SURAKARTA | ungkaprealita.comĀ – Suasana di Kampus UIN Raden Mas Said Surakarta mendadak geger, setelah adanya insiden tak terduga yang melibatkan seorang mahasiswi berinisial AP meninggal dunia diduga akibat bunuh diri, AP dilaporkan nekat melompat dari rooftop Gedung lantai empat Laboratorium kampus pada Jumat (17/10/2025) pagi.
Kapolsek Kartasura, AKP Tugiyo, setelah mendapati adanya laporan tersebut mengatakan, bahwa peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di saat situasi kampus dalam keadaan sepi.
“Benar, ada seorang mahasiswi yang melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompat dari rooftop gedung laboratorium. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” ujar Tugiyo, Jumat (17/10/2025).
Menurut informasi yang didapat menyebutkan, bahwa sebelum tubuh korban terjatuh ke tanah, sempat membentur mobil berwarna hitam yang terparkir di dekat gedung tersebut. Akibatnya, korban mengalami luka serius lalu segera dilarikan ke Rumah Sakit UNS untuk mendapatkan perawatan intensif.

āPada waktu jatuhnya korban terlihat masih hidup, setibanya di rumah sakit masih dipacu. Akan tetapi luka yang di alaminya cukup parah dan akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan,” ujar Tugiyo.
Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit oleh pihak kampus dan tim medis. Namun, karena luka yang cukup parah, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Berdasarkan dari hasil pemeriksaan medis di RS UNS menunjukkan bahwa korban mengalami patah tulang di kedua kaki, patah tulang pinggul, serta patah tulang di bagian leher. Akibat dari benturan keras yang di alaminya.
Diketahui, korban memiliki riwayat bipolar dan gangguan kecemasan. Korban melakukan percobaan bunuh diri tidak hanya sekali, sebelumnya juga pernah mencoba meloncat dari gedung yang sama, akan tetapi percobaan itu berhasil dicegah oleh teman-temannya yang mengetahui tindakan AP tersebut.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi jatuhnya korban, dengan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap motif di balik aksi nekat itu. Serta berkoordinasi dengan pihak kampus.
āKami masih mendalami penyebab korban melakukan tindakan tersebut. Dan kami memastikan untuk melanjutkan penyelidikan lebih lanjut,ā imbuhnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak kampus. Dengan menghimbau untuk memberikan pendampingan psikologis bagi rekan-rekan korban, serta menjaga situasi kampus agar tetap kondusif setelah terjadinya kejadian tersebut.
Penulis: An.
Editor: Admin.
Ikuti Saluran UR:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb6vl7P0LKZ4oGQ1wA0B

