Kamis, Juli 30, 2026
Beranda blog Halaman 20

Bayi Perempuan Diketemukan di Padukuhan Suruh Rongkop

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – Warga Suruh, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul digegerkan dengan adanya penemuan bayi berjenis kelamin perempuan yang berada di dalam sebuah tas berwarna hitam. Sabtu (04/10/2025) malam.

Informasi yang berhasil di himpun reporter ungkaprealita.com, salah satu warga SG mengatakan, bayi malang tersebut diketemukan sekitar pukul 18.15 WIB. “Lokasi penemuan berada di sekitar masjid wilayah Padukuhan Suruh, tak jauh dari sebuah warung serta rumah warga,” katanya kepada reporter ungkaprealita.com, Sabtu (4/10/2025) pukul 21.10 WIB.

Sementara itu, Kapolsek Rongkop, AKP Sartono, kepada awak media menjelaskan, pihaknya membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. “Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan tersebut pada pukul 18.20 WIB dan segera menuju ke lokasi penemuan.” Jelas AKP Sartono saat ditemui ungkaprealita.com di Yayasan Almarina Padukuhan Srimpi, Kalurahan Ngipak, Karangmojo, Gunungkidul.

“Dari dalam tas juga ditemukan beberapa pakaian bayi, peralatan bayi, dan juga popok.” Imbuhnya.

Lebih lanjut, bayi tersebut lalu dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Rongkop untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. “Hasil pemeriksaan sementara, kondisi bayi dalam keadaan sehat, berjenis kelamin perempuan dengan berat 3,2kg, berusia kurang lebih 3 (tiga) hari, dan masih terpasang klem tali pusarnya,” jelasnya.

AKP Sartono menegaskan, bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut, untuk mengungkap siapa yang telah tega meninggalkan bayi malang tersebut.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum diketahui identitas dari bayi malang tersebut dan juga orang tua yang tega membuangnya.

Kepolisian Rongkop mengimbau kepada seluruh masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melapor ke Polsek Rongkop.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Rescue Karang Taruna Karawang Dorong Pemanfaatan Limbah Organik Lewat Eco Enzyme

Karawang | UNGKAPREALITA.COM | Isu lingkungan hidup kembali mencuat dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Diklat ke-1 Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang. Salah satu materi yang mencuri perhatian peserta adalah sosialisasi pemanfaatan Eco Enzyme, hasil kerja sama dengan Komunitas Eco Enzyme Nusantara, mengusung tema “Pulihkan Bumi Kita”. 04/10/2025

 

Eco Enzyme, cairan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga seperti sisa buah dan sayur, diperkenalkan sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengurangi sampah, menjaga kebersihan, sekaligus memberi manfaat kesehatan.

 

Berbagai aplikasi Eco Enzyme turut dipaparkan, mulai dari pembersih lantai, sabun cuci piring, pembersih udara, pupuk organik, hingga cairan antiseptik alami. Proses pembuatannya pun tergolong sederhana, cukup mencampurkan gula merah/molase, air bersih, dan limbah organik, lalu difermentasi selama tiga bulan. Hasilnya dapat digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari.

 

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang, Agus Dwi dari Bidang Teknik Penyehatan Lingkungan Muda Bidang Kebersihan, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini.

 

“Eco Enzyme adalah contoh nyata bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari rumah. Pemanfaatan limbah organik yang biasanya terbuang menjadi produk bermanfaat ini sejalan dengan program pengurangan sampah di Kabupaten Karawang. Kami berharap Karang Taruna dapat menjadi motor penggerak dalam menyebarluaskan praktik ini ke masyarakat luas,” ujar Agus.

 

Agus juga menambahkan bahwa program semacam ini mendukung visi Kabupaten Karawang menuju pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

 

Kegiatan Rakerda dan Diklat ke-1 Rescue Karang Taruna Karawang tidak hanya berfokus pada penguatan organisasi, tetapi juga mengusung pesan penting tentang kepedulian terhadap alam dan peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ketua Rescue Karang Taruna Cibuaya Dukung Program Pemerintah untuk Kemajuan Daerah

Karawang | UNGKAPREALITA.COM | Karang Taruna Kecamatan Cibuaya memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program pemerintah, khususnya dalam bidang kebersihan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Rocky, perwakilan Karang Taruna, saat menghadiri kegiatan di wilayah Cibuaya. Sabtu 04/10/2025

 

“Rescue Karang Taruna kecamatan cibuaya selalu siap mendukung program pemerintahan. baik dari UMKM, DLHK, bidang kesehatan, maupun pihak BPBD, semua program yang telah disampaikan bisa dilaksanakan bersama,” ujarnya.

 

Rocky juga menambahkan bahwa dukungan Rescue Karang Taruna tidak hanya sebatas seremonial, tetapi akan diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. “Apa yang disampaikan oleh para narasumber, termasuk dari dokter kesehatan dan UMKM, akan kami tindaklanjuti agar program tersebut benar-benar berjalan di lapangan,” tambahnya.

 

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Rescue Karang Taruna kecamatan cibuaya, masyarakat, dan pemerintah dalam mewujudkan lingkungan Cibuaya yang bersih, sehat, dan maju.

(IL)

H. Dindin Paparkan Peluang UKM di Rakerda Rescue Karang Taruna Karawang

Karawang | UNGKAPREALITA.COM | Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, H. Dindin Rachmadhy, S.Sos., M.M., memberikan materi dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Diklat ke-1 Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang, Sabtu (04/10/2025). Dalam paparannya, ia menekankan besarnya potensi koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) di Karawang yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda.

 

“Kami siap membantu rekan-rekan untuk berdikari menjadi pengusaha di bidang UKM. Harapannya dalam lima tahun ke depan, teman-teman bisa menjadi pengusaha sukses,” ujar H. Dindin.

 

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Koperasi dan UKM telah menyiapkan berbagai program strategis untuk mendorong lahirnya wirausaha baru. Program tersebut meliputi pelatihan kewirausahaan, digitalisasi usaha, serta fasilitasi pemasaran produk lokal agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

 

Lebih lanjut, H. Dindin menilai Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan memiliki potensi besar dalam mencetak generasi muda yang mandiri secara ekonomi. “Program yang kami jalankan diharapkan dapat bersinergi dengan Karang Taruna sehingga bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Rakerda dan Diklat ke-1 Rescue Karang Taruna Karawang ini menjadi wadah konsolidasi serta penguatan kapasitas anggota dalam bidang sosial dan ekonomi. Kehadiran Dinas Koperasi dan UKM diharapkan dapat menjadi motivasi sekaligus membuka peluang baru bagi pemuda Karawang untuk terjun ke dunia wirausaha.

 

(IL)

Langgar Perda Penanganan ODGJ, Security Galuh Mas Terancam Sanksi Hukum

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Sebuah tindakan tidak terpuji dan melanggar hukum dilakukan oleh oknum petugas keamanan perumahan Galuh Mas, Karawang.

Pada Jumat siang (3/10/2025), tiga orang security Galuh Mas tertangkap basah membuang seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di pinggir jalan Interchange Karawang Barat, tepatnya di depan Pemancingan Ajo.

Berdasarkan pantauan di lapangan, mobil patroli security tersebut terlihat melintas dari jalan Galuh Raya, Bunderan Perumnas Telukjambe Timur, sebelum akhirnya berhenti dan menurunkan ODGJ tersebut.

 

ODGJ itupun terlihat linglung dan ketakutan, hanya bisa terduduk dengan tatapan kosong di pinggir jalan.

Ketika dikonfirmasi, salah seorang security mengakui bahwa mereka sudah sering melakukan tindakan serupa dan tidak membawa ODGJ ke Dinas Sosial Kabupaten Karawang.

 

Ironisnya, mereka berdalih bahwa tindakan ini bukan atas perintah manajemen.

 

Terpisah, Humas Galuh Mas, Tedja, didampingi Koordinator Security Bambang, menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan Surat Peringatan (SP) I kepada tiga oknum security tersebut.

 

“Apa yang dilakukan mereka itu memang diluar SOP harusnya memang dibawa ke  Dinas Sosial” ucapnya.

 

Tindakan membuang ODGJ ke jalan bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mencerminkan kurangnya kepedulian sosial dan kemanusiaan.

Perbuatan oknum security Galuh Mas ini jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Karawang tentang Penanganan ODGJ. Dimana, Pemerintah daerah memiliki aturan khusus mengenai penanganan ODGJ.

(IL)

Satgas Yonif 403/WP Buka Lahan Kebun Produktif di Perbatasan RI-PNG, Dukung Ketahanan Pangan Masyarakat Mandekman

MERAUKE | ungkaprealita.com – Satuan Tugas (Satgas) RI-PNG Statis Yonif 403/Wirasada Pratista Pos Simpang PNG menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan dengan melaksanakan kegiatan pembukaan lahan di Kampung Mandekman, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Sabtu (4/10/2025).

Kegiatan pembukaan lahan ini dipimpin langsung oleh Dankipur 4 Satgas Yonif 403/WP, Kapten Inf Mufty Hasan, bersama seluruh personel Pos Simpang PNG. Lahan yang dibuka direncanakan akan dijadikan kebun produktif yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Menurut Kapten Inf Mufty Hasan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Satgas Yonif 403/WP dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan. “Kami berharap, dengan adanya kebun produktif ini, warga Kampung Mandekman dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari secara mandiri dan meningkatkan taraf hidup mereka,” ujarnya.

Inisiatif Satgas Yonif 403/WP ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Kampung Mandekman. Mereka merasa sangat terbantu dengan pendampingan dari Satgas yang tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memberikan solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan di daerah perbatasan.

Dengan kegiatan ini, Satgas RI-PNG Statis Yonif 403/WP kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir bersama rakyat, menjaga kedaulatan NKRI, serta turut serta membangun kemandirian masyarakat, khususnya di bidang ketahanan pangan.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Dishub Bongkar Fakta Parkir Motor Liar Depan Polres Karawang: Tak Kantongi Izin Resmi

KARAWANG | UNGKAPREALITA.COM | Fenomena parkiran motor di depan Mapolres Karawang kembali menuai sorotan. Deretan motor yang diparkir di samping kantor polisi, tepatnya di depan deretan warung, terlihat meluber hingga memakan bahu jalan.

 

Ironisnya, meski sudah terpasang rambu larangan parkir, pengelola parkiran tetap tidak menggubris aturan tersebut.

 

Saat dikonfirmasi, Unit Humas Polres Karawang, Cep Wildan, hanya menjawab singkat bahwa pihaknya akan menanyakan terlebih dahulu kepada pengelola parkir. “Itu di luar area Polres Karawang, akan kami konfirmasi dulu ke pengelolanya,” ucapnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut.

 

Kondisi ini dikeluhkan warga karena selain menyebabkan kemacetan, juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

 

“Sudah jelas di depan kantor penegak hukum lalu lintas, tapi kenapa tidak memberi contoh yang baik,” keluh seorang pengguna jalan.

 

Sejumlah pengendara lain juga mengaku resah lantaran badan jalan yang seharusnya dipakai untuk arus kendaraan justru dipenuhi motor parkir. Situasi kerap semakin parah pada jam sibuk, terutama arus kendaraan dari arah pusat kota menuju Jalan Surotokunto.

 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang, Muhana, menegaskan bahwa parkiran motor yang menjorok ke bahu jalan di depan Polres Karawang tidak memiliki izin resmi.

 

“Itu tidak berizin. Sudah pernah kita himbau agar tidak menggunakan tepi jalan, tapi tidak digubris,” kata Muhana saat dikonfirmasi awak media, Selasa (30/9/2025).

 

Dishub Karawang, kata Muhana, sudah berupaya melakukan penertiban dan sosialisasi, bahkan mengeluarkan surat resmi larangan parkir liar yang juga ditembuskan ke Polres Karawang. Namun, hingga kini praktik parkir liar tersebut masih berlangsung.

 

Berbeda dengan parkiran motor, lahan parkir mobil dan truk di seberang Polres Karawang sudah dirapikan. Dishub telah memasang pembatas agar kendaraan terparkir dengan tertib dan tidak mengganggu lalu lintas.

 

Meski demikian, penumpukan motor di depan warung sekitar Polres Karawang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani. Publik pun mendesak adanya tindakan tegas dari aparat maupun pemerintah daerah agar kawasan strategis tersebut benar-benar tertib dan bebas dari kerawanan lalu lintas.

 

(IL)

Tragedi Ponpes Al Khoziny, Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Lima Korban Meninggal di Hari Ke-5 

SIDOARJO (JATIM) | ungkaprealita.com – ‎Memasuki hari kelima operasi SAR runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi lima korban dalam kondisi meninggal, pada Jumat (3/10/2025).

Empat jenazah dievakuasi secara bertahap dari reruntuhan material bangunan di sektor A2. Jenazah pertama atau korban ke-19 berhasil dievakuasi pada pukul 07.30 WIB. Disusul korban ke-20 pada pukul 07.36 WIB, korban ke-21 pada pukul 10.19 WIB, dan korban ke 22 pada pukul 11.34 WIB. Di lokasi yang berbeda, sektor A3, korban ke-23 berhasil dievakuasi pukul 14.00 WIB.

‎SAR Mission Coordinator (SMC), Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menjelaskan bahwa proses evakuasi kelima korban membutuhkan waktu lama. Hal ini dikarenakan tim SAR gabungan harus lebih dulu mengangkat dan menghancurkan material reruntuhan bangunan.

“Tim SAR gabungan terlebih dahulu menghancurkan reruntuhan dinding beton, kemudian memotong besi tulangan di dalamnya agar bisa mengeluarkan kelima jenazah korban yang terhimpit,” kata Yudhi.

Setelah berhasil dievakuasi, kelima jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim DVI POLDA Jawa Timur.

Dengan hasil evakuasi ini, total keseluruhan korban runtuhnya Ponpes Al Khoziny tercatat 113 orang. Dari jumlah tersebut, 103 orang selamat, sementara sepuluh lainnya meninggal.

“Dari total korban meninggal, empat di antaranya telah berhasil diidentifikasi. Sejauh ini, tim SAR gabungan sudah mengevakuasi 23 orang dari reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny.” Pungkasnya.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.
Sumber: (Humas Basarnas).

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Siswa SD Negeri Piyaman III Diduga Alami Keracunan Setelah Santap Menu MBG

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – Kasus dugaan keracunan menu MBG kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Kali ini sejumlah siswa SD Negeri Piyaman III Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul mengalami gejala yang merujuk pada keracunan bahan makanan. Jumat (3/10/2025).

Diketahui, Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan, turun lapangan guna meninjau sejumlah siswa yang dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wonosari.

“Begitu kami mendapatkan informasi terkait dugaan tersebut, kami langsung menuju IGD RSUD Wonosari.” Katanya saat ditemui awak media di IGD RSUD Wonosari.

Ia menambahkan, yang menjadi prioritas utama adalah memastikan keselamatan anak-anak serta berkoordinasi dengan tenaga medis dan Dinas Kesehatan untuk penanganan yang terbaik.

Kehadiran Dandim di IGD RSUD Wonosari disambut lega oleh para guru dan orang tua siswa, dengan sigap, ia memastikan seluruh siswa yang diduga keracunan mendapatkan penanganan medis yang sesuai prosedur. Ia juga melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, tenaga medis, serta Dinas Kesehatan agar penanganan berlangsung cepat dan tepat.

Lebih lanjut, setelah menjalani pemeriksaan medis, kondisi para siswa dinyatakan stabil. “Tidak ada korban jiwa, dan anak-anak diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.” Ungkapnya.

“Peristiwa ini terkait dengan kegiatan SPPG yang berlokasi di Jeruksari, namun dampaknya dirasakan oleh siswa SD Piyaman III,” imbuhnya.

Sementara itu, orang tua siswa, AP (37) menjelaskan, kehadiran Dandim 0730/GK di tengah situasi darurat memberikan ketenangan tersendiri. Mereka merasa dihargai karena aparat TNI hadir tidak hanya untuk urusan pertahanan, melainkan juga keselamatan masyarakat sipil, khususnya anak-anak.

“Alhamdulillah anak-anak selamat, dan kami berterima kasih kepada TNI yang cepat datang memberi perhatian serta berkoordinasi melekat dengan Dinas Kesehatan dan pihak RSUD Wonosari,” ungkap AP dengan wajah haru.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penting bagi sekolah dan orang tua siswa untuk lebih waspada terhadap asupan makanan ataupun minuman anak di lingkungan pendidikan. Namun berkat penanganan cepat, koordinasi yang solid, serta kepedulian seluruh pihak, situasi dapat segera terkendali.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran Ungkap Realita:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

Mengidap Sakit Menahun, Lansia Akhiri Hidupnya Dengan Tali Senar

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – Peristiwa Gantung Diri (gandir) di Kabupaten Gunungkidul kembali terjadi. Kali ini peristiwa tragis terjadi di Padukuhan Sempu Lor, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Gunungkidul pada Jumat (3/10/2025) pagi. Penemuan seorang lansia meninggal dunia akibat gantung diri di rumahnya.

Kapolsek Semin, AKP Wasdiyanto, mengungkapkan, Korban diketahui bernama Narti (82), warga setempat. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang saat itu sedang membantu merawat suaminya.

“Sekitar pukul 04.00 WIB saksi mendapati korban tidak ada di kamarnya. Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan tergantung di emperan kamar mandi belakang rumah sekitar pukul 05.00 WIB,” ungkap AKP Wasdiyanto.

Lebih lanjut, ia menjelaskan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan bahwa korban menggunakan tali senar tambang yang diikatkan pada dahan setinggi 175 cm. Saat ditemukan, posisi kaki korban masih menyentuh tanah dengan tubuh menghadap ke arah selatan.

Disisi lain, hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Semin II memastikan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ditemukannya bekas jeratan di leher serta dugaan korban telah meninggal sejak sekitar pukul 03.30 WIB.

Sementara itu, menurut keterangan keluarga, korban sudah sangat lama menderita penyakit menahun. Meski telah dibawa berobat hingga ke rumah sakit besar di Yogyakarta, kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik. Hal tersebut diduga menjadi penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya.

“Setelah pemeriksaan selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tambah Kapolsek Semin.

Redaksi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Berita ini ditulis untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan untuk mencontohkan tindakan serupa.

Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap orang-orang terdekat, terutama lansia atau mereka yang mengalami sakit menahun maupun tekanan psikologis. Jika menemukan tanda-tanda depresi, segera lakukan pendampingan dan ajak berkomunikasi.

Apabila Anda atau orang di sekitar mengalami masalah serupa dan membutuhkan bantuan, segera hubungi tenaga medis, tokoh masyarakat, maupun layanan konseling terdekat. Ingatlah bahwa setiap masalah dapat dicari jalan keluarnya tanpa harus mengakhiri hidup.

Penulis: Arf_UR.
Editor: Redaksi.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B