KLATEN –www.ungkaprealita.com Suasana di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mendadak menjadi perhatian warga pada Jumat (2/10/2026). Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggeledahan di dua rumah yang berada di wilayah tersebut.
Penggeledahan dilakukan terhadap dua rumah yang masing-masing dihuni pria berinisial N dan Y. Salah satu penggeledahan berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB.
Kasi Kesra Desa Palar, Pandu Wiratana Dwi Prasetyo, membenarkan dirinya diminta mendampingi petugas saat penggeledahan.
“Sekitar jam 10.30 WIB saya diminta mendampingi penggeledahan. Tadi banyak dari kepolisian,” kata warga setempat
sebagaimana disampaikan kepada awak media ungkap realita, Jumat (2/10/2026).
Sementara itu, perangkat Desa Palar lainnya, Didit Agung Prihantoro, mengatakan dirinya juga sempat diminta menyaksikan penggeledahan di rumah yang ditempati N.
Menurut Didit, petugas datang sekitar pukul 09.30 WIB dan menyebut kegiatan tersebut berkaitan dengan perkara terorisme. Petugas juga menunjukkan surat-surat kelengkapan kepada perangkat desa.
N diketahui bukan warga asli Desa Palar dan telah tinggal di rumah kontrakan tersebut sekitar dua tahun. Sementara Y juga tinggal di rumah kontrakan bersama istri dan tiga anaknya.
Informasi lain menyebutkan Y sehari-hari dikenal menjalankan aktivitas reparasi peralatan elektronik seperti mesin cuci dan kompor. Sedangkan N disebut memiliki aktivitas mengajar di sebuah pondok di wilayah sekitar.
Densus 88 juga dikabarkan mengamankan dua pria tersebut, namun detail mengenai status hukum maupun dugaan keterlibatan mereka belum disampaikan secara terbuka oleh pihak Mabes Polri.
Kapolresta Klaten Kombes Pol Ari Cahya Nugraha membenarkan adanya kegiatan tim dari Mabes Polri di wilayah tersebut. Polresta Klaten, kata dia, hanya memberikan dukungan pengamanan.
“Betul, kegiatan dari Mabes. Personel Polresta Klaten mem-back up pengamanan kegiatan, untuk detailnya ke Mabes,” jelas Ari.
Pasca-penggeledahan, kedua rumah tersebut terlihat sepi dan pintu gerbang dalam keadaan tertutup. Tidak terlihat garis polisi di sekitar lokasi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi lebih rinci dari Mabes Polri mengenai latar belakang operasi, barang yang diamankan, maupun keterkaitan kedua pria tersebut dengan jaringan terorisme.
Perkembangan kasus ini masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Redaksi

