Senin, Maret 2, 2026

Orang Tua Siswa di Gunungkidul Akan Boikot Program MBG Jika Tidak di Evaluasi

GUNUNGKIDUL,ungkaprealita.com— Dinas Pendidikan Gunungkidul, D.I. Yogyakarta mendesak satuan tugas (Satgas) program makan bergizi gratis (MBG) untuk evaluasi dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) pasca terjadinya siswa keracunan di Kapanewon Semin usai santap MBG. Hal itu bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab keracunan seperti ketidak patuhan SOP atau kualitas kebersihan yang buruk.

Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul Agus Subariyanta, S.T mengatakan bahwa akan segera kordinasi dengan satgas MBG dan Dinas Kesehatan terkait langkah mengantisipasi, mencegah keracunan pada siswa akibat MBG seperti yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Kordinasi itu penting untuk memperkuat pengawasan, keamanan pangan.

Berita Lainnya  Gelar Buka Puasa Bersama Ormas DIY & Mahasiswa, Humoriezt Siap Komitmen Sinergi Jaga Kamtibmas

“Kami akan desak satgas MBG agar segera evaluasi menyeluruh SPPG yang ada. Kami juga akan sampaikan ke Dinas Kesehatan untuk monitoring langsung higenisasi proses pembuatan, penyajian MBG agar tidak menimbulkan keracunan pada siswa,”ucap Agus kepada wartawan Rabu (23/9/2025).

Agus menjelaskan bahwa pihaknya telah mencatat sejumlah aduan masyarakat yang mengungkapkan kekhawatiranya program MBG. Bahkan, di salah satu sekolah di Gunungkidul hampir menolak pemberian menu makan bergizi gratis dengan alasan takut keracunan.

“Kami mendapat aduan dari orang tua siswa bahwa akan memboikot pemberian MBG karena khawatir anaknya keracunan. Mengingat yang paling banyak penerima manfaat MBG di sektor pendidikan,”ucap Agus.

Berita Lainnya  Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gunungkidul Serahkan Bantuan Traktor: Kerja Nyata Gerindra Dalam Ketahanan Pangan

“Kami juga memberikan arahan kepada setiap guru untuk cek menu MBG seperti membau, melihat, dan merasa sebelum MBG dibagikan ke siswa guna memastikan makanan layak konsumsi,”sambung dia.

Agus menjelaskan, orang tua siswa tidak menolak program MBG, karena dinilai sangat bagus dalam menciptakan generasi cerdas serta produktif melalui peningkatan gizi anak – anak. Hanya saja, mereka menolak teknis realisasi karena banyak kejadian keracunan dimana-mana setelah menyantap MBG.

Hal senada diungkapkan wakil komisi X DPR RI Esti Wijayanti saat kunjungan kerja di Gunungkidul. Ia sangat medukung pentingnya evaluasi menyeluruh terkait program makan bergizi gratis. Evaluasi menjadi penting setelah kasus keracunan setelah menyantap MBG terjadi di sejumlah daerah. Korban lebih dari 5.000 orang.

Berita Lainnya  Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gunungkidul Serahkan Bantuan Traktor: Kerja Nyata Gerindra Dalam Ketahanan Pangan

“Bu Puan Maharani (Ketua DPR RI) menyampaikan kepada publik bahwa itu adalah suara kita semua, bahwa DPR RI meminta supaya dilakukan evaluasi total,” ujarnya.

(Redaksi/HM)

ARTIKEL LAINNYA

NASIONAL

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Make it modern

Most Popular

Make it modern

Make it modern

INDEKS