Karawang | UNGKAPREALITA.COM | Tugu “The Window” yang berdiri megah di Jalan Tol Karawang Barat, proyek infrastruktur yang sempat dibanggakan dan menyerap anggaran hingga miliaran rupiah, kini menuai sorotan publik. Pada Minggu sore (14/9), pantauan awak media menunjukkan bahwa lampu penerangan di sekitar tugu tersebut dalam kondisi mati total.
Kondisi gelap ini mengundang pertanyaan besar dari masyarakat terkait pemeliharaan fasilitas umum yang telah menelan dana besar. Tugu yang dirancang sebagai ikon baru Karawang Barat ini kehilangan daya tarik visualnya saat malam hari karena tidak adanya pencahayaan yang berfungsi.
Sejumlah pengguna jalan tol yang melintas mengungkapkan kekecewaannya. “Tugu ini katanya simbol kebanggaan, tapi kalau malam tidak kelihatan sama sekali. Sayang sekali, padahal pasti lebih menarik kalau lampunya nyala,” ujar awak media di lokasi.
Komentar serupa datang dari Siti (29), warga Karawang Barat. “Saya sering melewati tugu ini sepulang kerja. Kalau malam gelap, jadi tidak terlihat indah. Padahal dulu waktu diresmikan sempat ramai karena lampunya bagus,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Dedi (45), seorang pengemudi travel. “Proyek besar jangan cuma bagus saat awal diresmikan saja. Harus ada perawatan rutin. Kalau dibiarkan begini, kesannya hanya buang-buang uang,” katanya dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang selaku salah satu instansi yang berwenang dalam pengelolaan fasilitas ruang terbuka belum memberikan tanggapan resmi terkait padamnya lampu penerangan di area tugu.
Kondisi ini menambah daftar panjang pertanyaan masyarakat mengenai urgensi proyek dan kualitas pengelolaannya. Publik berharap ada langkah cepat dari pemerintah daerah untuk memperbaiki fasilitas tersebut dan memastikan anggaran publik digunakan secara optimal, tidak hanya untuk pembangunan, tetapi juga pemeliharaan berkelanjutan.
(IL)

