GUNUNGKIDUL – www.ungkaprealita.com Pesta demokrasi tingkat kalurahan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (26/9/2026), menjadi catatan penting dalam perjalanan demokrasi masyarakat di tingkat desa.
Pemilihan Lurah (Pilur) serentak digelar di 31 kalurahan. Jauh sebelum hari pencoblosan, pemerintah daerah bersama panitia, aparat keamanan dan berbagai unsur terkait telah melakukan persiapan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan tertib, aman dan kondusif
.
Suasana di sejumlah lokasi pemungutan suara tampak berlangsung tertib. Warga datang menggunakan hak pilihnya, sementara proses pemungutan dan penghitungan suara berjalan dalam suasana yang relatif tenang.
Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa perbedaan pilihan politik di tingkat kalurahan tidak harus berujung pada perpecahan. Masyarakat menunjukkan bahwa pesta demokrasi dapat berlangsung dengan tetap menjaga kerukunan dan hubungan sosial antarwarga.
Sebelumnya, Pemkab Gunungkidul memang menekankan pentingnya netralitas penyelenggara, integritas, keamanan serta menjaga agar perbedaan pilihan tidak menimbulkan konflik sosial.
Apresiasi untuk Panitia dan Aparat Keamanan
Keberhasilan pelaksanaan Pilur tentu tidak lepas dari kerja berbagai pihak. Panitia pemilihan di masing-masing kalurahan memiliki peran penting dalam memastikan tahapan pemungutan hingga penghitungan suara berjalan sesuai ketentuan.
Apresiasi juga patut diberikan kepada unsur keamanan, termasuk Linmas dan jajaran Polres Gunungkidul, yang melakukan pengamanan selama proses Pilur berlangsung.
Sebelumnya, Polres Gunungkidul memang telah menyiapkan personel untuk menjaga keamanan pelaksanaan Pilur serentak.
Pendekatan pengamanan yang mengedepankan komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga suasana tetap kondusif.
Demokrasi bukan hanya soal siapa yang memperoleh suara terbanyak. Lebih dari itu, demokrasi juga tentang bagaimana masyarakat mampu menerima perbedaan pilihan dan tetap hidup berdampingan setelah proses pemilihan selesai.
Menang dan Kalah Tetap Bersaudara
Pilur 2026 memberikan pesan penting bagi masyarakat Gunungkidul: beda pilihan tidak berarti harus berbeda dalam persaudaraan.
Para pendukung calon diharapkan dapat menerima hasil pemilihan dengan lapang dada. Calon yang terpilih nantinya juga memiliki tanggung jawab untuk merangkul seluruh masyarakat, termasuk warga yang sebelumnya memberikan dukungan kepada calon lain.
Karena setelah pencoblosan selesai, tidak ada lagi kubu-kubuan. Yang ada adalah satu masyarakat, satu kalurahan dan satu tujuan, yakni membangun kalurahan agar semakin maju dan sejahtera.
Pelaksanaan Pilur serentak 31 kalurahan ini diharapkan menjadi pengalaman demokrasi yang dapat terus dijaga. Semangat guyub, rukun, aman dan damai menjadi modal penting bagi Gunungkidul dalam menghadapi berbagai agenda demokrasi berikutnya.
Demokrasi boleh berbeda pilihan, tetapi persaudaraan jangan sampai hilang.
Mbh mar

