Senin, Maret 2, 2026

Dugaan Keracunan Menu MBG di SMAN 1 Yogyakarta Sampai 426 Siswa

YOGYAKARTA | ungkaprealita.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menyehatkan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi ratusan siswa SMAN 1 Yogyakarta. Dilaporkan sebanyak 426 siswa mengalami gejala diare dan sakit perut usai menyantap menu MBG pada Rabu (15/10/2025).

Dugaan sementara, lauk ayam yang dimasak terburu-buru menjadi sumber penyebab keracunan massal tersebut. Kepanikan melanda SMAN 1 Yogyakarta pada Kamis (16/10/2025) dini hari. Ratusan siswa mulai mengeluhkan sakit perut dan diare setelah menyantap paket Makan Bergizi Gratis yang disalurkan sehari sebelumnya.

Kepala SMAN 1 Yogyakarta, Ngadiya, membenarkan adanya laporan tersebut. “Ada yang diare dua kali, tiga kali, tapi ada juga yang hanya sakit perut melilit,” ujar Ngadiya saat ditemui di sekolah.

Berita Lainnya  Gelar Buka Puasa Bersama Ormas DIY & Mahasiswa, Humoriezt Siap Komitmen Sinergi Jaga Kamtibmas

Lebih lanjut dijelaskan, ada total 972 siswa penerima program MBG, sebanyak 426 siswa atau sekitar 43,82 persen mengalami gejala serupa. Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan ke seluruh kelas untuk memastikan jumlah pasti siswa terdampak.

Meski banyak yang mengalami gangguan pencernaan, sebagian besar siswa tetap hadir mengikuti pelajaran. Hanya sebagian kecil yang izin karena kondisi tubuh belum pulih sepenuhnya.

“Ada yang izin karena sakit, ada juga karena alasan lain. Tapi sebagian besar tetap mengikuti pelajaran meski masih merasa perih di perut,” tambah Ngadiya.

Untuk memastikan penyebab pasti, pihak Puskesmas Wirobrajan telah mengambil sejumlah sampel makanan serta data siswa terdampak untuk diteliti lebih lanjut. Pemeriksaan laboratorium tengah dilakukan untuk mengetahui kandungan atau bakteri yang menyebabkan gangguan pencernaan tersebut.

Berita Lainnya  Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gunungkidul Serahkan Bantuan Traktor: Kerja Nyata Gerindra Dalam Ketahanan Pangan

Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk mendukung kecukupan gizi siswa sekolah menengah di Yogyakarta. Namun insiden di SMAN 1 Yogyakarta ini menjadi peringatan keras agar pelaksanaan program serupa lebih ketat dalam standar kebersihan dan distribusi makanan.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pastinya. Kami berharap semua siswa segera pulih,” pungkas Ngadiya.

Penulis: Redaksi.
Editor: Admin.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

ARTIKEL LAINNYA

NASIONAL

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Make it modern

Most Popular

Make it modern

Make it modern

INDEKS