Senin, Maret 2, 2026

DINKES UNGKAP HASIL LABORATORIUM SAMPEL MBG SPPG PANDANAN, DITEMUKANNYA BAKTERI DAN JAMUR PADA MAKANAN

GUNUNGKIDUL (DIY) | ungkaprealita.com – Dinas kesehatan Gunungkidul telah melakukan uji laboratorium sampel makanan SPPG milik Divpropam Polda DIY di Pandanan, Kalurahan Sumberjo, Kapanewon Semin, Gunungkidul yang diduga menyebabkan keracunan belasan siswa beberapa waktu lalu. Hasilnya, ditemukan sejumlah bakteri dan jamur.

“Hasil pemeriksaan biologi sampel sisa makanan dan air bersih ditemukan jenis bakteri dan kapang/khamir (jamur) yang diduga menjadi faktor penyebab keracunan makanan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono, kepada wartawan Sabtu (4/10/2025).

Ismono mengatakan, telah mengambil sampel makanan pada 17 September 2025 untuk selanjutnya di lakukan uji laboratorium. Meskipun hasilnya ditemukan bakteri dan jamur, namun hasil uji laboratorium kimia pada sampel makanan dan air bersih tidak ditemukan unsur berbahaya seperti sianida, fosfor, maupun arsen.

Berita Lainnya  Gelar Buka Puasa Bersama Ormas DIY & Mahasiswa, Humoriezt Siap Komitmen Sinergi Jaga Kamtibmas

Berkaca dari kejadian keracunan di Sumberejo Semin Dinas Kesehatan Gunungkidul memberi arahan setiap dapur SPPG untuk segera berbenah baik dari segi administrasi maupun teknis. Pihaknya mendorong agar setiap SPPG Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS).

“Berdasarkan hasil rapat kordinasi dengan Mendagri, Mentri Kesehatan, dan BGN setiap SPPG diarahkan mengurus SLHS terlebih dahulu sebelum beroperasi,” ujar Ismono.

Ismono menambahkan, Dinas Kesehatan akan memberikan pelatihan setiap anggota SPPG terkait pengolahan, pengemasan, dan pendistribusian MBG untuk mengantisipasi kejadian keracunan tidak terulang kembali.

Diberitakan sebelumnya Belasan siswa di Gunungkidul D.I Yogyakarta dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat keracunan setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG).

Berita Lainnya  Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gunungkidul Serahkan Bantuan Traktor: Kerja Nyata Gerindra Dalam Ketahanan Pangan

“Sebanyak 19 murid yang terdiri 6 laki-laki dan 13 perempuan telah mendapat perawatan medis akibat gejala keracunan usai makan menu MBG pada hari Senin kemarin,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Ismono Selasa (16/9/2025).

Selama penyelidikan berlangsung badan gizi nasional (BGN) mengeluarkan surat pemberhentian operasional sejak tanggal 27 September 2025.

Penulis: Hm_UR.
Editor: Admin.

Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

ARTIKEL LAINNYA

NASIONAL

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Make it modern

Most Popular

Make it modern

Make it modern

INDEKS