Kamis, November 5, 2026

NEGARA DIGEGERKAN DUGAAN PENYADAPAN PRESIDEN PRABOWO! MANTAN KAPOLRI TERSERET, PUBLIK PERTANYAKAN KINERJA BIN: DI MANA PENGAWASAN INTELIJEN NEGARA?

GUnuNGKIDUL(DIY) –www.ungkap realita. Com. I

ndonesia kembali diguncang kabar yang menyita perhatian publik. Dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto oleh sejumlah perwira tinggi Polri menjadi persoalan serius yang memunculkan banyak pertanyaan tentang keamanan negara, pengawasan intelijen, hingga soliditas di lingkungan pemerintahan.

Perkara ini semakin menyita perhatian setelah Bareskrim Polri menetapkan tiga perwira tinggi sebagai tersangka, salah satunya mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (LSP). Dua nama lainnya adalah Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.

Berdasarkan pengungkapan Bareskrim, dugaan praktik penyadapan ilegal tersebut berlangsung dalam rentang 2025 hingga 2026. Bahkan, sasaran penyadapan diduga tidak hanya Presiden Prabowo, tetapi juga sejumlah pejabat negara, tokoh politik, media, organisasi masyarakat, LSM, hingga kalangan pengusaha.

Penyidik mengungkap dugaan penggunaan sistem Lawful Interception Management System (LIMS) untuk memasukkan sejumlah nomor telepon tanpa melalui prosedur verifikasi dan tanpa dasar proses penegakan hukum yang semestinya.

Fakta ini tentu bukan persoalan biasa.

ADA APA DENGAN SISTEM KEAMANAN NEGARA KITA?

Pertanyaan besar kemudian muncul di tengah masyarakat. Bagaimana mungkin dugaan penyadapan terhadap kepala negara bisa berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang?

Berita Lainnya  PASCA-DEMO JOGJA MEMANAS! Polda DIY Buru Pelaku Perusakan, Petasan hingga Bom Molotov Jadi Barang Bukti Sorotan

Di mana fungsi pengawasan keamanan negara? Bagaimana mekanisme pengamanan komunikasi pejabat tertinggi negara dijalankan?

Indonesia memiliki Badan Intelijen Negara (BIN), intelijen TNI, intelijen Polri, serta berbagai perangkat keamanan strategis lainnya. Seluruhnya memiliki peran penting dalam mendeteksi ancaman terhadap keamanan dan kedaulatan negara.

Anggaran negara untuk sektor pertahanan dan keamanan juga bukan jumlah yang sedikit.
Lantas, bagaimana sistem pengawasan dan deteksi dini bekerja ketika muncul dugaan penyadapan yang justru menyasar lingkungan Presiden?

Apakah ada kelemahan koordinasi antarlembaga? Apakah sistem pengamanan komunikasi perlu dievaluasi? Atau ada celah pengawasan internal yang selama ini belum terungkap?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut layak dijawab secara terbuka kepada masyarakat.

JANGAN SAMPAI KEAMANAN NEGARA HANYA TERLIHAT KUAT DI ATAS KERTAS!

Persoalan ini juga memunculkan kekhawatiran lain. Jika dugaan penyadapan dapat terjadi di lingkungan internal aparat negara, bagaimana dengan potensi ancaman serupa dari pihak luar, termasuk aktor asing?

Tentu tidak tepat menyimpulkan adanya keterlibatan pihak asing tanpa bukti. Namun, kasus ini seharusnya menjadi peringatan serius bahwa keamanan komunikasi kepala negara dan pejabat strategis tidak boleh dianggap sebagai persoalan teknis semata.

Lebih jauh, publik juga mempertanyakan bagaimana pengawasan terhadap penggunaan perangkat intelijen yang dibiayai uang rakyat dilakukan.

Berita Lainnya  SULTAN HB X SENTIL POLEMIK PAJAK! “BUKAN ZAMAN VOC, SEMUA DIPAJAKI!” MENTERI UMKM TEGASKAN TUKANG CUKUR DAN TUKANG PIJAT BEBAS PAJAK

Teknologi canggih tanpa pengawasan yang kuat justru berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.

PEMERINTAHAN JANGAN TERUS-MENERUS DIHADAPKAN PADA KEGADUHAN!

Di tengah berbagai persoalan nasional, mulai dari polemik politik, konflik kepentingan, hingga persoalan penegakan hukum, munculnya kasus dugaan penyadapan Presiden semakin menambah daftar pertanyaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan.

Publik tentu tidak menginginkan negara terus disibukkan dengan kegaduhan internal.

Negara sebesar Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam, wilayah yang luas, serta perangkat pertahanan dan keamanan yang lengkap seharusnya mampu membangun sistem pemerintahan yang kuat, profesional, transparan, dan saling mengawasi.

Namun, ketika dugaan pelanggaran justru muncul dari lingkungan institusi yang memiliki kewenangan menjaga keamanan negara, kepercayaan publik tentu menjadi taruhan.

Catatan kritisnya sederhana: jangan sampai negara terlihat memiliki banyak institusi, banyak aparat, banyak perangkat intelijen, dan anggaran besar, tetapi masih menyisakan celah pengawasan yang serius.

BIN, POLRI, DAN TNI HARUS MENJAWAB TANTANGAN INI!

Kasus ini semestinya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan nasional.

Masyarakat membutuhkan penjelasan, bukan sekadar pernyataan normatif. Siapa yang bertanggung jawab? Bagaimana praktik tersebut bisa terjadi? Apakah ada kelemahan koordinasi? Sejauh mana pengawasan terhadap penggunaan teknologi penyadapan dilakukan?

Berita Lainnya  SELEKSI PAMONG JEPITU DISOROT! Peserta Pertanyakan Transparansi Penilaian, Koreksi Ujian hingga Gangguan Komputer

Yang tidak kalah penting, proses hukum harus berjalan objektif, transparan, dan tidak tebang pilih.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Rabu (4/11/2026) menyatakan Istana masih menunggu hasil penyidikan untuk mengetahui secara lengkap tujuan dugaan penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo juga telah memberikan arahan agar perkara diproses secara objektif dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

Kini masyarakat menunggu pembuktian dan keterbukaan aparat penegak hukum.

IRONI NEGERI KAYA, TETAPI KEAMANAN DAN KEPERCAYAAN PUBLIK DIPERTARUHKAN.

Indonesia bukan negara kecil. Kita memiliki sumber daya, teknologi, personel keamanan, dan anggaran negara yang besar.

Namun, kekuatan sebuah negara bukan hanya diukur dari banyaknya aparat, canggihnya peralatan, atau besarnya anggaran.

Kekuatan negara justru terlihat dari kemampuan menjaga keamanan, menegakkan hukum, mengawasi kekuasaan, serta melindungi rakyat

dan seluruh institusi negara dari penyalahgunaan wewenang.

Jangan sampai rakyat terus disuguhi kegaduhan, sementara persoalan mendasar tentang keamanan, keadilan, dan kepercayaan terhadap negara belum mendapatkan jawaban.

Pertanyaan terakhir untuk

pemerintah: SEBENARNYA SEKUAT APA SISTEM KEAMANAN NEGARA KITA, JIKA LINGKARAN PRESIDEN SAJA DIDUGA BISA DITEMBUS?

Redaksi ungkap realita
Mbah mar

ARTIKEL LAINNYA

NASIONAL

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Make it modern

Most Popular

Make it modern

Make it modern

INDEKS