GUNUNGKIDUL, DIY –www.ungkap realita com.
Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul mulai menjadi perhatian serius.
Tertundanya pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Gunungkidul memunculkan keresahan di kalangan kader tingkat bawah. Bahkan, suara desakan agar organisasi segera dibenahi dan diselamatkan mulai menguat dari akar rumput.
Sejumlah pengurus Pimpinan Kecamatan (PK) hingga pengurus ranting menilai ketidakjelasan jadwal Musda tidak boleh terus dibiarkan berlarut-larut. Mereka menginginkan kepastian pergantian kepemimpinan agar roda organisasi kembali berjalan normal.
Desakan tersebut mengemuka dalam konsolidasi pengurus Pimpinan Anak Cabang dan ranting Partai Golkar se-Kabupaten Gunungkidul yang digelar di Gaung Resto, Wonosari, Jumat (30/10/2026).
Koordinator Pimpinan Kecamatan Partai Golkar, Supriyono, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut dilandasi keprihatinan terhadap kondisi organisasi yang hingga kini belum menuntaskan agenda Musda XI.
Menurutnya, sejumlah daerah di DIY, seperti Bantul, Kulon Progo, Sleman, dan Kota Yogyakarta, telah menyelesaikan Musda, bahkan kepengurusan barunya sudah dilantik. Namun, Gunungkidul masih belum memiliki kepastian pelaksanaan agenda serupa.
“Kami betul-betul prihatin.
Kabupaten Bantul, Kulon Progo, Sleman, dan Kota Yogyakarta sudah melaksanakan Musda, bahkan kepengurusannya sudah dilantik. Sementara Gunungkidul sampai sekarang belum melaksanakan Musda,” ungkap Supriyono.
Ia menegaskan, Musda bukan sekadar kegiatan seremonial atau perebutan kursi kepemimpinan.
Lebih dari itu, Musda merupakan kewajiban organisasi yang harus dilaksanakan sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.
Supriyono khawatir, apabila ketidakjelasan ini terus berlangsung, dampaknya bisa merembet pada konsolidasi, soliditas kader, hingga kesiapan organisasi menghadapi agenda politik mendatang.
“Kami berharap Musda Partai Golkar segera dilaksanakan sesuai ketentuan AD/ART. Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut dan berdampak terhadap konsolidasi partai,” tegasnya.
RATNO PIENTOYO: JANGAN TUNDA SESUATU YANG SUDAH PASTI!
Sementara itu, anggota Dewan Penasihat DPD Partai Golkar Gunungkidul, Ratno Pintoyo, menyampaikan bahwa konsolidasi tersebut merupakan aspirasi kader akar rumput yang menginginkan kepastian dan kejelasan masa depan organisasi.
Menurut Ratno, tertundanya Musda berpotensi menghambat penataan kepengurusan dan regenerasi kepemimpinan. Terlebih, partai-partai politik lainnya mulai mempersiapkan konsolidasi organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029.
“Musda Partai Golkar ini sudah lama tertunda. Partai-partai lain sudah mulai menata organisasi untuk menyambut Pemilu 2029. Saya berharap Musda Partai Golkar segera dilaksanakan,” ujarnya.
Ratno juga menyampaikan pesan tegas kepada jajaran DPD Partai Golkar Gunungkidul agar tidak terus menunda agenda organisasi yang sudah seharusnya dilaksanakan.
“Jangan menunda apa pun yang sudah pasti. Jangan sampai melawan aturan yang dibuat sendiri. Kalau aturan organisasi tidak dijalankan sebagaimana mestinya, tentu akan menjadi risiko besar bagi organisasi ke depan,” tegas Ratno.
AKAR RUMPUT MENUNGGU KEPASTIAN
Penundaan Musda XI ini menjadi ujian tersendiri bagi konsolidasi internal Partai Golkar Gunungkidul
.
Sebab, kekuatan sebuah partai politik tidak hanya ditentukan oleh figur pimpinan atau perolehan kursi legislatif, tetapi juga oleh soliditas pengurus, loyalitas kader, serta kepastian mekanisme organisasi.
Aspirasi yang disampaikan pengurus tingkat kecamatan hingga ranting tersebut kini menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran pimpinan partai di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Publik internal Golkar tentu menunggu jawaban: kapan Musda XI benar-benar dilaksanakan?
Kini, yang dibutuhkan kader bukan sekadar wacana atau janji penjadwalan ulang, melainkan kepastian dan langkah konkret agar roda organisasi tidak terus berada dalam ketidakjelasan.
Seruan “Selamatkan Golkar Gunungkidul” pun mulai mengemuka sebagai bentuk keprihatinan kader terhadap kondisi organisasi.
Apakah aspirasi akar rumput ini akan segera mendapat respons dari pimpinan partai? Ataukah Musda XI kembali harus menunggu tanpa kepastian?
Waktu dan keputusan jajaran pimpinan Golkar akan menjawabnya
Redaksi ungkap realita. Com

