YOGYAKARTA —www.ungkaprealita.com Warga di kawasan Jalan Karangsari, Rejowinangun, Kota Yogyakarta, dibuat resah oleh dugaan aksi tidak lazim yang disebut-sebut terjadi pada malam hari. Seorang pria yang identitasnya belum diketahui diduga mendekati jemuran pakaian warga dan berulang kali mencium daster yang sedang dijemur.
Peristiwa yang disebut terjadi pada 8 September 2026 tersebut menjadi perhatian karena aksinya dinilai tidak biasa. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, rekaman kamera pengawas atau CCTV memperlihatkan seorang pria mendekati jemuran, kemudian tampak memilih-milih pakaian sebelum diduga mencium daster beberapa kali.
Aksi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Apa motif di balik perilaku itu? Apakah sekadar tindakan iseng, memiliki dorongan tertentu, atau ada alasan lain yang melatarbelakanginya?
Hingga kini, identitas pria yang terekam dalam rekaman tersebut belum diketahui berdasarkan informasi yang tersedia. Belum ada pula keterangan resmi mengenai apakah kejadian tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Warga Perlu Waspada, Jangan Berspekulasi
Dugaan aksi mencium pakaian milik orang lain tanpa izin patut mendapat perhatian, terlebih jika terjadi berulang kali dan menimbulkan rasa tidak aman bagi warga.
Meski demikian, motif pelaku tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan rekaman CCTV.
Perilaku yang dianggap tidak lazim juga tidak serta-merta membuktikan bahwa seseorang mengalami gangguan kejiwaan atau memiliki kondisi tertentu.
Apabila kejadian serupa benar berulang, warga dapat menyimpan rekaman CCTV sebagai bahan bukti dan melaporkannya kepada pengurus lingkungan atau kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Warga juga diimbau tidak menyebarkan identitas seseorang berdasarkan dugaan semata sebelum ada kepastian mengenai pihak yang terekam.
Menunggu Penjelasan Lebih Lanjut
Peristiwa yang disebut terjadi di Jalan Karangsari, Rejowinangun, Kota Yogyakarta, ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan, mulai dari identitas orang yang terekam, motif tindakan, hingga kemungkinan adanya kejadian serupa di lokasi lain.
Konfirmasi dari warga yang mengalami langsung, pemilik rekaman CCTV, maupun pihak kepolisian diperlukan untuk memastikan kronologi dan perkembangan kasus tersebut.
Publik kini menantikan kejelasan atas dugaan aksi yang disebut sebagai “teror cium daster
” tersebut.
Apabila terbukti terjadi berulang kali, penanganan yang tepat diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan setiap tindakan ditangani berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku.
Redaksi

