Kamis, Juli 30, 2026
Beranda blog Halaman 16

Gotong Royong Jumsih, Pemerintahan Dusun Tegalamba dan Karang Taruna Kompak Gelar Aksi Bersih-Bersih

Karawang | UNGKAPREALITA.COM | Semangat gotong royong kembali tampak di Dusun Tegalamba. Pemerintahan dusun bersama Ketua RT, RW, serta Karang Taruna Dusun Tegalamba melaksanakan kegiatan Jum’at Bersih (Jumsih) di wilayah RT 07/02 dan RT 06/02, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara aparatur pemerintahan dusun dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Aksi bersih-bersih dilakukan di area jalan lingkungan, saluran air, hingga titik-titik rawan sampah di sekitar pemukiman warga.

Kepala Dusun Tegalamba, Roya, menyampaikan bahwa kegiatan Jumsih menjadi agenda rutin yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Kami ingin menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Melalui Jumsih ini, warga semakin sadar pentingnya gotong royong dan kebersamaan dalam menjaga kebersihan dusun,” ujarnya.

Ketua Karang Taruna Dusun Tegalamba, Johan Hermawan, menambahkan bahwa kegiatan Jumsih juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar warga.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang bersih-bersih, tapi juga menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab bersama. Karang Taruna akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini,” ungkap Johan.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungjaya, Tarjan Sujana, S.Pd, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang dilakukan pemerintahan dusun bersama Karang Taruna dan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Jumsih ini. Kolaborasi antara pemerintahan dusun, RT/RW, dan Karang Taruna menunjukkan kekompakan yang luar biasa. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan kegiatan seperti ini harus terus dijaga agar desa kita tetap bersih dan nyaman,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Dusun Tegalamba berharap kegiatan Jumsih dapat menjadi contoh positif bagi dusun-dusun lain di wilayah Desa Kedungjaya.

(IL)

Papan Bertulis “Rehab”, Tapi Bangunannya Baru: Proyek Pustu Mulangsari Diduga Menyimpang

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Dugaan kejanggalan kembali mencuat dalam pelaksanaan proyek pemerintah di Kabupaten Karawang. Proyek pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kampung Bakan Setu, Desa Mulangsari, Kecamatan Pangkalan, diduga tidak sesuai dengan keterangan pada papan proyek.

Dalam papan informasi, kegiatan tersebut tercantum sebagai “rehabilitasi bangunan”, namun fakta di lapangan justru menunjukkan pembangunan dilakukan dari nol — dimulai dari pondasi hingga berdirinya struktur utama bangunan. Tak tampak sedikit pun sisa bangunan lama yang seharusnya direhabilitasi.

“Kalau rehab itu kan memperbaiki yang sudah ada. Tapi ini jelas bangun baru semua, dari pondasi, dinding, sampai atap,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Jumat (10/10/2025).

Warga pun mempertanyakan kejelasan status proyek tersebut. Mereka mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang selaku pihak berwenang untuk memberikan klarifikasi terbuka.
“Kami hanya ingin tahu yang sebenarnya. Jangan sampai judulnya rehab, tapi kenyataannya bangun baru. Ini kan uang rakyat,” tegas seorang warga lainnya.

Sementara itu, mandor proyek saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengakui bahwa di lokasi pembangunan tidak terdapat bangunan eksisting.

“Terkait judul kegiatan, alangkah baiknya Bapak konfirmasi ke Dinas saja, karena yang buat judul kegiatan itu Dinas. Sedikit informasi yang bisa kami sampaikan, di area lahan proyek ini tidak ada bangunan eksisting. Kami bangun baru dari tanah kosong yang tidak terdapat bangunan di atasnya,” tulis mandor proyek dalam pesannya.

 

Pernyataan tersebut kian memperkuat dugaan bahwa proyek berlabel “rehabilitasi” tersebut nyatanya merupakan pembangunan baru sepenuhnya.

Secara teknis, rehabilitasi dan pembangunan baru memiliki perbedaan signifikan, termasuk pada perhitungan anggaran.
Rehabilitasi total biasanya membutuhkan biaya tambahan untuk pembongkaran dan perbaikan struktur lama, sementara pembangunan baru lebih mudah dihitung karena dimulai dari lahan kosong.

Jika benar proyek ini dikerjakan sebagai bangunan baru namun tetap menggunakan nomenklatur “rehabilitasi”, maka patut dipertanyakan keabsahan perencanaan dan kesesuaian penggunaan anggaran.
Publik kini menunggu klarifikasi resmi dari Dinas Kesehatan Karawang agar dugaan penyimpangan dalam proyek ini tidak semakin menguat.

(IL)

Dugaan Keracunan Menu MBG di SMAN 1 Yogyakarta Sampai 426 Siswa

YOGYAKARTA | ungkaprealita.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menyehatkan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi ratusan siswa SMAN 1 Yogyakarta. Dilaporkan sebanyak 426 siswa mengalami gejala diare dan sakit perut usai menyantap menu MBG pada Rabu (15/10/2025).

Dugaan sementara, lauk ayam yang dimasak terburu-buru menjadi sumber penyebab keracunan massal tersebut. Kepanikan melanda SMAN 1 Yogyakarta pada Kamis (16/10/2025) dini hari. Ratusan siswa mulai mengeluhkan sakit perut dan diare setelah menyantap paket Makan Bergizi Gratis yang disalurkan sehari sebelumnya.

Kepala SMAN 1 Yogyakarta, Ngadiya, membenarkan adanya laporan tersebut. “Ada yang diare dua kali, tiga kali, tapi ada juga yang hanya sakit perut melilit,” ujar Ngadiya saat ditemui di sekolah.

Lebih lanjut dijelaskan, ada total 972 siswa penerima program MBG, sebanyak 426 siswa atau sekitar 43,82 persen mengalami gejala serupa. Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan ke seluruh kelas untuk memastikan jumlah pasti siswa terdampak.

Meski banyak yang mengalami gangguan pencernaan, sebagian besar siswa tetap hadir mengikuti pelajaran. Hanya sebagian kecil yang izin karena kondisi tubuh belum pulih sepenuhnya.

“Ada yang izin karena sakit, ada juga karena alasan lain. Tapi sebagian besar tetap mengikuti pelajaran meski masih merasa perih di perut,” tambah Ngadiya.

Untuk memastikan penyebab pasti, pihak Puskesmas Wirobrajan telah mengambil sejumlah sampel makanan serta data siswa terdampak untuk diteliti lebih lanjut. Pemeriksaan laboratorium tengah dilakukan untuk mengetahui kandungan atau bakteri yang menyebabkan gangguan pencernaan tersebut.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk mendukung kecukupan gizi siswa sekolah menengah di Yogyakarta. Namun insiden di SMAN 1 Yogyakarta ini menjadi peringatan keras agar pelaksanaan program serupa lebih ketat dalam standar kebersihan dan distribusi makanan.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pastinya. Kami berharap semua siswa segera pulih,” pungkas Ngadiya.

Penulis: Redaksi.
Editor: Admin.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Seminar ASPHRI 2025: Dari Eksploitasi Pekerja hingga Union Busting, Semua Dikupas Tuntas

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Dalam upaya memperkuat kesadaran hukum di bidang ketenagakerjaan, Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI) bersama DPC ASPHRI Karawang, dan didukung oleh Andal serta Bank Woori Saudara (BWS), menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Diskusi Panel Hukum Ketenagakerjaan 2025 dengan tema “Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Penegakan Hukum Desk Ketenagakerjaan Polri.”

 

Acara ini digelar pada Kamis, 16 Oktober 2025, bertempat di Brits Hotel Karawang, dimulai pukul 11.00 hingga 16.30 WIB.

 

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten di bidang hukum dan ketenagakerjaan, di antaranya:

 

Dr. Yosminaldi, S.H., M.M. — Ketua Umum ASPHRI 2024–2027, Dosen & Wakil Ketua FKLPID Jawa Barat. Beliau merupakan tokoh dari unsur Asosiasi HR sekaligus Ketua Umum ASPHRI periode 2024–2027 yang aktif sebagai dosen dan pengamat ketenagakerjaan.

 

Dr. Anwar Budiman, S.E., S.H., M.M., M.H. — Koordinator Jabar dan Ketua Himpunan Konsultan Hukum Ketenagakerjaan Indonesia (HKHKI), Dosen UNKRIS & HR General Manager. Beliau mewakili unsur Advokasi & Akademisi dalam forum ini.

 

Kompol H. Iis Puspitasi, S.H., M.H. — Kapolsek Telukjambe Barat Kabupaten Karawang, yang memberikan perspektif penegakan hukum dari sisi kepolisian.

 

Sutrisno Suratman, S.S., S.H., M.H. — Ketua DPC ASPHRI Karawang, HRD & GA Manager, mewakili unsur Praktisi HR, sekaligus bertindak sebagai tuan rumah acara.

 

Rikes Wahyudi, S.H. — bertugas sebagai moderator dalam kegiatan ini.

 

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai unsur praktisi hukum dan sumber daya manusia dari 50 perusahaan di wilayah Kabupaten Karawang, dengan total peserta mencapai 45 orang.

 

Adapun perihal penting yang menjadi fokus pembahasan dalam seminar ini meliputi: eksploitasi tenaga kerja termasuk pekerja anak dan buruh migran, persoalan upah minimum serta tindak pidana akibat pesangon yang tidak dibayarkan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta “union busting” atau pemberangusan serikat pekerja.

 

Dalam sambutannya sebagai Keynote Speaker, Ketua Umum ASPHRI Dr. Yosminaldi, S.H., M.M. menegaskan pentingnya kejelasan kewenangan dalam penegakan hukum ketenagakerjaan agar tidak terjadi tumpang tindih antar lembaga.

 

“Kepolisian memiliki tugas pokok menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Namun urusan ketenagakerjaan merupakan ranah Kementerian dan Dinas Ketenagakerjaan. Jangan sampai terjadi tumpang tindih (overlapping),” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua DPC ASPHRI Karawang Sutrisno Suratman, S.S., S.H., M.H., dalam laporannya sebagai tuan rumah, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, termasuk Pak Syuhada yang telah memfasilitasi media serta sponsorship PT Andal dan PT BWS.

 

Sutrisno mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta dari 50 perusahaan di wilayah Kabupaten Karawang. Menurutnya, “Desk Ketenagakerjaan” yang diluncurkan sejak Januari lalu masih belum sepenuhnya dipahami oleh para praktisi HR di lapangan.

 

“Para HR di perusahaan perlu lebih memahami mekanisme Desk Ketenagakerjaan yang baru ini. Kita harapkan, setiap persoalan ketenagakerjaan dapat diselesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat tanpa harus sampai ke Pengadilan Hubungan Industrial,” katanya.

 

Ia juga menekankan pentingnya peran praktisi HR dalam menciptakan komunikasi yang baik antara pekerja dan pengusaha.

 

“Teman-teman praktisi HR harus menjadi penggerak dalam menumbuhkan semangat dialog dan pendekatan persuasif di perusahaan masing-masing,” tambahnya.

 

Kegiatan ilmiah ini diharapkan menjadi wadah edukasi bagi para praktisi hukum, pengusaha, akademisi, dan masyarakat umum dalam memahami serta menerapkan aturan hukum ketenagakerjaan yang berkeadilan.

 

Menariknya, panitia menyematkan kutipan inspiratif di bagian bawah publikasi kegiatan ini:

 

“Barang siapa yang keluar mencari ilmu dan ia berniat untuk mengambil manfaat darinya walau sedikit, ilmu yang dicarinya akan memberinya kemuliaan.”

 

Dengan semangat tersebut, penyelenggara berharap kegiatan ini menjadi ruang bertukar gagasan serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antara dunia usaha, aparat penegak hukum, dan praktisi hukum dalam menegakkan keadilan ketenagakerjaan di Indonesia.

(IL)

Proyek Penataan Titik Nol Wonosari Akan Segera Mulai, Pedagang Kaki Lima Diminta Segera Berpindah

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – ‎Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akhirnya menemukan momentum untuk menata ulang kawasan Alun-Alun Pemda Wonosari. Dalam waktu dekat, proyek besar yang digagas oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) itu akan segera dimulai.

‎Kendati demikian di balik ambisi menghadirkan wajah kota yang lebih modern, muncul gejolak dari para pedagang kaki lima (PKL) yang menolak dipindahkan ke Pasar Besole, Kalurahan Baleharjo.

‎Selama bertahun-tahun, kawasan titik Nol Alun-Alun Wonosari menjadi pusat aktivitas ekonomi UMKM rakyat kecil. Namun, rencana besar penataan infrastruktur kota kini membuat para pedagang harus angkat kaki.

‎“Penataan kawasan kota tidak dilakukan sepihak. Ini hasil kolaborasi lintas dinas untuk mewujudkan wajah kota yang bersih, tertib, dan bebas genangan,” tegas Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam unggahan media sosial pribadinya.

‎Bupati menegaskan, pemerintah harus mengambil keputusan strategis meski tidak semua pihak setuju. “Setiap keputusan pasti ada pro dan kontra, itu hal biasa,” tulisnya.

‎Hasil Rapat Koordinasi Lintas Instansi pada Selasa (14/10/2025) memastikan proyek penataan akan segera bergulir. Kawasan titik Nol Alun-Alun Wonosari akan disulap menjadi ruang publik terbuka dengan konsep serupa penataan Tugu Tobong Wonosari, yakni lebih bersih, rapi, dan ramah pejalan kaki.

‎Disisi lain, Kepala Satpol PP Gunungkidul, Edi Basuki, mengatakan tidak ada lagi ruang bagi pedagang di kawasan tersebut. “Kalau melihat desain baru Alun-Alun Pemda nanti, tidak memungkinkan pedagang bisa berjualan di situ. Ketika pembangunan dimulai, Satpol PP siap melakukan pengamanan dan penegakan perda,” katanya kepada awak media via WhatsApp, Rabu (15/10/2025).

‎Edi menjelaskan, penertiban akan dilakukan secara bertahap, mulai dari Taman Kuliner hingga kawasan titik Nol Alun-Alun Wonosari. “Penindakan akan disesuaikan dengan kebutuhan proyek agar tidak menimbulkan konflik besar di lapangan.” Jelasnya.

‎“Di Pasar Besole, kami sudah upayakan pedagang di badan jalan untuk pindah agar DPUPR bisa memperbaiki jalan dengan pengaspalan. Tapi tentu tidak semua lokasi bisa langsung kita tertibkan sekaligus,” imbuhnya.

‎Kendati demikian, penolakan dari pedagang kaki lima (PKL) masih kuat. Mereka beranggapan lokasi baru kurang strategis dan sangat khawatir akan kehilangan pelanggan. Ironisnya muncul ancaman akan menggelar aksi ke DPRD Gunungkidul jika relokasi tetap dipaksakan.

‎Sebagian pedagang, relokasi berarti kehilangan pusat rezeki. Bagi pemerintah, ini adalah ujian dalam menyeimbangkan antara pembangunan kota dan keadilan sosial bagi rakyat kecil.

‎Kini masyarakat menanti langkah lanjutan Pemkab Gunungkidul, apakah tetap tegas melanjutkan proyek penataan kota, atau membuka ruang dialog lebih luas dengan para pedagang agar solusi yang diambil tidak menimbulkan luka sosial baru di pusat kota Wonosari.

(redaksi.)

Sinergi Wartawan Karawang: Koperasi “Pena Karya Sejahtera” Jadi Tonggak Baru Pers Daerah

0

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Karawang resmi membentuk Koperasi Wartawan IWO Indonesia DPD Karawang “Pena Karya Sejahtera”, dalam rapat yang digelar pada Rabu, 15 Oktober 2025, di Sekretariat IWOI Karawang, Perum Jasmine Village Melbourne Cluster A11 Karawang, yang di hadiri oleh para pengurus IWOI dan perwakilan dari setiap koordinator wilayah.

 

Langkah ini menjadi tonggak penting bagi insan pers Karawang dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan profesionalisme wartawan di era digital.

 

Koperasi tersebut dibentuk dengan struktur kepengurusan sebagai berikut:

Dewan Penasehat: Dr. NR. Icang Rahardian, S.H., M.H., S.AK., M.PD.,

Dewan Pembina: H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H.

Dewan Pengawas: Syuhada Wisastra

Ketua Koperasi: H. Emed Tarmedi, A.Md.Kep., S.KM., M.H.Kes

Sekretaris I: Amrini Handayani

Sekretaris II: Ismail

Bendahara: Arini Yanti Mala

Wakil Ketua: Nababan

Koordinator Administrasi dan Digital: Sazim Zein

 

Ketua IWO Indonesia DPD Karawang, Syuhada Wisastra, menyatakan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalam memperkuat kesejahteraan dan kemandirian wartawan.

 

“Selama ini wartawan sering dipandang hanya dari sisi profesinya. Melalui koperasi ini, kami ingin membuktikan bahwa wartawan juga mampu mandiri secara ekonomi, mengelola usaha bersama, dan saling membantu dalam koridor profesional,” ujar Syuhada.

 

Ia menambahkan, koperasi ini diharapkan menjadi wadah sinergi antarsesama anggota IWOI, terutama dalam mengelola kegiatan ekonomi kreatif, media, serta layanan publik yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Sementara itu, Ketua Koperasi terpilih, H. Emed Tarmedi, A.Md.Kep., S.KM., M.H.Kes., menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan oleh anggota IWOI Karawang.

“Langkah pertama yang akan kami lakukan adalah membangun sistem koperasi yang transparan, profesional, dan modern. Kami ingin koperasi ini bukan hanya menjadi wadah simpan pinjam, tetapi juga pusat pemberdayaan dan pelatihan ekonomi produktif bagi wartawan,” ujarnya.

Ia menegaskan, koperasi akan membuka peluang usaha di bidang media, percetakan, jasa digital, dan pariwisata, yang seluruhnya diarahkan untuk memperkuat ekonomi anggota dan organisasi.

 

Dalam kesempatan itu, H.Emed Tarmedi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., atas dukungan dan perhatiannya terhadap terbentuknya koperasi ini.

 

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., yang senantiasa memberikan dukungan dan dorongan bagi terbentuknya koperasi ini. Dukungan beliau menjadi semangat bagi kami untuk menghadirkan koperasi yang benar-benar bermanfaat, mandiri, dan berdaya saing,” ungkapnya.

“Ke depan, kami juga akan membangun kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, baik dari kalangan swasta maupun pemerintah, agar koperasi ini benar-benar mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan anggota dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelaanya.

 

Dewan Penasehat Koperasi, sekaligus Ketua Umum IWO Indonesia, Dr. NR. Icang Rahardian, S.H., M.H., memberikan apresiasi atas langkah DPD Karawang yang dinilai selaras dengan visi nasional IWOI dalam menciptakan wartawan yang berdaya secara ekonomi.

 

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif DPD Karawang. Koperasi wartawan ini adalah bentuk aktualisasi dari semangat kemandirian. Wartawan yang kuat adalah wartawan yang mampu berdiri di atas kaki sendiri, tidak tergantung pada kepentingan ekonomi pihak lain,” tegas Icang.

 

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola koperasi yang profesional, transparan, dan berbasis digital agar menjadi model bagi DPD IWOI di daerah lain.

 

Sementara itu, Dewan Pembina Koperasi, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Karawang, menilai pembentukan koperasi wartawan sebagai langkah strategis yang patut didukung.

 

“Koperasi ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga wadah menjaga marwah profesi wartawan. Saya berharap koperasi ini bisa tumbuh sehat, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi seluruh anggotanya,” ujar Endang.

 

Ia menambahkan, DPRD Karawang akan terus mendukung upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk kalangan pers, selama dijalankan secara profesional dan sesuai aturan.

 

Dengan terbentuknya Koperasi Wartawan IWOI DPD Karawang “Pena Karya Sejahtera”, organisasi ini berkomitmen menjadikan koperasi sebagai pilar ekonomi jurnalis di Karawang.

 

Langkah ke depan, pengurus akan menyiapkan proses legalitas melalui akta notaris dan pendaftaran resmi ke Dinas Koperasi serta membentuk unit-unit usaha yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota.

(IL)

DEWAN PENASEHAT DPD II PARTAI GOLKAR ANGKAT BICARA ATAS MENCUATNYA KEMBALI KASUS ASUSILA “HN” OKNUM PIMPINAN DPRD

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – Kasus dugaan tindak asusila (VCS) yang melibatkan HN salah satu oknum Pimpinan DPRD Kabupaten Gunungkidul yang sempat menggegerkan publik di Gunungkidul beberapa waktu lalu kini kembali mencuat.

Dewan Penasehat DPD ll Partai Golkar Ratno Pintoyo mengatakan, meskipun kasus dugaan tindak asusila (VCS) tersebut sudah di tangani BK (Badan Kehormatan) DPRD Kabupaten Gunungkidul dan dinyatakan selesai, namun kasus dugaan asusila tersebut belum sampai ke Dewan Etik DPP Partai Golkar.

Ratno Pintoyo menyoroti mencuatnya kembali kasus dugaan asusila yang di lakukan oleh HN. “Terkait dengan persoalan itu saya berharap agar Mahkamah Partai segera menuntaskan persoalan ini agar kedepan Partai Golkar ini tidak tersandera oleh persoalan Pak HN. ini yang terpenting,” kata Mantan Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul periode 2009-2014 yang kini menjabat sebagai Dewan Penasehat DPD ll Partai Golkar Gunungkidul. Rabu (15/10/2025) siang.

Lebih lanjut, Ratno Pintoyo sampaikan proses telah berjalan kami kemarin sudah sampai di Dewan etik DPP Partai Golkar, dan tentunya kami diberikan saran agar terkait ini dilaporkan secara resmi sesuai prosedur yang telah ditentukan.

“Terkait persoalan ini kami kemarin sudah menghadap ketua DPD partai Golkar, kemudian persoalan yang melibatkan salah satu kader Partai Golkar yang kebetulan duduk di pimpinan DPRD ini akan di selesaikan setelah Musda,” ujarnya.

Harapan kami persoalan ini tidak mengguncang stabilitas partai Golkar. Namun kami berharap bahwa dengan selesainya persoalan ini tidak ada duri-duri lagi kedepan dalam perjalanan partai Golkar sehingga ketika konsolidasi berjalan dengan baik.

“Tentunya ini politik, yang artinya ketika ada persoalan yang tidak di tuntaskan, ini akan selalu dibawa oleh lawan-lawan politik dari partai Golkar, menurut saya,” pungkas Ratno Pintoyo.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Kodim 0731/Kulonprogo Laksanakan Upacara Penyambutan Kedatangan Jenazah Almarhum Praka Amin Nurohman

KULONPROGO (DIY) | ungkaprealita.com — Kodim 0731/Kulonprogo melaksanakan upacara penyambutan kedatangan jenazah Almarhum Praka Amin Nurohman NRP 31180733641097 Tambak DMR Satgas Yonif 410/Alg, yang gugur di daerah operasi Papua Barat, penyambutan di Area Incoming Cargo Bandara Yogyakarta International Air Port Kulonprogo, Senin (13/10/2025).

Hadir dalam penyambutan, Dandim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf Imam Purwoko, S.E., M.H.I., Kasdim 0731/Kulon Progo Mayor Cpl Sutarjo, Ka Korum Yonif 403/WP Kapten Inf Bayu S beserta Pgs Pasi Pers Letda Inf Siswanto dan pihak keluarga almarhum dari Kebumen.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Dandim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., Perwira Upacara Pasi Ops Kapten Inf Ngasiman, Komandan Upacara Danramil 10/Panjatan Kapten Kav Sujatar, Pengusung Jenazah dan Pembawa Foto dari Yonif 403/WP. Pasukan upacara terdiri Korsik Kodim 0731/Klp, satu regu Perwira, satu peleton Bintara/Tamtama Kodim 0731/Klp dan satu regu Yonif 403/WP.

Pukul 21.01 WIB jenazah almarhum Praka Amin Nurohman tiba di Bandara YIA Kulon Progo dengan pendamping Pasiminlog Satgas 410/Alg Kapten Inf Priyanto, langsung dibawa menuju Area Incoming Cargo Bandara YIA untuk dilangsungkan prosesi Upacara Jajar Hormat. Selesai upacara jenazah almarhum dibawa menuju rumah duka di Desa Banjurpasar, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, untuk dimakamkan. Upacara pemakaman secara militer akan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Oktober 2025.

Upacara hormat jajar penyambutan kedatangan jenazah Almarhum Praka Amin Nurohman di Area Incoming Cargo Bandara Yogyakarta International Airport Kulon Progo berlangsung dengan khidmat dan lancar.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Lapas Karawang Terapkan Arahan Dirjen PAS, Gelar Penanaman Padi Bersama Warga Binaan

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang menggelar kegiatan penanaman padi pada Jumat (10/10/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di lahan seluas 1,7 hektare yang berada di area sekitar lingkungan Lapas.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang menjelaskan bahwa varietas padi yang ditanam kali ini adalah M70D dan Nutrising, dua jenis padi unggulan yang memiliki hasil panen tinggi serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.

 

“Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Menteri Hukum dan HAM melalui Direktur Jenderal Pemasyarakatan, yang mengimbau agar seluruh lapas di Indonesia lebih produktif dan ikut berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, pihak Lapas Karawang memanfaatkan tenaga warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang telah mendapat pelatihan pertanian dan sedang menjalani program asimilasi. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada produktivitas pangan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa lapas bukan hanya tempat pembinaan, tapi juga wadah produktif yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Kegiatan penanaman padi di Lapas Karawang ini diharapkan menjadi contoh positif bagi lapas lainnya di seluruh Indonesia. Selain memperkuat ketahanan pangan nasional, langkah ini juga membuka peluang bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan baru yang berguna ketika mereka kembali ke masyarakat.

(IL)

Curi Motor Teman, Warga Magelang diamankan Polres Bantul

BANTUL (DIY) | ungkaprealita.com — Unit Reskrim Polsek Kretek berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di wilayah Parangkusumo, Parangtritis, Kretek, Bantul. Kejadian berawal pada Senin (8/9/2025) sekitar pukul 02.00 WIB di pinggir Pantai Parangkusumo, Mancingan XI, Parangtritis, Kretek, Bantul.

Pelaku diketahui berinisial S (27), seorang warga asal Magelang, Jawa Tengah. Saat ini pelaku telah diamankan dan ditahan di Polres Bantul untuk menjalani proses hukum.

Sementara korban diketahui berinisial MR (19), warga Sriharjo, Imogiri, Bantul. Diketahui antara pelaku dan korban saling mengenal, karena sebelumnya pernah bekerja bersama.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas antara lain berupa satu lembar surat jaminan BPKB sepeda motor Honda Beat Sporty tahun 2025 warna hitam, satu unit handphone Redmi 12 warna hitam, satu buah tas pinggang warna hitam, serta satu buah dompet warna cokelat yang berisi identitas dan kartu milik korban.

Kapolsek Kretek, AKP Sutrisno, menjelaskan bahwa peristiwa pencurian tersebut berawal ketika pelaku mengajak korban untuk makan bersama di kawasan Imogiri. Setelah itu, keduanya menuju Pantai Parangkusumo dan sempat berkaraoke di salah satu tempat hiburan di sekitar lokasi.

Sutrisno menuturkan lebih lanjut, peristiwa pencurian terjadi ketika korban dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar karena sedang dalam pengaruh minuman keras.

“Sekitar pukul 01.30 WIB korban dalam kondisi setengah sadar akibat pengaruh minuman keras awalnya pelaku hanya berniat keluar untuk membeli susu dan tidak memiliki niat mengambil motor korban namun saat di perjalanan pelaku tiba-tiba terpikir untuk membawa kabur sepeda motor tersebut dan meninggalkan korban yang tertidur di pinggir pantai,” jelas Sutrisno, saat jumpa pers di loby Mapolres Bantul, Senin (13/10/2025).

Korban terbangun sekitar pukul 06.00 WIB dan mendapati sepeda motor serta barang pribadinya telah hilang. Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui sepeda motor milik korban masih baru dan belum memiliki plat nomor karena baru keluar dari showroom.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian berupa 1 unit sepeda motor Honda Beat Sporty tahun 2025 warna hitam tanpa plat, 1 dompet berisi identitas dan kartu ATM, sejumlah uang Rp 400 ribu, serta 1 unit HP Redmi 12 warna hitam, dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 19 juta,” ungkap Sutrisno.

Berdasarkan laporan yang diterima, Tim Unit Reskrim Polsek Kretek segera melakukan penyelidikan. Pada 1 Oktober 2025, pihak kepolisian berhasil mengamankan pelaku di daerah Binong, Kabupaten Subang, Jawa Barat, sekitar pukul 03.00 WIB.

“Saat diamankan, pelaku tidak melakukan perlawanan. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah menjual sepeda motor hasil curian secara online di wilayah Subang seharga Rp 4,7 juta,” katanya.
Pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 5 (lima) tahun.

Sementara itu, pelaku mengaku, uang hasil penjualan sepeda motor ia gunakan untuk bermain judi online dan membeli minuman keras.

“Untuk mabuk sama judi online,” kata pelaku saat dihadirkan dalam jumpa pers.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B