, sempat memanas. Bentrokan antara massa pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan aparat kepolisian terjadi di kawasan Jalan Merak pada Selasa (22/9/2026).

Kericuhan tersebut terjadi ketika massa dari kubu pimpinan Muhammad Taufiq hendak menuju Padepokan Pusat PSHT di Jalan Merak. Menurut keterangan Polres Madiun Kota yang dikutip detikJatim, aparat melakukan penghadangan karena rencana kegiatan Parapatan Luhur (Parluh) pada 25–27 September 2026 belum memperoleh izin dari Forkopimda dengan pertimbangan keamanan.

Situasi kemudian memanas hingga terjadi bentrokan antara massa dan petugas. Aparat mengantisipasi kemungkinan massa bertemu dengan kelompok PSHT lainnya yang disebut memiliki perbedaan kepengurusan.
Ketegangan ini menjadi perhatian publik karena Madiun selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan perguruan silat. Sejumlah personel keamanan kemudian disiagakan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Di sisi lain, Polres Madiun Kota menyampaikan bahwa aksi massa PSHT pada Selasa tersebut juga terdapat kegiatan penyampaian aspirasi yang dapat berlangsung damai setelah dilakukan komunikasi antara peserta aksi dan petugas. Polisi menyatakan seluruh massa akhirnya membubarkan diri secara tertib.

Hingga Rabu (23/9/2026), perhatian publik tertuju pada perkembangan situasi menjelang agenda Parluh. Pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pihak-pihak terkait diharapkan terus melakukan komunikasi agar perbedaan internal tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

Pertanyaan publik kini mengemuka: ada apa sebenarnya di balik memanasnya situasi Madiun menjelang Parluh PSHT?

Red

Rasulan Pringgombo Digelar Meriah, Lurah Hermin: Guyub Rukun Hadapi Tantangan Zaman

0

GUNUNGKIDUL —www.ungkaprealita.com Tradisi rasulan atau bersih dusun kembali digelar masyarakat Kalurahan Pringgombo, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tahunan ini berlangsung dengan semangat kebersamaan sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kerukunan warga.

Rasulan tahun ini mengusung tema “Guyub Rukun Warga Pringgombo”. Berbagai kegiatan budaya dan olahraga disiapkan untuk memeriahkan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Lurah Pringgombo, Hermin, mengatakan rasulan bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga kerukunan.

> “Kita menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks. Melalui rasulan ini, kita tetap menjaga hidup rukun, tenteram dan ayem. Saling mengasihi dan saling menghargai,” ujar Hermin.

Sejumlah agenda turut memeriahkan rangkaian bersih dusun tersebut. Di antaranya kirab budaya warga Pringgombo yang menampilkan semangat gotong royong dan kekayaan tradisi masyarakat.

Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan pertandingan bola voli yang melibatkan warga. Sementara pada malam harinya, masyarakat akan disuguhi pagelaran wayang kulit, sebuah tradisi yang hingga kini masih terus dipertahankan warga Pringgombo.

Pagelaran wayang kulit tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan dicintai generasi muda.

Dalam pelaksanaan rasulan, kegiatan turut dihadiri sejumlah unsur Muspika Kapanewon Rongkop, bersama tokoh masyarakat dan warga Kalurahan Pringgombo.

Hermin berharap tradisi rasulan dapat terus menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat.
“Semoga ke depan Pringgombo senantiasa mendapatkan limpahan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga masyarakat selalu diberikan kesehatan, ketenteraman, dan kehidupan yang semakin baik,” harapnya.

Dengan semangat guyub rukun, rasulan Pringgombo bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kekuatan masyarakat tumbuh dari kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sesama

Red

ISI YOGYAKARTA GEGer! Dosen Dilaporkan Mahasiswi Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

0

BANTUL, Yogyakarta —www.ungkaprealita.com Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tengah menjadi perhatian setelah seorang dosen dilaporkan terkait dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswi

Kasus tersebut bermula pada 18 Agustus 2026, ketika sejumlah mahasiswi dengan pendampingan dosen mendatangi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) ISI Yogyakarta untuk menyampaikan aduan.

Ketua Humas ISI Yogyakarta, Daru Tunggul Aji, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, setelah aduan diterima, Satgas meminta korban membuat laporan secara tertulis sebagai dasar untuk melanjutkan proses pemeriksaan.
Laporan tertulis kemudian disampaikan pada 20 Agustus 2026. Satgas PPKPT selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi-saksi, serta dosen yang dilaporkan.

Rangkaian pemeriksaan tersebut dinyatakan selesai pada 10 September 2026. Setelah itu, Satgas menyusun kesimpulan dan rekomendasi untuk disampaikan kepada pimpinan ISI Yogyakarta.

Dosen Dinonaktifkan
Menindaklanjuti hasil pemeriksaan Satgas PPKPT, pimpinan ISI Yogyakarta pada 21 September 2026 menetapkan penonaktifan dosen tersebut dari tugas dan aktivitas akademik.

Penonaktifan itu berlaku sampai keputusan mengenai sanksi terhadap dosen yang bersangkutan ditetapkan. ISI Yogyakarta menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari proses penanganan internal atas laporan yang diterima.

Dosen yang dilaporkan diketahui mengajar di Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV). Humas ISI Yogyakarta juga menyebut yang bersangkutan merupakan dosen yang relatif baru dan mulai mengajar di kampus tersebut pada 2025.

Daru mengatakan dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan mencakup aspek verbal. Namun, pihak kampus tidak mengungkapkan detail peristiwa guna menjaga perlindungan terhadap korban.

Kampus Jaga Identitas Korban
ISI Yogyakarta menyatakan keselamatan dan perlindungan korban menjadi perhatian utama dalam penanganan kasus tersebut. Identitas korban, pelapor maupun saksi juga diminta tidak disebarluaskan.
Kampus mengimbau sivitas akademika dan masyarakat tidak menyebarkan dokumentasi maupun informasi pribadi yang berpotensi menambah beban atau membahayakan korban.

Kasus ini kini memasuki tahapan penanganan institusional setelah proses pemeriksaan Satgas PPKPT rampung. Keputusan akhir mengenai sanksi terhadap dosen tersebut masih menjadi bagian dari proses yang berjalan

Redaksi
l

KAMPANYE PERDANA MARDI DI WATUSIGAR: BEDA PILIHAN JANGAN SAMPAI MEMECAH PERSAUDARAAN!

0

GUNUNGKIDUL –www.ungkaprealita.com Kampanye perdana pasangan calon nomor urut 2, Mardi (Monto), di wilayah Watusigar, Kapanewon Ngawen, berlangsung dengan membawa pesan persatuan dan kerukunan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Mardi menyapa warga sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga suasana yang damai selama tahapan pemilihan lurah berlangsung.
Menurut Mardi, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam sebuah pesta demokrasi. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai membuat hubungan antarwarga menjadi renggang, apalagi memutus tali persaudaraan.

> **“Kita hanya maju sebagai calon lurah. Jangan sampai karena beda pilihan kita justru terpecah. Siapa pun pilihannya, kita tetap saudara dan harus menjaga kerukunan,”** pesan Mardi kepada warga.

Ia juga mengajak masyarakat Watusigar untuk saling menghormati pilihan masing-masing serta menghindari perselisihan yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Mardi menegaskan bahwa kontestasi pemilihan lurah pada akhirnya akan selesai. Karena itu, persaudaraan dan kehidupan bermasyarakat harus tetap dijaga.

“Beda pilihan itu biasa. Yang penting kita tetap rukun, saling menghormati dan bersama-sama menjaga Watusigar tetap damai,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam kampanye perdana Mardi. Ia berharap seluruh masyarakat dapat mengikuti proses pemilihan dengan suasana yang aman, tertib, santun dan penuh rasa kekelu

Redaksi

BANTUL GEMPAR! JUAL CIU DI PINGGIR JALAN, 5 ORANG DIAMANKAN POLSEK PLERET

0

BANTUL –www.ungkaprealita.com Peredaran minuman keras jenis ciu kembali menjadi perhatian di Kabupaten Bantul. Polisi mengamankan lima orang yang diduga menyimpan sekaligus menjual ciu di kawasan Jalan Sultan Agung, Brajan, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Bantul, Minggu (20/9/2026).

Penindakan dilakukan personel Polsek Pleret saat melaksanakan patroli pengamanan kegiatan komunitas CB. Polisi mendapat informasi dari masyarakat mengenai dugaan aktivitas jual beli minuman keras di pinggir jalan.

Saat dilakukan pengecekan, petugas menemukan sebuah mobil Daihatsu Gran Max warna hitam bernomor polisi R-1162-NC yang diduga digunakan untuk menyimpan dan menjual ciu.

Dari dalam kendaraan tersebut, polisi menemukan 108 botol ciu berbagai ukuran dan rasa. Barang bukti tersebut terdiri dari tiga dus ciu ukuran 1,5 liter, masing-masing berisi 12 botol, serta tiga dus ciu ukuran 600 mililiter yang masing-masing berisi 24 botol.

Lima orang yang diduga terlibat kemudian diamankan ke Polsek Pleret untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan keterangan kepolisian, kelimanya diketahui berasal dari wilayah Purbalingga, Jawa Tengah.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, penindakan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti petugas di lapangan.
Selain 108 botol ciu, polisi juga mengamankan satu unit mobil yang diduga digunakan untuk membawa dan menyimpan minuman keras tersebut.

Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap kelima orang yang diamankan beserta seluruh barang bukti untuk menentukan proses hukum selanjutnya. Penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menekan peredaran minuman beralkohol tanpa izin di wilayah Bantul.

Polisi mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran atau penjualan minuman keras yang diduga tidak memiliki izin

Mbh mar.

BREAKING NEWS! JOGJA BERDUKA, DEN BAGUSE NGARSO TUTUP USIA — SOSOK IKONIK SENI DAN HUMOR JOGJA BERPULANG

0

YOGYAKARTA —www.ungkaprealita.com Kabar duka menyelimuti Yogyakarta. Susilo Nugroho, seniman senior yang begitu dikenal publik lewat karakter Den Baguse Ngarso, meninggal dunia pada Senin (21/9/2026) sore.

Kabar wafatnya Den Baguse Ngarso dikonfirmasi oleh sejumlah rekan seniman. Bambang Paningron membenarkan kabar tersebut, sementara rekan lainnya, Gregorius Budi Subanar atau Romo Banar, juga menyampaikan bahwa Susilo Nugroho telah berpulang.

Kepergian Den Baguse Ngarso sontak menjadi kabar duka bagi dunia seni Yogyakarta. Sosoknya selama bertahun-tahun dikenal melalui dunia teater, ketoprak, serta layar televisi.

Nama Den Baguse Ngarso semakin melekat di hati masyarakat lewat sitkom Mbangun Deso yang populer di TVRI Yogyakarta pada era 1990-an. Karakter khasnya membuat Susilo Nugroho menjadi salah satu wajah yang begitu dikenang dalam perjalanan seni dan hiburan Jogja.

Suasana duka juga terlihat di rumah keluarga di kawasan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Kerabat dan warga mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Jenazah Susilo Nugroho rencananya dimakamkan di TPU Krapyak, Bantul, pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kepergian Den Baguse Ngarso meninggalkan jejak panjang dalam dunia seni Yogyakarta. Tawanya mungkin telah berhenti, tetapi karakter dan karya yang ia tinggalkan akan terus dikenang oleh masyarakat.

Sugeng kondur, Den Baguse Ngarso.
Selamat jalan, Susilo Nugroho.
Jogja kehilangan salah satu sosok senimannya.

PBB Rp27 Juta Jadi Sorotan! Jogoboyo Sawahan Ponjong Mundur, Warga Pertanyakan Pengawasan

0

GUNUNGKIDUL —www.ungkaprealita.com Persoalan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kalurahan Sawahan, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, menjadi perhatian masyarakat setelah ditemukan persoalan pembayaran pajak warga dengan nilai sekitar Rp27 juta.

Informasi yang beredar menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan oknum perangkat kalurahan yang menjabat sebagai Jogoboyo/Jagabaya. Lurah Sawahan, Suwarto, membenarkan adanya penggunaan uang PBB warga untuk kepentingan pribadi.

Menurut keterangan pemerintah kalurahan yang diberitakan media lokal, penggunaan uang tersebut dilakukan secara bertahap dan berkaitan dengan pembayaran PBB-P2 periode 2022–2025. Nilai yang dipersoalkan disebut mencapai kurang lebih Rp27 juta.

Persoalan tersebut mencuat setelah sejumlah warga mempertanyakan munculnya tunggakan PBB dalam SPPT, meskipun mereka mengaku telah membayarkan kewajiban pajaknya.

Kondisi itu kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: bagaimana sistem pengawasan dan pencatatan pembayaran PBB di tingkat kalurahan selama ini?
Lurah Sawahan disebut telah menerima pengunduran diri Bowo Sutrisno dari jabatan Jagabaya pada 10 September 2026. Pemerintah Kalurahan Sawahan kemudian menunjuk Rizki sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Jagabaya
.
Pihak kalurahan juga menyampaikan bahwa uang sekitar Rp27 juta tersebut telah dikembalikan atau diselesaikan.
Selain persoalan tersebut, Kalurahan Sawahan dalam dua tahun terakhir disebut memiliki tunggakan PBB-P2 sekitar Rp85 juta, sementara potensi penerimaan PBB-P2 setiap tahunnya berada di kisaran Rp160 juta.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik karena menyangkut uang pajak masyarakat. Warga tentu berharap persoalan tersebut dapat dijelaskan secara transparan, termasuk mekanisme pembayaran, pencatatan, penyetoran, serta pengawasan PBB-P2 di tingkat kalurahan.

Masyarakat juga berharap pemerintah terkait melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dan hak wajib pajak tetap terlindungi.

Catatan: pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan apabila terdapat informasi yang berbe

Mbh mar