Jumat, Mei 8, 2026

Kalimantan Timur Studi Tiru SPBE ke Pemprov Jateng, Terkesan Kolaborasi dan Inovasi Digital

SEMARANG | UNGKAPREALITA.COM | Keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih Digital Government Award sebagai provinsi dengan nilai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tertinggi nasional menarik perhatian Pemprov Kalimantan Timur. Sebanyak 51 orang Tim Asesor SPBE dari provinsi dan kabupaten/kota se-Kaltim melakukan studi tiru kolaboratif di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng, Kamis (7/11/2024).

Sekretaris Diskominfo Kaltim, Edi Hermawanto Noor, mengatakan kunjungan ini bertujuan memahami implementasi SPBE di Jateng, termasuk metode pengumpulan bukti dukung penilaian SPBE oleh pemerintah pusat.

“Dari awal penilaian SPBE sejak 2017, Pemprov Jateng selalu meraih peringkat pertama. Ini luar biasa. Kami ingin belajar langsung dari keberhasilan tersebut,” ujar Edi saat kegiatan di Ruang Fiber Optik Diskominfo Jateng.

Berita Lainnya  Ratusan Buruh Yogyakarta Gelar Aksi Damai di Tugu Jogja, Desak Pengesahan RUU Ketenagakerjaan dan Penyelesaian Masalah PHK

Edi berharap studi ini dapat menjadi bekal untuk meningkatkan indeks SPBE Kaltim ke depan.

Sementara itu, Kepala Bidang e-Government Diskominfo Jateng, Iswahyudi, menegaskan bahwa kunci keberhasilan SPBE Jateng adalah kolaborasi lintas sektor.

“Kita tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi antara Diskominfo dengan Biro Organisasi, Inspektorat, dan OPD lain yang terkait indikator SPBE menjadi kunci mutlak,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, sebelum 2021 terdapat disparitas nilai SPBE yang cukup tinggi antarkabupaten/kota di Jateng. Penyebab utamanya adalah kurangnya kemampuan menyajikan data dukung dalam bentuk narasi dan dokumen yang tepat.

“Akhirnya kami kumpulkan bersama, bahkan seragamkan cara menjawab dan mengisi indikator SPBE, agar memudahkan tim penilai dalam melakukan penilaian,” tambahnya.

Berita Lainnya  Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta Memicu Keprihatinan, Komunitas Hukum Tuntut Hukuman Berat

Upaya itu membuat rata-rata nilai SPBE kabupaten/kota di Jateng terus meningkat.

Iswahyudi juga menjelaskan, digitalisasi layanan publik di Jateng sudah dimulai sejak 2013, sebelum ada penilaian SPBE nasional. Sejumlah inovasi pun telah dikembangkan, seperti:

  • LaporGub (2014),
  • Perizinan online,
  • CSIRT (Computer Security Incident Response Team) pada 2020,
  • Tata Praja untuk layanan persuratan,
  • Internet desa,
  • Telemedicine,
  • hingga pembangunan Data Center Provinsi Jateng pada 2023.

“Seluruh inovasi itu merupakan wujud tanggung jawab kami untuk memberikan layanan publik yang cepat, murah, dan tuntas,” pungkasnya.

( Diskominfo.Jatengprov.go.id )

 

ARTIKEL LAINNYA

NASIONAL

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Make it modern

Most Popular

Make it modern

Make it modern

INDEKS