GUNUNGKIDUL –www.ungkaprealita.com Pemilihan Lurah (Pilur) Kalurahan Watu Sigar, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, yang digelar pada Sabtu, 26 September 2026, berakhir dengan kemenangan pasangan calon nomor urut 2, Mardi yang akrab disapa Monto.
Mardi (Monto) berhasil memperoleh 1.435 suara, mengungguli dua rivalnya, Sriyanto dan Fery, dalam kontestasi pemilihan lurah tersebut.
Kemenangan tersebut disambut antusias oleh para pendukung Mardi. Namun, dalam sambutan setelah hasil pemilihan diketahui, Mardi justru mengajak seluruh masyarakat Watu Sigar untuk tidak lagi terjebak dalam perbedaan pilihan politik.
Menurutnya, kemenangan yang diraih bukanlah kemenangan kelompok tertentu, melainkan kemenangan seluruh warga Watu Sigar.
> “Kemenangan ini bukan kemenangan kelompok, tetapi kemenangan warga Watu Sigar. Mari kita jaga kerukunan dan persatuan sesama,” ujar Mardi (Monto) di hadapan para pendukungnya.
Mardi menegaskan bahwa setelah proses pemilihan selesai, tidak seharusnya masih ada sekat berdasarkan nomor urut pasangan calon.
> “Hari ini tidak ada lagi paslon nomor 1, 2 atau 3. Yang ada adalah kita tetap bersama. Mari kita rajut persatuan dan kesatuan masyarakat Watu Sigar,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh pendukung agar tidak menjadikan perbedaan pilihan dalam Pilur sebagai alasan untuk bermusuhan.
“Mari jangan ada permusuhan satu dengan yang lain. Kita satu saudara,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mardi menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan doa selama proses Pilur berlangsung.
> “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan doa. Mari kita bersama-sama ke depan membangun Watu Sigar menjadi lebih baik dan lebih maju,” ucap Mardi.
Pesan tersebut menjadi penutup dari rangkaian kontestasi Pilur Watu Sigar. Setelah pemungutan suara selesai, perhatian masyarakat kini beralih pada bagaimana seluruh elemen warga dapat kembali bersatu dan bersama-sama membangun kalurahan.
Mardi berharap perbedaan pilihan selama Pilur tidak meninggalkan perpecahan di tengah masyarakat. Baginya, tantangan pembangunan Watu Sigar ke depan membutuhkan kebersamaan seluruh warga.
Mbah mar

