
Gunungkidul | ungkaprealita.com – Ribuan warga Kalurahan Banaran, Playen, Gunungkidul, D.I. Yogyakarta menggelar tradisi Rasulan atau Bersih Desa di komplek Balai Kalurahan, Senin (30 Maret 2026). Tradisi ini masih mempertahankan adat peninggalan nenek moyang terdahulu dengan arak-arakan gunungan berisi hasil bumi sebagai bentuk sedekah bumi yang bertujuan untuk memohon berkah, menghilangkan kesialan, serta membersihkan lingkungan kalurahan secara menyeluruh.
‎Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, S.E., M.M., beserta Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gunungkidul, Rida Musthofa hadir dalam kegiatan sakral ini untuk mendukung dan turut merasakan suasana bersama masyarakat Kalurahan Banaran.
‎Joko Parwoto memberikan apresiasi atas upaya warga dalam merawat budaya, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperhatikan pembangunan di wilayah tengah Kabupaten Gunungkidul.
‎”Saya ingin bersama-sama warga Banaran berdo’a, sedekah bumi (merti desa) ini seluruh warga ketika menanam bisa tumbuh dan panen banyak, yang berdagang mendapat untung, serta yang memiliki kebutuhan banyak segera terpenuhi, supaya do’a baik bisa terkabul,” ujar Joko Parwoto seusai kegiatan.
‎Lebih lanjut, Joko menekankan pentingnya gotong royong yang menjadi landasan pelaksanaan kegiatan ini. “Saya senang sekali melihat gunungan di sini, ada padi, ada kacang, ada jeruk dan lainnya. Semoga sayur – sayuran serta buah – buahan ini nanti tidak perlu beli tapi bisa menanam sendiri, dan yang kita tanam bisa tumbuh subur,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lurah, pamong, tokoh agama, masyarakat, serta para generasi muda Kalurahan Banaran, yang terus merawat dan melestarikan adat dan budaya warisan leluhur.
‎Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gunungkidul, Rida Musthofa mengungkapkan, tradisi bersih desa atau merti desa ini dilaksanakan sebagai wujud syukur sekaligus memohon ketenteraman dan kedamaian bagi seluruh warga.
‎”Mudah-mudahan masyarakat di Kalurahan Banaran bisa maju dengan syarat kita semua bisa guyub rukun dan tentram,” jelas Rida kepada awak media.
Acara Rasulan di Kalurahan Banaran ini juga dimeriahkan dengan beberapa rangkaian kegiatan yaitu pertunjukan berbagai macam kesenian tradisi, dan diakhiri dengan tradisi perebutan gunungan (andum berkat) oleh warga yang menambah semarak suasana, serta pada malam puncaknya digelarnya pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Bambang Wiji Nugraha dengan bintang tamu Elisha OA dan Tatin ThiThot.
Penulis : Arf
Editor : Redaksi

