GUNUNGKIDUL —www.ungkap realita. Com
Gonjang-ganjing seleksi pengisian jabatan pamong Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, terus menjadi sorotan publik. Setelah pelaksanaan ujian pada 28 Oktober 2026 diwarnai protes peserta dan sejumlah persoalan yang dipermasalahkan, kini muncul rencana pengajuan tes ulang demi meredam polemik yang berkembang.
Lurah Jepitu, Sudarto, akhirnya angkat bicara. Saat ditemui awak media di kantornya pada Kamis (29/10/2026), Sudarto menyampaikan bahwa pihaknya berencana mengajukan pelaksanaan tes ulang kepada Panewu Girisubo.
Menurut Sudarto, langkah tersebut perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pihak Kapanewon Girisubo agar proses yang ditempuh sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Kami akan segera berkonsultasi dengan pihak Kapanewon Girisubo
. Bagaimana mekanismenya, kami akan meminta petunjuk terlebih dahulu. Selanjutnya, kami berencana mengajukan permohonan secara tertulis,” ungkap Sudarto kepada awak media.
Polemik Seleksi Jadi Perhatian Publik
Pelaksanaan ujian pamong Kalurahan Jepitu pada 28 Oktober lalu menjadi perhatian setelah sejumlah peserta menyampaikan protes terkait berbagai persoalan dalam proses seleksi.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan ujian dan mendorong perlunya penjelasan serta penyelesaian yang dapat diterima oleh pihak-pihak terkait.
Rencana pengajuan tes ulang yang disampaikan Lurah Jepitu kini menjadi salah satu langkah yang dinantikan. Namun, mekanisme, dasar pertimbangan, serta keputusan mengenai kemungkinan pelaksanaan ujian ulang masih perlu dikonsultasikan dengan pihak Kapanewon Girisubo.
Dengan demikian, kepastian mengenai kelanjutan seleksi masih menunggu proses konsultasi dan keputusan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ingin Jepitu Kembali Kondusif
Sudarto menegaskan bahwa pihaknya berharap persoalan seleksi pamong tersebut dapat segera diselesaikan tanpa memunculkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Ia juga berharap seluruh pihak dapat menjaga suasana tetap kondusif dan tidak membiarkan polemik berkembang menjadi konflik antarsesama warga.
“Harapan kami, persoalan ini segera selesai. Kami ingin Kalurahan Jepitu tetap kondusif, adem, dan tidak menimbulkan konflik di lingkungan masyarakat,” tegasnya.
Sudarto menambahkan, pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan Kapanewon Girisubo untuk memperoleh petunjuk mengenai langkah yang harus ditempuh.
Publik Menanti Kepastian dan Transparansi
Rencana tes ulang tersebut kini menjadi perhatian karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap proses pengisian jabatan pamong kalurahan.
Penyelesaian persoalan ini diharapkan tidak hanya meredam polemik sesaat, tetapi juga memberikan kepastian kepada seluruh peserta serta masyarakat mengenai tindak lanjut tes ulang
Transparansi, kejelasan mekanisme, dan penjelasan atas keberatan peserta menjadi hal penting agar keputusan yang diambil nantinya dapat dipahami dan dipertanggungjawabkan.
Kini, publik menanti langkah konkret Pemerintah Kalurahan Jepitu bersama Kapanewon Girisubo
. Apakah rencana tes ulang benar-benar akan diajukan dan bagaimana mekanisme penyelesaiannya? Jawabannya masih menunggu hasil konsultasi serta keputusan pihak berwenang
.
Persoalan ini diharapkan segera menemukan titik terang agar proses pengisian pamong berjalan sesuai ketentuan dan suasana masyarakat Jepitu kembali kondusif.
(Redaksi)

